NovelToon NovelToon
Forgotten Crown: The General’S Sanctuary

Forgotten Crown: The General’S Sanctuary

Status: tamat
Genre:Cinta Istana/Kuno / Tamat
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: Wahyuni Shalina

Di sisa-sisa medan perang yang bersimbah darah, Jenderal Eisérre Valois menemukan seorang prajurit wanita tanpa identitas. Wajahnya yang polos dan jemari yang tak tampak seperti kuli perang membuat Eisérre membawa gadis itu pulang ke paviliun pribadinya, jauh dari jangkauan balai kerajaan.

Gadis itu bangun tanpa ingatan, bahkan tanpa tahu bahwa namanya adalah Geneviève d’Orléans—putri kesayangan Kerajaan Prancis yang sedang dicari oleh seluruh pasukan negara. Di bawah asuhan Eisérre, Geneviève menjadi "sang mawar tanpa nama". Namun, saat cinta mulai tumbuh, bayang-bayang tunangan pilihan sang nenek dan rahasia besar di balik sobekan seragam Geneviève mulai terkuak. Eisérre harus memilih: setia pada kehormatan Valois, atau melepaskan segalanya demi seorang gadis yang identitasnya bisa mengguncang takhta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wahyuni Shalina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Igauan yang Menghancurkan Ketenangan

Suhu tubuh Geneviève meningkat drastis. Wajahnya yang biasanya seputih porselen kini merona merah karena demam yang membara. Di atas tempat tidur besar bertiang empat, ia terus bergerak gelisah. Napasnya pendek-pendek, dan bibirnya yang pecah-pecah mulai menggumamkan kata-kata yang membuat darah Eisérre berdesir dingin.

"Ibu... dingin sekali di sini..." gumam Geneviève dalam igauannya.

Eisérre terus memeras handuk hangat, mengompres dahi Geneviève dengan tangan yang sedikit gemetar. Ia tidak pernah merasa setakut ini, bahkan di tengah kepungan ribuan musuh sekalipun.

"Ayah... panggilkan Kak Alaric," suara Geneviève menguat sesaat, air mata mengalir dari sudut matanya yang terpejam. "Katakan pada Kakak... aku merindukan Amelie. Berikan bayi itu padaku... Aku ingin menggendongnya..."

Eisérre tertegun. Genggamannya pada handuk mengerat. Amelie. Dia tahu betul siapa itu. Amelie adalah putri kecil Raja Alaric, keponakan yang sangat dicintai Geneviève. Kalau Geneviève sudah mulai memanggil nama anggota keluarganya secara spesifik, itu artinya dinding amnesia itu sudah mulai runtuh.

Ketakutan menyergap Eisérre. Jika Geneviève mengingat Amelie, dia akan ingat betapa dia sangat ingin pulang ke istana.

Karena demamnya tak kunjung turun, Eisérre akhirnya terpaksa memanggil Dokter Julian, dokter pribadi keluarga Valois yang paling ia percayai.

Begitu Julian melangkah masuk ke kamar dan melihat siapa yang terbaring di sana, tas medis yang ia pegang hampir saja terjatuh ke lantai. Matanya terbelalak, napasnya tertahan di tenggorokan.

"Jen-Jenderal... apa ini?" Suara Julian bergetar hebat, ia menunjuk ke arah Geneviève dengan jari yang gemetar. "Ini... ini adalah Putri Mahkota! Seluruh kerajaan sedang mencari beliau! Bagaimana bisa beliau ada di sini dalam kondisi seperti ini?"

Eisérre berdiri perlahan, membelakangi cahaya lampu minyak hingga wajahnya tertutup bayangan yang menyeramkan. Ia melangkah maju, memperpendek jarak dengan Julian hingga sang dokter terpojok ke dinding.

"Kau tahu persis apa maksudku, Julian," bisik Eisérre dengan nada suara yang sanggup membekukan sumsum tulang. "Dia adalah Ève-ku. Bukan Putri Mahkota, bukan siapa pun."

Eisérre mencengkeram bahu Julian dengan kuat, tatapannya tajam menghunus. "Sekarang, kerjakan tugasmu. Turunkan demamnya. Setelah itu, keluarlah dari paviliun ini dengan selamat, seperti orang yang tidak tahu apa-apa dan tidak melihat apa pun. Jika satu patah kata pun bocor ke telinga nenekku atau pihak istana... kau tahu aku tidak pernah bermain-main dengan ucapanku."

Julian menelan ludah dengan susah payah. Ia mengangguk pelan karena takut akan nyawanya. Selama berjam-jam, ia bekerja di bawah tatapan maut Eisérre.

Di tengah kesunyian, Geneviève kembali meracau pelan, "Amelie... Bibi di sini..."

Eisérre hanya bisa memejamkan mata rapat-rapat. Setiap kali Geneviève menyebut nama keponakannya, hati Eisérre terasa seperti diiris. Dia tahu, semakin Geneviève sembuh, semakin besar kemungkinan dia akan kehilangan gadis itu selamanya.

Eisérre menarik kursi kayu berat itu lebih dekat ke ranjang, duduk dengan punggung tegak namun bahunya tampak sangat lelah. Ia memperhatikan wajah Geneviève yang mulai kembali tenang. Bibirnya tidak lagi menggumamkan nama Amelie atau Alaric, tapi keheningan itu justru membuat pikiran Eisérre berputar liar.

Apakah "Ève"-ku masih ada di dalam sana?

Ia menatap tangannya sendiri yang masih sedikit gemetar. Jenderal yang dikenal tidak pernah ragu dalam mengambil keputusan di medan perang ini sekarang merasa seperti pengecut. Ia takut pada saat mata cokelat itu terbuka nanti.

Jika Geneviève bangun dan menatapnya dengan benci... jika dia bangun dan bertanya mengapa dia berada di sini alih-alih di pelukan keluarganya... apa yang harus ia katakan?

"Jangan bangun dulu," bisik Eisérre sangat rendah, sebuah permintaan egois yang keluar dari lubuk hatinya yang terdalam. "Tetaplah menjadi Ève untuk beberapa saat lagi."

Eisérre teringat betapa cerianya Geneviève saat mencoba menggodanya tempo hari, betapa lucunya saat gadis itu kabur ke taman karena malu. Semua kenangan manis selama satu bulan ini terasa seperti pasir yang perlahan-lahan merosot dari genggaman tangannya. Ia tahu, ia sedang mencuri waktu yang bukan miliknya.

Ia menyandarkan kepalanya di tepi tempat tidur, tepat di samping tangan Geneviève yang lemas. Di tengah cahaya remang lampu minyak, sang Jenderal Agung itu terlihat sangat rapuh.

"Jika kau sadar nanti dan ingat bahwa kau adalah seorang Putri Mahkota yang cerdas..." Eisérre memejamkan mata, merasakan kepedihan yang nyata. "...apakah kau masih akan menatapku seolah aku adalah duniamu? Ataukah kau akan melihatku sebagai monster yang telah menculikmu dari takhtamu?"

Eisérre tahu jawabannya, namun ia belum siap untuk menghadapinya. Malam itu, ia tidak tidur. Ia tetap terjaga, menjadi penjaga setia bagi sebuah rahasia yang sebentar lagi akan meledak dan menghancurkan segalanya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!