NovelToon NovelToon
The Don & The Disaster

The Don & The Disaster

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Mafia / Action
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: Ry_chan04

Aiden "The Ghost" Volkov adalah definisi dari kesempurnaan yang mematikan. Sebagai raja mafia penguasa jalur perdagangan gelap Eropa, ia dikenal dingin, tak tersentuh, dan sangat mencintai keteraturan. Hidupnya adalah tentang strategi, senjata, dan keheningan.
Namun, tatanan hidup Aiden hancur berantakan saat ia bertemu dengan Ziva, seorang gadis Indonesia yang tinggal di luar negeri dan bekerja sebagai kurir makanan paruh waktu. Pertemuan mereka dimulai dengan bencana: Ziva secara tidak sengaja menabrak konvoi mobil baja Aiden dengan skuter bututnya, lalu malah memarahi Aiden karena "merusak spion estetiknya".
Ziva bukan cewek tangguh yang jago bela diri; dia hanyalah gadis dengan tingkat keberuntungan negatif dan mulut yang tidak punya rem. Di saat musuh-musuh Aiden menggunakan peluru, Ziva menggunakan ketidaksengajaan—seperti menjatuhkan vas kuno seharga jutaan dollar tepat di kepala pembunuh bayaran yang sedang mengincar Aiden.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ry_chan04, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Misi Penyamaran yang Konyol

Keberhasilan diplomasi martabak dengan Ivan Petrov ternyata membawa konsekuensi baru bagi Aiden Volkov. Informasi yang didapat dari sang diplomat Rusia menunjukkan adanya pertemuan rahasia antara faksi pemberontak keluarga Moretti dengan kartel Marseille yang akan berlangsung di sebuah kelab malam kelas bawah di pinggiran Milan bernama The Rusty Anchor.

​Masalahnya, wajah Aiden dan Marco sudah terlalu dikenal sebagai ikon kekuasaan di Italia. Mengirim pasukan elit hanya akan membuat tikus-tikus itu lari ke lubang persembunyian mereka. Satu-satunya cara untuk menyusup adalah dengan penyamaran yang total dan tak terduga.

​"Kita butuh orang yang terlihat sangat... biasa saja. Seseorang yang tidak akan dicurigai memiliki senjata api di balik bajunya," ucap Marco sambil menatap layar monitor yang menampilkan denah kelab tersebut.

​Pandangan Aiden perlahan bergeser ke arah sudut ruangan. Di sana, Ziva sedang asyik mencoba melakukan moonwalk sambil mengenakan sepatu roda yang baru ia beli dari toko barang bekas.

​"Bang Don, liat nih! Gue udah kayak Michael Jackson versi kurir paket belum?" Ziva meluncur tidak stabil, hampir menabrak guci antik (lagi) sebelum akhirnya berhenti dengan menabrak sofa.

​Aiden memijat keningnya. "Ziva, lepaskan sepatu roda itu. Kita punya misi untukmu."

​Ziva langsung berhenti. Matanya berbinar. "Misi? Misi rahasia kayak James Bond? Gue bakal dapet kode nama nggak? Panggil gue 'Agen Seblak 007'!"

Aiden memutuskan bahwa mereka akan menyamar sebagai pasangan turis dari Asia yang sedang tersesat dan mencari hiburan murah. Aiden akan menanggalkan jas bespoke-nya dan menggantinya dengan gaya yang sangat jauh dari imejnya.

​Dua jam kemudian, transformasi selesai.

​Aiden Volkov, sang penguasa Milan, kini mengenakan kemeja flanel kotak-kotak warna kuning terang, celana kargo pendek yang banyak kantongnya, kacamata bingkai besar, dan topi bucket bermotif bunga-bunga. Di lehernya tergantung sebuah kamera DSLR besar yang lensanya sangat mencolok.

​"Bang... lu kelihatan kayak bapak-bapak yang lagi krisis paruh baya pas liburan di Bali," Ziva tertawa terpingkal-pingkal sampai memegangi perutnya.

​Sedangkan Ziva? Ia tidak butuh banyak usaha. Ia mengenakan kaos oversize bergambar karakter anime, celana jogger, dan tas pinggang yang ia pakai melintang di dada. Rambutnya diikat dua, membuatnya terlihat seperti remaja yang baru pertama kali masuk kelab malam.

​"Dengarkan baik-baik, Ziva," ucap Aiden, mencoba terdengar berwibawa meski topi bucket-nya terus merosot menutupi matanya. "Tugas kita adalah duduk di bar, memesan minuman, dan mendengarkan pembicaraan pria bertato kalajengking di pojok ruangan. Jangan lakukan hal aneh. Jangan menari. Dan jangan—"

​"—Jangan jualan seblak di sana. Iya, iya, gue tahu, Bang!" potong Ziva cepat.

Kelab The Rusty Anchor adalah tempat yang gelap, pengap, dan berbau asap rokok murah. Musik tekno berdentum keras, menggetarkan lantai yang lengket karena tumpahan bir. Aiden dan Ziva masuk dengan gaya yang sangat "turis".

​"Aduh, Excuse me! Permisi! Aduh, sorry ya mas-mas tatoan!" Ziva berjalan sambil menabrak-nabrak orang dengan sengaja, menciptakan kesan bahwa mereka benar-benar turis yang bingung.

​Aiden merangkul pundak Ziva, mencoba melindungi gadis itu dari tatapan para preman yang ada di sana. Mereka duduk di bar kayu yang sudah mulai lapuk.

​"Dua soda," ucap Aiden pada bartender dengan suara yang sengaja dicengkokkan agar terdengar seperti orang asing yang belum lancar bahasa Italia.

​"Hah? Soda? Bang, di sini orang minumnya bensin, masa kita minum soda?" bisik Ziva protes.

​"Kita butuh pikiran jernih, Ziva. Diamlah," Aiden mulai mengarahkan kamera DSLR-nya ke arah kerumunan. Di balik lensa kamera itu, terdapat sensor pemindai wajah yang terhubung langsung ke komputer Marco di mansion.

​Di pojok ruangan, pria bertato kalajengking itu terlihat sedang berbicara serius dengan dua orang pria berjas kulit. Ziva mulai memasang telinga. Karena musik terlalu keras, ia harus mencari cara untuk mendekat.

​"Bang, gue punya ide. Gue bakal pura-pura main TikTok di deket meja mereka," bisik Ziva.

​"Jangan, Ziva. Itu terlalu berisiko."

​"Tenang aja! Trust me, I'm a professional!"

Ziva berdiri dan mulai berjalan menuju area di dekat target. Ia mengeluarkan ponselnya, menyalakan lampu flash yang sangat terang, dan mulai melakukan gerakan tarian aneh yang sedang tren.

​"Ciki ciki bam bam! Ciki ciki bam bam!" Ziva bernyanyi keras-keras mengikuti musik tekno yang tidak nyambung sama sekali dengan gerakannya.

​Para preman di meja target menoleh dengan wajah marah. "Hey! Pergi dari sini, Gadis Kecil! Kau mengganggu pertemuan kami!" bentak salah satu dari mereka.

​Ziva bukannya takut, malah mendekat sambil mengarahkan ponselnya ke wajah pria bertato kalajengking itu. "Aduh, maaf ya Bang! Ini buat konten! Lu keren banget bang, tatonya mirip udang goreng! Boleh minta follow-back nggak?"

​Pria bertato kalajengking itu berdiri, hendak memukul Ziva. Namun, Aiden segera muncul di belakang Ziva, masih dengan topi bucket-nya.

​"Oh, sorry! Sorry! My girlfriend... dia sedikit... gila konten," ucap Aiden sambil menarik Ziva. "Ayo sayang, kita cari tempat lain yang lebih aesthetic."

​Saat mereka menjauh, Ziva membisikkan sesuatu pada Aiden. "Gue dapet, Bang. Mereka bakal kirim barangnya jam 12 malam ini di gudang nomor 4 pelabuhan lama. Kodenya 'Ikan Asin'."

​Aiden tertegun. "Bagaimana kau bisa tahu? Mereka bicara sangat pelan."

​"Gue nggak denger mereka ngomong, Bang. Gue pake aplikasi penerjemah gerak bibir di hape gue pas gue pura-pura bikin video tadi. Hebat kan?" Ziva nyengir bangga.

Misi seharusnya berakhir di sana. Mereka tinggal keluar dan melaporkannya pada Marco. Namun, tiba-tiba musik di kelab itu berubah. Lagu "Macarena" versi remix diputar.

​"WAAAA! INI LAGU KESUKAAN GUE!" Ziva kehilangan kendali. Jiwa penyamarannya mendadak menguap dan digantikan oleh jiwa "ratu pensi".

​Ziva melompat ke tengah lantai dansa dan mulai melakukan gerakan Macarena dengan sangat bertenaga. Masalahnya, tas pinggang Ziva yang berisi alat penyadap dan beberapa granat asap (yang ia curi dari gudang Aiden) mulai berguncang hebat.

​KLIK.

​Salah satu granat asap di tas Ziva tidak sengaja terpicu karena gerakan tarian "putar badan" yang terlalu semangat.

​BOOM!

​Asap berwarna pink cerah tiba-tiba menyembur keluar dari tas pinggang Ziva, memenuhi seluruh lantai dansa dalam hitungan detik.

​"Waduh! Tas gue kebakaran!" teriak Ziva panik di tengah kabut asap pink.

​Kelab malam itu seketika menjadi kacau. Para pengunjung berteriak mengira ada serangan gas beracun. Para preman di pojok ruangan langsung menarik senjata mereka dan mulai menembak secara membabi buta ke arah asap.

​"ZIVA! TIARAP!" Aiden menerjang ke dalam asap pink, meraih Ziva, dan berlari menuju pintu keluar belakang.

​Mereka dikejar oleh anak buah pria bertato kalajengking. Saat sampai di gang sempit di luar kelab, mereka terdesak di jalan buntu. Tiga pria bersenjata menodongkan pistol ke arah mereka.

​"Siapa kalian sebenarnya?! Turis tidak membawa granat asap!" teriak si pria bertato kalajengking.

​Aiden melepaskan topi bucket-nya, melemparkannya ke wajah salah satu musuh sebagai pengalih perhatian, lalu dalam gerakan secepat kilat ia menjatuhkan dua orang dengan teknik bela diri tingkat tinggi.

​Ziva, yang tidak mau kalah, menggunakan kamera DSLR besar milik Aiden sebagai gada. Ia mengayunkan kamera itu dan menghantamkannya ke kepala pria ketiga.

​BRAKK!

​Lensa kamera seharga puluhan ribu dolar itu hancur berkeping-keping di kepala musuh, namun pria itu langsung pingsan di tempat.

​"Maaf ya kamera lu rusak, Bang! Tapi tadi itu headshot paling keren dalam sejarah penyamaran!" ucap Ziva terengah-engah.

Mereka berhasil sampai ke mobil pelarian tempat Marco sudah menunggu. Aiden masuk ke mobil dengan napas tersengal, kemeja flanelnya sobek di bagian bahu, dan wajahnya terkena noda asap pink.

​"Tuan... apakah misinya berhasil?" tanya Marco sambil melihat penampilan bosnya yang sangat tidak berwibawa.

​Aiden menatap Ziva yang sedang sibuk membersihkan sisa asap pink di rambutnya. Ia ingin marah, ia ingin berteriak karena kamera mahalnya hancur, namun saat melihat Ziva tertawa sambil menceritakan betapa lucunya wajah preman tadi saat terkena asap pink, Aiden justru merasa hangat.

​"Berhasil, Marco. Gudang nomor 4, jam 12 malam. Kode: Ikan Asin," jawab Aiden.

​"Dan Tuan... kenapa Anda berbau seperti stroberi?" Marco mengendus udara.

​"Itu granat asap buatan Ziva, Marco. Dia mencampurkan bubuk wangi-wangian ke dalam stok granat asap kita agar 'lebih estetik' katanya," Aiden menjawab dengan nada pasrah yang sudah menjadi standar barunya setiap kali berhubungan dengan Ziva.

​Ziva menyandarkan kepalanya di bahu Aiden. "Bang Don, penyamaran tadi seru ya? Besok-besok kita nyamar jadi tukang bakso yuk di depan markas musuh?"

​Aiden mengusap dahi Ziva dengan lembut. "Tidak akan ada lagi penyamaran untukmu dalam waktu dekat, Ziva. Jantungku tidak kuat menghadapi 'konten' TikTok-mu."

​"Yah, padahal gue udah kepikiran mau pake kostum badut buat misi berikutnya."

​Aiden memejamkan mata, membayangkan dirinya mengenakan kostum badut di samping Ziva. Ia menyadari bahwa sejak kehadiran gadis semprul ini, hidupnya yang dulu kelabu kini dipenuhi oleh warna-warna aneh—termasuk warna pink stroberi dari granat asap.

​"Bang Don," panggil Ziva lagi.

​"Apa?"

​"Kamera lu yang rusak tadi... bisa nggak diperbaikin di tukang servis jam tangan? Soalnya tadi lensanya gue liat ada yang lepas satu."

​Aiden hanya tertawa pendek. "Akan kubelikan yang baru, Ziva. Asal kau janji tidak akan menggunakannya untuk memukul kepala orang lagi."

​"Janji! Tapi kalau darurat ya nggak janji!"

​Malam itu, di bawah lampu jalanan Milan, Sang Raja Mafia dan asisten semprulnya pulang dengan kemenangan yang tidak biasa. Sebuah misi yang dimulai dengan konyol, diisi dengan tarian Macarena, dan diakhiri dengan asap pink stroberi. Namun bagi Aiden, ini adalah misi yang paling jujur yang pernah ia jalani—karena di balik penyamaran itu, ia bisa tertawa lepas tanpa beban takhta di pundaknya.

1
Dessy Lisberita
so sweet
Dessy Lisberita
athoor mereka berdua so sweet banget suruh siva belajar menembak dan bela diri thoor
Farida 18: Ziva bisa bela diri ko ya walau absurd caranya😄dan masalah nembak dah suka suka Ziva aja deh dari pada abis vas aiden yang harga ratusan/milyaran dolar jadi sasaran peluru nyasar Ziva
total 1 replies
Dessy Lisberita
sandal jepit mana bisa bergerak cepat mending pake sepatu ziva
Dessy Lisberita
so sweet
Farida 18
sekali2 serius🤭 jangan comedi terus🤭
Vie Desta
jangan serius” tor sesekali comedi biar gak garing 🤭
Vie Desta
lanjut torrr… suka lah sama ceritanya gak monoton tp muncul dengan nuansa baru comedi jd asik baca sambil ketawa😍
Farida 18
salam sejahtera juga beb
Amiera Syaqilla
salam sejahtera author🤗
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!