NovelToon NovelToon
BANGKITNYA KEKUATAN LEGENDA

BANGKITNYA KEKUATAN LEGENDA

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Fantasi Timur / Kultivasi
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: Mochamad Fachri

Seorang siswa culun yang hidupnya selalu di warnai luka dan derita, ternyata memiliki garis keturunan dewa kultivator. Ia belum menyadarinya hingga suatu hari, ia nyaris tewas karena di keroyok oleh siswa lainnya yang tak suka kepadanya.

Di saat ia sekarat, seorang gadis cantik membawanya masuk ke dalam sebuah dimensi yang jauh dari peradaban manusia.

Namun, tentu saja hal itu membuatnya menjadi bingung saat tersadar, ia menganggap dirinya sudah mati, lalu bagaimana cara ia memulai kembali kehidupannya di dunia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mochamad Fachri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27 Darah keabadian

“Zira! Kenapa dengan tubuhku?!” teriak Nova saat merasakan tubuhnya seperti tertusuk ribuan jarum, dan energi aneh yang berada di dalam air itu membuatnya merasa tertekan.

Zira mendekat lalu ia duduk di batu yang menghadap langsung ke arah Nova.

“Tenangkan dirimu, fokuskan semua energi ke dalam dantianmu, serap energi di dalam danau ini. Maka rasa sakitmu akan menghilang perlahan.”

Nova langsung memfokuskan semua energi ke titik dantiannya, menyerap dan menyimpan semua energi yang ia serap. Dantiannya berdenyut pelan, red stone langsung memberikan respon dan mengalirkan energinya untuk menetralkan rasa sakit tuannya itu.

Perlahan luka di tubuh Nova sembuh dan mengering, rasa sakit berganti rasa hangat yang menjalar ke seluruh tubuhnya ia merasakan nyaman ketika energi di jalur meridiannya stabil.

Kedua tangan Nova mengepal dan saling menyatu, air danau bergelombang ketika energi di dalam tubuh Nova berdenyut.

Zira yang melihat itu semakin yakin, jika Nova bisa menyelamatkan galaksi tempat dimana ia berasal, galaksi yang di kuasai seorang mortal king yang kejam, bahkan seluruh daratan di negerinya nyaris mengering tak tersisa karena peperangan besar antara kultivator.

“Aku harap, semuanya berjalan sesuai harapan,” gumam Zira.

Setelah tiga jam berlalu, Nova akhirnya membuka matanya, ia dapat merasakan tubuhnya semakin kuat. Tulang-tulangnya semakin mengeras, dan tingkat kecerdasannya semakin bertambah, pendengaran, penglihatan dan instingnya menajam.

Namun, tentu saja perjalanan Nova masih sangatlah jauh, terlebih dia harus mendapatkan banyak sumber daya untuk menunjang kultivasinya.

“Danau ini luar biasa, rasanya sangat ringan sekali tubuhku ini,” Nova perlahan naik dan langsung mengeringkan celananya menggunakan energi dari red stone.

Zira melompat ke sisinya, dan melihat aliran energi di dalam tubuh Nova ternyata bercampur dengan sesuatu yang belum pernah ia lihat sama sekali.

“Darah keabadian, pantas saja mempelajari apapun sangat terasa mudah baginya,” batin Zira

Setelah selesai memakai baju, Nova kembali ke dunianya karena ia sudah terlalu lama berada di dalam ruang dimensi. Dan Nova harus menyelesaikan urusannya yang lain, bahkan ia belum menceritakan tentang mobil yang ia beli kepada ibunya Ratih.

Benar saja, saat Nova keluar dari kamarnya, ibunya langsung menghampiri dan bertanya tentang mobil yang terparkir di depan rumahnya itu.

“Nak, itu mobil siapa. Tadi saat ibu pulang, tetangga bilang kamu yang bawa mobil ini? Apa benar itu?” tanya bu Ratih dengan tatapan yang menyelidik.

Nova menggaruk kepalanya yang tak gatal, lalu ia mengeluarkan jawaban yang ada di kepalanya.

“Ahh, mobil itu ya. Itu hadiah dari Pak Arga bu, Nova bekerja sama dengannya, Pak Arga merekrutku untuk bekerja di perusahaannya karena pekerjaan ku sangat bagus, jadi dia memberiku hadiah mobil itu...” ucapnya sengaja menjeda kalimat. “Ohh iya bu, Nova dapat beasiswa di Universitas Nusantara,” lanjutnya mengalihkan pembicaraan.

Benar saja, ekspresi sang Ibu berubah dan langsung memeluk anaknya karena bangga.

“Syukurlah nak, ibu sangat bangga denganmu,” ucapnya seraya melonggarkan pelukannya. “Kalau benar itu hadiah dari Pak Arga, jaga baik-baik nak jangan lupakan belajar walau kamu sudah memiliki pekerjaan,” lanjutnya.

Setelah itu, Nova meminta izin kepada ibunya untuk keluar rumah. Ia akan memberikan serum yang di temukannya bersama Ethan dan yang lainnya. Di dalam mobil Nova menatap serum itu sesaat dan menyimpannya kembali ke dalam ruang penyimpanan.

***

Di halaman belakang manor The Grifindor di arena kecil yang ada disana, nona Zoya dan Gonor sedang mengawasi pelatihan para pemuda praktisi jiwa. Rata-rata kekuatan mereka baru mencapai tingkat dua, dan tertinggi tingkat tiga yaitu Ethan. Dan Nona Zoya sendiri berada di tingkat delapan dan Gonor berada satu tingkat di bawah Nona Zoya.

Ethan dan Darius saling memamerkan teknik sihir mereka, dan Calista bersama Eveline mengasah kemampuan ilusi mereka, dan pemuda yang lainnya menonton senior mereka.

Anggota The Grifindor terdiri dari sembilan orang, termasuk Nona Zoya tiga yang masih sangat muda yaitu Felix, Aulus, dan Sherin.

“Gonor, waktu pertemuan Clan barat semakin dekat. Sementara persiapan kita belum memenuhi syarat, mereka berharap bisa mengikuti pengujian tingkat di Manor Eldoria, apa mungkin mereka bisa mengikuti pengujian tingkat itu?” ujar Nona Zoya dengan raut wajah yang khawatir.

Gonor menoleh sekilas lalu kembali memperhatikan Ethan dan yang lainnya. Namun, belum sempat ia menjawab, tiba-tiba saja Nova berada di samping Nona Zoya membuat semua orang terkejut bahkan mereka tak menyadari kehadiran Nova sebelumnya.

“Mereka tetap bisa ikut, aku memiliki caranya. Nona tenang saja...” ucapnya terpotong.

Ethan dan yang lainnya sangat terkesan dengan kemampuan Nova, ia mampu menyelinap masuk tanpa ada satupun orang yang menyadarinya.

“Sebentar, bagaimana kamu bisa ada disini tanpa kami sadari?”

Nova hanya nyengir dan menjawab dengan santainya.

“Aku hanya menggunakan teknik yang ku pelajari saja.”

Ethan dan Darius jadi semakin penasaran dengan sosok Nova, begitupun dengan yang lainnya.

Nona Zoya mengangguk paham, ia memang tidak bisa mengetahui kemampuan Nova seperti apa, bahkan untuk mengetahui tingkatnya saja ia kesulitan meskipun berada di praktisi jiwa tingkat delapan.

“Lalu apa yang kamu maksud tadi Nova?” tanyanya.

Nova kemudian mengeluarkan kotak hitam yang berisi dua puluh butir pil terobosan, ia sudah membicarakan itu kepada Zira dan pil itu bisa di gunakan oleh para praktisi jiwa, hanya saja dari tingkat menengah ke bawah.

Semua orang dapat merasakan aura dari energi pil terobosan itu, aromanya yang khas membuat mata semua orang berbinar.

Dan begitu Nova membuka kotaknya semua orang terkejut, dan suasana seketika berubah menjadi keheningan sesaat.

“Pil Dewa!” seru Ethan dan yang lainnya.

Nova mengkerutkan keningnya, padahal pil yang ia keluarkan adalah pil terobosan tapi kenapa mereka menyebutnya pil dewa.

“D-darimana kamu mendapatkan semua ini?” tanya Nona Zoya.

Gonor pun mendekat, dan memperhatikan pil seukuran kelereng itu. Pil itu memiliki warna yang sama dengan gradasi yang berbeda, satu warna merah menyala dan satu warna merah redup, menandakan tingkat dari masing-masing pil tersebut.

Nova menaikkan kedua alisnya, lalu mengeluarkan satu pil.

“Ini? Aku memilikinya banyak, maka kalian bisa memakainya. Pil yang merah menyala untuk Nona Zoya dan paman Gonor, dan yang ini untuk Ethan dan yang lainnya. Masing-masing satu, dan sisanya simpan saja,” jelas Nova.

Mendengar itu, Ethan dan yang lainnya bersorak gembira akhirnya setelah sekian lama menanti mereka bisa naik satu tingkat lebih tinggi dari sebelumnya, dan itu akan membuat mereka memenuhi syarat pengujian tingkat di Manor Eldoria.

“N-Nova, ini sangat mahal sekali, dan langka. Apa kau yakin akan memberikannya kepada kami?” tanya Nona Zoya.

Nova mengangguk.

“Tentu saja, ambil lah Nona, jika habis akan ku bawakan lagi.”

Semua orang tak menyangka, kehadiran Nova di manor mereka ternyata membawa perubahan besar yang selama ini mereka harapkan.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!