Yan Jian— seorang generasi muda yang awalnya terlahir tanpa memiliki Roh Bela Diri bawaan, kini bangkit sebagai Generasi Muda terkuat di Provinsi Chang Yuan.
Setelah melakukan pertarungan panjang yang melelahkan waktu, menepati janji, menorehkan prestasi, hingga dirinya disebut Generasi Muda nomor satu di Provinsi Chang Yuan.
Yan Jian bersama sembilan Generasi Muda perwakilan Provinsi Chang Yuan lainnya berangkat menuju Kota Kekaisaran, tempat Kompetisi terbesar di salah satu Kekaisaran Wilayah Timur. Namun di wilayah timur besar, Provinsi Chang Yuan di anggap sebagai debu berjalan, karena setiap kompetisi, provinsi Chang Yuan selalu menjadi yang terlemah dan selalu berada di peringkat paling rendah.
Mampukah Yan Jian bersama rekan-rekannya mengangkat dan mengharumkan Provinsi Chang Yuan di Kompetisi terbesar Kekaisaran Api Agung itu? Yuk, ikuti kisahnya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon APRILAH, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PKT 2: Chapter 29
Arena Pertarungan ke empat grup pertama penuh dengan ketegangan. Orang-orang di atas Tribun menahan nafasnya, beberapa orang menahan nafasnya. Bahkan, Kaisar Huo Tianjun pun sangat begitu terkejut ketika melihat seseorang yang memiliki kecepatan yang begitu ekstrim, bahkan kecepatan itu tidak mampu diikuti oleh mata seorang kultivator tahap Samsara.
Namun, walaupun Kaisar Huo Tianjun dan semua Tetua Istana masih terdiam, wajah tercengang, mereka tetap menyalurkan energi spiritual mereka untuk terus mempertahankan dinding tembok penghalang arena pertarungan.
Saat tabir asap di dalam arena pertarungan mulai menghilang diterpa angin, terlihat sosok Permaisuri Es Salju yang menahan serangan tombak api menggunakan satu telunjuk tangannya, dan di belakangnya, Yan Jian membantu Nangong Yuxin untuk bangkit kembali.
Namun, keadaan Nangong Yuxin benar-benar parah. Luka-luka luar maupun luka dalam yang dialaminya sangat serius, membutuhkan perawatan mendalam untuk kembali pulih seutuhnya.
"Roh Bela Diri Permaisuri Es... Penguasa tertinggi wilayah Utara?" gumam Kaisar Huo Tianjun, terkejut.
Di udara, Wang Yuxiu menatap ke arah Permaisuri Es yang saat itu berdiri dengan tubuh yang anggun, kapak api di atasnya telah menghilang, menyisakan suasana yang masih begitu menegangkan.
Namun, Permaisuri Es salju pun kembali berubah menjadi seberkas cahaya yang kembali memasuki alam kesadaran Yan Jian.
Saat itu, Wang Yuxiu pun menatap Yan Jian dengan tatapan yang sangat dingin, lalu ia berbicara, "Kau... kau memiliki elemen es tingkat tinggi! Sepertinya... kau adalah orang-orang Luo Xiang'er dari Provinsi Api Es, kan?" tanya Wang Yuxiu dengan nada yang datar.
Yan Jian pun mengangkat tinggi kepalanya, menatap Wang Yuxiu, namun segera memalingkan pandangannya ke arah Kaisar Huo Tianjun.
Lalu Yan Jian pun berbicara, "Yang Mulia Kaisar! Pertandingan ini... Nangong Yuxin dari Provinsi Chang Yuan... menyerah!" ucap Yan Jian sembari membungkukkan tubuhnya, sebagai tanda hormatnya kepada sang kaisar Huo Tianjun.
Kaisar Huo Tianjun menatap Yan Jian, namun ia tidak berbicara, hanya menganggukkan kepalanya ringan.
"Kau... berani mengabaikan aku?" Bang— —
Tepat di saat Wang Yuxiu berbicara seperti itu... ledakan energi spiritual pun meledak, meluap dari tubuhnya, menciptakan hempasan udara dan gelombang energi yang sangat kuat.
Namun, Yan Jian segera membuat perisai es untuk menahannya.
Krak! Krak! Krak!
Saat badai energi itu menghantam perisai es milik Yan Jian, suara retakan pada perisai es itu terdengar sangat jelas. Tetapi perisai tidak hancur, dan Yan Jian masih berdiri tegak sembari membantu Nangong Yuxin untuk berdiri.
Lalu, Chang Ge pun memasuki arena pertarungan, ketika dinding penghalang telah menghilang, menandakan bahwa pertarungan dinyatakan telah selesai.
"Junior Yan, biarkan aku yang membantu Yuxin!" ujar Chang Ge, dan Yan Jian pun memberikan Nangong Yuxin yang dalam keadaan lemah tak berdaya kepada Chang Ge.
Namun saat itu, Wang Yuxiu masih berada di tempatnya, masih menatap Yan Jian dengan tatapan yang dingin dan sangat serius. Lalu, Wang Yuxiu pun berbicara lagi.
"Kenapa kau berani bertindak dihadapan ku untuk orang lemah seperti itu? Bahakan kau hanyalah seorang Praktisi Ranah Nirvana bintang satu... kau... ingin menentangku?" ucap Wang Yuxiu dengan nada sedingin es Utara.
"Setiap orang pasti memandang rendah mereka yang lebih lemah! Aku bukan orang suci, tapi jika untuk melindungi sesuatu yang aku anggap berharga, bahkan jika seluruh dunia menjadi musuhku... aku tidak peduli. Tapi aku tidak akan pernah meninggalkan teman-temanku. Senior... sebagai seorang kultivator... aku tidak akan melarikan diri!" ucap Yan Jian dengan nada yang tenang, dan segaris senyuman yang tergambar di bibirnya.
Wang Yuxiu terdiam selama beberapa detik, dan kedua tangannya menyilang di dadanya. Namun, ia semakin tertarik pada Yan Jian. Dengan tingkatan ranah Yan Jian yang terpaut jauh dengan Wang Yuxiu, dia berani bersikap seperti itu, bahkan tetap tenang di saat kekuatan mutlak berada di hadapannya.
"Hm! Kau sangat percaya diri sekali, adik kecil!" ujar Wang Yuxiu, dan untuk pertama kalinya dia tersenyum kepada orang-orang yang baru ia temui.
Yan Jian pun membalasnya dengan segaris senyuman di bibirnya, lalu berkata, "He hee... ini adalah gaya hidupku. Walaupun hidup ini sangat merepotkan, jika ada yang harus dilindungi, aku tak punya alasan untuk lari, senior!" ujar Yan Jian.
Lalu saat itupun Wang Yuxiu menantang Yan Jian untuk bertarung. Bukan karena soal kekuatan, atau pun pembuktian. Namun, Wang Yuxiu mengakui Yan Jian sebagai sosok pria sejati yang penuh dengan keberanian. Bahkan selain Huo Xu'er dari Kekaisaran Api Agung, dan Luo Xiang'er dari Provinsi Api Es, Wang Yuxiu menjadikan Yan Jian sebagai orang yang pantas dan memenuhi syarat untuk berhadapan dengannya."