NovelToon NovelToon
Fy Unig

Fy Unig

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Mengubah Takdir
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Di mata tetangga apartemennya di Los Angeles, Faelynn Yosephine (26) hanyalah "perawan tua" pengangguran.

Namun, di balik pintu kamar, ia adalah penulis novel romantis papan atas yang memikat jutaan pembaca.

Dunia tenangnya terusik saat Kingsley Emerson (29 tahun), seorang agen elit CIA yang menyamar sebagai diplomat, mulai mengirim pesan misterius dengan nama akun Son_Roger.

Kingsley, yang baru saja kembali dari misi berdarah di luar negeri, terobsesi dengan detail taktik dalam tulisan Faelynn yang terlalu akurat.

Berawal dari debat teknis hingga gombalan tak terduga, Kingsley mulai memasuki hidup Faelynn, membawa bahaya nyata yang selama ini hanya Faelynn tulis di Novelnya.
.
.
Happy reading dear 🌷

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#31

Napas Jagad memburu, terasa panas seperti api yang membakar kerongkongan. Ia bisa merasakan keringat dingin bercampur debu jalanan mengalir di pelipisnya, meninggalkan jejak kotor di wajah tampannya yang kini tampak sedikit pucat.

Jantungnya berdentum hebat, memompa adrenalin ke seluruh ujung sarafnya, memaksa kakinya yang sudah mulai lemas untuk tetap bergerak. Setiap langkah yang ia ambil adalah pertaruhan antara hidup dan maut.

"Jagad... lari!!!"

Suara teriakan Bara tadi masih terngiang, bergema di kepalanya seperti lonceng peringatan. Peringatan itu bukan sekadar gertakan.

Di bawah sana, di jalanan yang baru saja ia tinggalkan, tiga orang laki-laki dengan mata merah penuh amarah mengejarnya tanpa ampun. Jarak mereka mungkin hanya terpaut satu sampai dua menit jika mereka memacu kecepatan penuh. Seratus meter yang sangat menentukan antara keselamatan atau remuk di tangan massa.

Jagad mencoba memutar otak. Bara, sahabatnya yang biasanya paling tenang dalam urusan strategi, sudah menghilang entah ke mana setelah menyuruhnya bersembunyi. Kaki kanan Jagad berdenyut nyeri. Terkilir saat ia melompat pagar tadi. Sialan. Rasa sakit itu menusuk-nusuk setiap kali telapak kakinya menghantam permukaan keras, namun ia tidak punya kemewahan untuk berhenti dan mengeluh.

"Udah nggak bisa ketolong, Gad! Mereka nyari bantuan!" teriak rekannya yang lain sebelum mereka berpencar di gang sempit tadi. Jumlah mereka kalah telak. Jika nekat bertahan, mereka bisa habis dikeroyok atau lebih buruk lagi.

Jagad teringat saat ia mencoba menuju ke arah parkiran, tempat motor sport kesayangannya berada. Namun Bara menarik kerah jaket varsity-nya dengan keras.

"Jangan ke sana, Bro! Motor lo sudah dibakar sama geng sebelah!"

"A*jing! Motor gue baru dibeli tiga bulan sama Daddy, udah dibakar aja!" Jagad sempat mengumpat, emosinya memuncak melihat asap hitam mengepul dari kejauhan. Bayangan wajah Daddy Kingsley yang dingin saat marah sudah membayangi benaknya.

"Ikhlasin aja! Mending nyawa lo selamat! Sekarang ayo berpencar!" ucap William.

Dan di sinilah Jagad berada sekarang. Ia berhasil masuk ke sebuah rumah mewah yang pagarnya tidak dijaga ketat sama sekali. Dengan sisa tenaga, ia memanjat pipa paralon di belakang bangunan, menyelinap masuk melalui pintu balkon lantai dua yang tidak terkunci. Sang penghuni sepertinya terlalu asyik dengan dunianya sendiri hingga tidak menyadari suara gaduh di luar.

Jagad merangkak masuk, menahan erangan sakit di kakinya, dan mendarat di atas kasur king size empuk yang aromanya sangat... feminin. Aroma vanila dan bedak bayi yang lembut.

Dahinya berkerut. Matanya menyipit menatap sosok gadis yang duduk membelakanginya di depan meja belajar. Suara apa ini?

Setelah menimbang-nimbang akan sembunyi di mana, dan setelah merapalkan doa singkat agar Daddy Kingsley tidak menguliti kulitnya hidup-hidup besok, Jagad melirik ke arah layar laptop yang sedang menyala di depan gadis itu. Matanya membelalak. Layar itu sedang menayangkan adegan dua orang dewasa tanpa busana yang sedang bergumul panas.

Anjir, lagi nonton film biru ternyata. Gue kira beneran terjadi di kamar ini, batin Jagad.

Jagad mengembangkan senyum miringnya. Rasa tegang akibat kejaran geng motor tadi mendadak menguap, berganti dengan rasa geli yang luar biasa. Ia memperhatikan gadis itu dari belakang. Gadis itu tampak tidak tenang, tubuhnya bergerak gelisah, tangannya sesekali meremas pinggiran kursi.

Apa dia baru pertama kali menontonnya? Gelisah bener! Jagad membatin sambil menahan tawa. Ia teringat ibunya, Faelynn. Maafkan Jagad, Mom. Jagad malah nobar film begini sama gadis asing.

Jagad menaikkan alisnya. Gadis ini benar-benar tidak sadar ada "penyusup" yang sedang rebahan di kasurnya?

Tiba-tiba, gadis itu bergumam sendiri, suaranya kecil namun terdengar jelas di telinga Jagad yang tajam. "Apa karena cuaca sedang panas? Kok aku jadi pengen sih?"

Jagad hampir tersedak air liurnya sendiri. Ia tidak bisa menahan diri lagi untuk tidak ikut campur dalam "monolog" itu.

"Lo pengen?"

"Hu'um..." jawab gadis itu spontan.

What? Jagad menutup mulutnya dengan telapak tangan, bahunya bergetar menahan tawa yang hampir meledak. "Gatel ya rasanya? Mau gue bantu nggak?"

"Bantu apa?" tanya gadis itu lagi, masih terpaku pada layar.

"Masa nggak tahu sih?" ucap Jagad dengan nada suara yang sengaja diberatkan, terdengar sangat menggoda di kesunyian kamar. "Ya kayak begituan."

"Begituan apa?"

"Kayak di film yang sedang lo tonton. Lo pengen nyoba nggak?"

Gadis itu akhirnya tersentak. Ia memutar kursinya dengan cepat, matanya membelalak sempurna saat melihat seorang remaja laki-laki asing sedang bersantai di atas tempat tidurnya.

"Hai!" sapa Jagad santai, melambaikan tangan dengan gaya playboy kelas kakap.

Gadis itu tampak sangat kaget, napasnya tertahan. Jagad tersenyum miring. Saat itulah ia mulai menyadari siapa sosok di depannya. Wajah ini... ia tidak asing. Ini adalah wajah yang fotonya terpampang besar di mading High School LA sebagai "Senior Berprestasi" yang memenangkan berbagai penghargaan desain. Jagad tahu gadis ini sudah kuliah, tapi pengaruh dan prestasinya masih menjadi legenda di sekolah lamanya.

"K-kamu siapa?" tanya Callista dengan suara bergetar, wajahnya merah padam antara malu karena ketahuan menonton film itu dan takut karena ada pria asing di kamarnya.

"Gue kenal sama lo," ucap Jagad lembut namun tegas. Ia duduk tegak, menatap Callista dengan intensitas yang membuat gadis itu menciut. "Lo Callista, kan? Si Pintar kebanggaan High School LA."

Callista melebarkan matanya. Rahasianya sebagai gadis "polos" yang berprestasi kini berada di tangan seorang remaja urakan yang tiba-tiba muncul dari jendela balkonnya.

Jagad memperhatikan Callista yang memegang penggaris besi dan gunting dengan tangan gemetar. Ia tahu, meskipun gadis ini terlihat mengancam, sebenarnya ia sedang ketakutan. Jagad merasakan "jackpot" hari ini bukan hanya lolos dari geng motor, tapi juga menemukan sisi tersembunyi dari sang idola sekolah.

"Turunin guntingnya, Cal. Gue nggak bakal gigit... kecuali lo yang minta," goda Jagad, matanya berkilat nakal, menantang keberanian gadis desain itu.

1
Anto D Cotto
menarik
Anto D Cotto: sama2👌👍
total 2 replies
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
ren_iren
kembalikan king dan faelynn😂
Ros 🍂: maafkan author Buntu 😭🤣🙏🏼
total 1 replies
Ridwani
👍👍👍
ren_iren
dan tetiba king and faelyn berubah jd gadis angkat jemuran... dirimu kak, ada2 aja.... 😂😂😂
Ros 🍂: Nanti saya revisi kak, biar masuk cerita nya, Makasih Kak 🫶🙏🥰
total 3 replies
winpar
lnjut thorrr
Ros 🍂: siap kak🫶
total 1 replies
Ridwani
👍👍👍👍
Ros 🍂: ma'aciww kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!