Setelah terlibat menggulingkan kekuatan kaisar Shu , Yan Qin sebagai jenderal harimau kiri mendapatkan penghargaan, berharap penghargaan itu membuat dirinya menjadi seorang panglima perang ibukota yang sudah lama di cita citakannya sejak dahulu, namun saat penganugerahan penghargaan, harapan keinginan itu tidak terkabul ,tatkala kaisar baru memberikan mandat yang sangat menghina dan merendahkan dirinya sebagai seorang jenderal harimau kiri .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon erik riswana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 14
" ternyata ada keberadaan bubuk mesiu .. dan jangkauan ledakannya tidak bisa di remehkan .. " pikirnya seraya menatap ke arah rumah bambu yang sudah hitam legam.
" Segera cari benda benda yang mencurigakan, bila di temukan hal yang sama , segera melapor. . !"
" siap jenderal... !"
Yan Qin menoleh ke arah pemuda yang sedang beristirahat di balik bayang bayangan rumah bambu yang sudah hancur itu , " apakah kamu mengetahui siapa nama ketua bandit ?".
" mohon maaf jenderal, bawahan tidak sempat menanyakan nama dan semua bukti sudah hancur lebur tak tersisa " kata Cai Mu menangkupkan kedua tangannya , memberi hormat pengampunan.
" karena tidak ditemukan lagi sisa sisa bandit , apakah ada warga desa yang selamat ?"
Duan Li dari arah kanan datang dengan seorang pria tua yang tampak begitu kusut dan kacau .
Pria tua itu langsung berlutut di hadapan Yan Qin seraya memohon keadilan dan keselamatan.
" pak tua tolong berdiri , siapa nama anda ?"
" hamba Lao Da , kepala desa Qinghe ini , Yang Mulia tolong beri keadilan ...!"
Yan Qin menatap tajam ke arah pria tua berpakaian lusuh itu , ia melihat ada sesuatu yang salah dalam ekspresi wajahnya , dengan refleks langsung memenggal kepala pria tua yang berlutut itu .
Crashhh...
Celepuk
Gelundung
Semua bawahan dan prajurit di sekelilingnya terkejut melihat hal tersebut, mata mereka dipenuhi dengan rasa bingung yang jelas terlihat oleh mata tajam sang jenderal.
" Segera periksa tubuh pria tua jahat ini , pasti ada banyak bom bunuh diri di dalam tubuhnya... " kata Yan Qin berjalan meninggalkan area berdarah.
Duan Li dengan cekatan merobek kain lusuh yang dipakai oleh pria tua tanpa kepala itu , dan memang ada sekitar sepuluh buah bom bunuh diri yang tampak terikat erat dan siap untuk di ledakan.
Mereka semua memiliki keringat dingin di dalam wajahnya, Duan Li yang memiliki sifat brutal, langsung mengambil sembilan bom bunuh diri , dan satu yang tertinggal langsung dia aktifkan dengan melemparkan obor api yang ada di dekatnya.
Boooommmmhh...
Kali ini ledakannya lebih kecil dan tidak mempengaruhi dua puluh perwira yang menontonnya .
Setelah mengalami peristiwa yang hampir mengancam nyawa semua orang, masing masing dari para perwira memiliki pikiran kesetian mati terhadap pria dewasa yang sudah jauh dalam pandangan.
Malam hari. Perkemahan gunung Qinghe.
Tampak terlihat api unggun membakar kayu kayu yang menumpuk, memperlihatkan siluet lidah raksasa dewa api yang mengganas, menari ke kanan dan kiri , seiring arah angin lembut pada malam hari itu .
" semuanya tidak perlu di pikirkan tentang hal tadi , aku sebagai atasan hanya mengingatkan bahwa bahaya bisa datang dari hal yang paling lemah dan sepele, jadi di manapun dan kapanpun, kewaspadaan tidak boleh menurun "
" untuk bom bunuh diri, itu di buat secara acak dan sembarangan, tapi anehnya memiliki ledakan kuat yang bisa menghancurkan satu pasukan kavaleri lengkap zirah besi "
" apakah ada diantara kalian yang memiliki pengetahuan tentang petasan?"
" petasan ? Apakah jenderal akan merayakan tahun baru saat tiba di prefektur Bingzhou?"
" hehehe... pak tua Qu anda cukup lucu , bukan hanya saja petasan tahun baru sama memiliki komposisi kimia bubuk mesiu bom bunuh diri , apakah ada diantara kalian yang bisa membuatnya ?"
Hening .
Tidak ada yang menjawab, mereka saling pandang satu sama lain , tidak mengerti bagaimana cara membuat petasan .
" baiklah, sekarang kembali ke pos masing masing, besok kita harus sampai di kota Jiuzhe !" Kata Yan Qin berdiri , meninggalkan para perwira bawahan yang tampak masih asik berbincang.
Yan Qin berjalan ke arah tenda kecil yang berada di antara kemah tenda besar dan sedang.
Tanpa berbicara , langsung masuk dan melihat seorang wanita sedang merajut kain tebal , terlihat indah bila di pandang.
" sudah malam , kenapa kamu tidak tidur .?"
" tuan , saya tidak bisa memejamkan mata sebelum sampai di tempat tujuan .. " kata Liu Yongning tersenyum samar.
Yan Qin duduk di sampingnya, melihat bahwa rajutan itu tampak seperti syal untuk musim dingin .
" ada berita tentang paman Bisheng anda !"
" tentang apa tuan ?"
" pangeran Bisheng sudah kembali menyusul mediang kaisar Shu, dan beritanya sudah menyebar hingga ke seluruh Da Qian !" Kata Yan Qin pelan " apakah kamu merasa putus asa ?"
Tubuh halus Liu Yongning sedikit bergetar , lalu perlahan menjadi tenang, ada kabut air di pelupuk matanya yang begitu dalam.
" kematian dan kehidupan sudah takdir para dewa , memang hamba sedih saat tuan memberi tahu berita ini , tapi bagaimana lagi, kematian tidak akan bisa kembali hidup .. semoga paman bisa bertemu dengan mediang ayah di surga... !"
Yan Qin terdiam , ia memasukan tangannya ke dalam sakunya dan terlihat kue kering yang sudah setengah hancur .
" mau tidak, .. kamu harus bertahan dan menjalani hidup dengan baik, wasiat terakhir dari pangeran mediang Bisheng adalah menjaga dirimu baik baik saja sebelum bertemu dengan ibumu " ucap Yan Qin seraya meletakan satu keping roti kering gandum yang begitu aus.
Liu Yongning sedikit mendongakan wajahnya, matanya yang penuh dengan air mata tampak begitu teguh dan tampak ada rasa semangat yang tubuh secara perlahan.
" benar yang dikatakan oleh paman , aku harus hidup dan bertemu dengan ibu kandung " katanya sedikit gemetar .
" Setelah makan , kamu harus tidur, jaga kesehatan dengan baik , kita tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan , sekarang bahaya bom sudah datang dan di masa depan mungkin nuklir yang akan meratakan dunia " ucapnya merebahkan badannya di tiang tenda .
Liu Yongning sedikit linglung, dalam pikirannya yang dalam, kalimat tentang nuklir dunia menggelitik jiwanya.
" tuan , mohon maaf , apakah saya boleh bertanya ?"
" Tanya saja ... tapi jangan aneh aneh ... !"
" nuklir itu apa ?"
Huuuuukkk
Yan Qin yang awalnya tampak santai ,tersendak seperti kuda kebanyakan makan rumput kering .
" itu adalah hal yang begitu tabu dan tidak boleh dibuat oleh sembarang orang , memiliki daya kehancuran dunia , bahkan hanya sebesar kepala babi bisa menghancurkan satu provinsi kecil di Da Qian , kalau ada yang lain tanyakan , tapi jangan yang ini , aku juga tidak begitu tahu, hanya dengar kabar saja " katanya tersenyum tenang.
" mungkin kabar itu palsu, karena hamba juga baru pertama kali mendengarnya ...!"...
" ya palsu ... benar benar palsu ... !"
Yan Qin mengusap wajahnya yang sudah penuh dengan keringat dingin, ia tidak bisa terus menerus menghayal tentang masa depan, dan berencana hanya untuk menjalani kehidupan seperti biasa .
" baiklah , ini sudah malam , aku mau tidur ayam .. !"
" tidur ayam.. ? Apakah dengan seekor ayam .. ?"
" sudah tidur saja .. !"
" baik tuan ... !"
" aku tidak tahu , makanan apa yang di makan oleh wanita itu , apakah dia sering makan tahu ... asin ..!"
" jenderal kami menemukan sesuatu... !"
Dari arah luar terdengar suara seorang pria muda yang begitu keras .
Yan Qin yang siap mimpi ayam , langsung siaga dan berteriak tanpa sadar .
" katakan... !"