NovelToon NovelToon
Warisan Gaib

Warisan Gaib

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Mata Batin / Hantu
Popularitas:4.8k
Nilai: 5
Nama Author: Its Zahra CHAN Gacha

Menjadi seorang dukun bukanlah sebuah pilihan atau cita-cita, tapi sebuah panggilan jiwa...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Its Zahra CHAN Gacha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Maryati 2

Selama beberapa hari tinggal di kediaman sang Ibu, Joko mengalami sakit. Bukannya merawat sang ibu Joko justru di rawat oleh sang ibu.

Maryati dengan telaten merawatnya meskipun ia sendiri tidak begitu sehat. Ia selalu membacakan ayat-ayat suci Al-Qur'an kepada Joko saat ia kesakitan hingga Joko terlelap tidur.

Sebagai seorang yang memiliki ilmu keislaman yang mumpuni, Maryati tahu benar apa yang terjadi pada putranya. Itulah kenapa ia tidak membawa Joko ke dokter dan memilih merawatnya sendiri.

Hari itu saat Maryati melakukan sholat Dhuhur, Joko kembali merasakan benturan energi yang begitu menyiksa dirinya. Marni sengaja sholat di sampingnya sambil menjaganya.

Saat Joko mendengar suara ibunya bertakbir, ia merasakan tubuhnya seperti terbakar. Ia berguling-guling di ranjangnya menahan panas yang luar biasa. Bukan hanya itu saja, ia juga merasakan tubuhnya mual seperti ingin muntah namun sulit untuk mengeluarkan isi perutnya.

Keringat dingin membanjiri tubuhnya. Wajahnya pucat pasi. Joko tak mampu lagi menahan sakit hingga ia pun jatuh pingsan.

*Bughhh!!

Joko jatuh dari ranjangnya.

Selesai sholat, Maryati buru-buru bergegas menuju ke kamar Joko. Wanita itu terkesiap melihat tubuh putra bungsunya terbujur lemas di lantai.

"Ya Allah, kamu kenapa le!" serunya panik

Ia kemudian mengusap kepala Joko hingga kaki. Saat itulah Joko merasakan sejuk di tubuhnya. Hawa panas itu seketika hilang berganti hawa dingin.

Meskipun ia pingsan, namun Joko masih bisa mendengar saat Ibunya membaca ayat suci Al-Qur'an untuk menyadarkannya.

"Ibu??" ucap Joko lemah

"Kamu sudah sadar le??" tanya Maryati berseri-seri

"Bu, aku sudah gak kuat lagi, aku sakit Bu, sakit sekali!" ucap Joko

"Iya le, ibu tahu, sabar ya le, sebentar lagi kamu akan sembuh," tandas Maryati menghiburnya

"Ibu menyuruh Joko untuk pulang merawat ibu, tapi kenapa malah sekarang Joko yang di buat sakit, kalau tahu begini jadinya, Joko gak mau ke sini!" ucap Joko lirih

Maryati hanya tersenyum tipis mendengarnya.

"Kamu tidak sakit le, tapi tubuhmu perlu adaptasi. Mungkin ini saatnya kamu kembali ke jalan yang benar, sudah lama kamu belajar ilmu kejawen dari bapakmu. Apa kamu mau belajar tentang islam??"

"Maksudnya apa Bu??" tanya Joko

"Ibu ingin kamu belajar tentang islam le, tapi ibu tidak melarang kamu untuk melakukan ritual kamu ataupun kebiasaan kamu lainnya. Ibu juga tidak memaksa, jika kamu tidak mau ya tidak apa-apa," jawab Marni

"Iya Bu, Joko mau," jawab Joko mengangguk pelan

Sejak hari itu Maryati memberikan banyak buku untuk di baca oleh Joko. Joko pun sering bertanya kepadanya jika ada yang ia tidak tahu.

Semenjak belajar tentang Islam, Joko merasa kondisi tubuhnya semakin membaik. meskipun Joko mempelajari tentang Islam Ia tetap menjalankan ritual seperti biasanya bahkan Maryati tidak pernah melarangnya.

Setiap Jumat Joko masih membakar hio dan menyiapkan sesaji untuk kepentingan semedi. Begitupun di hari Sabtu legi dia tetap menjalankan kewajibannya sebagai suami Dewi Poncowati. Joko selalu melakukan ritual khusus saat sang istri datang menemuinya.

Namun Maryati tidak tinggal diam. Saat Joko sedang melakukan ritual atau pertemuan dengan istri gaibnya wanita itupun melakukan ritual secara islami. Ia membaca Al-Qur'an. Suaranya begitu merdu hingga membuat Joko kembali mengalami benturan energi.

Benturan energi Kejawen dan energi islami. Namun aneh, bila biasanya Joko merasakan panas seperti terbakar. Kali ini ia merasakan tubuhnya begitu dingin dan sejuk.

Tiba-tiba angin bertiup kencang hingga membuat jendela kamar Maryati terbuka. Wanita itu berhenti mengaji dan segera menutup jendela kamarnya.

Selesai menutup Jendela ia melihat sosok bayangan berdiri di belakangnya. Lampu kamar mulai berkedip-kedip hingga akhirnya mati. Namun bayangan itu tak menghilang. Ia tetap berdiri di belakangnya.

Saat Maryati hendak membalikkan badannya ia merasakan sesuatu menghantamnya hingga ia ambruk ke lantai.

Keesokan paginya Joko mendapati ibunya terbaring di lantai.

"Loh kok ibu tidur di lantai," ucap Joko

Maryati perlahan membuka matanya.

"Kamu gak papa le??" tanya wanita itu khawatir

"Aku sih gak papa, cuma aku khawatir sama ibu. Ibu kan sakit, kok malah tiduran di lantai!"

Joko membantu wanita itu bangun dan mengajaknya untuk duduk di ranjangnya. Saat ia membereskan sajadahnya yang tergeletak di lantai ia menemukan sebuah bunga kantil tergeletak di sana.

"Ada apa le??" tanya Maryati

"Gak papa bu!" jawab Joko

Dia segera menyembunyikan bunga kantil yang ditemukannya dan menghampiri ibunya.

Joko terkesiap melihat darah yang mengering di pelipis Ibunya.

"Katakan apa yang terjadi pada ibu semalam, kenapa ibu sampe berdarah??" tanya Joko

"Ibu cuma jatuh le,"

"Tidak mungkin," ucap Joko tak percaya

"Kalau cuma jatuh ibu tidak akan pingsan sampai semalaman dan baru sadar tadi," imbuhnya

"Bener le, ibu gak bohong,"

Karena khawatir dan tak mau terjadi sesuatu pada ibunya Joko pun membawa Mari hati ke rumah sakit saat itu juga.

Joko merasa lega saat dokter menyatakan tak ada luka serius yang di alami ibunya. Namun sang dokter berpesan agar cukup selalu melakukan pemeriksaan rutin sang Ibu karena penyakit asmanya yang sudah kronis.

Maryati begitu bahagia hari itu, karena ia merasa ada yang menemaninya saat ia pergi berobat. Tidak seperti biasanya, dimana ia selalu sendirian saat ke rumah sakit.

Joko memeluk erat sang ibu dan meminta maaf jika selama ini ia belum sempat menjadi anak yang baik untuknya.

Untuk menebusnya hari itu Joko mengajak sang ibu makan di sebuah restoran mewah. Entah kenapa hari itu Maryati juga bersikap manja kepada putranya itu. Hingga Joko merasa ada yang janggal darinya.

Maryati meminta Joko menggendongnya saat ia turun dari taksi. Joko pun tak keberatan dan menggendong wanita itu hingga sampai kamarnya.

"Sekarang ibu minum obat terus tidur ya," ucap Joko

Maryati mengangguk.

Selesai minum obat Ia pun merebahkan tubuhnya di kasur.

"Hari ini ibu lelah sekali, Ibu mau tidur tapi ibu mau tidur di pangkuan kamu," ucap wanita itu

"Ya ampun Bu, ada-ada saja!" celetuk Joko

"Boleh kan le?" tanya Maryati

"Iya boleh bu,"

"Tapi Joko gak boleh ninggalin Ibu, sampai ibu pules,"

"Iya iya," sahut Joko

Ia kemudian mengusap lembut kepala sang ibu dan menyanyikan lagu yang dulu di nyanyikan sang Ibu untuk menidurkannya.

Maryati pun tersenyum, "Kalau begini kan ibu bisa tidur dengan tenang," ucapnya lirih.

Setelah ibunya tidur, tiba-tiba Joko merasa mual, kepalanya pusing, dan matanya berkunang-kunang. Saat ia hendak bangun tiba-tiba ia merasakan semuanya tiba-tiba gelap.

*Bruughh!!

1
💜⃞⃟𝓛 y𝒂𝒚𝒖𝒌🍒⃞⃟🦅
joko kenapa ya ada apa dengan joko
💜⃞⃟𝓛 y𝒂𝒚𝒖𝒌🍒⃞⃟🦅
wooo djd gtu toh
lantas untuk memutus adalah dgn bnyk punya istri kok ngeri men ya
💜⃞⃟𝓛 y𝒂𝒚𝒖𝒌🍒⃞⃟🦅
waduh ko smpe mau bundir aja sih kamu
tp emang sih siapa yg g sedih krn kehilangan tp mbok ya jgn terllu berlebihan sih
💜⃞⃟𝓛 y𝒂𝒚𝒖𝒌🍒⃞⃟🦅
waduhh niken kenapa ya
kira3 siapa yg bikin niken seperti itu
💜⃞⃟𝓛 y𝒂𝒚𝒖𝒌🍒⃞⃟🦅
pucuk di cita ulam pun tiba

kek gtu ya ko

nah tuhh tau kan kek mana klo ada istri bnyk sookoorrr🤭🤭🤣🤣🤣
💜⃞⃟𝓛 y𝒂𝒚𝒖𝒌🍒⃞⃟🦅
hayooohh udh 3 istri itu
kek mana coba setan dan jin aja bisa cembokur lho ko
kmu sih g hati2
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ☘𝓡𝓳༄⃞⃟⚡
apakah Maryati ingin supaya Joko tak mengikuti jejak Pranyoto kali yaaak 👉👈
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ☘𝓡𝓳༄⃞⃟⚡
Masya Allah....
Tabarakallah....
Alhamdulillah....
setelah mengetahui Joko merasa kepanasan maka Maryati reflek membacakan doa sambil mengusap kepala Joko
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ☘𝓡𝓳༄⃞⃟⚡
waaah kasihan juga tuuh Joko, di saat Maryati melantunkan ayat-ayat suci Al Quran eeeeh malah Joko yang merasa kepanasan
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ☘𝓡𝓳༄⃞⃟⚡
heeeem mungkin ini sebabnya rumah Maryati hawanya sejuk tuuuh
karena Maryati sering membaca ayat-ayat Al Qur'an seeeh
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ☘𝓡𝓳༄⃞⃟⚡
rumah ternyaman adalah berada serumah dengan ibu deeeh
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ☘𝓡𝓳༄⃞⃟⚡
keren juga tuuuh ajian Arjuno Telon yaak...
padahal saat itu, Pranyoto bukan lah berasal dari kaum bangsawan atau pejabat lhooo tapi bisa memperistri Maryati yang berasal dari bangsawan
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ☘𝓡𝓳༄⃞⃟⚡
heeeem...
ada apa gerangan yang terjadi dengan rumah Maryati ??
kenapa mendadak hawa di rumah nya menjadi sejuk meski tak ada AC
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ☘𝓡𝓳༄⃞⃟⚡
joko langsung di sambut hangat --> Joko langsung di sambut hangat
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ☘𝓡𝓳༄⃞⃟⚡
waah di saat Pranyoto udah memiliki 10 istri eeeh Maryati malah jatuh sakit dan Joko pun di suruh pulang untuk merawat dirinya
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ☘𝓡𝓳༄⃞⃟⚡
waaaduuuh di saat Riski juga pengen mau memiliki ajian Arjuno Telon eeeh malah dilarang ama Joko
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ☘𝓡𝓳༄⃞⃟⚡
woooow jarang lhooo di jaman kayak gini ada suami yang bisa bertindak adil pada semua istrinya secara lahir maupun batin 🏃🏃🏃
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ☘𝓡𝓳༄⃞⃟⚡
wooooow sekalinya maen langsung enam istri dipuaskan secara bersamaan di waktu yang sama tapi beda kamar 😱😱😱😱
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ☘𝓡𝓳༄⃞⃟⚡
naah lhoooo Joko iiiiih
pake maen bisik-bisik segala neeeh
kita-kita kan jadi ikutan keeepooo 🏃🏃
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ☘𝓡𝓳༄⃞⃟⚡
tapi aku tahu tidak dengan batinnya --> tapi aku tidak tahu dengan batinnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!