Sejak kecil, Luna hidup terkutuk dengan kemampuan melihat hantu. Hidupnya melelahkan, sepi, dan penuh ketakutan. Hingga suatu hari, roh Nando, pengusaha muda angkuh yang koma akibat kecelakaan misterius, tiba-tiba muncul dan bersikeras tinggal di kosannya. Keanehan terjadi: saat Nando di dekatnya, roh-roh jahat menghilang. Bersama, mereka menyelidiki kecelakaan Nando yang ternyata percobaan pembunuhan. Namun, perjalanan ini justru membuka tabir kematian mengerikan orang tua Luna. Di antara teror mistis dan bahaya fisik, benih cinta tumbuh di antara dua dunia yang berbeda.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tanty rahayu bahari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 15: Perjalanan Menuju Sarang Singa
Kereta Commuter Line yang membawa Luna dan Nando kembali ke Jakarta terasa jauh lebih lengang dibandingkan saat mereka berangkat. Hujan gerimis di Bogor telah berganti menjadi langit sore Jakarta yang berwarna jingga keabuan, diselimuti polusi yang membuat matahari tampak seperti koin tembaga kusam.
Luna duduk di kursi sudut dekat jendela, ransel usangnya dipeluk erat di pangkuan. Di dalam ransel itu, selain buhul yang terbungkus garam hitam, kini bertambah satu benda mematikan: Keris Pangruwat. Besi tua berkarat itu memancarkan hawa dingin yang aneh, seolah beresonansi dengan detak jantung Luna. Setiap kali Luna menarik napas, ia bisa merasakan aroma samar dupa cendana yang menempel dari rumah Ki Ardi, bercampur dengan bau besi tua.
Di sebelahnya, Nando duduk dengan postur tegap. Meskipun tubuhnya tembus pandang dan memancarkan pendar biru pucat, pria itu masih terlihat seperti seorang eksekutif yang sedang dalam perjalanan bisnis kelas satu, bukan arwah yang sedang menumpang kereta ekonomi. Matanya yang tajam menatap kosong ke arah deretan rumah kumuh yang melesat di luar jendela. Rahangnya mengeras. Sesekali, jari-jarinya yang berpendar biru mengetuk lututnya dengan ritme gelisah.
"Kau sedang memikirkan apa?" tanya Luna pelan, memecah keheningan di antara mereka. Suaranya nyaris tenggelam oleh derak roda kereta yang bergesekan dengan rel.
Nando menoleh perlahan. Sudut bibirnya terangkat membentuk senyum sinis yang sarat akan kepahitan. "Aku sedang memikirkan betapa bodohnya aku selama ini," jawabnya dengan suara berat yang bergema di telinga Luna. "Bara dan aku... kami memulai NaturaGlow dari sebuah ruko sewaan yang atapnya bocor setiap kali hujan turun. Aku bagian inovasi produk dan marketing, dia bagian keuangan. Aku sangat mempercayainya hingga aku menyerahkan seluruh akses brankas dan kode keamanan pribadiku padanya. Aku menganggapnya saudara. Dan sekarang? Saudaraku itu menyewa dukun santet untuk membuatku membusuk dalam koma."
Luna menatap Nando dengan simpati yang mendalam. Ia tahu betul rasa sakit akibat pengkhianatan. Terlebih lagi, pengkhianatan yang melibatkan ilmu hitam selalu menyasar titik paling rentan dari korbannya.
"Orang serakah tidak pernah peduli pada sejarah, Nando," ucap Luna lembut, tangannya tanpa sadar meremas tali ranselnya. "Bara mungkin melihat kesuksesanmu sebagai sesuatu yang seharusnya menjadi miliknya. Tapi kita akan menghentikannya. Ki Ardi bilang dukun itu pasti meninggalkan jejak. Jika kita bisa menemukan di mana Bara menyimpan kontak atau bukti transaksinya dengan si dukun, kita bisa melacak sarang utamanya."
Nando mengangguk perlahan. Sorot matanya kembali menajam, dipenuhi oleh determinasi seorang pemimpin yang bersiap merebut kembali kerajaannya. "Apartemennya. Bara tinggal di The Zenith Residences, sebuah kompleks apartemen mewah di kawasan Sudirman. Dia orang yang sangat paranoid soal keamanan data digital, jadi dia pasti menyimpan dokumen-dokumen penting, termasuk hal-hal kotor seperti ini, dalam bentuk fisik di brankas pribadinya."
"Tapi bagaimana aku bisa masuk ke apartemen super mewah itu?" dahi Luna berkerut memikirkan logikanya. "Aku ini pelayan minimarket, Nando. Penampilanku saja sudah akan membuat satpam di sana menendangku keluar sebelum aku menginjak lobi."
Nando menyeringai, sebuah seringai arogan yang entah mengapa kini terlihat sangat menenangkan bagi Luna. "Jangan khawatir, Nona. Kau lupa siapa yang sedang bersamamu? Kau mungkin tidak punya kartu akses, tapi kau memiliki CEO hantu VIP yang bisa menembus beton setebal apa pun dan mengetahui setiap celah keamanan di gedung itu. Anggap saja aku adalah drone pengintaimu yang paling canggih."
Langit telah sepenuhnya gelap ketika taksi online yang ditumpangi Luna berhenti di seberang jalan The Zenith Residences. Bangunan itu menjulang angkuh, dilapisi kaca gelap yang memantulkan gemerlap lampu kota Jakarta. Area lobi depannya dijaga oleh beberapa petugas keamanan berbadan tegap dengan seragam safari hitam, sementara deretan mobil mewah keluar masuk melalui gerbang yang dijaga ketat.
Luna menelan ludah, menatap sepatunya yang kotor oleh lumpur Bogor dan celana jinnya yang pudar. Ia merasa sekecil semut di hadapan kemegahan gedung tersebut.
"Dengar instruksiku baik-baik," suara Nando bergema tepat di sebelah telinga Luna. Pria itu berdiri di sampingnya, tubuh astralnya tak terlihat oleh manusia-manusia yang berlalu-lalang di trotoar. "Keamanan utama ada di lobi depan. Tapi ada pintu masuk servis di gang samping gedung, dekat tempat bongkar muat kargo dan tempat pembuangan sampah. Pintu itu menggunakan sensor sidik jari untuk karyawan, tapi selalu ada celah saat petugas kebersihan mengeluarkan gerobak sampah besar setiap jam delapan malam. Sekarang jam 19.55. Kita punya waktu lima menit."
Luna mengangguk, menarik napas panjang untuk menenangkan detak jantungnya yang mulai berpacu liar. Ia merapatkan jaket murahnya dan berjalan menunduk menuju gang samping yang ditunjukkan Nando. Bau harum parfum mahal dari lobi perlahan tergantikan oleh bau pesing dan sisa makanan yang menyengat di area belakang gedung.
...****************...
...Bersambung.......
...Terima kasih telah membaca📖......
...Jangan lupa bantu like komen share dan Rate ya ❣️...
...****************...
Smoga di pertemuan mereka nanti ada benih2 cinta yang tumbuh diantara mereka. 😄😃😍😍
Tp kynya Lupa bakal minder deh sm Nando, krena Nando kan CEO ky raya sementara dia hnya bekerja di minimarket.😟😞😞
Smangat buat author nya ya, smoga ceritanya smakin seru dn penuh kejutan ya. ☺
Smoga Nando akn mengingat perjuangan mreka ber 2 ya😭😭😫, smoga pas siuman orang pertama diingat adalah Luna.
Apa kh masalah mereka terhubung 1 sm lain ya? 🤔
Ayo Luna semangat, bakar aja buhul itu lun.
Suka skli baca yg horor tp ada juga komedi nya,karena Nando yg narsis dan arogan ini. 🤣🤣