NovelToon NovelToon
Menaklukkan Om Duda Tampan

Menaklukkan Om Duda Tampan

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / CEO / Dunia Masa Depan
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: Ell.ellsan

Andreas Bramawijaya, seorang CEO ternama yang tampan dan selalu bersikap dingin. Sikap dingin nya itu, tidak lain karena dia kecewa dengan keluarga nya, dan kehilangan istri dan anak tercinta nya karena kecelakaan.
Akibat kehilangan istri dan anak nya, Andreas menjadi seseorang yang sangat dingin, ketus dan jarang tersenyum sehingga ditakuti banyak orang.
Bu Stella, kepala pembantu di rumah Andreas, yang sudah menemani Andreas sejak kecil, sangat kasihan melihat tuan yang sudah dianggap seperti anak nya itu berubah menjadi pendiam setelah ditinggal anak istri nya.
Akhir nya Bu Stella inisiatif untuk mendatangkan anak semata wayang nya ke rumah Andreas untuk menemani dan merawat Andreas supaya mau berubah menjadi Andreas yang seperti biasa lagi.
Savanna Zelindra anak yang baru lulus SMA, terpaksa harus menuruti kemauan ibu nya untuk ikut pindah kerumah bos nya. Apakah Savanna akan bisa berhasil menaklukkan sang bos duda tampan yang dingin?
Ikuti terus ya cerita nya🫶

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ell.ellsan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Memang sangat dingin dan kejam

 Andreas bangun dari tidur nya. Rasa nya dia sangat segar setelah tidur nyenyak.

  "Syukur lah hari ini aku tidak bermimpi buruk."

 Andreas beranjak dari tempat tidur nya, dia langsung pergi ke kamar mandi.

  Drrttt. Drrrtt..

 "Halo Deva, apakah hari ini ada pekerjaan lagi untuk saya?"

 "Tidak ada pa, kan sudah bapak bereskan kemarin."

 "Oh ya sudah, kalau begitu saya mungkin ke kantor nya agak sore."

 "Siap pak, tidak masalah." Telepon diakhiri.

 Ternyata Andreas menelpon Deva, sekretaris nya.

 "Hah, hari ini aku mau ngegym dulu saja." Andreas menghela nafas.

 Sebelum dia naik ke lantai atas tempat gym, dia menyempatkan dulu ke bawah untuk melihat bu Stella dan meminta maaf karena semalam dia pulang larut.

  Kebetulan bu Stella sedang ada di dapur.

 "Eh tuan sudah bangun. Ayo sarapan dulu. Kenapa masih pakai pakaian santai? Apa hari ini gak ke kantor?" Bu Stella langsung menyapa tuan nya.

  "Maaf bu, semalam saya pulang jam 12. Saya membereskan pekerjaan saya di kantor, lalu ketiduran."

 "Ya ampun tuan, ibu fikir tuan kemana, ibu sangat khawatir karena tuan tidak pernah pulang larut. Maaf juga tadi pagi ibu melihat tuan ke kamar untuk memastikan, dan ternyata tuan masih tertidur."

 "Tidak apa." Akhir nya Andreas duduk di meja makan.

 Ternyata Savanna diam diam mendengar percakapan ibu nya, ketika dia dari belakang mau ke dapur melihat ibu nya. Tapi dia malah bersembunyi di balik tembok, karena melihat om kejam mendatangi ibu nya.

 "Hah seriusan dia minta maaf sama ibu? Jujur ini diluar ekspektasi ku." Savanna bergumam dengan lirih.

   Ibu Stella melihat Savanna yang malah diam dibalik tembok.

 "Savanna nak, sini, kok malah diam di sana? Kata nya kamu mau minta maaf sama tuan Andreas."

 "Astaga." Savanna kaget mendengar ibu nya memanggil. Kenapa dia malah diam di situ, kenapa gak pergi aja. Savanna menepuk jidat nya.

 "Mm aku kebelet bu." Savanna mau pergi tapi ibu nya memanggil lagi.

  "Nak, mumpung ada tuan Andreas di sini, ayo bilang seperti apa yang mau kamu bilang."

 "Haaaahhh." Savanna menghembuskan nafas panjang, dia tidak bisa kabur lagi, mungkin itulah saat nya dia harus meminta maaf kepada om kejam itu.

  Savanna berbalik mendatangi ibu nya.

 "Tuh, mumpung tuan Andreas lagi makan, ayo bilang." Bu Stella mendorong Savanna untuk mendekat ke Andreas.

 Akhir nya dengan sangat berat hati, Savanna mendekati Andreas yang sedang makan.

  Sambil menunduk, Savanna berjalan ke arah nya lalu duduk bersimpuh dilantai.

 "Om, eh tu tu tuan, Maaf kan saya atas kejadian kemarin. Saya mengaku saya sangat salah, saya janji tidak akan mengulangi lagi." Savanna gugup.

 Tapi, tidak ada jawaban dari Andreas, hening, lalu Andreas malah mendorong kursi nya kebelakang dan berdiri.

 Savanna sudah sangat deg degan, apa yang akan Andreas lakukan.

 Ternyata Andreas malah pergi.

 Savanna sampai melotot melihat punggung Andreas yang berlalu dari hadapan nya.

  "Astaga orang itu. Apaan sih dia sangat sangat gak sopan. Dasar orang kaya gak punya hati." Savanna bangun dari duduk nya sambil mengomel.

 "Buu,,, ibu lihat itu kan? Aku sudah sangat tuluuusss meminta maaf pada nya. Lihat kan ibu bagaimana tanggapan dia? Pokok nya aku benci banget." Savanna melipat tangan nya di dada nya.

 "Memang balasan apa yang kamu harapkan dari tuan Andreas?"

  "Mmm iya juga ya, minimal dia bilang iya gak papa. Gitu aja udah cukup bu."

  "Mungkin dia masih sangat marah dengan kelakuanmu. makanya dia gak jawab permintaan maafmu."

 Savanna, akhirnya dia diam mendengar perkataan ibunya.

 " Jadi sebenarnya kamu harus terus meminta maaf kepada tuan Andreas. buat dia sampai bilang kalau dia benar-benar memaafkanmu." Bu Stella bilang sambil pergi meninggalkan Savanna.

 Savanna masih betah diam berdiri di dapur, mencerna setiap perkataan ibu nya.

 "Apa iya harus minta maaf terus? Astaga sangat membebankan harus menembus tembok yang dingin seluas samudera itu." Savanna berbicara dalam hati sambil memutar bola mata nya.

  Andreas pergi ke lantai atas tempat gym, dia langsung memulai untuk olahraga.

  "Apa apaan bocah itu manggil aku dengan sebutan Om, berani berani nya." Andreas bergumam.

     Ibu Stella menyiapkan satu botol minuman dan vitamin untuk Andreas. Sudah menjadi rutinitas, jikalau Andreas berolahraga, bu Stella selalu menyiapkan nya.

  "Nak, Savanna, sini sayang."

  Savanna yang sedang mengelap piring bersama April, mendatangi ibu nya.

  "Ada apa bu?? Itu apa bu?"

  "Ini vitamin untuk tuan Andreas, ibu minta tolong antarkan ke tempat gym ya, kan kamu sudah tahu."

  "Ih serius harus aku yang antarkan bu? Lihat kak april, dia kasihan bu ngelap piring nya sendirian, ya kan kak?." Savanna tersenyum ke arah april.

   "Aku gak papa kok sudah biasa, Savanna anterin aja ke atas."

   "Astaga ya ampun kak April gak bisa banget diajak kompromi." Savanna bergumam didalam hati sambil tersenyum melihat ibu nya.

  "Ayo antarkan, ibu mau mencatat pengeluaran belanja bulan ini."

  Dengan berat hati Savanna menuruti permintaan ibu nya.

  "Haduh mending aku urus nenek aja sih dirumah, walaupun nenek kadang cerewet, tapi dia kan sayang banget sama aku, gak galak, muka nya gak serem. Memang nasib jadi orang gak punya." Savanna mengomel sendiri.

"Ini ya tempat olahraga nya. Gimana aku masuk nya ya, takut banget."

Savanna malah mondar mandir di depan pintu.

Setelah menimbang nimbang, akhir nya dia memberanikan diri.

"Tuhan tolong selamatkan aku." sebelum masuk Savanna berdo'a untuk keselamatan nya.

"Permisi, maaf mengganggu waktu nya." Pintu terbuka, Savanna kaget dengan semua yang dia lihat.

"Waaaaah." Savanna kagum dengan semua isi nya, alat alat gym yang sangat lengkap, tidak perlu datang ke tempat gym yang berbayar, di rumah ini sudah sangat lengkap.

Andreas melihat Savanna yang diam mematung di ruangan itu sambil menganga.

"Praaang." Seperti suara besi yang dijatuhkan. Savanna tentu nya sangat kaget, jantung dia hampir loncat dari tempat nya.

"Astaga naga ya ampun untung vitamin sama minuman nya gak sampai jatuh."

"Dasar ya om kejam yang nyebelin." Savanna bergumam dalam hati ketika melihat Andreas yang seperti tidak punya dosa.

"Permisi, maaf om, eh tuan, saya disuruh mengantarkan minum dan vitamin ini oleh ibu Stella."

Andreas tak menghiraukan Savanna.

"Tuan permisi, ini saya simpan dimana ya?"

Hening, tetap tidak ada jawaban.

"Astaga, apa aku siram air ini aja ya ke muka nya. Nyebelin banget sih." Savanna bergumam dalam hati kesal.

Akhir nya Savanna celingukan melihat tempat yang bisa menyimpan minuman dan vitamin itu.

"Ah simpan di situ saja." Savanna melihat ada meja dan kursi kecil.

Tapi ketika Savanna jalan, tak sengaja Savanna menendang dumbbell.

"Aww, aww sakit nya." Savanna memegang kaki nya yang sangat sakit sambil berderai air mata. Andreas hanya melirik nya sekilas lalu melanjutkan kembali olahraga.

Lumayan lama Savanna memegangi kaki nya, tapi tak ada niat Andreas membantu nya.

"Dasar om om yang sangat kejam, semoga kamu dapat balasan nya." Savanna bergumam sambil melotot ke arah Andreas.

1
Ell.ellsan
jangan lupa kasih masukan ya teman teman. terimakasih sudah membaca😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!