NovelToon NovelToon
Istri Pelampiasan Tuan Dirga

Istri Pelampiasan Tuan Dirga

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Poligami / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:5.7k
Nilai: 5
Nama Author: Weny Hida

Amira yang membutuhkan uang untuk operasi ibunya, terpaksa menyetujui permintaan Celine, untuk menjadi istri kedua suaminya, Dirga.

Celine memang lebih terobsesi dengan pekerjaan, dibandingkan rumah tangganya, dan ingin sepenuhnya melepas peran sebagai seorang istri demi mencapai puncak karir. Celine pun menjebak Dirga, agar mau menikahi Amira.

Seiring berjalannya waktu, Dirga dan Amira mulai timbul benih-benih cinta. Namun, di saat itu juga, Dirga mengetahui jika pernikahan tersebut hanyalah sebatas jebakan. Lantas, bagaimana kelanjutan hubungan mereka bertiga? Bisakah Amira meyakinkan Dirga jika perasaannya benar-benar tulus? Lalu, bagaimana dengan Celine? Apakah dia rela melepaskan Dirga sepenuhnya untuk Amira?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Weny Hida, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sepupu

Dirga yang tak bisa menghindar, perlahan menoleh. Seorang pria tampak berdiri tak jauh darinya, mengenakan jas kasual mahal dengan senyum terkejut yang sama lebarnya.

“Gila, beneran lo, kan?” pria itu mendekat beberapa langkah.

Dirga mengenal wajah itu.bRekan bisnis lama, Reza Pratama.

“Reza,” jawab Dirga singkat, mencoba terdengar biasa.

Reza tertawa kecil. “Jarang banget ketemu lo di mall. Biasanya sibuk banget di kantor.”

Tatapan Reza lalu bergeser, kali ini ke arah Amira, yang berdiri anggun dengan coat musim dingin, terlihat jelas bukan sekadar pegawai toko.

Alis Reza sedikit terangkat.

“Ini …?” tanyanya menggantung.

Dirga diam sepersekian detik. Amira menoleh ketika namanya seperti dipanggil tanpa suara.

Tatapan mereka bertemu. Situasi itu mendadak terasa begitu canggung, karena Reza mengenalnya sebagai suami Celine. Jika kabar ini sampai ke lingkaran bisnis, Dirga tahu konsekuensinya tidak kecil.

Namun dia juga tak mungkin menyebut Amira sebagai karyawan. Dirga menoleh cepat ke arah Amira yang masih berdiri kaku di dekat cermin.

Dirga berdehem pelan lalu berkata santai, “Ini saudaraku.”

Amira tersentak sedikit mendengar itu, tapi dia segera menundukkan kepala, mengikuti alur yang dipilih Dirga. Pria di depan mereka, Reza Pratama, mengangkat alisnya.

“Saudara?” ulangnya sambil menyipitkan mata. Tatapannya berpindah dari Dirga ke Amira, lalu kembali lagi.

Ekspresi wajahnya jelas menunjukkan dia tidak sepenuhnya percaya.

“Sejak kapan lo punya saudara yang nggak pernah gue lihat?” ucapnya setengah bercanda.

Dirga memasukkan tangan ke saku celana, berusaha terlihat santai.

“Sepupu jauh. Baru pindah ke sini,” jawabnya singkat.

Reza tertawa kecil, tapi tatapannya masih menyelidik.

“Sepupu ya?”

Matanya kembali menatap Amira dari atas sampai bawah, coat musim dingin mahal yang baru saja dicoba, cara Dirga berdiri sedikit di depan Amira seolah melindungi, dari hal-hal kecil yang sulit disembunyikan.

Amira merasakan jantungnya berdetak cepat. Tangannya tanpa sadar menggenggam ujung coat. Dirga bisa merasakan situasi mulai tidak nyaman, jadi ia segera berkata,

“Kamu lagi ngapain di sini?”

Reza mengangkat bahu.

“Cari jacket buat trip bisnis ke Seoul minggu depan.”

Lalu dia menatap mereka lagi.

“Kalau lo?”

Dirga menjawab datar,

“Sepupu gue cari pakaian buat winter, dia mau liburan sama temen-temennya. Gue cuma nemenin dia, soalnya Celine lagi ada urusan kerjaan ke Cambridge."

“Liburan, ke mana?”

Dirga menjawab singkat, “Tokyo.”

Reza mengangguk pelan, tapi senyum tipis muncul di sudut bibirnya.

“Wah, seru juga ya,” katanya dengan nada menggoda.

Amira menunduk lebih dalam. Sedangkan Dirga hanya menatap Reza tajam beberapa detik. Situasi itu membuatnya tidak nyaman.

Dirga lalu menoleh ke arah Amira yang masih berdiri di depan cermin besar, mencoba coat yang tadi dipilihkan. Dengan nada sengaja dibuat normal, Dirga berkata,

“Kamu udah selesai pilih baju belum?”

Amira langsung mengerti. Itu jelas cara Dirga mengakhiri percakapan. Dia menoleh lalu mengangguk kecil.

“Udah.”

Dirga kembali menatap Reza sebentar.

“Gue duluan ya.”

Reza hanya tersenyum tipis, matanya masih menyiratkan rasa penasaran.

“Oke, hati-hati ya,” katanya sambil melipat tangan di dada.

Dirga tidak menjawab lagi. Dia berjalan ke arah kasir, Amira mengikuti di sampingnya dengan langkah sedikit cepat.

Suasana di antara mereka hening. Kasir mulai menghitung beberapa coat, scarf, sarung tangan, dan sweater musim dingin yang mereka pilih tadi.

Amira berdiri di samping Dirga, tangannya menggenggam tas kecilnya. Saat itulah Dirga sedikit mendekat. Suaranya sangat pelan, hampir seperti bisikan.

“Maaf ya, aku jawab gitu tadi.”

Amira menoleh, tidak terlihat marah ataupun tersinggung. Dia mengangguk pelan.

“Aku tahu kok, lagian posisi aku memang harus disembunyikan.”

Kalimat itu keluar lirih, sedangkan Dirga terdiam. Ada sesuatu di dadanya yang terasa tidak nyaman mendengar kalimat tersebut.

Namun dia tidak tahu harus menjawab apa. Beberapa detik kemudian kasir berkata ramah,

“Ini totalnya, Pak.”

Dirga langsung mengeluarkan kartu dari dompetnya, dan transaksi selesai.

Pegawai toko menyerahkan beberapa paper bag besar berisi pakaian musim dingin. Dirga mengambil sebagian tas belanja itu. Lalu menoleh ke arah Amira.

“Ayo.”

Mereka berjalan keluar toko. Namun tanpa mereka sadari, dari dalam toko, Reza masih berdiri di tempat yang sama.

Matanya menatap punggung Dirga dan Amira yang semakin menjauh.

Senyum tipis muncul di wajahnya. Seolah dia baru saja menemukan sebuah teka-teki yang menarik untuk dipecahkan.

1
falea sezi
siap siap. gigit jari lu celine. saumi. di. kasih ke madu siap2 gigit jari. lu
Airene Roseanne
yp
falea sezi
honeymoon ma amira aja Dirga biar cpet dapetin bayi tp awas lu nyakitin amira
falea sezi
awas aja klo. suami. mu oleng km. ngamuk dih
falea sezi
bini kayak celine di cerai aja aneh bgt malah fokus krja g fokus suami jangan jangan dia mandul
falea sezi
celine egois lu g mau layanin suami malah nyalahin Amira istri. tolol ya elu ini nanti suami lebih cinta istri muda kapok deh lu gigit jari
falea sezi
kasian amat amira
Susi Ermayana
kamu waras celine..?
kalau sakit ya pergi kedokter.
atau minum obat lah.
lakik di kasih orang...
kalau lakik mu dah nyaman sama yg lain. nanti kamu yang merasa paling tersakiti..
padahal kamu sendiri yang main api.
paling nanti celine bakal nyesel....trus dia balik nyalakan mira.. yang bilang pelakor lah.
awas jangan sampek kamu masok lubang yang kau galih sendiri...
..
Aniza
lanjut thooor,klo lebih mntingin karir tuk apa kmu nikah celin?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!