NovelToon NovelToon
Vows Of Silence

Vows Of Silence

Status: tamat
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Bad Boy / Cintapertama / Tamat
Popularitas:5.8k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Hazel Bellvania Cavanaugh adalah definisi kesetiaan yang naif. Ia mencintai James Patrick, seorang atlet sekolah yang karismatik namun manipulatif.
Hubungan mereka aneh—tanpa ciuman, tanpa sentuhan intim, karena James berjanji ingin "menjaga" Hazel hingga pernikahan. Namun, di balik topeng itu, James adalah predator yang memanfaatkan jari-jarinya untuk memuaskan hampir seluruh siswi di SMA mereka.
Kebohongan James terkubur rapat di bawah bayang-bayang geng paling berkuasa di sekolah yang dipimpin oleh Kenneth Karl Graciano. Kenneth yang dingin dan tak tersentuh mengetahui rahasia busuk James, namun ia diam. Bukan karena setia kawan, melainkan karena ia sedang menunggu saat yang tepat untuk meruntuhkan segalanya dan mengambil apa yang menurutnya pantas ia miliki, Hazel Bellvania Cavanaugh.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Emosi Yang Membara

Suasana kamar yang hangat karena sinar matahari pagi mendadak berubah menjadi mencekam. Kenzo, yang tadinya mengira Alexa akan malu atau ketakutan karena kedoknya terbongkar, justru terpaku saat melihat perubahan drastis pada raut wajah gadis itu.

Alexa duduk di atas ranjang, tidak lagi menunduk. Ia menyibakkan rambutnya yang berantakan ke belakang, menatap Kenzo , dengan mata yang tajam dan dingin sebuah tatapan yang menunjukkan kedewasaan prematur yang mengerikan.

"Jika Diandra bisa masuk ke dalam hatimu, kenapa kamu tidak mencobanya denganku?"

Suara Alexa datar, tanpa getaran tangis lagi. Tidak ada lagi nada manis adik yang selama ini menjadi tamengnya.

Kenzo berbalik, menatapnya dengan dahi berkerut dalam. "Apa maksudmu, Alexa?"

"Bertahun-tahun aku mencintaimu, bertahun-tahun aku menyimpan namamu di hatiku," ucap Alexa sambil bangkit berdiri, tidak peduli lagi dengan gaun tidur tipis yang dikenakannya. Ia melangkah mendekati Kenzo dengan penuh tuntutan.

"Kau memintaku untuk menjauh? Tidak, Kenzo. Kalau aku tidak kau izinkan masuk, maka tidak ada wanita mana pun yang akan kuizinkan untuk dekat denganmu."

Deg.

Jantung Kenzo berdegup kencang. Ia benar-benar kaget dengan jawaban Alexa yang penuh obsesi dan ancaman itu. Gadis kecil yang dulu ia anggap perlu dilindungi, kini berdiri di depannya sebagai seorang wanita yang mampu mengancam kebahagiaannya.

"Sejak kapan?" tanya Kenzo dengan suara rendah, hampir berbisik. "Sejak kapan kau memiliki pikiran gila ini?"

"Kamu cinta pertamaku, Kenzo. Dua tahun terakhir ini aku benar-benar mencintaimu hingga ke titik gila," balas Alexa. Ia tidak lagi bersembunyi.

"Aku belajar menjadi apa yang kau suka, aku memperhatikan setiap detail hidupmu. Diandra hanyalah orang baru yang lewat, sedangkan aku? Aku adalah bayanganmu selama ini."

Kenzo memegang dahi, merasa dunianya sedikit berputar. Ia merasa gagal sebagai orang yang dipercaya James untuk menjaga putrinya. Namun, ia harus tegas.

"Lupakan perasaan itu, Alexa," balas Kenzo dengan nada yang tak terbantahkan. "Dua tahun? Itu hanya obsesi remaja. Kau masih delapan belas tahun, duniamu masih luas. Perasaanmu itu salah, dan aku tidak akan pernah membalasnya. Kita adalah keluarga, ayah kita bersahabat. Kau adalah adik bagi Zella, dan selamanya kau adalah adik bagiku."

Alexa tersenyum getir, sebuah senyuman yang terlihat begitu menyakitkan. "Adik? Jangan gunakan kata itu untuk menenangkan dirimu sendiri, Kenzo. Kau tahu sendiri detak jantungmu saat aku memelukmu tadi tidak bicara seperti seorang kakak."

Alexa melangkah menuju pintu, namun sebelum ia keluar, ia menoleh sedikit. "Perintahmu untuk melupakan itu mustahil. Dan ingat satu hal... jangan biarkan Diandra terlalu nyaman di sisimu, karena aku tidak suka berbagi milikku."

Pintu kamar tertutup dengan dentuman pelan, meninggalkan Kenzo yang terpaku di tepi ranjangnya. Ia sadar, badai yang baru saja keluar dari kamarnya bukan lagi seorang gadis yang butuh nasihat, melainkan seorang musuh yang sangat mengenal kelemahannya.

Pagi itu, suasana di meja makan mansion Graciano terasa sangat berat, seolah oksigen di ruangan itu menipis. Kenneth, yang memiliki insting setajam silet, duduk di ujung meja sambil menyesap kopi hitamnya. Matanya yang elang tidak lepas dari dinamika yang terjadi di depannya.

Kenzo duduk dengan kaku, pandangannya tertuju sepenuhnya pada piring sarapannya, nyaris tidak menyentuh makanan itu. Sementara di seberangnya, Alexa duduk dengan sangat tenang, terlalu tenang untuk seseorang yang baru saja meledakkan bom pengakuan di kamar pria beberapa jam yang lalu.

"Kau tidak pulang pagi ini, Alexa? James meneleponku tadi, katanya kau tidak menjawab pesannya," ucap Kenneth memecah keheningan. Suaranya rendah, namun penuh penekanan.

Alexa mendongak, memberikan senyum manis yang sangat sempurna, tipe senyum yang dulu sering digunakan Kenneth untuk menipu musuh bisnisnya. "Ah, maafkan aku, Uncle. Ponselku mati semalam. Aku sedang asyik mengobrol dengan Kak Kenzo sampai lupa waktu."

Prang.

Garpu Kenzo berdenting keras di atas piring porselen. Ia menatap Alexa dengan tajam, namun Alexa hanya membalasnya dengan kerlingan mata yang penuh rahasia.

Zella, yang tidak menyadari ketegangan itu, menyahut santai, "Iya, Dad. Mereka bahkan bicara di kamar Kak Kenzo sampai larut. Aku saja ditinggal tidur."

Udara di meja makan mendadak membeku. Hazel, yang sedang menuangkan jus, terhenti gerakannya. Kenneth meletakkan cangkir kopinya perlahan, suaranya kini terdengar lebih dingin.

"Di kamarmu, Kenzo?" tanya Kenneth. Matanya beralih ke putra mahkotanya.

"Sejak kapan kau membiarkan orang lain masuk ke ruang pribadimu begitu bebas?"

"Dia hanya butuh teman bicara, Dad. Bukan hal penting," jawab Kenzo singkat, berusaha menutupi kegugupannya. Ia melirik Alexa, memberi isyarat agar gadis itu diam.

Namun, Kenneth bukan pria yang mudah dikelabui. Ia memperhatikan bagaimana cara Alexa menatap Kenzo, bukan lagi tatapan seorang keponakan atau adik, melainkan tatapan memuja yang posesif. Kenneth juga melihat bagaimana Kenzo berkali-kali menghindari kontak mata dengan Alexa, sesuatu yang tidak pernah dilakukan Kenzo sebelumnya.

Setelah sarapan selesai dan anak-anak beranjak, Kenneth menahan Kenzo di ruang kerjanya. Kenneth berdiri membelakangi jendela, tangannya berada di dalam saku celana.

"Ada apa dengan putri James?" tanya Kenneth tanpa basa-basi.

"Tidak ada apa-apa, Dad. Dia hanya sedang emosional karena masalah remaja," jawab Kenzo membela diri.

Kenneth berbalik, menatap Kenzo dengan intensitas yang membuat Kenzo merasa kembali menjadi anak kecil. "Jangan membohongiku, Kenzo. Aku mengenal tatapan itu. Itu tatapan yang sama dengan tatapanku pada ibumu dulu, atau tatapan James pada masa lalu. Alexa tidak melihatmu sebagai kakak."

Kenneth melangkah maju. "Dia sudah terlalu sering di sini, Kenzo. Dan jika sampai James tahu putrinya memiliki obsesi padamu, persahabatan yang baru saja kami bangun akan hancur kembali. Jauhkan dia, atau aku yang akan mengirimnya pulang ke kedutaan ayahnya secara paksa."

Kenzo terdiam. Ia tahu ayahnya serius. Kenneth adalah orang yang paling tahu betapa berbahayanya sebuah obsesi.

"Aku sedang mengaturnya, Dad," bisik Kenzo parau.

"Atur dengan cepat," balas Kenneth tegas. "Sebelum Diandra atau orang lain menjadi korban dari permainan gadis kecil itu. Karena percayalah, Alexa memiliki darah James Bernardo, dia tidak akan berhenti sebelum mendapatkan apa yang dia inginkan."

🌷🌷🌷🌷

Happy reading dear 🥰

1
Triana Oktafiani
Selalu menarik cerita2mu 👍
ros 🍂: Ma'aciww kak😍
total 1 replies
Retno Isusiloningtyas
😍
terimakasih
ceritanya bagus
ros 🍂: Ma'aciww 😍
total 1 replies
falea sezi
lanjut
falea sezi
kapok kau kenzo
falea sezi
suka deh g bertele tele sat set
falea sezi
aneh wong kakak mu yg ngemis cinta ampe gila kok Arthur di salahkan hadehhh ampe bales dendam ke adeknya abis ini qm pasti nyesel kenn
falea sezi
bodohnya qm hazel
falea sezi
jahat nya kennet
falea sezi
q ksih hadiah deh
falea sezi
tolol harusnya biarin aja tau hadeh
Rahmawaty24
Semangat kk ceritanya bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!