Kara seorang artis cantik yang mengalami kecelakaan dan masuk ke dalam novel kebencian memerankan seorang wanita bernama Aleca seorang istri yang di nikahi suaminya karena sebuah dendam.
Dengan jiwa tangguh dan pengalaman hidupnya sebagai pabrik figur, dia mengubah takdir istri yang teraniaya itu dengan kekuatan baru.
Matanya yang dulu bercahaya kini membara, Dan suaranya yang dulu lembut kini tegas. Dia siap melawan suaminya yang menindasnya, dan mengambil kembali kendali kehidupan yang layak untuk sang istri yang lemah.
"Aku sudah siap bermain!” katanya dengan senyum dingin.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elzaluza2549, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ulang Tahun IREN
“Atas nama mbak Aleca”Ujar seorang ojek online laki-laki.
Aleca mengiyakan dan mengambil bungkusan itu.“Iya benar ini pesanan saya pak, saya bayar tunai saja yah”Kata ALeca sembari merogoh kantong blouse nya.
“Baik mbak boleh.Totalnya jadi 150 ribu yah”
“Ini uangnya”Aleca menyodorkan uang senilai 200 ribu
“Bentar yah mbak..”
“Kembaliannya ambil saja!”
"Wah makasih banyak ya mbak Aleca! Mungkin ini rejeki buat saya hari ini. Semoga harimu menyenangkan ya mbak!"
Aleca pun tersenyum kembali sambil mengangkat bungkusan yang sudah diterimanya. "Sama-sama pak, hati-hati di jalan ya!"
Setelah ojek driver itu pergi, Aleca berbalik arah menuju arah apartemennya. Tangan kanannya masih erat menyandang bungkusan berwarna kemerahan itu isi nya adalah kue ulang tahun yang dia pesan khusus untuk Iren.
Saat di dalam apartemen nya, ALeca menelpon Catrin untuk memberikan kejutan untuk Iren.Tangan Aleca masih erat menyimpan bungkusan kue saat jari jemari nya menyentuh layar ponsel untuk menghubungi Catrin. Beberapa detik kemudian, telepon pun terhubung.
"Halo mbak! mbak jadi kan ke sini?"Tanya Catrin di ujung telepon.
"Iya jadi kok sebentar lagi,nanti kamu tinggal kasih saja alamat cafe nya nanti mbak ke sana"
“Baik mbak aku akan kirim sekarang juga"
Flashback .
Ketika Aleca akan bersiap-siap untuk mandi tiba-tiba ia mendengar ponselnya kembali berdering. Bahkan Aleca mengira itu telepon dari Luiz atau pun dari Mario namun dugaannya salah ternyata telepon itu dari Catrin. Aleca melebarkan senyumnya ketika mengetahui siapa yang menelepon nya.
“Hallo...
“Mbak Aleca..mbak aleca apa kabar..?"
“Hmm kabar saya baik, kabar kamu sama Iren gimana?"
“Alhamdulilah kita baik mbak."
“Catrin, kamu sendirian saja nih.Iren nya mana..?"
“Itu dia mbak, aku mau minta bantuan mbak.."
“Ooh bantuan apa..?"Tanya Aleca.
Flashback End
Bertepatan pada saat Aleca hendak keluar dari apartemen nya. lagi-lagi Aleca di buat terkejut dengan kedatangan Luiz secara tiba-tiba.
"Astaga kamu mengagetkan aku saja!"
"Kak saya sudah janji akan membawa kamu kembali kerumah malam ini"Ucapnya sambil memperhatikan sebuah bungkusan yang ada di tangan Aleca.
“Aku tidak bisa kembali ke rumah mu sekarang.aku ada urusan mendadak!"Desak Aleca.
“Urusan apa..?"
...****************...
“Kamu memangnya banyak uang yah Cat, sehingga kamu berani ajak aku makan di tempat seperti ini.."Kata Iren sambil mengintai sekeliling Cafe.Tak lama seorang pegawai cafe mengantar kan dua minuman di atas meja mereka berdua.
Catrin hanya bisa menggeleng-geleng kepala sambil tersenyum licik. "kamu tuh selalu mikir tentang uang aja. Coba deh nikmatin dulu minumannya, kan kamu juga suka es teh kan?"
Iren menghela nafas lembut lalu mengambil gelas es tehnya. "Iya sih, tapi tempat ini kan terkenal mahal lo Cat."
"Sudah Hari ini aku yang traktir kok! Lagian, ada alasan khusus kok aku ajak kamu kesini," ucap Catrin dengan nada misterius, sambil seringai menyilang wajahnya.
Tiba-tiba lampu di dalam cafe sedikit redup, dan musik ulang tahun mulai terdengar dari sudut ruangan. Iren terkejut dan melihat ke sekeliling – barulah dia menyadari ada beberapa seorang yang tak asing baginya.Aleca yang sedang membawa bungkusan kue besar dan Luiz yang menyusul di belakangnya.
"HAPPY BIRTHDAY TO YOU, HAPPY BIRTHDAY TO YOU..." mereka menyanyi bersama dengan suara meriah.
Mata Iren mulai berkaca-kaca, tangannya secara refleks menutupi bibirnya yang terkejut terbuka lebar. "Mbak Aleca....tuan Luiz..."Lirihnya pelan.
tiup lilinny..tiup lilinnya... sekarang juga....
"Yuk Ren, tiup lilinnya sekarang juga!" seru ALeca.
Semua orang langsung terdiam dan menyanyikan bait terakhir lagu ulang tahun. Cahaya lilin yang berkelip-kelip menerangi wajah Iren. Dia mengambil napas dalam-dalam, menutup mata sebentar seolah-olah membuat sebuah permintaan, kemudian meniup lilinnya dengan lembut hingga semua padam.
semua orang bersorak termasuk Catrin, Aleca, bahkan Luiz juga..
"Selamat! Semoga semua harapanmu terkabul ya Ren!" ucap Aleca dengan penuh harapan.
Iren menatap ALeca dengan mata yang masih berkaca-kaca . "Terima kasih banyak yah mbak...”Iren memeluk Aleca.
Aleca segera memeluk balik Iren erat-erat, tangan nya lembut mengusap punggung teman kesayangannya. "Sama-sama Iren.."
“Aku tidak di peluk juga nih.."Sambung Catrin.
Iren hanya tertawan singkat lalu memeluk teman setianya itu.“Makasih Catrin,"
“Sebanarnya mbak juga tidak tahu jika hari ini kamu ulang tahun ,makanya tadi Sore Catrin telepon mbak. dia bilang kamu ulang tahun hari ini makanya mbak langsung ada ide buat kasih kejutan untuk kamu di cafe ini"Jawab Aleca.
“Tapi kan mbak kita kan tidak adà acara mematikan lampu cafe..?"
Aleca melihat Luiz yang ada di samping nya.“Mematikan lampu cafe adalah Ide tuan kalian.."
Catrin dan Iren saling tatap menatap sebenarnya mereka juga terkejut kenapa tuan Luiz mau ikut merayakan ulang tahun asisten rumah tangga nya sendiri.