NovelToon NovelToon
Baru Kenal, Sudah Halal

Baru Kenal, Sudah Halal

Status: sedang berlangsung
Genre:Pernikahan Kilat / Cinta setelah menikah / Nikah Kontrak
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Azrinamanda

ON GOING | UPDATE SETIAP HARI

Hari dimana seharusnya Ayra Rayana bertemu klien pertamanya justru membuat dia terjatuh ke dalam kehidupan klien pertamanya itu. Regana Satya terpaksa menarik Ayra dalam kehidupannya tanpa rencana dan terjadi secara tiba-tiba.

"Bagaimana Pak Rega? Proposal ini apakah sudah sesuai?"

"Sepertinya kamu harus mengganti semuanya" Ucap Rega

"ganti jadi proposal pernikahan sepertinya cocok" Lanjut Rega

"cancel aja pak makasih!!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Azrinamanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sementara

Beberapa minggu berlalu kini usia kehamilannya sudah memasuki akhir trimester pertama namun ayra baru bisa merasakan mual yang hebat bahkan tidak ingin mendekati suaminya.

Hoek... Hoek....

Rega dengan setia memijat tengkuk ayra

"mas pergi!! bau kamu yang buat aku mual!" ucap ayra dengan lemas

"sayang ini sudah mas ganti parfum kesekian kalinya!" ucap rega frustasi

ayra berlalu pergi menuju nakas miliknya dan memberikan minyak telon kepada rega.

"mau dibantu olesin?" tanya rega

"siapa bilang?!! itu untuk kamu pakai biar aku ga mual mas! ganti bajunya trus pakai itu" perintah ayra

Rega membelalak kaget mendengar perintah ayra.

"sayang... mas mau kerja masa wangi minyak telon?" tanya rega frustasi

raut wajah ayra sedih. Ia lebih sensitif dari biasanya. Rega yang melihat itu lalu menghampiri ayra yang sedang duduk di pinggir kasur.

Rega berjongkok dan meraih tangan ayra. Ia belum membuka suara namun ayra sudah berjalan ke arah kamar mandi.

"mas!! aku udah bilang jangan dekat-dekat!! parfum kamu bikin aku mual!!!" omel ayra yang kini sudah mulai lemas

tanpa pikir panjang, Rega membuka bajunya dan mengganti dengan setelan kemeja baru lalu tak lupa membalurkan minyak telon agar bisa mendekati istrinya.

Rega menuntun ayra kembali ke kasurnya.

"udah jam 9 mas, ga berangkat?" tanya ayra dengan lirih

"gimana bisa mas berangkat dengan keadaan kamu yang begini?" ujarnya khawatir

"ada mbok sumi mas! berangkat aja. dari tadi gio misscall itu kasian dia kelimpungan" ucap ayra dengan nada lemasnya

rega hanya mengangguk lalu mencium kening istrinya.

"yaudah mas berangkat dulu ya. kalo ada apa-apa langsung hubungi mas!" ucap rega lalu pergi

***

sampai di kantor, terlihat gio sudah menunggu rega di lobby. saat rega berjalan mendekati gio tiba-tiba saja gio berjalan mengelilinginya.

Rega yang heran hanya diam saja dan membuang nafas jengahnya

"bayi siapa yang lo culik ga?" tanya gio heran

"istri gua mabok! dari subuh muntah-muntah di tambah parfum gua katanya gak enak. Jadi dia nyuruh gua ganti pake minyak telon" jelas rega menghela nafasnya

"bukannya baru ganti parfum ga? bini lo sensitif banget!"

"eh tunggu jangan bilang dia ha-" tebak gio

rega menganggukan kepalanya seraya setuju dengan tebakan gio

"diem aja dulu! keluarga kita lagi sibuk ngurusin nikahan niko. Kalo ada yang tau berarti dari lo ya sumbernya!" ucap rega lalu berjalan meninggalkan gio menuju lift

ia membayangkan 7 bulan kedepan akan menghadapi keanehan istrinya saat hamil namun ia juga senang karna akan menjadi seorang ayah

rega berjalan ke ruangannya lalu duduk di balik meja kerjanya. dan memulai pekerjaannya.

Jam menunjukan pukul 11 siang. Rega masih sibuk dengan berkasnya.

knock... knock...

"masuk" ucap rega

sekertaris rega masuk dengan membawa beberapa berkas. Tanpa memandang wanita itu, rega hanya membolak balikan berkas itu dan membacanya.

"aku ga menarik ya ga? sampe ga ngeliat yang bawa dokumen itu aku?" tanya wanita itu

rega mendengar suara itu dan ia tau betul itu bukan suara sekertarisnya. Ia menoleh ke arah wanita itu dan benar dia adalah Audry yg sempat di jodohkan oleh mama nya

Audry mengenakan kemeja putih berbahan silk dan rok span berwarna cream yang menurutnya sangat  mini.

Ia berjalan mendekati rega ke belakang meja kerjanya. dia duduk di atas meja kerjanya. Rega langsung mengalihkan pandangannya ke arah berkasnya dan mulai membaca kembali tanpa memedulikan audry yg tengah menggodanya.

"kalo kamu mau menjual tubuhmu. Silahkan ke bar" ucap rega dingin

namun audry tidak menggubris omongan rega walaupun dia cukup kesal mendengar ucapannya.

Kaki audry di naikan ke atas pegangan kursi kerja milik rega. satunya lagi tetap di biarkan menggantung.

Audry mulai menggerayangi kakinya sendiri dan membuka CD nya di hadapan rega.

pandangan rega teralihkan. Ia mulai melihat audry dengan tatapan dinginnya.

"aku gak menjual tubuhku. Aku berikan untukmu cuma-cuma!" ucap audry menggoda

Rega yang sudah mulai muak lalu beranjak dari duduknya berdiri di hadapan audry. satu tangan rega membelai tengkuk audry namun tanpa audry sadari rega saat ini sedang ingin mecek*knya.

***

Ayra berinisiatif memberikan bekal untuk Rega sekalian ke kantornya hanya sekedar mengecek keadaan kantornya karna sejak ayra dinyatakan hamil. Rega sangat protektif tidak memperbolehkan ayra lelah bekerja.

sampai di kantor Rega. Ia menaiki lift lantai di mana ruangan rega berada.

"siang bu ayra" salam sekertaris rega ramah pada ayra

"mas rega ada?" tanya ayra

Sekertaris itu terdiam kikuk. saat akan menjawab gio datang menghampiri ayra

"ra sama siapa?" tanya gio

"sendiri. Mau kasih bekal utk mas rega" jawab ayra

"yaudah ayo gha anter" ucap gio mengantarkan ayra ke ruangan rega

baru saja ingin membuka pintu. Ayra di kejutkan dengan suara perempuan

"aku gak menjual tubuhku. Aku berikan untukmu cuma-cuma!"

Deg...

gio menatap ayra lalu ia menjatuhkan kotak bekal rega. dan ayra mundur 2 langkah. tangannya gemetar matanya mulai memanas dan tibalah air mata itu turun membasahi pipi ayra

Gio yang mulai muak lalu membuka pintu ruangan rega dengan cara menendangnya

betapa sakitnya hati ayra melihat rega membelai tengkuk seorang perempuan.

Ayra yang melihat itu langsung berlari ke arah lift dan menangis sejadi-jadinya.

sampai di lobby. Ayra merasakan perutnya keram sangat sakit hingga ia terjatuh tidak sadarkan diri.

***

Gio hanya melihat ayra berlari ke arah lift lalu ia masuk ke ruangan rega. melihat rega yang sudah mencekik wanita itu.

"GA!!! SADAR GA!!! LEPAS! DIA UDAH KEHABISAN NAFAS!!" teriak gio sambil melepaskan cengkraman tangan rega dari leher perempuan itu

Uhuukkk.... Uhuukkk...

Audry memegang lehernya dan terbatuk saat rega melepaskan cengkramannya.

"Pak!!! Ibu ayra sedang di bawa ke rumah sakit. Tadi pingsan di lobby!!" ucap sekertaris rega

"sampai terjadi apa-apa sama istri saya dan anak saya!! nyawa kamu jadi taruhannya!!" bentak rega pada audry lalu meninggalkan ruangannya

"GILA LO YA!!" Bentak gio sambil menunjuk-nunjuk audry lalu meninggalkan audry yg masih terbatuk

gio menutup pintu ruangan rega dengan cara di banting lalu pergi menyusul rega.

***

Di rumah sakit.

Ayra terbaring lemah. Hanya ada resa yg setia menemani ayra.

Resa tau kabar itu karna gio memberitahunya jika ayra akan di bawa ke rumah sakit milik keluarga resa dan kebetulan juga resa sedang di sana.

Mama diva dan Ayah Rino baru sampai di rumah sakit

Ayra mulai mengerjapkan matanya lalu melihat sekelilingnya.

"sayang apa yang di rasa nak?" tanya mama diva khawatir

"anak aku gak kenapa-kenapa kan ma?" tanya ayra dengan lirih

"maafkan mama nak hiks..." lirih mama diva

"ma kenapa nangis? anak aku gapapa kan ma?" tanya ayra yg mulai panik

"nak dengarkan ayah ya. Saat kamu tau faktanya kamu harus ikhlas ya nak. Allah lebih sayang anak mu" ucap ayah rino

mata ayra mulai memanas. Air mata itu luruh membasahi pipi ayra. Kesekian kalinya sakit hati itu datang lagi dan kini lebih perih.

"kenapa harus anak aku yang di ambil hikss..." lirih ayra

ayra keguguran. itu membuatnya hancur. Dunia seakan runtuh bahkan yang lebih parahnya lagi, suaminya lah penyebab ayra kehilangan anaknya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!