NovelToon NovelToon
Baru Kenal, Sudah Halal

Baru Kenal, Sudah Halal

Status: sedang berlangsung
Genre:Pernikahan Kilat / Cinta setelah menikah / Nikah Kontrak
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: Azrinamanda

ON GOING | UPDATE SETIAP HARI

Hari dimana seharusnya Ayra Rayana bertemu klien pertamanya justru membuat dia terjatuh ke dalam kehidupan klien pertamanya itu. Regana Satya terpaksa menarik Ayra dalam kehidupannya tanpa rencana dan terjadi secara tiba-tiba.

"Bagaimana Pak Rega? Proposal ini apakah sudah sesuai?"

"Sepertinya kamu harus mengganti semuanya" Ucap Rega

"ganti jadi proposal pernikahan sepertinya cocok" Lanjut Rega

"cancel aja pak makasih!!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Azrinamanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sebuah Fakta

Dua minggu bukan waktu yang lama, tapi bagi seseorang yang kehilangan arah hidup, dua minggu terasa berat untuk di jalani.

Angin musim semi menggerakan ranting ekaliptus, menimbulkan suara gesekan pelan yang terasa seperti bisikan. namun bagi rega, semua suara itu kosong dan hampa.

Chat terakhirnya pada ayra masih terkirim dengan tanda centang satu. nomor itu sudah tidak aktif namun rega tetap menulis pesan untuk ayra.

Rega memandangi langit sore yang berwarna keemasan pucat. cahaya matahari memantul lembut di permukaan sungai swan yang tenang.

"aya dimana kamu? maaf mas terlambat menyadari kalo mas salah. kamu salah paham aya" ucapnya

rasa bersalahnya semakin besar ketika ia mengingat kejadian yang membuat ayra sakit hati dan keguguran di saat itu juga.

"mas bahkan belum sempat mengucapkan selamat datang ke dunia. untuknya" ucapnya berlarut dalam kesedihan.

Ia menangis saat itu. Tangis seseorang yang menyesal dan sadar telah gagal menjaga titipan tuhan.

***

Diessenhofen, Swiss

Kabut tipis menggantung rendah di atas sungai Rhine. Angin awal musim dingin menyentuh pipi ayra saat ia berdiri di atas jembatan kayu bersejarah di pedesaan kecil Diessenhofen yang menghubungkan Swiss dan Jerman.

"masih ingin pulang suatu hari nanti?" tanya bang arven

aya terdiam lalu menoleh ke arah abangnya itu.

"pasti pulang tapi belum tau kapan" ucap ayra sambil menghela nafas panjangnya

"kalo kamu mau pindah kesini gapapa." ucap bang arven

"perusahaan aya bagaimana?" tanya ayra

"kamu tatap bekerja tapi jarak jauh kalo kamu mau" jawab arven

arven melihat ayra penuh harap. Ia ingin ayra tetap disini walaupun itu terasa egois namun ia tidak ingin melihat ayra merasa sakit hati kembali.

"kehidupan aya masih tertinggal disana bang. Tapi sekarang aya masih belum siap untuk kembali kesana." jelas ayra lalu kembali menatap aliran sungai yang tenang dan tidak berisik

"Kalo suatu saat nanti dia menyusul kamu kesini. apa yang mau kamu lakukan?" tanya arven. kali ini tatapannya dalam seperti seorang kaka yang begitu sayang kepada adiknya

"aku butuh suami yang bukan cuma datang. tapi berubah" ucap ayra dengan senyuman tipisnya

suara deringan ponsel arven berbunyi.

"sebentar ya" ucap arven ke ayra. lalu ia menganggukan kepalanya

"iya runa. sebentar lagi abang pulang" ucap arven pada seseorang di sebrang sana lalu menutupnya

"aruna ya?" tanya aya

"iya. abang harus kembali ke Singen. nanti abang bawa aruna untuk temani kamu. elio pulang kapan?" tanya arven

"mungkin beberapa hari lagi. Dia udah 2 minggu disini" jawab ayra

arven mengangguk lalu pamit meninggalkan ayra sendirian di atas jembatan.

suara deringan ponsel ayra. menampilkan nama yura

"bagaimana keadaan disana?" tanya ayra

"sejauh ini aman tapi-"

"tapi kenapa?"

"beberapa orang suruhan pak rega ada di bawah, sudah hampir 2 minggu mereka bergantian berjaga"

ayra mengernyitkan dahinya 

"tolong di sterilkan saja ya. perintah dari aku. Aku takut mengganggu yang lainnya" 

"oke ra. setelah ini aku sterilkan"

"makasih yura kamu udah mau bantu aku dan ambil alih perusahaan sementara waktu"

"kewajiban aku ra. kamu gak usah khawatir, aku cuma mau tau kamu baik disana. selebihnya jangan fikirkan apapun" ucap yura meyakinkan

ayra tersenyum tenang 

***

gemercik hujan mengguyur ibu kota. yura sudah berada di lobby memberi tau keamanan disana untuk mensterilkan area perusahaan.

"pak tolong sterilkan area perusahaan. perketat penjagaan. jangan sampai ada orang yang bisa sembarangan masuk!" ucap yura tegas

"bu yura, ada yang mau menemui anda" ucap seorang karyawan disana yang datang menghampiri yura

yura menoleh ke arah sofa yang ada di lobby. terlihat Gio tengah menunggunya dengan pakaian formalnya. yura menghampiri gio dengan wajah tegasnya.

"bawa orangmu keluar dari sini! bu ayra tidak mau itu mengganggu ketenangan karyawan disini!" suara yura terdengar dingin dan angkuh

"sebelum itu, kasih tau dimana ayra berada?!" dengan lantangnya gio bertanya 

"gio sudah lah! biarkan ayra tenang! bilang pada atasan kamu untuk berhenti mencarinya!" 

gio hanya menghela nafasnya lalu beranjak dari duduknya dan mensejajarkan posisi berdirinya dengan yura

"itu semua salah paham ra! cewe itu.... dia hampir mati karna rega menc*k*knya!" 

"maksudnya?" tanya yura bingung

"yang ayra lihat itu salah! bukan rega membalas godaan dari cewe ular itu! justru rega memegang lehernya untuk mencek*knya bukan untuk menciumnya! itu fakta yang harus lu tau!" jelas gio menggebu-gebu

yura menatap gio tidak percaya. Tidak ada suara yang keluar dari bibir yura. lidahnya kelu tidak bisa menjawab penjelasan dari gio

"karna lu udah tau faktanya. kasih tau gua, dimana ayra?" tanya gio

"kasih aku waktu untuk menjelaskan kepada ayra" jawab yura lalu pergi meninggalkan gio

gio menghubungi rega. walaupun hasilnya nihil. Setidaknya gio sudah menyampaikan fakta tentang kejadian itu

"gua udah kasih tau fakta nya ke yura. Sabar ya... sedikit lagi kalian pasti bertemu"

"makasih gio! setidaknya fakta itu sampai ke istri gua" jawab rega

***

Swiss.

Hari-hari di Diessenhofen berjalan tenang. Ayra mulai bisa bekerja jarak jauh. memantau kondisi perusahaannya yang tenang seperti dirinya saat ini.

ia berusaha tersenyum lagi walaupun masih terasa berat. 

Namun di setiap malam ketika lampu kamar dipadamkan. kenangan datang tanpa izin. ia teringat rega yang dulu protektif dan sangat memanjakannya. 

bohong jika ayra tidak merindukannya. kenyataanya dia sangat merindukan rega namun di balik itu semua, ayra masih belum bisa menerima kenyataan bahwa calon anaknya telah tiada.

Elio diam-diam memperhatikan ayra.

"lo masih sayang kan?" tanya elio memecah keheningan di antara mereka

ayra hanya tersenyum lalu melanjutkan pekerjaannya

"lo udah tau faktanya ay." 

"iya tau. yura udah cerita semuanya dan itu salah paham"

"kenapa masih terus kabur? hadapi ay! masalah gak akan kelar kalo lo cuma berdiam diri kaya gini!" 

ayra tersenyum getir tanpa menoleh ke arah elio

"besok gua udah harus balik! dan suami lo pasti bakal cari lo lewat gua" lanjut elio

ayra baru menoleh ke arah elio. 

"biarin aja! gua masih belum berani ngadepin dia!" ucap ayra

"iya gimana lo aja deh! itu keputusan lo. gua hargai itu" 

keesokan harinya. ayra mengantar elio ke bandara zurich dengan menaiki kereta. Bang arven sudah memaksanya untuk memakai mobil yang sudah di sediakan olehnya namun ayra menolak karna ingin menikmati perjalanannya seorang diri

"minta jemput bang arven aja. nanti lu nyasar kaya anak ilang repot" 

"gak usah lebay el! udah sana berangkat" ucap ayra sedikit mendorong elio

"tetep kabarin ya kalo udah sampe!" ucap elio sedikit khawatir

"iya el"

lalu elio pergi melambaikan tangan ke ayra. dan ayra membalas lambaiannya.

ayra menaiki kereta bandara sambil menikmati pemandangan yang menenangkan. tiba-tiba saja ada yang duduk di sampingnya

"gak nyangka di pertemukan disini" ucap seorang pria kepada ayra

deg...

ayra tidak langsung menoleh. ia terdiam tidak menjawab ucapan pria itu. lidahnya kelu dan tubuhnya menegang.

suara itu... yang tidak ingin ayra dengarkan lagi namun ia malah bertemu dengannya dalam keadaan yang harusnya membuatnya tenang jadi terganggu karna kehadirannya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!