NovelToon NovelToon
Kenapa Harus Aku

Kenapa Harus Aku

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Konflik etika / Balas Dendam
Popularitas:22.8k
Nilai: 5
Nama Author: Vanillastrawberry

Meski tidak di awali dengan baik, bahkan sangat jauh dari pernikahan impian nya. sejak kalimat akad di lantunkan, saat itu ia bersumpah untuk mencintai suami nya, bahkan dalam keadaan terburuk sekalipun.
Tanpa Arina tau kalau detik itu juga ia dengan sadar membakar hidup nya, dunia nya bahkan cinta nya dengan perihnya api neraka pernikahan .

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vanillastrawberry, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

rasa yang terasa hampa

Alvian mengangkat wajah nya begitu mendengar pintu terbuka dari kamar Arina, ia terpaku menatap penampilan Arina malam ini, tubuh ramping nya di balut dress warna baby pink dengan Aksen mutiara di sepanjang lehernya nya,

Bahu nya yang terbuka seakan mempertegas betapa lembut dan beningnya kulit wanita itu, rambutnya yang di sanggul tinggi nan rapi membuat leher putih nya yang begitu menggoda terekspos, Alvian merutuki belahan gaunnya yang mencapai setengah dari paha mulus itu, sial! Gaun macam apa yang Bima pilihkan ini, kenapa terbuka sekali.

Ada rasa tidak rela yang menghinggapi hatinya, bagaimanapun Arina adalah istri sah nya, ia tidak mau kecipratan dosa wanita itu karena membiarkan nya hampir telanjang di depan banyak pria.

" kenapa? Apa aku terlihat aneh?" Arina bukan wanita bodoh yang tidak mengerti tatapan seperti apa yang di tujukan Alvian padanya, tapi kalau ia menembak dengan tepat pasti pria itu akan mangkir. Dan berujung mempermalukan dirinya sendiri.

" kamu terlihat seperti j*lang! Apa kau tidak punya gaun lain?"

Arina mendengus, apa Alvian bilang? Dia terlihat seperti j*lang? Sedang gaun ini Alvian yang memberikan nya.

" cih! Kamu sendiri yang memberikan nya pada ku, kamu sengaja ingin menjadikan ku terlihat seperti j*lang di sana?"

Alvian menyorot tidak suka, " Bima sialan!" gumam nya yang masih tertangkap oleh indra pendengaran Arina.

" kalau begitu aku ganti baju aja deh, gaun dari Riska juga tidak terlalu buruk." Arina memegang engsel pintu kamar nya, namun langkah nya terhenti begitu Alvian menarik tangan nya.

" sudah tidak ada waktu, seharusnya kamu bisa menilai ketika baru memakai nya tadi!" Alvian menarik nya menuju mobil.

Arina kembali mendengus, jadi ini salah ku? Untuk apa dia membelikan ku gaun kalau pada akhirnya tidak setuju aku memakainya.

" jangan mengumpat ku! Mengumpat suami itu dosa!" Arina melirik sinis kearah Alvian yang mulai menjalankan mobil nya, bagaimana dia bisa sepercaya diri itu. Ia tidak ingin membalas ucapan Alvian, karena mood nya sudah terlanjur memburuk setelah Alvian mengatai nya j*lang tadi.

Di sepanjang jalan hanya ada keheningan di antara mereka, beberapa kali Arina menarik gaunnya, gaun belah depan namun sedikit minggir itu memang membatasi gerak nya, lengah sedikit pahanya terbuka karena belahan gaun itu terjatuh ke samping.

" seharusnya nggak usah kamu pakai kalau tidak nyaman. Itu akan membatasi gerak mu nanti." beberapa kali Alvian menyorot pergerakan Arina yang mempertahankan gaunnya agar tidak tersingkap, wajah wanita itu juga sedikit tertekan.

" tapi gaun ini tidak lebih baik dari pilihan Riska, lagian ini dari kamu, aku tidak mau ada drama kamu ngambek karena aku tidak menghargai pemberian mu!"

Puas rasanya bisa membuat pria itu kesal karena kata-katanya barusan, Alvian menatap tajam pada nya melalui kaca spion, Arina tau Alvian tidak suka kata-katanya tadi.

Namun, begitu sampai di basement, Arina melihat Devan dengan setelan jas rapi tengah menggandeng wanita dengan make up yang cukup berani. " ck ngapain dia di sini!" gumamnya tak luput dari pendengaran Alvian.

Alvian mengikuti arah pandang Arina, ia mengangkat sebelah alisnya melihat salah satu dewan direksi perusahaan nya tengah menggandeng seorang pria, ia tau pria itulah yang menjadi pusat atensi Arina.

" kamu mengenal nya?"

" iya, dia mantan pacarku yang terbrengsek dan sangat tidak tau diri."

Terjawab sudah rasa penasaran Alvian, " pintar juga dia, meninggal mu yang hanya seorang kepala departemen demi dewan direksi di perusahaan ku."

Arina menatap tajam ke arah Alvian, jadi wanita itu dewan direksi di perusahaan Alvian, pantas saja Devan memilih nya, ternyata dia lebih segala-galanya dari dirinya.

Melihat raut sedih Arina membuat Alvian merasa bersalah."hei! Aku hanya bercanda, udah nggak usah di pikirin, kalau dia pergi Artinya dia bukan yang terbaik untuk mu."

" aku nggak sedih ya, tapi sakit hati, bagiku perselingkuhan adalah penghinaan terbesar dalam hidup ku, aku tidak pernah memaklumi nya"

Entah kenapa Alvian merasa tidak nyaman dengan kata-kata Arina, Selama ini hubungan nya dengan Riska apakah bisa di kategorikan selingkuh?

Begitu Alvian turun dari mobil, dengan keanggunan serta rasa percaya diri, Arina lekas turun dari mobil, seketika hawa hangat menyapu kulit nya yang terbuka, setelah ia hampir mati kedinginan karena Alvian membuka AC mobil dengan maksimal, sialan memang!

Sebisa mungkin Alvian mengabaikan Arina yang terlihat begitu menggoda, sial! Begini banget nasib nya, Arina halal untuknya tapi ia tidak bisa menyentuh nya.

" Sayang !" Arina memutar bola matanya malas kala melihat Riska bergelayut manja pada lengan Alvian, Wanita itu menyisir pandangannya ke arah sebrang mobil, dimana Arina berdiri dan tertutup sebagian body mobil dari posisi Riska.

Wanita itu tampak mengerutkan keningnya saat menyadari gaun yang di pakai Arina bukan gaun yang dipilih kan nya, dirinya mulai gelisah tak nyaman, pikiran nya menerka-nerka sesuatu.

Hal itu tak luput dari penglihatan Arina, ia tersenyum miring begitu sebuah ide muncul, dengan langkah penuh percaya dari namun tetap mempertahankan keanggunan nya, Arina melangkah mendekati Alvian.

Dengan begitu Riska bisa melihat penampilan nya secara keseluruhan, dan tepat seperti dugaan nya, rahang bawah wanita itu nyaris terjatuh, sorot matanya penuh kedengkian.

" kamu, kamu kok nggak pakai gaun yang aku pilihkan!" musnah sudah nada anggun dan manjanya yang terkesan di buat-buat tadi, hal yang di tunggu nya selama ini, yaitu mempermalukan Arina di pesta perusahaan terancam gagal, yang ada wanita itu akan menjadi pusat perhatian karena penampilannya yang menawan.

" sebentar lagi acara di mulai, kita tidak bisa lama-lama di sini!" Alvian mencoba menengahi, ia melepaskan tangan Riska yang melingkar pada lengannya, meskipun di hadiahi tatapan tidak terima oleh Riska.

" aku mau ngomong!" Riska menahan tangan Alvian, kenapa Arina memakai baju yang lain? Seharusnya tidak seperti ini, ini di luar rencana mereka berdua.

" Riska!" Alvian menekan ucapannya mencoba memberi pemahaman pada wanita itu, tapi tatapan menantang Riska membuat nya menghela napas panjang.

" oke! Lima menit!" setelah itu Alvian benar-benar di tarik oleh Alvian sedikit menjauh dari posisi Arina, wanita itu mempertanyakan dengan apa yang di lihatnya.

" aku akan menjelaskan nya, tapi nanti! Aku pemilik acara, kamu tidak bermaksud membuat ku terlihat tidak proporsional kan, sayang?" kalau Alvian sudah menekan kata sayang, itu tidak seindah makna nya, jelas pria itu mencoba menahan diri karena tingkahnya malam ini.

Riska menghela napas panjang, dengan bibir yang mengerucut ia membebaskan lengan Alvian dari belenggu tangannya. " kamu membuat ku tidak tenang! Lihat penampilan nya, itu lebih terlihat seperti tuan putri daripada upik abu" tanpa sadar Riska sedikit berteriak, ingin sekali ia menarik sanggul Arina dan mengacak-acak penampilan wanita itu, suara nya bergetar menahan tangis.

Sebenarnya ada apa ini? ia takut, ia beneran takut kalau perasaan Alvian sudah berubah padanya.

" hei kamu tenang, kamu tenang oke! aku merubah rencana nya, dan apa yang kamu lihat sekarang adalah bagian dari rencana ku, kamu percaya pada ku kan? Aku mencintaimu!" kata cinta yang di umbar nya barusan terasa hampa, tapi Alvian tidak bisa membiarkan Riska berpikir yang tidak-tidak, apalagi suaranya bergetar seperti sedang menahan tangis, ia tidak tega!

" beneran? Kamu tidak sedang tertarik dengan wanita sial itu kan?" Riska menyeka sudut matanya yang berair dengan hati-hati agar tidak merusak riasannya.

" iya sayang, berhenti berpikir hal yang tidak mungkin, lebih baik sekarang kita masuk kedalam, oke!"

Riska mengangguk meskipun raut wajahnya tampak masih sangat kesal.

1
se ʕ⁠´⁠•⁠ᴥ⁠•⁠`⁠ʔ an
/Shame/ "menurutku bakal sulit sih, dan walaupun mau pasti akan ada sesuatu nantinya"
se ʕ⁠´⁠•⁠ᴥ⁠•⁠`⁠ʔ an
/Frown/ "aku juga mikirnya gitu, lihat aja nanti"
🧡⃟ᴀғᷫғᷤαη∂нι³
lama" kecium juga tuh 🤭🤭🤭🤭
🧡⃟ᴀғᷫғᷤαη∂нι³
ga usah cari arina
kan udah ada riska
🧡⃟ᴀғᷫғᷤαη∂нι³
bawa aja takut dibilang mau bunuh alvian lagi
🧡⃟ᴀғᷫғᷤαη∂нι³
iih alvian maksa maksa
🧡⃟ᴀғᷫғᷤαη∂нι³
wkwkwkwk riska. panik🤣🤣🤣🤣
🧡⃟ᴀғᷫғᷤαη∂нι³
wkwkwkkw kepanasan🤭
🧡⃟ᴀғᷫғᷤαη∂нι³
nyesel ga tuh kau🤣🤣
🧡⃟ᴀғᷫғᷤαη∂нι³
lagi kena martil otaknya 🤣🤣🤣🤣🤣
🧡⃟ᴀғᷫғᷤαη∂нι³
ngakak fabio dibuat tak bisa berkata" smaa omongan adeknyaa🤣🤣🤣
🧡⃟ᴀғᷫғᷤαη∂нι³
iya semua gara" ulet bulu riska
keserakahan dia buat semua orang sengsara
🧡⃟ᴀғᷫғᷤαη∂нι³
iya pentingin tania dlu jangan ganggu arina ketemu fabio🤭🤭🤭
🧡⃟ᴀғᷫғᷤαη∂нι³
wkwkwkw kasian dicuekin🤣🤣🤣🤣🤣
🧡⃟ᴀғᷫғᷤαη∂нι³
semua bukan salahmu
itu musibah dan musibah ga ada yang tau arina
🧡⃟ᴀғᷫғᷤαη∂нι³
akhirnya ga sia" arina dketin Tania terus
dengan usahanya
🧡⃟ᴀғᷫғᷤαη∂нι³
riska senjata makan tuan🤭🤭🤭
🧡⃟ᴀғᷫғᷤαη∂нι³
wkwkkw keluar sifat asli nya
🧡⃟ᴀғᷫғᷤαη∂нι³
dia ke kantor arina cuma buat minta libur🙄
🧡⃟ᴀғᷫғᷤαη∂нι³
wkwkkw nikahin ajaa tuh nenek sihir
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!