kamu tidak melihatku, tapi aku melihatmu, dari banyaknya manusia kamu yang aku lihat, tetap lah bersinar
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kuciang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 21
elvano langsung mendorong ervan masuk kedalam, tidak lupa menutup pintu kamar mandi kembali
"mau berapa lama lagi jauhin aku, aku harus cari kamu, berapa lama lagi" tanya elvano mengelus pipi ervan
"lepas el, kita udah putus, bisa tinggalin aku" kesal ervan tapi el langsung mencium bibir ervan dengan secara paksa
Ervan langsung menggigit lidahnya, sampai mengeluarkan darah, tentu elvano kaget
"segitu ngga maunya kamu sama aku, sampai kamu melukai dirimu sendiri" tangis el pesah, tentu ervan tidak bisa melihat el menangis
"bukannya gitu, nikmatin lah hidupmu yang sekarang, kamu udah bahagia, ada istri dan anak" tangis ervan pecah
"mana ada aku bahagia, asal kamu tau, tidak pernah sedikitpun aku menyentuhnya, bahkan anak yang dia lahirkan bukan anak aku" tangis el tidak berhenti "kembali lah ervan"
Flasback ervan dan elvano
Ervan dan elvano terkenal dengan pasangan paling buchin, paling romantis, dengan manjanya ervan dan humorisnya el membuat semua iri
Mereka menjalin hubungan dari satu smp sampai di mana mereka masuk sma yang sama, el yang satu asrama dengan ervan tentu mereka banyak melalukan hal dewasa
"kamu mau makan apa" tanya el sambil mengelus puncak kepala ervan
"mmm apa ya, akhir-akhir ini aku mau es crim tauuu" manja ervan tentu el tau ervan sangat suka makanan manis, dan kalo makan panas harus di tiupin oleh el terlebih dahulu
"aku harus balik dulu ke masion, kamu ngga apa-apa disini" tanya el karna dia takut ervan tidak bisa tidur jika tidak ada dirinya
"aman sayanggg" jawab ervan
Selama tiga hari elvano pergi, tentu hari-hari ervan berat tanpanya, yang biasanya makan di suapin, atau tidur melihat senyumnya ini kaga
Brak brak brak
Sampai gedoran pintu membuat ervan kaget, namun dengan keberanian ervan membuka pintu
"ohh jadi kamu pria homo yang ajak anak saya belok kaya kamu" kesal wanita paruh baya
"tante siapa" tanya ervan takut karna dirinya bukan datang sediri melainkan bersama beberapa pria bertubuh tegap
"saya mommynya elvano, saya mau kamu jauhin anak saya, pergi sejauh-jauhnya, ini ada uang sebesar 200 juta tinggalkan anak saya, saya kaga sudi anak saya nikah sama pria homo seperti kamu"
bagai di sambar petir, ervan di pukulin sampai tidak berdaya, tidak ada yang berani menolongnya, sampai wanita tersebut pergi
Barulah ervan di bawa kerumah sakit, dokter langsung memeriksa keadaan ervan
"gimana apa ada yang sakit" tanya sang dokter
"perut saya sakit" karna ervan ingat perutnya tadi di tendang sangat keras
"saya harus menyampaikan kabar buruk, pertama selamat kamu pria istimewa, anda sedang hamil dan keadaan bayinya sangat lemah, akibat pendarahan"
Ervan hanya bisa menangis sambil memeluk perutnya yang masih rata, tentu dia bingung harus apa, sampai ervan memilih keluar dari sekolah dan membuka toko kecil yang cukup jauh
Di sana ervan melahirkan anaknya, baru lanjut lagi sekolah biasa, dan bertemu dengan zayn dan alex yang menurutnya cukup cerian.
Selesai flasback
"kembalilah ervan" memohon el sampai berlutut
"aku tidak bisa"ervan menghapus air matanya sebelum keluar
"lama bangat, tuh wc macet apa gimana" tanya alex heran
"biasa abis beol" jawab ervan santai "ohh iya luh kaga takut apa bayangin melahirkan anak tiga"
"ya ngapain di bayangin kan bisa operasi sesar"
"itu kalo keadaan luh lemah, kalo masih bisa normal mah ya normal"
"lewat mana bool gua" ujar zayn yang di balas anggukan kepala oleh ervan
"luh kaya pernah lahiran aja" tanya alex membuat ervan terdiam
'pernah dan itu tidak sesakit mendengar kabar orang yang kita sayang sudah menikah' batin ervan
"luh ngga jijik kan sama gua" tanya zayn yang sedikit penasaran
"gua awalnya kaget bukan jijik, tapi keren cok, luh menggelar sejarah pria bisa hamil"jawab alex
"gua sih kaga jijik, luh hebat dan keren" jawab ervan
Tidak terasa mereka main sampai malam, tentu alex dan ervan pulang karna sudah seharian
Ervan pulang dengan mobilnya, sampai dia di sebuah rumah sederhana, karna menurutnya dia tinggal sendiri
Ervan langsung mengetuk pintu dan terlihat wanita paruh baya yang menggendong bayi sekitar umur satu tahun jalan
"ma ma" ucap bayi mungil memanggil ervan
"iya apa sayang, maaf ya bi kelamaan ya" ujar ervan yang mengakat tubuh bayi tersebut
"kaga ko eleazarnya kaga bawel, yudah bibi pulang dulu ya" ervan hanya menganggukan kepala sebagai jawaban
Bibi itu pulang lalu tiba-tiba ada pria yang menghalang langkah nya "boleh saya bertanya"
Pas di lihat wajahnya mebuat bibi itu tersenyum "loh suaminya nak ervan, tumben baru balik, kata nak ervan biasanya balik enam bulan sekali"
"suami, maksudnya" bingung el
"bibi ngga pernah loh lihat kamu secara langsung, bibi kira nak ervan berbohong tentang dirinya yang sudah menikah"
"bi bisa ceritain yang lebih detai, soalnya istri saya hanya diam tidak bercerita" ujar el mengikutin sandiwara ini
"boleh boleh" semangat bibi langsung di bawa ke cafe terdekat "jadi waktu nak ervan kemari dia itu sedang hamil, katanya di kota banyak yang tidak menerima dia"
"sekarang bayinya umur berapa"
"ih kamu ini sama anak sendiri kaga tau, bayi umur satu tahun tiga bulan, miripp bangat sama kamu, kaya copyan kamu sendiri, ganteng lagi, ngga cengeng"
"namanya eleazar elvano simith, katanya itu mana kamu yang pilihin"
El langsung teringat dirinya pernah menyebutkan nama anaknya nanti, ternyata di pakai oleh ervan
"kamu sering-sering pulang, kasihan ervan harus sekolah dan juga mengurus bayinya, bayinya gemoy sangat pinter bangat"
"iya makasih ya bi" el langsung mengeluarkan beberapa lembar uang "ini untuk bibi"
"ehh ngga usah, saya udah sering menerima kebaikan dari nak ervan"
"ngga apa-apa terima aja, saya permisi dulu ya" el langsung pergi meninggalkan bibi itu sendirian
El sudah sampai di depan pintu, rumah yang dulu dia janji kan dia buat sendiri, suasana yang dia janjikan dia jalanin sendiri
Tok tok
" iya sebentar" pintu terbuka menampil kan pria yang tengah menggendong bayi di tangannya
"pa pa" mulut bayi itu langsung berucap melihat elvano
"maaf anda salah orang" pada saat ingin menutup, el terlebih dahulu menahan pintu agar bisa masuk kedalam "keluar"
"pa pa"tangan bayi yang merentang berharap di gendong
"aku mau menggendongnya" el mengambil bayi tersebut dari tangan ervan "anak papa, maafin papa ya"
"dia bukan anak mu" ujar ervan yang menutup pintunya
"bukan anak mukanya copy paste aku bangat, iya ngga eleazar" bayi yang di panggil hanya tersenyum