NovelToon NovelToon
Syakila: Sandiwara Cinta

Syakila: Sandiwara Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Pelakor jahat / Ibu Tiri / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Penyesalan Suami / Selingkuh
Popularitas:51.2k
Nilai: 5
Nama Author: Itha Sulfiana

Hidup Syakila hancur ketika orangtua angkatnya memaksa dia untuk mengakui anak haram yang dilahirkan oleh kakak angkatnya sebagai anaknya. Syakila juga dipaksa mengakui bahwa dia hamil di luar nikah dengan seorang pria liar karena mabuk. Detik itu juga, Syakila menjadi sasaran bully-an semua penduduk kota. Pendidikan dan pekerjaan bahkan harus hilang karena dianggap mencoreng nama baik instansi pendidikan maupun restoran tempatnya bekerja. Saat semua orang memandang jijik pada Syakila, tiba-tiba, Dewa datang sebagai penyelamat. Dia bersikeras menikahi Syakila hanya demi membalas dendam pada Nania, kakak angkat Syakila yang merupakan mantan pacarnya. Sejak menikah, Syakila tak pernah diperlakukan dengan baik. Hingga suatu hari, Syakila akhirnya menyadari jika pernikahan mereka hanya pernikahan palsu. Syakila hanya alat bagi Dewa untuk membuat Nania kembali. Ketika cinta Dewa dan Nania bersatu lagi, Syakila memutuskan untuk pergi dengan cara yang tak pernah Dewa sangka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Itha Sulfiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Apa salahnya?

Telinga Nania langsung berdenging hebat saat tamparan Jun mendarat di wajahnya. Pipinya terasa panas. Perih menjalar menutupi seluruh permukaan kulit wajahnya yang halus.

"Kau..."

Plak.

Sekali lagi, Jun menampar pipi Nania. Ekspresi wajahnya menampakkan kepuasan. Seolah-olah, dia sudah menunggu momen ini sejak lama sekali.

"Kau puas, Jun?" tanya Dewa acuh tak acuh.

Tak ada simpati sama sekali yang ia perlihatkan untuk Nania. Bahkan, kekhawatiran sekecil debu pun tidak ingin ia berikan.

"Dewa, asisten mu menamparku," adu Nania.

"Lalu, mau bagaimana? Bukannya, kamu sendiri yang memprovokasinya?"

Dewa menyeringai sinis. Tak lama, ia pun beranjak meninggalkan tempat itu bersama Jun.

Tak ia hiraukan teriakan Nania yang memintanya untuk tetap tinggal. Kali ini, Dewa akan mencari tahu kebenaran sekalipun hal itu bisa saja membuatnya jadi menyesal seumur hidup.

"Dewa, akhirnya kamu datang. Bagaimana perkembangan pencarian Andrew? Apa dia sudah ditemukan?"

Baru saja sampai, Dewa sudah dicecar pertanyaan oleh Dito.

"Syakila memang anak yang tidak tahu diri. Berani-beraninya, dia membuang cucu kesayangan ku," lanjut pria paruh baya itu mengomel.

"Kelihatannya, Tuan Dito sangat menyayangi anak haram itu," sindir Dewa.

"Ah, tidak juga," balas Dito mengelak. "Walau bagaimanapun, Andrew tidak bersalah. Dia tetap cucu kesayangan ku meskipun terlahir dari rahim anak angkatku."

Dewa mengangguk-anggukkan kepalanya. Berpura-pura paham.

"Jadi... Bagaimana? Sudah ada perkembangan tentang pencarian Andrew?" tanya Dito sekali lagi.

Dewa tidak menggubris. Tatapan matanya tampak memindai setiap sudut di rumah itu.

"Permisi!" ucap Jun saat seorang pelayan lewat disampingnya.

"Ya?" balas perempuan paruh baya itu.

"Dimana kamar Nona Syakila?" tanya Jun.

Pertanyaan Jun membuat Dito seketika jadi panik.

"Untuk apa Nak Jun menanyakan kamar Syakila?" tanya Dito dengan panik.

Jun tak menggubris pertanyaan Dito. Dia hanya fokus pada pelayan yang ditanyainya. Tampak jelas, jika pelayan tersebut sedang ketakutan. Tatapan matanya sedari tadi terus tertuju pada Dito.

"Bibi, kenapa tidak menjawab?" tegur Jun pada perempuan paruh baya itu.

"Sa-saya..."

"Tidak usah takut. Tunjukkan saja dimana kamar Syakila! Aku yang akan menjamin keselamatan dan juga pekerjaan Bibi," potong Dewa dengan cepat.

Pelayan itu menatap Dito sekali lagi. Sebenarnya, dia sudah sangat muak pada sang majikan. Perbuatannya pada Syakila begitu kejam.

Mungkin, sudah saatnya Dito harus mendapatkan karmanya. Walaupun, resiko yang harus dia tanggung mungkin adalah kehilangan pekerjaan.

"Baiklah. Saya akan tunjukkan," putus perempuan paruh baya itu. "Ikut saya!"

"Nak Dewa... Tunggu!" tahan Dito. Dia berusaha menahan langkah Dewa.

"Minggir!" titah Dewa. "Sebaiknya, Tuan Dito duduk diam di sini! Kalau berani berpindah tempat, maka jari Tuan Dito akan hilang satu."

Tubuh Dito mendadak merinding. Kata-kata Dewa bukan sekadar ancaman. Lelaki itu serius.

Terpaksa, Dito menurut saja. Dia duduk mematung di sofa dengan jantung yang hampir meledak keluar.

Sementara, Dewa sudah mengikuti langkah pelayan itu bersama Jun. Keningnya sedikit mengerut saat dia dan Jun malah dituntun ke ruang bawah tanah yang gelap dan lembap.

Baunya pun sangat tidak sedap.

"Bibi, maaf! Apa kita salah jalan? Kenapa kita malah ke tempat kotor seperti ini?" tanya Dewa sambil menghentikan langkahnya diatas tangga.

"Anda bilang, ingin melihat kamar Nona Syakila, kan?" tanya pelayan itu. "Jalannya memang lewat sini."

Perasaan Dewa jadi campur aduk. Semakin dia melangkah, semakin berat pula langkah kakinya.

Kenyataan semakin dekat. Tapi, Dewa merasa jika dia sudah tidak mampu melangkah lebih jauh.

"Kita sudah sampai. Ini kamar Nona Syakila," ucap pelayan itu sambil membuka sebuah kamar berukuran sangat kecil di ruang bawah tanah tersebut.

Didalam kamar itu, hanya ada satu kasur busa yang muat untuk satu orang saja. Disampingnya terdapat lemari susun plastik yang sudah sangat usang.

Diatasnya, terdapat satu buah lampu dengan cahaya kekuningan. Terlihat sangat tua dan memprihatinkan.

"Ini... kamar Syakila?" tanya Dewa tak percaya.

"Ya," angguk sang pelayan. "Memang disinilah Nona Syakila tinggal setelah genap setahun dia diadopsi."

"Kenapa?" tanya Dewa dengan mata memerah. "Bukankah... di rumah ini ada banyak kamar? Kenapa Syakila tidak tidur disalah satu kamar itu? Kenapa harus di sini?"

Pelayan itu menghela napas panjang. "Tuan Dito dan Nyonya Nessa adalah orang yang sangat jahat. Mereka mengadopsi Nona Syakila hanya untuk mengambil ginjal Nona Syakila saja. Dan, setelah Nona Syakila dianggap sudah tidak berguna, mereka akhirnya membuang Nona Syakila ke ruang bawah tanah ini."

"Kenapa mereka tidak mengembalikan Nona Syakila ke panti asuhan saja?" tanya Jun penasaran.

Pelayan itu tersenyum kecut. "Kalau dikembalikan, nanti pihak panti akan tahu jika mereka sudah mengambil ginjal milik Nona Syakila. Tentu saja, tindakan ilegal mereka pasti akan mendapatkan masalah jika sampai diketahui orang lain. Itu sebabnya, mereka tetap mempertahankan Nona Syakila di rumah ini."

"Apa Syakila... diperlakukan tidak baik selama ini?" tanya Dewa.

Pelayan itu mulai menangis. "Selama tinggal di sini, hampir setiap saat Nona Syakila selalu mendapatkan perlakuan yang tidak adil. Nona Nania sering membuat ulah. Tapi, selalu Nona Syakila yang harus menanggung akibat dari perbuatannya. Bahkan, Nona Nania yang hamil saja, harus Nona Syakila yang mengakui semua itu sebagai aibnya. Akibatnya, Nona Syakila harus dikeluarkan dari universitas. Padahal, Nona Syakila sudah bersusah payah untuk mendapatkan beasiswa hanya demi menyelesaikan pendidikannya."

"Ini tidak adil untuk Nona Syakila. Bahkan, sampai akhir hayatnya pun, dia harus tetap menderita. Tuan Dewa... Nona Syakila sangat mempercayai Anda. Dia yakin, dia tidak akan menderita lagi karena Anda akan melindunginya. Tapi, kenapa Anda justru ikut ikut menyakitinya? Kenapa harus memberinya harapan kalau justru ingin mendorongnya ke kematian? Sebenarnya, Nona Syakila salah apa pada Anda?"

Lidah Dewa terasa kelu. Dia tak bisa menjawab pertanyaan itu satu persatu. Ya, dia akui. Memang dia yang bodoh. Memang dia yang tidak punya otak.

Hanya karena obsesi pada kisah cinta yang tidak berakhir sempurna, diam malah menyia-nyiakan perempuan yang benar-benar mencintainya.

"Aku minta maaf!" lirih Dewa. "Syakila... aku minta maaf."

Semuanya kini terlihat jelas. Syakila tidak pernah melakukan kesalahan apapun.

"Tanganku benar-benar kotor, Jun. Aku yang sudah membunuh Syakila. Aku pelakunya."

Dewa menangis terisak. Tubuhnya perlahan merosot ke bawah. Dia tak sanggup membayangkan, bagaimana seorang gadis bisa tumbuh dan bertahan ditempat seburuk itu.

"Tuhan... Tolong berikan aku kesempatan kedua. Aku ingin menebus semua kesalahanku."

1
Ariany Sudjana
kamu kenapa masih memikirkan Shakila dewa? kan sudah ada si jalang murahan Nania itu, yang dulu selalu kamu bela? dan kamu tidak pernah percaya sama Shakila. Shakila sudah bahagia dengan laki-laki pilihannya, jangan kamu ganggu lagi, urus saja Mak Lampir kesayangan kamu itu
Ariany Sudjana
hahaha Morgan dan rona, siap-siap jadi gembel kalian, apalagi itu jalang murahan, yang rela berselingkuh dengan suami orang, supaya jadi nyonya besar? ternyata hanya jadi gembel... kamu bilang Erick lebih berpendidikan, karena kuliah di luar negeri ? tapi ga bisa apa-apa tuh, kalah kelasnya dibanding Arthur, yang kamu bilang hanya punya bengkel
Ariany Sudjana
hahaha skak mat buat kamu rona 🤣🤣🤭🤭 kamu pikir semua aset Morgan akan jadi milik kamu ?
Vie
karena waktu kebersamaan dengan istri sah tentunya tidak akan sependek dengan kebersamaan selingkuhan.... istri sah pertama akan memulai membentuk keluarga mulai dari nol sampai keberhasilan dan kesuksesan datang, sedangkan selingkuhan hanya berada pada tahap sukses dan berhasil itu sudah diraih, makanya walaupun kamu bilang sangat mencintai selingkuhan, tetap saja didalam hatimu yang paling... paling dalam tidak akan bisa berbohong, itu hanya sekedar nafsu sesaat saja... dikemudian hari hanya akan menjadi sesal...
mariammarife
kami akan berhadapan dgn Arthur,dewa bila kau mengusik syakilla alias Zara
astr.id_est
astaga demi dewa... sungguh menyedihkan
partini
uhhh otw face to face,,dewa sama viola Thor secara dewa kan dulu oon cinta buta ma Kunti
Seela New
mantulll mantull mommy Eriaaaa
astr.id_est
mantep Arthur
astr.id_est
keren mami eria
Aidil Kenzie Zie
si jalang bakal hidup melarat makan tu sayang
partini
semoga kalian pasangan begundal lendir jadi gembel
kymlove...
mampus kau!!! gembel2 lah kau valakor gila,!!!
Tini Uje
aduhhh..selamatt jdi gembel ronaria 🤣🤣
partini
Rona Rian berharap jadi ratu malah jadi gembel,,aduh mommy kenapa ga dari dulu malah nunggu 10th anda ga kasihan sama Arthur kecewa selama 10 th
partini
lah ternyata bokap mu suka fefek Thor Arthur, penyesalan dari Hongkong kalau nyesel harusnya di selidiki tuh GUNDIK mu dasar BEGE plus idiot
Ariany Sudjana
kan namanya juga pelakor Morgan, kalau sakit, pasti ngakunya waktunya ga lama lagi, padahal masih segar bugar 🤣🤣🤭🤭 kamu dibohongi Morgan
ayudya
siapa tu... yg datang.
Mundri Astuti
wahhh siapa tuh
partini
nah ini laki atau perempuan yg datang kalau laki bisa bisa saling serang perempuan emmmma apa laki laki jiwa prempuan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!