AFI seorang gadis yang berusia 21 tahun ,yang masih menduduki bangku perkuliahan yang harus menikah muda karna perjodohan dengan seorang abimana
salah seorang dokter muda ,sifat nya yang dingin ,cuek, dan muka datar nya namun tidak untuk istri nya ,ketika bersama istri nya Abi selalu bersikap lembut ,bawel, dan yang tentunya selalu menyayangi dan mencintai AFI,,,
jangan lupa mampir ke cerita ku ...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aini saputri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 28
Hari yang di tunggu , tunggu pun tiba , hari dimana Rafka melepas masa lajang nya , Afi tersenyum melihat Abang nya yang sedang berdiri di atas panggung sedang mengalami semua tamu ,
ada rasa kehilangan di dalam diri Afi , sosok yang selalu menyayangi Nya , orang yang selalu ada untuk nya ,
" kenapa ? " tanya Rifki yang tiba mengaget kan Afi ,
" ngagetin tau " kata Afi jengkel dengan Abang nya , " bang Rifki kapan ?"
Rifki yang semula memandang Rafka dan Adiba langsung memandang adik kesayangan nya " kapan apa nya "
" nikah "
" bang Rafka yang baru nikah aja kamu sedih , apa lagi nanti kalau Abang yang nikah "
" siapa yang sedih , malahan Afi bahagia tau, apa lagi bang Rafka nikah nya sama sahabat adek sendiri "
" kalau misal nya Abang nikah sama temen adek ?" Afi memincing kan mata nya " sama siapa ? " tanya Afi dengan nada mengintrogasi
" kan Abang bilang misal nya dek " jawab Rifki , Afi mencoba berfikir masa sih Abang nya suka sama Adena " tapi ya bang , kalo Abang suka nya sama Adena mendung lupain aja rasa suka Abang itu , soal nya punya nya bang Rangga " kata Afi mencoba mematah kan hati Abang nya .
" Adena pacaran sama Rangga ? " tanya Rifki
Afi mengangguk lucu , " bahkan ni ya bang , Adena suka mampus sama bang Rangga " kata Afi
" bagus juga pilihan si Adena , pengusaha kaya ya tipe nya , " kata Rifki
" bukan sama harta nya bang , tapi Adena suka sama bang Rangga itu dari tampang dan perlakuan nya , " jawab Afi mencoba memuji Rangga ,
" ya ,ya Abang percaya sih "
Obrolan adek Abang itu terputus , karna Adiba memanggil mereka untuk foto bersama , setelah acara selesai Abi mengajak istrinya pulang .
" nggak mau nginap disini aja ? " tanya bunda pada dua sejoli itu ,
" maaf Bun , kali ini nggak bisa , soal nya keluarga Abi nginep di rumah Abi , ada oppa sama Oma juga " kata Abi menjelas kan
" owh gitu , lain kali kalian harus nginep ya bunda kangen sama anak bungsu nya bunda "
" iya Bun , insyaAllah " jawab Abi , dan setelah nya menyalimi bunda dan juga ayah yang mengantar kan mereka kedepan ...
🍁🍁🍁
Di kediaman nya Abi dan Afi ,
didalam kamar Afi baru menyelesai kan solat insya nya , Afi melipat sajadah nya , wanita itu mengenakan jilpab nya , Afi masih ragu untuk berkumpul dengan keluarga Abi ,dia masih belum siap bertemu Oma Jihan
kejadian waktu dimall kemaren masih terbayang-bayang di ingatan nya ,
suara ketukan pintu , mengaget kan Afi dari lamunan nya , " sayang udah selesai solat nya , kalo udah ayo turun semua orang lagi nunggu kamu buat makan malam " kata Abi dari luar .
Afi membuka pintu kamar , tersenyum kaku pada suami nya , Abi mengerut kan keningnya , senyum istri nya itu tidak seperti biasa nya , " Afi lagi nggak selera makan mas , kalian aja ya yang makan " kata Afi mencoba menghindari makan malam dengan keluarga Abi ,
" sayang kamu lagi ada masalah ?" tanya Abi dengan nada serius nya , Afi menggeleng kan kepala nya " kenapa mas Abi nanya gitu "
" senyum kamu nggak kayak biasa nya sayang , kamu lagi banyak pikiran ?"
" nggak , Afi baik-baik aja, mas Abi nggak usah khawatir , Afi cuman lagi nggak nafsu makan aja ,,," kata Afi , mencoba meyakin kan Abi , bahwa ia sedang baik baik aja .
" yaudah kalau gitu , mas turun kebawah dulu , nanti mas bawain makanan keatas " sebelum pergi Abi mengusap rambut istri nya penuh sayang .
***
Di lantai bawah .,, di ruang makan keluarga besar Abi , sedang makan dengan khidmat nya ,
" Afi kenapa nggak ikut makan bareng Bi ? " tanya mama Adelia yang sudah menyelesai kan makan nya ,
" lagi nggak nafsu makan ma , mungkin kebanya kan makan di acara nya bang Rafka tadi " jawab Abi
" tidak sopan sekali istri mu itu Bi , oma heran ! ,, bagai mana bisa mama dan papa kamu menjodoh kan kamu dengan wanita manja seperti dia yang tidak tau sopan santun " kata Oma panjang lebar setelah mengelap mulut nya .
Abi langsung menatap Oma nya itu , Abi tersa sakit saat mendengar istri nya di jelek-jelekan Abi menghela nafas nya , menyiap kan stok kesabaran untuk Oma nya .
" dimana letak tidak sopan istri nya Abi Oma ? " tanya Abi
Oma Jihan melirik cucu nya itu , sudah pandai menjawab ternya , wanita itu benar benar membawa pengaruh buruk untuk cucu nya " istri kamu itu bahkan tidak menyambut kedatangan kami , apa itu nama nya ? Kalau memang tidak lapar bisa kan turun dan menyapa kami " ucap Oma Jihan angkuh .
" sudah lah Oma , mungkin Afi terlalu lelah hari ini " bukan Abi yang menjawab kali ini , namun Rangga yang telah jengah dengan Oma nya yang selalu mencari masalah .
" kamu..." ucapan Oma terhenti tatkala Adelia bangun dan mengaget kan semua orang karna bunyi kursi yang bergesekan dengan lantai yang terlalu keras .
" capek Adel ma , setiap mama selalu menyalah kan istri nya Abi " kata Adelia , dan setelah nya berlalu keruang tamu .
Begitu pun yang lain nya yang bangun , dan tinggal lah Oma Jihan dan opa Tama yang memandang istri nya dengan tatapan yang takbisa di arti kan...
BERSAMBUNG....