NovelToon NovelToon
Menikahi Mafia Kejam

Menikahi Mafia Kejam

Status: tamat
Genre:Mafia / Cintapertama / Tamat
Popularitas:433.9k
Nilai: 5
Nama Author: Novi Zoviza

Cerita ini lanjutan dari Terjebak cinta CEO Dingin.


Bagaimana jadinya seorang Kafka Arsalan Iskandar yang merupakan pimpinan Black Serpent yang terkenal kejam dan tidak pernah jatuh cinta dalam hidupnya begitu terobsesi pada seorang gadis yatim piatu yang bernama Mahira Salim yang di buang oleh keluarganya setelah kematian Ayahnya.

Bagaimana kelanjutan ceritanya.Yuk simak!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Novi Zoviza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pengkhianat

Arsa memakaikan pakaian Mahira dengan hati-hati agar wanita itu tidak terbangun. Ia meletakkan catatan kecil di atas nakas untuk penjaga Villa. Dan ia memasukan pakaian kotornya ke dalam keranjang, biasanya penjaga Villa akan membawanya ke laundry untuk dicuci.

Setelah selesai ia bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Setelah beberapa menit ia keluar dari kamar mandi dengan wajah yang terlihat lebih segar. Ia melirik Mahira yang masih terlelap tidur. Ia tidak enak hati membangunkan Mahira, nantinya ia akan menggendong Mahira ke helikopter.

Dan setelah selesai berpakaian, ia menggendong tubuh Mahira menuju rooftop Villa. Lima menit yang lalu pilot pribadinya mengatakan kalau dia sudah berada di rooftop. Dan saat Arsa akan menaikan Mahira ke dalam helikopter, tiba-tiba wanita itu terbangun.

"Tuan..."

"Kamu sudah bangun?. Kita pulang malam ini juga," ucap Arsa.

Mahira meminta diturunkan, ia tidak nyaman karena ada pilot yang memperhatikan mereka. Ia menanyakan tas serta ponselnya pada Arsa.

"Tuan...tas dan ponsel saya?," tanya Mahira.

"Sudah ada diatas helikopter," jawab Arsa. Tadi ia memberikannya pada sang pilot karena ia merasa sedikit kesulitan menggendong Mahira.

Mahira mengangguk kecil lalu naik ke atas helikopter ikut Arsa. Setelahnya helikopter terbang meninggalkan Villa. Mahira tidak mengerti kenapa Arsa tiba-tiba mengajaknya pulang. Ia sebenarnya masih sedikit merasa pusing karena efek dari alkohol yang ia minum. Ia menggeleng kecil teringat tadi bagaimana ia begitu agresif pada Arsa. Meski ia mabuk, kesadarannya tidak sepenuhnya hilang. Tapi entah kenapa efek minuman itu membuatnya bisa seagresif itu pada Arsa.

Setelah beberapa jam, kedua sampai di helipad yang ada di atas atap bangunan tingkat tiga markas milik Arsa. Mahira dan Arsa turun dari helikopter itu dan berlari kecil menjauhi Helikopter. Keduanya menuruni tangga menuju lantai tiga.

"Kamu istirahatlah kembali, aku sedikit ada urusan," ucap Arsa saat keduanya berada di depan pintu kamar mereka.

"Iya," angguk Mahira. Ia enggan bertanya kemana Arsa pergi dan itu juga bukan kapasitasnya.

Sementara itu, Arsa ia turun ke lantai dasar. Ia melangkah menuju garasi mobilnya, ia harus ke kediaman orangtuanya sekarang juga. Ia menyambar kunci mobil di laci meja yang ia khususnya untuk meletakkan kunci-kunci mobilnya. Ia menaiki mobil Porsche miliknya dan segera melajukan nya dengan kecepatan tinggi setelah anak buahnya membukakan pintu garasi mobil.

Setelah beberapa menit berkendara akhirnya mobil miliknya sampai di kediaman orangtuanya. Ia turun dari mobil dan masuk ke dalam rumah. Kedatangannya membuat kepala pelayan sedikit terkejut karena sangat jarang sekali Arsa pulang ke sini di jam hampir tengah malam.

Arsa langsung menuju ruang kerja Daddy nya, biasanya jam segini Daddy nya masih berada di ruang kerjanya. Dan benar saja orang ia ia cari tengah sibuk dengan ponselnya entah menghubungi siapa dan di sofa tampak Mommy nya ikut duduk menemani.

"Mom, belum tidur?," tanya Arsa langsung duduk di sebelah Mommy nya.

" Belum, sebentar lagi. Kamu kemana saja, hum?," tanya Kinar menutup buku bacaannya berikut membuka kaca mata bacanya.

"Ada sedikit urusan Mom," jawab Arsa.

"Urusan apa sampai ponsel kamu tidak bisa dihubungi?. Oh ya Resi bilang dia melihatmu menjemput Mahira, keponakannya Bibi Elsa. Itu benar?," tanya Kinar dengan lembut.

"Mahira sedikit ada urusan dan aku menawarkan bantuan mengantarkannya. Apakah itu salah Mom?," tanya Arsa.

"Salah sih tidak, tapi aneh saja Nak. Selama ini kamu cuek pada wanita manapun," jawab Kinar.

Arsa tidak lagi menjawab ucapan Mommynya. Ia memilih diam karena Zaki sudah menatapnya dengan penuh selidik.

"Ada apa Dad?," tanya Arsa.

"Besok malam ulang tahun perusahaan, apakah kamu lupa?," jawab Zaki.

Arsa menggeleng kecil." Tidak Dad, semuanya sudah disiapkan dan aku sudah menyerahkan pada Olivia sebagai penanggungjawab acara, apakah ada masalah Dad?," tanya Arsa.

"Iya. Masalah besar Arsa. Kenapa kamu bisa seceroboh ini sekarang," jawab Zaki.

Arsa mengerutkan keningnya.Ceroboh?. Rasanya ia sudah menunjuk orang yang tepat untuk membuat acara."Maksud Daddy?," tanya Arsa.

"Olivia membawa kabur uang perusahaan termasuk dana untuk ulang tahun perusahaan," jawab Zaki. Ia mendapatkan laporan ini dari Devano kemarin malam dan Devano sudah berupaya mencari keberadaan Olivia.

Arsa mengusap wajahnya dengan kasar. Ia segara berdiri dari duduknya."Aku akan pastikan wanita itu akan datang di hadapanku besok pagi, Dad," ucap Arsa dengan kedua tangan terkepal. Tidak ada pengampunan untuk seorang pengkhianat baginya.

"Daddy tunggu," jawab Zaki.

Arsa mengangguk kecil lalu menghubungi Devano, sepertinya malam ini ia bekerja keras untuk mencari keberadaan Olivia. Pengkhianat tidak akan ia biarkan hidup dengan tenang.

"Devan, kita ke kediaman orangtuanya Oliva sekarang!," ucap Arsa

"Kediamannya berada diluar kota Kak. Aku sudah menyelidikinya. Dia disini tinggal di apartemen tapi apartemen itu sudah kosong," jawab Devano.

" Kita kesana sekarang. Tawan kedua orangtuanya, sebagai jaminan," ucap Arsa. Ia tidak akan memberikan ampun bagi siapapun yang mengkhianatinya.

"Baiklah Kak, aku tunggu dibatas kota, saat ini aku berada di perbatasan setelah melakukan pengejaran," jawab Devano.

"Hem.."

Klik

***

Arsa bersama beberapa anak buahnya melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Tujuan adalah luar kota, ia akan membuat pengkhianat itu datang dengan sendirinya padanya. Meski ia harus melibatkan orang yang tidak bersalah atau mungkin salah bersalah.

Sebenarnya ia begitu lelah, belum beristirahat setelah menguras energi diatas ranjang bersama Mahira. Sekarang ia malah harus melakukan pengejaran pada Olivia.

Hanya membutuhkan waktu 50 menit saja, kini mobil Arsa sudah berada di depan sebuah rumah yang cukup besar.

"Kamu yakin ini rumahnya Devano?," tanya Arsa menyulut rokoknya setelah turun dari mobil.

"Iya Kak, sepertinya disini sedang ada pesta," jawab Devano menunjuk beberapa mobil terparkir di depan rumah ini dan dari dalam terdengar suara musik diiringi gelak tawa.

"Kepung tempat ini!," ucap Arsa pada anak buahnya.

"Baik Tuan," jawab mereka serempak.

Arsa dan Devano langsung melangkah menuju pintu dan Devano langsung mendobrak pintu masuk rumah itu menggunakan kakinya sehingga gelak taw yang tadinya terdengar tiba-tiba berhenti.

Arsa langsung masuk ke kediaman itu, tatapannya tertuju pada orang-orang yang berdiri menatap kearahnya dan Devano serta empat orang anak buahnya.

"Olivia... keluar kamu!," teriak Devano.

"Kalian siapa?. Olivia baru saja pergi," jawab salah satu dari mereka yang terlihat memang sedang merayakan sesuatu.

"Hubungi dia kembali, atau kalian tidak akan ada yang keluar dari tempat ini dengan selamat," ucap Devano menodong senjata api.

"Baik, tapi jangan lakukan apapun pada kami," jawab salah satu dari mereka lalu meminta rekannya untuk menghubungi Olivia kembali.

"Kak ada sesuatu yang tidak anda ketahui tentang Olivia," bisik Devano.

"Apa maksudmu?," tanya Arsa menatap dingin para orang-orang yang tampak ketakutan.

"Olivia adalah sepupu anda Kak, dia putri dari Kakak, Aunty Kinar bernama Ivanka," jawab Devano.

"Ivanka, siapa?," tanya Arsa.

"Mungkin kita bisa tanyakan ini pada Aunty Kinar nantinya Kak," jawab Devano.

"Itu artinya ini rumah Kakak, Mommy ku?," tanya Arsa.

"Bukan, ini rumah orang tua angkatnya. Ivanka sudah lama meninggal dunia. Dan dia juga memiliki seorang anak perempuan namun saya tidak bisa melacak keberadaannya," jawab Devano.

"Ada apa kalian memintaku kemba--

"Olivia...," ucap Devano tersenyum puas akhirnya musuhnya masuk perangkap.

...****************...

1
nobita
jangan percaya Mahira... masa tidak terjadi apapun dlm 2 hari ... modus nya Arsa
nobita
lanjutkan Arsa
nobita
yaaah gagal doongg
nobita
sebagai hiburan dengan sikapnya Queen😄
nobita
setuju 👍
nobita
tuuh kan... menyesal kan kamu Mahira.. udh mencintai orang ya salah
nobita
yaaa setuju aja Mahira kamu akan mendapatkan hakmu kembali dan menikah dengan horang kaya...
nobita
sadarlah Mahira... si Arsa menyukai mu
nobita
tuuh kan udh ketemu sama cewe yg nolong kamu... seneng kan?? 😄
nobita
aku juga mampir kak
Zaza Drabla
𝑪𝒆𝒓𝒊𝒕𝒂𝒏𝒚𝒂 𝒔𝒆𝒓𝒖, 𝒕𝒂𝒑𝒊 𝒂𝒌𝒖 𝒌𝒆𝒔𝒆𝒍 𝒃𝒂𝒏𝒈𝒆𝒕 (𝒔𝒖𝒎𝒑𝒂𝒉) 𝒔𝒂𝒎𝒂 𝒌𝒆𝒍𝒂𝒌𝒖𝒂𝒏𝒏𝒚𝒂 𝑫𝒐𝒎𝒊𝒏𝒊𝒄 𝒔𝒊4𝒍4𝒏 𝒊𝒕𝒖. 𝒀𝒂 𝒘𝒂𝒍𝒂𝒖𝒑𝒖𝒏 𝒆𝒏𝒅𝒊𝒏𝒈𝒏𝒚𝒂 𝒅𝒊𝒂 𝒎𝒂𝒔𝒖𝒌 𝒋𝒖𝒈𝒂 𝒅𝒂𝒍𝒂𝒎 𝒋𝒆𝒓𝒖𝒋𝒊 𝒃𝒆𝒔𝒊. 😒
Karsa Sanjaya
bolak balik baca tpi tetep GK mudeng apa maksudnya
Cinta Rodriques
thour gmn tuh sirese.??
wanita tangguh@
mas kawin 500kg apa 500 gr..?!
lia rahma
lanjut baca cerita lainnya
Shifa Burhan
di novel saat sang suami koma, sang istri mengancam akan pergi, bahkan ada novel yang lelaki lain mengancam akan membawa sang istri untuk membangunkan sang suami, dan kayak kalian anggap hal biasa dan benar

aku tantang kalian cari kan aku satu novel saja yang konflik nya sang istri yang koma dan sang suami mengancam sang istri untuk pergi supaya istri bya sadar, dan ketika kalian novel itu, maka apa yang dilakukan sang suami itu akan dianggap kesalahan fatal
melody17
thor katanya Mahira selalu di jagain sama bodyguard gimana si thor ..
Nia Nara
Kalau terlalu pemaksa gini agak ilfeel ya. Gak ada respectnya sama sekali sama istri
Nia Nara
Sayang scene kaburnya mahira terlalu sebentar
Tuti Nurjanah
iklaaanya kg jls banyak banget
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!