Rara Danira, seorang gadis yang berasal dari keluarga kaya raya, namun kurang perhatian dari keluarnya.
Suatu saat dia masuk ke dalam sebuah situs terlarang dan mencari seorang laki-laki dewasa untuk menjadi sugar baby.
Levis Morelli, seorang laki-laki berusia 37 tahun yang mencari sugar baby untuk melampiaskan segala hasratnya, namun tidak ingin menikah karena di tidak percaya dengan yang namanya pernikahan.
Akankah keduanya bisa menjalani kehidupan ini dengan baik? atau malah menjadi Boomerang bagi mereka sendiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tessa Amelia Wahyudi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 29. Terpuruk
Anton tidak tahu apa yang terjadi sebenarnya pada perusahaannya, karena semakin hari omset penjualannya semakin menurun. Bahkan banyak tender-tender yang gagal, dan yang lebih parahnya lagi banyak investor yang menarik diri mereka dari beberapa proyek yang ditanganinya. Hal itu membuatnya semakin terpuruk.
"Astaga, ada apa ini? kenapa tiba-tiba masalah datang bertubi-tubi? ya Tuhan, apa yang terjadi sebenarnya?" gumam Anton setelah apa yang terjadi pada perusahaannya.
Dia sendiri juga tidak tahu apa yang terjadi karena tiba-tiba saja asisten pribadi dia bakal balik dan menjelaskan apa yang terjadi di perusahaan.
"Aku yakin bahwa ini ada sangkut pautnya dengan bos orang-orang tersebut. Aku benar-benar yakin itu." ucapnya setelah mengingat apa yang terjadi pada dirinya beberapa hari yang lalu, ketika dia di cegat di jalan dan mendapatkan begitu banyak luka di seluruh wajahnya.
"Ya, aku yakin dia." gumamnya lagi.
Sementara Levis, dia hanya tersenyum saja ketika mendapatkan kabar dari orang-orang suruhannya bahwa saham milik Pratama grup semakin turun. Itu yang dia inginkan, dan Levis yakin jika saat ini laki-laki b******* bernama Anton itu sedang tidak baik-baik saja. Dia pasti sedang memikirkan bagaimana caranya bisa mengembalikan perusahaannya yang menuju Collab.
Brak!
Bisma membanting berkas pekerjaan yang sedang dia kerjakan saat ini. Sungguh, Levis bener-bener membuatnya sibuk akhir-akhir ini.
"Bangsat banget lu ya, kalau lagi butuh aja neleponin gue. Kalau gak, mana lu ingat punya teman kayak gue." gerutu Bisma setelah mengerjakan tugasnya.
Jangan lupakan bahwa dia adalah hacker yang handal. Dia bisa membobol data-data penting milik perusahaan orang lain termasuk perusahaan milik Anton Pratama.
Ya, kolapsnya Pratama grup adalah hasil dari jari jemarinya yang nakal dan handal tersebut. Dia dihubungi oleh Levis beberapa hari yang lalu, dan bahkan teman gilanya itu sudah membayar satu buah mobil sport car keluaran terbaru hanya untuk menghancurkan perusahaan tersebut.
"Yang gue heran ya, Nyet. Lu ada masalah apa sama Pratama? siapa maksud gue, Anton Pratama bukan? Ya, itu deh kayaknya." ucap Bisma yang semakin meyakinkan dirinya bahwa ada sesuatu yang terjadi di balik semua ini.
"Heh, gue tanya sama lu monyet!" kesalnya karena sejak tadi, Levis tidak menjawab apapun pertanyaan darinya.
"Coba pikirkan sekali lagi apa ada monyet seganteng gue? nggak ada, karena gue keturunan bule. Bukan pribumi Indonesia. Just information, bukan gue mau nge-judge orang-orang pribumi. Tapi, lu salah orang kalau bilangin gue itu monyet. Karena pada dasarnya nggak ada monyet yang seganteng gue." kocaknya dengan penuh kesombongan.
Lagi bola memang bener ya dia katakan ketika tidak ada monyet yang setampan dirinya. Bule yang tampan, mapan, memang pesannya seperti dirinya dikatakan monyet lalu apa kabar dengan Bisma? apakah dia gorila atau kingkong?
Entahlah, terserah dia ingin mengatakan apa dan berpikir tentang dirinya. Yang jelas saat ini Levi's hanya ingin mendengar kabar kelanjutan dari perusahaan milik Anton Pratama.
"Jadi gimana? kalau dalam waktu 2 hari lu bisa numbangin perusahaan itu, gue bakal kasih 2% dari apa yang gue miliki saat ini." ucapnya tanpa ragu.
Bisma yang mendengar hal itu benar-benar terkejut. Bagiamana Levi's mengatakan hal seperti itu dengan begitu mudahnya. 2% dari apa yang dia miliki itu sangat banyak. Hanya karena menghancurkan sebuah perusahaan saja dia bahkan akan dibayar dua persen dari apa yang dimiliki Levi's Morelli.
"Lu beneran mau ngasih gue 2%? yang bener aja Lev, 2% dari apa yang dimiliki itu bukan sedikit. Gue bantuin elu itu karena lu temen gue. Walau gue juga ngarep dikasih imbalan, tapi nggak gini juga. Sorry, gue nggak terima 2% itu. Udah cukup apa yang mau kasih ke gue. Tapi, satu hal yang bisa gue pastiin di sini bahwa dalam waktu 2 hari perusahaan itu akan benar-benar hancur. Gue akan pastiin kebocoran data-data internal Pratama grup akan membuatnya semakin jatuh. Tapi tunggu dulu, lu jelasin sama gue sebenarnya apa yang terjadi sama lu dan juga pemilik Pratama group? Apa karena-"
"My sugar baby, Rara. Dia anaknya Anton Pratama." jelasnya pada Bisma yang membuat sosok tersebut semakin terdiam.
"What the fvck men? are you seriously? come on dude, ini bukan saatnya untuk kita main-main. Gue benar-benar penasaran, kenapa lu sampai niat banget hancurin Pratama grup?"
"Karena gue benci sama Anton Pratama. Gue nggak suka acara dia ngetread anak ceweknya. Dia cuma punya satu keturunan dan itu Rara. Lu nggak akan percaya kalau gue cerita bahwa hiduplah nggak baik-baik aja. Selain terlahir dari keluarga kaya raya, dia nggak punya apapun yang bisa dia bantuin. Gadis sekecil dia harus bertarung dengan beratnya dunia. Keluarganya benar-benar rumit. Dan satu lagi, gue minta rekomendasi psikolog terbaik karena gue mau bawa Rara ke sana. Dia butuh teman buat cerita, dan gue yakin dia bisa sembuh dengan rasa traumanya." jelas Levis yang kembali mengingat tentang kesehatan mental Rara.
Bukan maksud hatinya ingin mengatakan gadis itu cacat mental atau apa. Hanya saja Dia sedang memikirkan keadaannya. Levis takut jika semakin hari rasa sakit hati yang Rara pendam selama ini akan meledak suatu saat. Dan Levi's tidak sanggup jika harus melihat gadis itu bertarung dengan rasa trauma dan ketakutannya.
"Oh my God, ini bener-bener berat. Berat banget. Gue mikirnya gini, kok bisa anak yang terlahir dari keluarga baik-baik mendapatkan kehidupan yang gak baik. Lu tahu sendiri siapa Danira Anastasia. Dia salah satu desainer terkenal di negara kita. Eh, maksudnya di negara gue." lanjut Bisma lagi.
"Inget ya Lev, di sini cuma numpang. Walau udah punya sertifikat ataupun surat-surat yang sah untuk tinggal di negara tercinta gue, yang terlalu banyak manipulatifnya, tapi tetap aja lu itu cuman bule yang datang terus menetap tinggal di sini. Jadi jangan macam-macam sama gue, and back to the previous topic. Masalahnya, emang kenapa? Mama bapaknya divorce?" tanya Bisma yang semakin penasaran dengan kehidupan kekasih Levis.
"Gak usah terlalu banyak tanya. Sekarang kan saya tugas loh, dan bilang sama Dodi, kalau hari ini gue tunggu laporannya. Dia harus setor laporan akhir bulan perusahaannya sendiri karena banyak merugi." ucap Levis pada Bisma yang bisa mendengarkan keluh kesah temannya.
"Anjirlah, badmood gue anjir. Dahlah, kalau gitu bye!" ucapnya yang langsung pergi meninggalkan Levis begitu saja di ruangan kerjanya.
***
bonus nya sering " up
dobel juga boleh 🥰
🙏🙏😭😭😭
kasian rara 😭😭😭
apa yg akan terjadi??
👍❤🌹🙏