follow igku @zariya_zaya
Baca juga Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Cinta Shena dan Leo) sekuel dari PJC 1
Shena terpaksa bersedia menjadi pacar Leo. Ia mau mengorbankan hidupnya demi menyelamatkan teman-temannya. Ia juga harus menanggung beban sebagai kekasih seorang buaya darat, bahkan ia pun harus menghadapi banyak hal yang berbahaya.
Sedangkan Leo sendiri mulai jatuh cinta pada Shena karena hanya gadis itu yang berani menjauhinya di saat semua cewek-cewek berlomba-lomba mendekatinya. Leo ingin membuat Shena juga jatuh cinta padanya meski harus dengan menggunakan cara yang ektrim dan tidak biasa.
Kisah ini bukanlah kisah cinderela ataupun kisah seperti yang ada dalam drakor bbf. Kisah ini sangat berbeda dengan kedua kisah buming tsb.
Selalu ada kejutan di setiap episodenya dan dijamin berbeda dengan kisah-kisah orang kaya dan si miskin lainnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Titin Supriatin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 29 Penculikan
Shena memutuskan untuk pergi ke rumah Laura dan bermaksud menginap sementara di sana sampai ia mendapatkan tempat kos baru. Shena juga mulai berpikir untuk mencari pekerjaan paruh waktu agar bisa membiayai sendiri kebutuhan sehari-harinya.
Selama ini, Shena hanya mengandalkan uang beasiswa dari kampusnya, tapi kini ia sudah diusir dari kosannya, sehingga Shena harus membayar sewa ulang untuk tempat kosnya yang baru. Malangnya, saat ini Shena tidak punya uang sepersenpun.
Sungguh kejam omongan ibu-ibu tadi yang mengatainya jual diri hanya untuk menjebloskan putrinya ke penjara. Untuk makan aja nggak punya, ngapain bikin anak orang sengsara? Batin Shena dengan kesal.
Shena menenangkan diri menunggu bis di halte sambil memikirkan banyak hal yang akan dia lakukan setelah ini. Baru saja Shena merasa agak bisa bernapas dengan kepergian Leo selama beberapa hari darinya. Tapi kini, dia malah ditimpa masalah lebih parah dari pada saat ia bersama dengan Leo.
Sepertinya hidupku bakal lebih sulit dari ini. hari ini aku diusir dari kosan atas apa yang tidak pernah aku perbuat, bisa jadi besok para penggemar Leo pasti akan menyerangku juga setelah apa yang terjadi hari ini. Sial banget, sih? keluh Shena dalam hati.
Bis yang di tunggu-tunggu Shena akhirnya datang, ia bergegas naik ke dalam dan duduk di kursi tengah di samping jendela. Saat bis mulai berjalan, ponsel Shena berdering, gadis itu langsung mengangkatnya karena yang meneleponnya adalah Leo.
“Kamu ada di mana?” terdengar suara Leo dari seberang sana.
“Aku ada di dalam bis,” jawab Shena tanpa semangat.
“Mau ke mana kamu? Ini sudah hampir malam?” Leo terdengar mengkhawatirkan Shena.
“Aku mau ke tempat Laura, ada beberapa tugas yang harus aku kerjakan dengannya, jadi aku akan menginap di sana.” Shena berbohong pada Leo. Gadis itu tidak ingin membuat Leo bikin onar lagi terhadap orang-orang yang sudah menyakiti Shena.
Apa jadinya nasib ibu-ibu tadi jika Leo sampai tahu kalau aku diusir paksa dari kosan? pikir Shena.
“Kabari aku lagi jika sudah sampai di tempat Laura.”
“Ehmm.” Shenapun menutup teleponnya.
Setelah 30 menit perjalanan, Shena turun di depan halte. Ia mengambil ponselnya dan menghubungi Laura. Namun, ponsel Laura sedang tidak aktif. Shena jadi bingung karena ia tidak begitu hafal di mana alamat pasti rumah Laura, karena ia baru pertama kalinya datang ke rumah sahabatnya itu.
“Aduh ... Laura ada di mana, ya? Mana ini udah malam lagi, masak iya aku harus berkeliling tempat ini buat nemuin alamat rumah Laura.” Gumam Shena yang jadi bingung karena tidak tahu harus berbuat apa.
Tiba-tiba saja sebuah bis bison hitam datang menghampiri Shena. Beberapa orang laki-laki berbadan tegap turun dan menyeret paksa Shena masuk ke dalam mobil. Mereka semua berusaha menculik Shena.
Shena terkejut dengan kedatangan mereka yang bermaksud jahat, mencoba berteriak dan melawan sekuat tenaga, tetapi tubuh dan tenaga Shena tidak seimbang dengan kekuatan beberapa orang yang berusaha menculiknya. Alhasil, tidak ada sorang pun bisa menolong Shena dari kasus penculikan ini, apalagi lingkungannya kebetulan sepi dan tidak ada siapa-siapa.
“Siapa kalian? Lepasin, nggak?” teriak Shena saat di paksa masuk ke dalam mobil. Karena tubuh Shena kecil dan mungil, ia tak kuasa melawan desakan para penculik itu.
“Diam dan ikut saja jika kamu masih sayang sama nyawa kamu,” Bentak salah satu penculik yang berada di samping Shena.
“Jalan!” perintah yang lainnya begitu Shena masuk ke dalam mobil. Ponsel dan tas Shena masih tertinggal di halte bis.
***
Shena tersadar dari pingsannya dan langsung mendapati tubuhnya terikat di kursi pendek dalam sebuah ruangan yang gelap. Hanya sinar cahaya dari jendela kecil yang menyinari wajah Shena secara langsung. Mulut Shena juga di sumpal dengan kain yang diikatkan di tengkuknya sehingga gadis itu kesulitan bicara.
Tangan dan kakinya diikat dengan tali tampar dengan kuat, sehingga mustahil untuk bisa dilepaskan. Seluruh badan Shena juga terasa sakit, mungkin karena semalaman Shena tertidur di kursi dalam keadaan terikat seperti ini.
“Kau sudah bangun?” terdengar suara seseorang mirip suara perempuan di seberang tempat Shena disekap. Ruangannya sangat gelap sehingga Shena tidak tahu siapa yang ada di depan Shena saat ini. Gadis itu meronta-ronta karena kesulitan bicara. Salah satu penculik datang mendekatinya dan melepaskan kain yang menyumpal mulut Shena.
“Siapa, kamu? Kenapa aku di bawa ke mari? Lepaskan, aku!” Shena berusaha melepaskan ikatannya, tapi tidak bisa. Jangankan lepas, talinya bergeser saja tidak, itu karena ikatan talinya terikat sangat kuat.
“Sudah lama aku menunggu kesempatan ini, tidak mungkin aku sia-siakan begitu saja?” jawab wanita itu dengan santai, “Apa tadi kamu bilang? Melepaskanmu? Huh, rasanya itu sungguh tidak mungkin.”
Entah mengapa Shena tidak berasa asing dengan suara wanita itu, ia seperti pernah mendengar suara yang familiar itu, tapi ia tidak yakin sebelum bisa melihat langsung orangnya.
Aku harus mencari cara supaya wanita itu mau mendekat ke arahku agar aku bisa melihat wajahnya. Tapi bagaimana?
“Apa tujuanmu sebenarnya?” tanya Shena berhati-hati, ia sendiri bingung dengan kesialan yang terus menerus menimpanya sejak dirinya menjadi pacar Leo. Sebab, sebelum ia bertemu dengan Leo, kehidupannya normal-normal saja tanpa ada masalah, bahkan Shena tidak pernah bermusuhan dengan siapapun. Namun, begitu Leo masuk ke dalam hidupnya, masalah demi masalah bertubi-tubi datang menghampirinya. Padahal, ia sama sekali tidak mengetahui apa-apa. Niatnya hanya ingin menyelamatkan semua teman-temannya dari sasaran kekejaman Leo jika Shena tidak menuruti semua permintaannya.
“Tujuanku adalah menyiksanya dengan kematianmu!” jawab wanita itu dengan aura yang menakutkan.
Shena menelan salivanya ketika mendengar wanita itu mengatakan soal kata kematian. Itu artinya nyawa Shena saat ini sedang dalam bahaya besar.
“Apa maksudmu? Kenapa kamu ingin membunuhku? Apa salahku padamu? Aku bahkan tidak mengenalmu!” teriak Shena.
“Bukan kamu yang bersalah padaku! Tapi tunanganmu ... Leo! Jika kamu mati, dia akan sangat menderita, sama seperti yang sedang aku rasakan sekarang.” Jawab wanita itu masih dengan suara yang tenang dan tanpa bergeming dari tempatnya.
Deg ...
Apa maksud wanita ini? dia ingin membunuhku hanya karena ingin membalas dendam pada Leo? Siapa wanita ini? Apa alasan dia melakukan semua ini? Aishh ... bagaimana ini? Leo tidak akan bisa datang kemari menyelamatkanku. Tunggu! Ada apa denganku? Kenapa aku berharap Leo akan datang menyelamatkanku sementara ini terjadi gara-gara dia! Menyebalkan sekali! Jika benar aku mati disini, orang pertama yang akan aku hantui adalah Leo. Ahhhh ... si br3ngsek itu benar-benar membuat hidupku tidak bisa tenang! Aku selalu terkena masalah gara-gara dia!
Shena merutuki Leo dalam hati atas apa yang terjadi padanya saat ini. Tapi, gadis itu juga tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Ia pasrah jika nyawanya memang harus berakhir di sini, paling tidak, setelah ini dia tidak kan mengalami kesulitan lagi gara-gara Leo.
“Aku tidak tahu apa masalahmu dengan Leo sehingga kamu harus repot-repot menculikku seperti ini, dan jika apa yang kamu katakan itu benar, bahwa Leo akan menderita setelah kematianku, maka aku pun juga ikut senang. Karena bukan cuma kamu saja yang membencinya. Aku juga sangat benci padanya! Gara-gara dia aku harus mengubur dalam-dalam cita-citaku dan harus mati sia-sia di tempat seperti ini.” Shena sudah bersiap pasrah akan takdir yang menimpanya kali ini.
Menjadi pacar seorang gengster, playboy kelas kakap, diusir dari kosan dan sudah tidak punya tempat tinggal, kehabisan uang dan sekarang diculik oleh orang yang tidak di kenal. Apalagi yang bsia dilakukan selain menghadapi kematian.
Mungkin dengan mati di tangan wanita ini adalah jalan yang terbaik untukku, daripada hidup dan selalu dirundung masalah tanpa henti.
*****
bantu like, vote dan coment ya temen-temen ... jangan lupa kasi 🌟 5 juga biar penulisnya makin semangat up nya🤭🤭🤭
love you all♥️♥️♥️♥️