MC kita bernama ZARKEN. suatu hari, dia melihat ada benda jatuh dari langit didepan rumahnya. Tanpa berpikir lagi, dia mengambil benda tersebut dan setelah itu....
Apa yang akan terjadi kepada ZARKEN?...
°°°°°
Penasaran?? Ayo ikuti perjalanan ZARKEN sekarang juga!!!...
👉»Mulai Baca«👈
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DzAFaR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Setalah Lulus Sekolah, Kamu Mau Kerja Atau Kuliah?
...[ SELAMAT MEMBACA ]...
...Pagi, hari selasa, 3 maret 2020....
Sekolah, di dalam kelas Pak Edi sedang menjelaskan mata pelajaran bahasa Indonesia di depan para Murid.
Pak Edi berkata, "Surat lamaran kerja yang baik tentu akan mendapatkan nilai positif, misalnya Kalian dapat membuat kata-kata sopan dan baik dengan tata susunan kalimat yang tidak membingungkan, surat lamaran tersebut akan mendapat pandangan positif bagi pembacanya. Dengan demikian, surat lamaran sebaiknya di buat sebaik mungkin agar mendapat pandangan positif bagi HRD."
Pak Edi bertanya, "Apa Kalian semua sudah paham?"
Semua Murid menjawab, "Paham Pak."
Pak Edi berlata, "Baiklah, sekarang saya akan memberikan tugas kepada Kalian untuk membuat surat lamaran kerja di kertas folio, beserta daftar riwayat hidup kalian."
Putri bertanya, "Pak, apa Kita mengerjakan tugasnya sekarang juga?"
Pak Edi menjawab, "Ya, sekarang masih banyak waktu, jadi Kalian harus membuat surat lamaran kerja sekarang juga."
Nasya bertanya, "Pak, tapi Kita tidak punya kertas folio. Jadi gimana, Pak?"
Pak Edi menjawab, "Kalian bisa minta tolong ke Bendahara untuk membeli kertas folio di Koperasi Sekolah." lalu Pak Edi bertanya, "Siapa Bendahara di kelas ini?"
Putri menjawab, "Saya, Pak."
Pak Edi bertanya, "Apakah uang Kas kelas ini ada?"
Putri berkata, "Ada, Pak."
Pak Edi berkata, "Kalau begitu, Kamu beli kertas folio untuk Teman-teman sekelasmu.
Putri membalas, "Baik, Pak." Setelah dia mengatakan itu, Putri langsung membawa uang Kas dan mengajak Nasya untuk menemaninya ke Koperasi Sekolah.
Mereka berdua berjalan menuju ruang Koperasi Sekolah yang tidak jauh dari Kelas Mereka. Tidak lama kemudian, Mereka berdua sampai di ruang Koperasi Sekolah.
Putri memanggil, "Permisi, Bu."
Ibu Ita menengok saat di panggil, lalu dia bertanya, "Ya, ada yang bisa saya bantu, De?"
Putir menjawab, "Bu, Saya mau beli kertas folio 75 lembar."
Ibu Ita berkata, "Baik, tunggu sebentar."
Kemudian, Ibu Ita mengambil kertas folio dan menghitungnya.
Ibu Ita berkata, sambil menyerahkan kertas folio. "Ini kertas folionya, semuanya jadi Rp25.000,00."
Putri mengeluarkan uang 25 ribu rupiah, lalu memberikannya kepada Ibu Ita.
Putri berkata, "Terima kasih, Bu."
Ibu Ita membalas, "Sama-sama, De."
Putri dan Nasya berjalan kembali ke Kelas.
Sesampainya di Kelas, Putri membagikan kertas folio kepada semua Teman kelasnya.
Pak Edi yang sedang duduk di bangkunya, tiba-tiba berkata, "Ya, sekarang kalian silakan buat surat lamaran kerja semenarik mungkin. Kerjakan sampai waktu pelajaran berakhir."
Semua Murid membalas, "Ya, Pak."
Semua Murid langsung membuat surat lamara kerja dan daftar riwayat hidup mereka masing-masing.
20 menit kemudian ...
Zarken sudah selasai membuat surat lamaran kerja dan daftar riwayat hidup. Dia sebenarnya tidak terlalu peduli dengan pembuatan surat lamaran kerja, karna dia sudah mempunyai Perusahaan, jadi dia tidak perlu melamar pekerjaan di Perusahaan lain.
Tiba-tiba Nasya bertanya kepada Zarken, "Ken, apa Kamu sudah selesai membuat surat lamaran kerja dan daftar riwayat hidup?"
Zarken menjawab sambil tersenyum, "Sudah, kalau kamu gimana?"
Nasya menjawab sambil tersenyum, "Aku juga sudah selesai."
Zarken mengangguk, lalu dia bertanya, "Apa nama Perusahaan yang kamu tulis di surat lamaran kerja?"
Nasya menjawab, "Perusahaan Kens Technology."
Zarken mau tertawa tapi takut dosa, lalu dia bertanya lagi, "Perusahaan apa itu? Apakah itu Perusahaan besar?"
Nasya menjawab, "Tidak, itu Perusahaan yang baru saja di dirikan belum lama ini."
Zarken mengangguk, lalu bertanya, "Apa Kamu benar-benar ingin bekerja di sana"
Nasya menjawab, "Ya, sebenarnya Aku ingin bekerja di Perusahaan itu, tetapi lulusan SMK tidak bisa di terima di sana."
Zarken bertanya, "Kamu tau info Perusahaan Kens Technology dari mana?"
Nasya menjawab, "Aku tau dari Internet, apa kamu tau aplikasi Aisisten Lena?"
Zarken menjawab, "Tau."
Nasya bertanya, "Apa kamu tau, siapa yang membuat aplikasi Asisten Lena?"
Zarken pura-pura tidak tahu, lalu dia bertanya, "Memang siapa?"
Nasya menjawab, "Perusahaan Kens Technology."
Zarken pura-pura terkejut di depan Nasya, lalu dia berkata, "Apa Kamu serius, Sya?"
Nasya mengangguk.
Zarken berkata, "Tidak heran, Kamu sangat ingin bekerja di sana."
Nasya bertanya, "Kalau begitu, apa nama perusahaan yang kamu tulis di surat lamaran kerja?"
Zarken menggaruk kepalanya, dia bingung mau berkata apa kepada Nasya.
Zarken berkata sambil menggaruk kepalanya, "Ehh ... Perusahaan Kens Technology."
Nasya terkejut mendengar jawaban Zarken, lalu dia berkata, "Lalu, kenapa tadi Kamu bertanya tentang Perusahaan Kens Technology ke Aku, kalau kamu juga tau tentang itu."
Zarken hanya bisa menggaruk kepalanya sambil tersenyum canggung.
Tiba-tiba suara bel Istirahat berbunyi.
"Teerrrring ...!! Teerrring ...!! Terrrring ...!!"
Pak Edi berkata, "Baik, waktu pelajaran sudah selesai. Sekarang Kalian kumpulkan kertas folio ke meja Saya."
Semua Murid mengumpulkan kertas folio mereka ke meja Pak Edi.
Pak Edi berkata, "Sekarang kalian boleh Istirahat, sampai jumpa di pertemuan Kita selanjutnya." Lalu Pak Edi berjalan keluar dari dalam Kelas.
Zarken dan Nasya berjalan menuju Kantin Sekolah.
Sesampainya di kantin, Mereka berdua memesan bakso dan membeli air mineral. lalu Mereka berdua mencari tempat untuk duduk.
Mereka berdua duduk tidak jauh dari pintu kantin dan Mereka mulai makan.
Di saat Mereka lagi makan, tiba-tiba Putri datang ke tempat Mereka berdua duduk.
Putri berkata, "Sya, Kamu ke kantin tidak mengajak aku."
Nasya membalas, "Maaf Put, tadi Zarken buru-buru ngajak aku ke kantin. Jadi aku tidak sempat untuk mengajak Kamu."
Putri berkata, "Baiklah, Aku mengerti. Kalau begitu, aku mau beli bakso dulu, kamu tunggu aku di sini ya."
Nasya membalas, "Ok."
Putri kemudian pergi ke tempat yang jualan bakso.
Zarken memanggil, "Sya."
Nasya membalas, "Ada apa, Ken?"
Zarken bertanya, "Setelah Kamu lulus sekolah, Kamu mau langsung Kerja atau lanjut Kuliah?"
Nasya menjawab, "Aku mau lanjut Kuliah."
Zarken mengangguk setuju.
Nasya bertanya, "Kalau Kamu?"
Zarken menjawab, "Aku juga mau Kuliah."
Nasya bertanya, "Saat nanti Kuliah, kamu mau ambil jurusan apa?"
Zarken menjawab, "Teknik Informatika"
Nasya mengangguk, lalu dia berkata, "Aku juga sama, mau ambil jurusan Teknik Informatika."
Zarken bertanya, "Kamu mau Kuliah di Universitas mana?"
Nasya menjawab, "Aku mau di Universitas Bina Teknologi dekat rumah Aku."
Zarken berkata, "Ohh ... Di situ."
Nasya bertanya, "Kalau Kamu dimana?"
Zarken menjawab, "Aku ikut Kamu sajalah di Universitas Bina Teknolog, Biar aku bisa melihat Kamu terus."
Nasya hanya bisa tersipu malu.
Tidak lama kemudian, Putri datang sambil membawa mangkok bakso lalu dia duduk disamping Nasya.
Zarken dan Nasya sudah selasai makan, tinggal Putri saja yang baru mulai makan.
Nasya bertanya, "Put, setalah Kamu Lulus sekolah, Kamu mau Kerja atau lanjut Kuliah?"
Putri menjawab sambil mengunyah bakso di mulutnya, "Kuliah, itupun kalau ada dana."
Nasya berkata, "Kamu ambil saja jalur Beasiswa, biar kamu tidak bayar"
Putri membalas, "Kamu tahu sendirikan, kalau jalur Beasiswa itu dipilih yang paling banyak prestasinya. Sedangkan Aku, tidak terlalu berprestasi."
Nasya mengangguk.
Putri melanjutkan makannya.
5 menit kemudian ...
Bel masuk Kelas berbunyi.
"Terrring ...!! Terrring ...!!"
Mereka bertiga kembali ke Kelas.
...****************...
...Like, favoritkan, rate bintang 5, tinggalkan komentar, vote, follow author, dan kalian juga bisa memberikan tip lho~...
...[ TERIMA KASIH ] ...
^^^Written by : DzAFaR^^^
keep on going..