Tiara Putri harus membesarkan keponakannya yang bernama Bintang, karena kakaknya -Rani- yang merupakan ibu kandung Bintang, telah meninggal. Tiara sangat menyayangi Bintang hingga rela bekerja siang dan malam demi bisa mencukupi kebutuhan anak sambungnya itu. Namun tiba-tiba muncul seorang lelaki bernama Troy Richard Kardinal yang mengaku sebagai mantan pacar Rani dan ayah biologis Bintang. Dia menginginkan Bintang dan akan merebutnya dari Tiara.
Akhirnya demi bisa terus bersama Bintang, Tiara terpaksa menikahi Troy.
Bagaimanakah lika liku kehidupan pernikahan pasangan tanpa cinta itu? akankah cinta tumbuh di antara keduanya suatu saat nanti? yuk, ikuti ceritanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tami chan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mau kerja atau kencan?
"Sedang apa?" Tanya Troy sesaat setelah membuka pintu depan unit apartemennya.
Di lihatnya Tia sedang sibuk di dapur dan Bintang sedang asyik bermain sambil menonton film kartun di televisi.
"Papa!" Bintang langsung berlari ke arah Troy lalu memeluknya.
Troy tersenyum senang lalu menggendong Bintang dan mengangkatnya tinggi hingga Bintang terbahak-bahak.
Tia hanya tersenyum melihat Bintang yang tampak sangat bahagia.
"Papa mandi dulu, ya. Sudah bau kecut."
"Iya Papa, nanti kita main lagi, ya?"
"Siap!" Troy meletakkan Bintang, lalu berjalan menuju dapur.
"Masak apa?"
"Aku mau bikin ayam goreng mentega, buruan mandi lalu makan, sudah mau matang," ucap Tia sambil terus sibuk membolak balikkan ayam filetnya di atas tepung bumbu.
"Aku akan makan sedikit saja, ada acara di luar," ucap Troy sambil mengambil sebotol air mineral dari dalam kulkas lalu meneguk nya.
"Malem minggu masih kerja?" kejut Tia.
"Kukira jadi CEO itu enak, cuma duduk sambil ongkang ongkang kaki, ternyata kerjaannya nggak ada santainya, ya?"
Troy menelan air yang dia minum lalu menatap Tia dan menganggukkan kepalanya. Tadinya dia hendak berkata kalau pertemuan ini bukan pekerjaan, ini adalah kencan buta yang di siapkan Mommynya, tapi untuk apa juga dia memberitahu semua detail kegiatannya pada Tia. Memang Tia siapa? bukan siapa-siapa.
"Ya, begitulah," ucapnya singkat sambil meletakkan kembali botol minum ke dalam kulkas.
Lalu dengan cepat dia berjalan menuju kamarnya, hendak membersihkan diri dan bersiap untuk pergi makan malam dengan Eva atau siapa lah itu.
Troy masuk ke dalam kamar mandi yang ada di dalam kamarnya, menyalakan shower dan mengguyur seluruh tubuhnya dengan air dingin. Saat ini dia benar-benar hanya ingin fokus pada Bintang dan tidak tertarik untuk memikirkan wanita. Kenapa bisa begitu? Troy mendesah, "mungkin aku sudah terlalu lelah..." gumamnya.
Troy mengambil kaos warna putih, lalu mengambil jas casual nya, kemudian dia memadu nya dengan celana jeans warna biru tua, merapihkan rambutnya dengan pomade dan memakai arloji mahalnya, tak lupa dia pun menyemprotkan parfum beraroma cedar wood ke badannya.
"Setengah tujuh, pas," gumamnya sambil berjalan keluar dari kamarnya.
"Ini makananmu..." Tia tampak terkejut melihat penampilan Troy yang baru keluar dari kamar, suaranya bahkan sempat terhenti di tenggorokan sesaat.
Memang, Tia tak bisa pungkiri, bahwa Troy sangat tampan, walaupun memang sangat menyebalkan. Tapi penampilannya saat ini, benar-benar membuat Tia makin menyadari jika Troy memang lelaki yang di elu elukan seluruh karyawan wanita di kantor, wajahnya memang sempurna, bahkan tubuhnya pun sempurna. Kak Rani memang punya selera tinggi.
"Rapi banget, kaya mau kencan aja," celetuk Tia. Dan tampaknya Tia baru menyadarinya, mungkinkah Troy memang mau berkencan? ini kan malam minggu? Tapi kenapa tadi dia bilang ada pekerjaan? tunggu, tunggu yang bilang ada pekerjaan kan dia sendiri bukan Troy. Mungkin Troy enggan jujur jika dia mau kencan, lagi pula buat apa juga Tia memusingkan urusan Troy? dia kan di sini sebagai Mama Bintang, bukan istrinya Troy!
Troy hanya diam sambil duduk di samping Bintang, "Bintang, makan banyak?"
Bintang mengangguk, "ayam nya enak banget, Papa makan juga, ya?"
Troy tersenyum sambil mengambil beberapa potong ayam yang berbalut tepung dengan kuah kental dan taburan bawang Bombay.
Troy memakannya, tanpa nasi, hanya sekedar mencicipi namun dia terkejut karena rasanya memang sangat enak.
Dia mengangkat jempolnya dan menunjukkannya pada Tia. "Ini, luar biasa.. kamu pakai bumbu apa?"
"Hehe, rahasia..." ucap Tia sambil melanjutkan makannya.
"Kamu mau aku ambilkan nasi?"
Troy menggeleng, dia malah menyendok nasi yang ada di piring Tia kemudian melahapnya bersama beberapa potong ayam.
"Aku tidak sempat makan... harus pergi," ucapnya dengan mulut penuh makanan.
Saat Troy bangun dari duduknya, Tia menghentikannya, dan menyerahkan selembar tisu, "ada saos di bibirmu," ucapnya sambil menunjuk ke arah bibir Troy.
Bukannya membersihkannya dengan tisu, Troy malah menjilat saus tadi dengan lidahnya. Dan entah kenapa, Tia berdebar-debar melihatnya. Buru-buru dia memalingkan wajah dari Troy dan melanjutkan kegiatan makannya.
"Aku tidak tau bakal selesai jam berapa, kalian jangan menungguku, ya!"
"Siapa juga yang nungguin!" cerocos Tia.
Troy tersenyum tipis, lalu berjalan menuju pintu keluar.
"Oh iya, aku melupakan sesuatu..." Troy berbalik, lalu berjalan kembali menuju kamarnya dan tak lama keluar sambil menjinjing sebuah papper bag berwarna putih.
"Untukmu," ucapnya sambil meletakkan barang yang di bawanya itu tepat di depan Tia.
"Apa ini?" tanya Tia penasaran, dan saat melihat kotak berwarna putih di dalamnya, Tia terkejut, "HP? Sams*** yang terbaru? ini yang bisa di lipat? buat aku?" pekiknya tak percaya.
Troy tersenyum sambil melanjutkan langkahnya.
"Boleh aku jual?"
Troy menghentikan langkahnya lalu memutar tubuhnya dan menatap Tia dengan tajam.
"Tidak tau Terima kasih!" kesalnya.
Tia tersenyum, "aku kan sudah punya HP, buat apa punya dua..."
"HP jeleknya saja yang di jual! jangan pemberianku!"
"HP ku kan murah, kalau HP pemberianmu ini kalau di jual aku bisa tukar dengan motor matic. Hehehe..."
Troy cemberut, "Aku sudah beli mobil kusus buat kamu sama Bintang ngapain beli motor!"
"Apa?!" pekik Tia, dia benar-benar tak habis pikir dengan Troy, memangnya uangnya nggak ada serinya?
"Lebih enak naik motor, kemana-mana mudah! nggak kejebak macet, dan aku bisa bawa sendiri. Kalau mobil, aku harus pakai sopir..."
Troy terdiam sejenak, "baiklah, besok kita cari motor yang kamu inginkan, aku pergi dulu."
"Eh?" Tia bengong mendengar ucapan Troy. Gampang sekali dia bicara, semenit yang lalu beli mobil, lalu menit berikutnya beli motor. "Dasar orang kaya sombong! Bikin iri orang miskin seperti ku saja!" gerutu Tia sambil membereskan piring kotor di meja makan.
"Bintang, nonton TV dulu yuk, setelah itu kita tidur ya?" ajak Tia setelah selesai mencuci piring.
"Iya mama..." seru Bintang sambil melonjak gembira.
Saat mereka berdua sedang asyik menonton TV, tiba-tiba pintu depan di ketuk dengan kencang oleh seseorang. Hingga membuat Tia dan Bintang terkejut.
"Siapa ya? apa Troy sudah pulang?" gumam Tia sambil berjalan menuju pintu dan membukanya.
Saat pintu terbuka, Tia terkejut. Di depannya berdiri sosok lelaki bertato yang di lihatnya sore tadi di tempat daycare Bintang.
"Si-siapa kamu?" tanya Tia gugup sambil berusaha menutup pintu, tapi dengaan cepat lelaki itu menahan pintu hingga tak bisa di tutup.
"Lu yang namanya Tia, kan?" tanya lelaki itu sambil menatap Tia dengan tajam.
"Siapa kamu?"
"Lu harus Terima pembalasan gue!" geramnya.
"Bintang! masuk ke kamar, kunci kamarmu! cep-!" teriakan Tia terhenti karena mulutnya sudah di bekap lelaki asing tadi.
Bintang yang mendengar perintah Mamanya, dengan segera berlari masuk ke dalam kamar.
dan untuk keluarga Tiroy semoga bahagia selalu dan punya anak yg banyak biar rumah kalian rame 🥰🥰🥰
Happy Ending ya author.. ♥️♥️♥️♥️♥️
Makasiii.. 😘😘😘😘😘
♥️♥️♥️♥️♥️