"Kamu itu milik saya, seluruh tubuh kamu juga milik saya! Hanya saya yang boleh menikmatinya."
~ Vicky Salvino
•••
Azila Anastasya, sosok gadis cantik berusia muda itu harus menghadapi kenyataan bahwa dirinya merupakan incaran dari sosok lelaki yang tak lain adalah ayah sahabat dekatnya sendiri. Azila tentu tak percaya, kehadirannya ke rumah sahabatnya justru menjadi awal mula malapetaka ini terjadi.
Vicky Salvino, duda tampan kaya raya yang telah bertahun-tahun ditinggal sang istri itu sudah lama tak merasakan kenikmatan duniawi. Sebab itulah Vicky mengincar Azila, teman dari anaknya. Sejak lama Vicky mengagumi gadis itu, bahkan ia bertekad memiliki Azila seutuhnya.
Mampukah Vicky mewujudkan keinginannya?
Atau justru Azila dapat kabur dari kejaran lelaki itu?
Baca yuk kelanjutan kisah mereka disini!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon patrickgansuwu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 29. Tidur sama om
"Eengghh..."
Azila mati-matian menahan suaranya saat Vicky terus mencumbu leher dan juga telinganya, ia kesulitan melepaskan diri dari Vicky karena pria itu berhasil mendekap erat tubuhnya dan tak memberi kesempatan sedikitpun baginya untuk bergerak.
Vicky juga sepertinya tahu dimana letak bagian sensitif bagi Azila, karena ia terus mencecar leher dan belakang telinga gadis itu untuk menggodanya. Benar saja, terbukti bahwa Azila perlahan mulai tergoda dan mengeluarkan suara indahnya.
"Mmhh, ahh cukup!!"
Vicky menyeringai di sela-sela aksinya, ia senang sekali mendengar suara indah dari bibir seksi wanita yang dicintainya itu. Bagi Vicky, tak ada yang lebih indah daripada suara Azila tengah menikmati cumbuannya.
"Bagus sayang, kamu nikmati ini ya! Saya gak akan berhenti sebelum saya puas, jadi kamu harus diam dan menurut!" bisik Vicky
"Akhh, jangan om! Cukup, udah!" rengek Azila meminta Vicky menyudahi semuanya.
"Tidak sayang, tidak sekarang. Saya suka sekali wangi tubuh kamu, benar-benar menggoda dan membuat saya tergila-gila," ucap Vicky.
"A-aku akhh...."
Azila memekik dan berusaha menutupi mulutnya, aksi Vicky semakin menggila seolah hendak melahap tubuhnya. Azila tak bisa berbuat banyak, hanya pasrah dan mengeluarkan suara indahnya yang dapat ia lakukan saat ini.
Tetes air mata membasahi pipinya, Azila benar-benar ketakutan kali ini karena Vicky tampak begitu bersemangat melakukan tindakan tidak benar itu. Apalagi, Azila juga tak bisa melawan atau berontak dari pegangan pria itu.
•
•
Ceisya tampak mendatangi tempat tinggal Leon, alias kekasihnya yang telah merenggut kesuciannya. Ia ingin meminta penjelasan sekaligus tanggung jawab dari pria itu tentu, ya karena Leon lah yang sudah membuat tubuhnya ternodai saat ini.
Sesampainya disana, Ceisya langsung menuju kamar kost yang ditempati sang kekasih. Ia mengetuk pintu berulang kali sambil berteriak keras memanggil nama pria itu, tapi tetap tak ada jawaban dari dalam sana dan suasana begitu hening.
"Leon, keluar kamu Leon! Jangan jadi pengecut yang kabur gitu aja setelah kamu lakuin itu ke aku, cepat keluar Leon!" teriak Ceisya penuh amarah.
Gadis itu terus menggedor-gedor pintu kamar Leon, namun hasilnya tetap sama dan ia tak mendapatkan apa-apa. Ingin rasanya Ceisya mengumpat dan mendobrak pintu itu, tetapi ia khawatir tindakan nekatnya akan menjadi bumerang bagi dirinya sendiri.
"Hey, Ceisya!" tiba-tiba saja, seseorang datang menemuinya dan memanggil namanya.
"Eh, kak Thoriq? Kebetulan banget ketemu kamu disini, kamu tahu gak kemana Leon pergi? Udah berhari-hari aku cari dia, tapi selalu gak ketemu," ujar Ceisya.
"Loh, emang kamu gak tahu ya Cei? Leon udah lama pindah, dia gak tinggal disini lagi. Jadi ya kamar ini kosong," ucap Thoriq.
Deg
Ceisya langsung terkejut dan membuka lebar mulutnya, ia tak percaya kalau Leon sudah tidak ada di tempat itu dan pindah entah kemana. Tentu saja ia semakin sulit untuk bisa menemukan pria itu, karena ia tak memiliki petunjuk apapun.
"Kamu ini kan pacarnya loh, emang dia gak ngasih tau ke kamu dulu gitu mau pindah kemana?" heran Thoriq.
"Eee itu dia kak, Leon sama sekali gak ngabarin aku. Makanya aku cari dia kesini, karena aku pikir dia masih tinggal disini. Tapi, ternyata dia malah udah gak ada," ucap Ceisya.
"Iya cei, aku juga heran kenapa dia mendadak banget pindah dari sini. Waktu aku tanya sih, katanya dia mau ada projek gitu di luar kota sama yang lain," ucap Thoriq.
"Oh gitu ya kak, yaudah makasih deh atas informasinya!" ucap Ceisya dengan lirih.
"Sama-sama."
Jujur saja Ceisya amat kecewa dengan semua ini, nasibnya semakin buruk setelah Leon pergi entah kemana. Jika begini, maka ia tidak akan bisa meminta tanggung jawab dari pria itu.
Tlingg
Saat ia hendak pergi, ponselnya tiba-tiba berdering pertanda ada seseorang yang mengirim pesan ke nomornya. Sontak Ceisya mengecek ponselnya, lalu terbelalak ketika melihat Leon mengiriminya sebuah video disertai kalimat di bawahnya.
"A-apa ini....??" Ceisya sangat penasaran, ia langsung mengklik video itu dan menonton isinya.
Ceisya bertambah syok, karena di dalam video itu menunjukkan adegan panas antara dirinya dan Leon yang mereka lakukan malam itu. Ceisya pun reflek mematikannya, lalu beralih membaca isi pesan dari pria itu.
Leon : Halo Ceisya, sayang! Apa kabar kamu? Maaf ya aku baru bisa kabarin kamu sekarang, soalnya aku sibuk banget. Oh ya, ada yang mau aku kasih lihat nih ke kamu. Coba deh kamu tonton video itu! Menarik banget kan sayang? Ahh kamu emang seksi deh, aku suka sama goyangan kamu.
Ceisya menggelengkan wajahnya, tak lama kemudian satu pesan lainnya muncul dan langsung dibaca olehnya.
Leon : Nah sekarang sebaiknya kamu jangan cari-cari aku ya sayang, apalagi berani lapor polisi! Kalau kamu berani lakuin itu, maka aku pasti bakal sebar semua video itu ke media sosial! Dan boom, video itu pasti viral sayang. Karir kamu sebagai model juga pasti akan berakhir, jadi kamu jangan main-main ya sama aku! Kamu harus nurut sama aku!
Pesan itu menambah luka di hati Ceisya, tubuhnya melemas dan spontan ia menempel di dinding dekat kamar itu sambil menangisi nasibnya.
"Loh eh, kamu kenapa nangis Ceisya?" Thoriq yang masih ada disana, merasa heran melihatnya.
•
•
Hari sudah malam, Azila keluar dari kamar mandi mengenakan setelan piyama miliknya dan menghampiri Vicky di atas ranjang sambil terlihat bersedih.
Azila sama sekali tak menyangka, hidupnya akan berakhir seperti ini dimana ia harus tinggal bersama seorang pria yang tidak ada status hubungan apapun dengannya. Padahal, ia sudah berusaha semaksimal mungkin untuk menghindarinya.
Kini Azila perlahan terduduk di pinggir ranjang sambil terus menundukkan wajahnya, jantungnya berdebar-debar seolah cemas dengan apa yang hendak dilakukan Vicky setelahnya.
"Kamu cantik sekali sayang, malam ini adalah malam pertama kita. Kamu tidur sama om ya sayang!" goda Vicky.
Reflek Azila menggelengkan kepalanya, ia ingin menolak dan kabur dari tempat itu. Namun, ia juga tak tahu apakah yang harus ia lakukan. Vicky tidak semudah itu dikelabui, apalagi beberapa kali usahanya selalu gagal untuk menghindari pria itu.
"A-aku gak mau om, aku tidur di bawah aja ya! Aku udah biasa kok tidur di bawah, jadi om gausah khawatir sama aku!" ujar Azila.
"Gak gak, kamu gak boleh begitu. Ingat ya Azila, sesuai kontrak kamu harus menurut dengan saya dan gak boleh bantah! Kalau kamu terus begitu, jangan salahkan saya akan bertindak kasar ke kamu!" ucap Vicky.
Lagi-lagi Azila hanya bisa pasrah, ia memejamkan mata dan tak lagi membantah. Semua adalah kesalahannya, jika saja dari awal ia tak ceroboh maka mungkin semua ini tidak akan terjadi.
"Ayo sayang, kita tidur ya!" Vicky mendekatinya, dan memaksanya berbaring di tempat tidur.
Lelaki itu membelainya dengan lembut, namun rasanya Azila begitu jijik setiap kali Vicky menyentuh tubuhnya. Tangan-tangan kasar itu, terasa seperti api yang membakar.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GUYS YA!!!...