NovelToon NovelToon
TAKDIR YANG KU UBAH

TAKDIR YANG KU UBAH

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Fantasi / Anak Genius
Popularitas:14.6k
Nilai: 5
Nama Author: Respati

Seorang perwira muda sekaligus Dokter militer tang terkenal dengan kejeniusannya dari Negara C , yang bernama Li Guang Yue, meninggal saat kembali dari tugas . karena Pesawat yang dia tumpangi meledak setelah beberapa saat mengudara .
Namun ternyata Dewa masih menyayanginya dia yang sudah mengira Rohnya berada di Alam keabadian, ternyata bereinkarnasi di dalam tubuh gadis lembut Cantik namun lemah , Putri dari Jendral Feng yang memiliki nama hampir sama dengannya. Gadis itu bernama Guang Manyue . gadis yang hidupnya menderita dan di abaikan keluarga kandungnya karena ulah Putri Palsu . Dan akhirnya mati di tangan gadis palsu tersebut.
Kehidupan mereka Tertukar karena ulah seseorang yang mengincar harta keluarga Jendral. Dan ingin kehidupan bayi kecil tersebut kelak akan menderita selama hidupnya . Mereka melakukan itu karena Dendam pada sang ibu juga keserakahan di dalam hati mereka . Ingin memiliki harta yang bukan milik mereka. penasaran...? kita baca Yuk...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Respati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KAKAK KE EMPAT (Bay Yan)

Seorang Pria muda dan tampan serta gagah, masuk kedalam ruangan itu , melihat kedatangan Pria tampan itu, Terdengar suara Feng Li Nan berseru menyapa dengan nada gembira.

"Kak ke empat Bay Yan, kau sudah datang...! " Dengan manja gadis itu mendekati Feng Bay Yan, Putra Ke empat Jendral Feng Ji Dan. Dan langsung masuk dalam pelukan sang Kakak . Feng Li Nan seolah ingin mengatakan pada Guang Manyue

" Walaupun kau Putri Kandung Keluarga Jendral Feng, tapi kasih sayang mereka hanya milikku. Apa guna Adik Kandung. Kalau hanya menjadi hiasan kata saja. sedangkan semuanya, hanya milikku. hanya aku yang bisa menjadi Putri Jendral Feng Ji Dan yang sesungguhnya " sikapnya ini sangat jelas memprovokasi Guang Manyue.

"Nan'er. ternyata kau juga ada di sini.. " ucap Pria itu sambil mengusap kepala Feng Li Nan.

"Aku datang bersama Ibu Kak... " jawab Feng Li Nan dengan sikap manja. Dia melirik Guang Manyue yang duduk di dekat sang Nenek. namun terlihat wajahnya kesal, karena dia melihat Guang Manyue malah asik berbicara dengan sang Nenek. seolah dia tidak terpengaruh oleh tingkah lakunya.

"Nan'er. Kau itu sudah besar, jaga sikapmu dengan benar. Kau Wanita berpendidikan kenapa kau masih bersikap manja seperti itu... Tidak baik jika di lihat orang luar. " Ucap Nyonya Lu menegur Feng Li Nan. Dia tidak enak hati pada Guang Manyue . Lagi pula mereka berdua sudah tahu kalau mereka bukan saudara kandung. walaupun mereka menganggap Feng Li Nan putri atau adik mereka, tapi jika orang luar tahu identitas Feng Li Nan yang sebenarnya, dan melihat tingkah mereka seperti itu, maka nama keluarga Jendral Feng bisa tercela.

"Ibu.. Aku haya rindu pada Kakak... " Ucap Feng Li Nan masih ingin menunjukkan sikap manjanya. Melihat tingkah lakunya membuat wajah Nenek Li marah.

"Seorang gadis baik- baik bagaimana bisa bersikap seperti itu di depan orang lain, kau itu gadis berpendidikan, Putri bangsawan, tapi tingkah lakumu itu tidak mencerminkan gadis berpendidikan dan seorang Putri Bangsawan.. bahkan kau mengatakan Yue'er gadis Desa yang tidak memiliki pendidikan dan tatakrama yang baik, , tapi sikapmu itu kalah jauh dengan sikap Yue'er. Lihat itu, sikap Yue'er tenang, anggun dan tahu batasan antara laki- laki dan perempuan, lalu kenapa kau tidak..? Apakah ibumu salah dalam mendidik mu.. " Ucap Nenek Li dengan Wajah dingin . Mendengar teguran dari Nenek Li yang terdengar sangat tajam, membuat Feng Li Nan tertegun dan seketika merasa malu. Dia segera keluar dari pelukan Feng Bay Yan.

"Maaf Nek.. Cucu terlalu Rindu pada Kakak Bay Yan.. hingga lupa di mana kami berada. " Ucap Feng Li Nan dengan kepala tertunduk.

"Rindu...? Bukankah tadi pagi Yan'er ada di rumah, bukankah tadi pagi kalian sudah bertemu, lalu sekarang kau katakan kalau kau sudah merindukan kakakmu..? kalian baru sehari berpisah. Kau sudah merindukan kakakmu..? kau itu adik atau istri kakakmu. " Ucap Nenek Li dengan nada sinis.

"Maaf Nek. Cucu tidak akan mengulangi lagi. " Ucap Feng Li Nan . Terlihat air mata menetes di pipinya.

"Nenek.. sudahlah, jangan marah lagi.. bukankah Nan'er memang manja.. " ucap Bay Yan berusaha membela.

"Diam Kau.. kau fikir tingkahnya itu biasa saja.. jika perbuatan kalian itu di dengar orang luar, mau di taruh di mana keluarga Feng ini ha.. kalian itu sekarang sudah tahu, kalau kalian itu bukan saudara kandung. sekarang orang luar belum tahu identitas Feng Li Nan. jika mereka tahu, apakah gadis ini ingin melempar kotoran di muka kami ha...! " ucap Nenek Li marah. mereka semua terdiam tak berani bicara. dan Feng Li Nan hanya bisa menangis karena Malu.

"Dan Kau , aku akan mengingat janjimu itu " Kata Nenek Li dingin sambil menunjuk Feng Li Nan . Terlihat Feng Li Nan kembali ke kursinya dengan wajah tertunduk.

"Yan'er. Kau datang sendiri..? Di mana kakakmu..?" Yang di maksud sang ibu adalah, Feng Hao Yu dan Feng Sao Yang. putra pertama dan Putra ketiga.

"Kakak pertama menghadiri pertemuan di istana Bu, sedangkan kakak ketiga sedang menghadap Putra Mahkota.. " Jawab Feng Bay Yan.

"Kapan mereka...." Belum sempat Nyonya Lu mengakhiri ucapannya, Tiba-tiba terdengar suara hati Guang Man Yue

(Bay Yan..? Feng Bay Yan...?Oo.. Kakak ke empat.. Wajah memang sangat Tampan dan juga gagah . Tapi sayang umurnya pendek. Tak lama lagi Dia akan mati di tangan seorang Pria yang menyukai dia . Pria yang suka pada sesama jenis itu sangat mencintai Dia . Feng Bay Yan yang memang hidupnya lurus dan normal. juga menyukai gadis cantik, tentu saja menolak dengan tegas . Dan Karena Pria itu tidak bisa mendapatkan Feng Bay Yan, akhirnya Dia memilih membunuh Feng Bay Yan . Namun sayang sekali.. Sampai kematian datang menjemput, si Bay Yan ini tidak pernah tahu kalau Dia di jual oleh adik kesayangannya yaitu si Li Nan. Gadis itu menjual Feng Bay Yan Pada Pria itu, Demi mendapatkan pil ramuan, dan uang yang akan dia berikan pada Pangeran kedua, Dia tega menjual sang Kakak yang sangat menyayanginya demi Pangeran kedua. tragis sekali nasibnya. ..Dia rela mengorbankan kakak yang sangat menyayangi nya , hanya untuk mengejar Cinta Pangeran kedua. Apakah itu karma..? mungkin juga sih... Siapa suruh dia membenci adik kandung yang sangat menyayanginya dengan tulus. Dan sekarang aku mendapatkan tugas membantu Dia menghindari takdir kematiannya. dasar sial.. apakah itu sepadan..?Ck.. Menyebalkan sekali.... " Ucap Manyue dalam hati.

Tentu saja ucapan hati Manyue membuat sang ibu dan Nenek Li kaget bukan main. Dan ternyata Bay Yan juga bisa mendengarnya. Terlihat Dia kaget dan wajahnya menjadi pucat. setelah terdiam sejenak, wajahnya terlihat menjadi merah karena marah. Dia menatap Guang Manyue dengan tatapan penuh kemarahan.

"Guang Manyue...! Tutup mulutmu...! Kau berani mengutukku ha..!" Serunya dengan suara keras . melihat sikap Bay Yan, tentu saja semua orang yang ada di sana kaget bukan main. tentu saja termasuk Guang Manyue .

"Kakak... Kenapa kau berteriak seperti itu. Aku mengutuk mu..? Kau itu berhalusinasi ya.. Sejak tadi aku belum mengucapkan sepatah katapun dari mulutku, mana mungkin aku mengutuk mu... " Ucap Guan Manyue dengan tatapan heran dan juga kesal.

"Kau..." Ucapan Bay Yan terhenti saat mendengar seruan sang ibu

"CUKUP YAN'ER...!" terlihat Nyonya Lu menatap sang Putra dengan tatapan tajam karena marah .

" Apa yang kau katakan itu , sejak tadi kami tidak melihat dan mendengar adikmu berbicara..lalu kenapa tiba-tiba kau berteriak seperti tadi..?"Ucap nyonya Lu dengan tatapan marah. Dia tahu kalau Putranya juga bisa mendengar isi hati Guang Manyun, karena itu dia berpura-pura marah, untuk menghentikan Bay Yan . Kalau tidak buru- buru di hentikan, Guang Manyue akan menyadari kalau ucapan hatinya terdengar oleh mereka .

"Tapi Bu.. " Bay Yan masih ingin memarahi Guang Manyue , tapi tatapan sang ibu membuat mulutnya terkunci.

(Ampuun...Begitu benci kah tuan muda ini padaku, hingga dia berhalusinasi kalau aku berbicara hingga membuat dia marah..bukankah sejak tadi Aku diam saja , Lalu kenapa tiba-tiba dia berteriak marah seperti itu. Benar- benar manusia aneh) ucap Guang Manyue lagi. Mendengar suara itu, terlihat nyonya Lu menghela nafas lega

(Ada apa dengan ibu..kenapa dia memarahiku saat aku ingin memarahi gadis bodoh itu.. Dan apa kata ibu tadi, gadis itu belum berbicara...? Tapi aku jelas- jelas tadi mendengar suaranya.. tunggu.. Dia tidak berbicara dan aku mendengar kata- katanya. Ya Dewa... Apakah itu suara hati Guang Manyue..? Dan aku bisa mendengarnya.? Jangan katakan kalau ibu juga mendengar isi hati Guang Manyue...? Tidak, tidak mungkin.. tapi lebih baik aku nanti bertanya langsung pada ibu. Dan jika benar, apakah kata- katanya tadi yang mengatakan aku akan mati muda karena Nan'er suatu kebenaran. ? Tidak itu tidak mungkin, " Seru Bay Yan dalam hati tak ingin percaya . Dia menatap Guang Manyue yang duduk dengan tenang di samping sang Nenek dengan tatapan kesal dan marah.

" Bay Yan.. Apa yang kau katakan sejak tadi memang tidak beralasan. .. Sejak tadi adikmu tidak berbicara apapun itu, dari mana kau bisa berkata kalau Dia mengutuk mu. Kalau kau sangat membenci Dia, katakan dengan jujur, tidak usah mengada-ngada .." Ucap Nenek Li dengan marah . Sebenarnya sang nenek bisa menduga. Kalau cucu Laki-laki nya juga bisa mendengar ucapan dari hati Guang Manyue.

"Maafkan Bay Yan Nek... " Ucapnya pelan.

" Sudah- sudah.. Tidak usah di perpanjang . Lagi pula kata maaf itu bukan untuk Nenek, kau tidak menyakiti hati Nenek, tapi adikmu, adik kandung mu. Sudahlah jangan di bahas lagi . lalu sekarang. kedatanganmu kemari ini, Apakah hanya untuk mencari masalah buat adikmu..? " Ucap Nenek Li dengan nada datar . Melihat kemarahan sang Nenek masih belum redah, , Feng Bay Yan berucap sambil menundukkan kepalanya.

" Sekali lagi Maafkan Bay Yan Nek...Bay Yan ingin melihat keadaan Nenek " Ucap Pria itu pelan

" Kalau begitu duduklah... " Ucap sang Nenek.

 " Baik Nek.. " Dan Pria tampan itu segera duduk di dekat Guang Manyue setelah menatap sang adik sekilas. Dia tidak memilih duduk di dekat Feng Lu Nan. karena takut membuat Nenek Li marah kembali. tapi sikapnya itu, Membuat Feng Li Nan kesal dan marah pada Guang Manyue.

" Yue'er... Bagaimana keadaanmu setelah kembali dari Kuil..? Apakah selama kau berada di sana baik- baik Saja...? " Tanya Nenek Li lembut.

"Cucu baik- baik saja Nek... " Jawab Manyue lembut .

( Nenek.. Apakah kau tahu kalau Li Nan telah dua kali menyewa pembunuh bayaran untuk membunuh Manyue di kuil Agung .? Demi menginginkan Dia menjadi putri satu- satunya di keluarga ini, Demi ingin menguasai harta kalian, Dia bertekad melenyapkan aku. Dia sudah beberapa kali ingin membunuhku. Usaha dia membuat kalian benci dan mengusir ku dari rumah ini gagal, akhirnya membuat Dia nekad menyewa pembunuh bayaran untuk membunuhku. Dan terakhir tadi pagi, beberapa pembunuh bayaran telah datang padaku. untung saja kali ini pun dia gagal lagi.) ucap Manyue dalam hati. Tentu saja suara hati Manyue di dengar oleh ibu , Nenek dan sang Kakak . Membuat mereka kaget bukan main. (Menyewa pembunuh bayaran. ? ) Seru mereka dalam hati .

" Dasar gadis jahat.. lebih dari lima belas tahun kami merawat dan menyayangi dia, tapi dia membalas dengan berniat jahat pada cucu kandungku..! Keserakahan membuat dia lupa siapa Dia sebenarnya ... Benar- benar gadis jahat..." Seru Nenek Li dalam hati dengan sangat marah. Hingga wajahnya terlihat agak pucat.

" Benarkah apa yang di katakan Yue'er.. Benarkah Li Nan ingin membunuhnya...? Apakah selama ini kami telah salah pada Yue'er..? Apakah Nan'er sejahat itu..?" Ucap Nyonya Lu dalam hati.

" Tidak, itu tidak mungkin Tidak mungkin Nan'er memiliki sifat jahat seperti itu. Dasar gadis sialan, otaknya memang bermasalah.." Ucap Bay Yan dalam hati.

Ucapan hati ketiga orang itu berbeda. Namun hanya Nenek Li wan Ji Yang mempercayai ucapan hati Manyue.

 " Yan'er..Bagaimana pelajaran mu di perguruan. Apakah kau baik- baik saja...? " Ucap sang Nenek mengalihkan pembicaraan mereka .

*Aku baik - baik saja Nek.. Tidak seperti seseorang yang selalu membuat masalah... " Ucap Bai Yan dingin. Mendengar kata- kata Bay Yan, terlihat Nenek Li kesal. Sedangkan Feng Li Nan terlihat tersenyum penuh kemenangan . apalagi Saat Dia melihat kakak keempatnya terlihat marah pada Guang Manyue.

"Bay Yan.. Ucapan apa itu, berbicaralah dengan benar.. " Ucap sang Ibu marah .

" Iya bu... Maaf.. " Ucap Bai Yan sambil menatap Manyue sekilas. Sedangkan Guang Manyue diam saja, seolah bukan dia yang di bicarakan.

" Ya sudah, Yue'er, Nan 'er.. Kembalilah ke kediaman kalian, aku masih ada urusan dengan kakak dan Ibu kalian ... " Ucap Nenek Li dengan wajah tenang. Dia menatap Manyue dengan tatapan sayang. Membuat Li Nan yang menyadarinya semakin marah dan benci pada Guang Manyue.

"Baik Nek..." Jawab mereka berdua bersamaan. Segera keduanya keluar dari rumah tinggal sang Nenek. Ketika sampai di luar, Li Nan mendekati Manyue.

"Adik Manyue. , Bagaimana keadaanmu setelah kembali dari kuil , Apakah kau baik- baik saja...? " Ucapnya sambil tersenyum lembut . Melihat sikap gadis itu, rasanya Manyue ingin merobek wajah palsunya. Tapi dia tahu, bukan saatnya dia melakukannya. Karena tindakannya percuma saja , malah akan membuat ular berbisa ini curiga dan waspada. dan malah membuat dia yang akan menderita. Tapi kekesalan hatinya harus tersalurkan.

" Aku rasa kau tahu semuanya. Jangan munafik.. Wajahmu itu terlihat menjijikkan.. dan sifat aslimu yang penuh iri , dengki dan licik , terlihat sangat jelas tergambar di wajahmu. hanya orang - orang bodoh yang tidak bisa melihatnya..."Jawab Guang Manyue dingin sambil melangkah pergi bersama Ansi . meninggalkan Feng Li Nan yang kaget dan tak percaya . Dia tak percaya gadis itu berani menjawab kata- katanya. Dan bersikap dingin seperti tadi. Berberapa saat kemudian kemarahan terlihat di wajahnya , saat Dia melihat Guang Manyue pergi dengan sikap tenang . Dia mengepalkan tangannya erat menahan kemarahan.

" Jangan senang dulu gadis Sialan.. Kau tak akan lama tinggal di rumah ini.. Aku yakinkan itu.." Ucapnya dengan nada marah . Lalu dia pergi ke kediamannya bersama para pelayannya.

Sedangkan di dalam ruang sang Nenek sendiri terlihat nenek Li memerintahkan para pelayannya untuk keluar semua . Setelah para pelayan pergi dan tinggal mereka bertiga, dia menatap cucu dan menantunya bergantian .

" Kalian berdua juga mendengar suara hati Yue'er kan..? " Ucapnya sambil menatap dua orang yang ada di depannya.

 "Benar Bu.. " jawab Nyonya Lu.

 "Apa.. Suara hati Manyue...? Jadi tadi itu beneran suara hati Manyue..? " Ucap Bay Yan tak percaya.

" Benar..Itu suara Hati Manyue dan suara hatinya terbukti benar... "Ucap Nyonya Lu dengan wajah terlihat sedih.

" Apa maksud ibu..? " Tanya Bai Yan dengan wajah kaget dan heran. Lalu Nyonya Lu menceritakan kejadian di pintu gerbang tadi.

" Tidak, itu tidak mungkin bu.. Nan'er tidak akan memiliki sifat seperti itu.. Nan'er gadis baik dan lembut . " Ucap Bai Yan tak percaya.

"Itu kenyataan yang ibu alami Yan'er.. Perbuatan serta ucapan Nan'er persis sama seperti apa yang di ucapkan Yue'er di dalam hatinya..* ucap sang Ibu dengan wajah sedih. Terlihat ketiganya terdiam dalam fikiran masing - masing , namun ada perasaan cemas, takut dan juga tak percaya.

" Lalu apakah yang dia ucapkan tadi tentang kematianku benar adanya...? " Ucap Bai Yan dengan wajah pucat. Mendengar ucapan Bai Nan, Ibu juga Neneknya segera ingat akan ucapan Manyue.

" Nak... Lebih baik kau berhati- hati mulai sekarang. Aku takut apa yang di ucapkan adikmu benar adanya. Ibu tidak ingin kejadian itu benar - benar akan terjadi padamu. . " Ucap sang Ibu dengan wajah cemas .

"Benar apa yang di katakan ibumu Yan'er. Nenek juga takut kalau semua itu kebenaran yang akan terjadi pada keluarga kita. Kita lihat saja apa yang akan terjadi kedepannya. Dan kalian berdua, rubah sikap kalian pada Yue'er.. Dia itu anak dan adik kandung kalian, Putri asli keturunan Keluarga Feng. Darah yang mengalir di tubuhnya persis sama dengan darah kalian. Jangan kalian bedakan kasih sayang kalian berikan terhadap Yue'er maupun Nan'er jangan kalian Lupa, Li Nan itu hanyalah Wanita muda yang pernah tinggal di rumah kalian . dia orang luar bagi kita . orang yang telah merebut tempat yang seharusnya Guang Manyue miliki. Dia sudah cukup beruntung menempati tempat yang seharusnya milik Yue'er...dan sekarang seharusnya tempat itu di kembalikan pada Yan'er bukan...?" Ucap Nyonya Li dengan wajah dingin. Dia ingat kata- kata Guang Manyue kalau gadis itu telah berani menyewa pembunuh bayaran untuk membunuh Cucu Kandungnya . Sebenarnya dia tidak membenci gadis itu, tapi setelah mendengar kata hati cucu perempuan nya, Kasih sayang yang dia miliki terhadap Feng Li Nan , kini berubah menjadi perasaan kesal dan benci di dalam hatinya .

" Tapi Nek.. Semua belum terbukti, Jangan-jangan ini hanya rasa benci Manyue pada Nan'er..Dia memprovokasi kita agar benci pada Nan'er...." Ucap Bai Yan yang masih tak mau mempercayai ucapan hati Manyue tentang Li Nan.

"Cukup Yan'er.. kau bisa berkata seperti itu, apakah Yue'er tahu kalau kita mendengar kata hatinya, apakah Dia begitu sakti hingga bisa mengirimkan suara hatinya pada kita ha...! " seru Nenek Li semakin marah. Terlihat Feng Bay Yan terdiam mendengar ucapan sang Nenek.

"Baiklah kalau kau tak percaya pada Dia, jangan berubah dan tetaplah membenci Dia. Terserah apa yang ingin kau lakukan .. Asal jangan sampai kau menyesal di kemudian hari. .. abaikan semua yang terjadi hari ini. sekarang kembalilah ke kediaman kalian. Aku sudah lelah. Aku hanya berharap kalian akan tetap hati- hati dan waspada..dan satu lagi, jangan sampai aku mendengar kalian menyakiti Yue'er lagi . Aku berharap kalian bisa merubah sikap kalian kepada Yue'er. Jangan sampai kalian menyesal, dan tidak ada maaf lagi dari gadis itu .." Ucap Nyonya Lu datar . ada nada kelelahan di suara Nyonya Li.

"Menantu tahu Ibu...maafkan Putraku. aku akan menasehati Dia..." Ucap Nyonya Lu yang menyadari kalau Nyonya Li sangat marah akan sikap Putranya . Setelah memberi salam dan berpamitan, mereka segera pergi dari rumah kediaman Nyonya Li . Setelah kepergian mereka, para pelayanan masuk kembali

"Sejak awal aku memang tidak pernah mempercayai dan menyukai Gadis Li Nan itu. entah kenapa aku merasakan perasaan jauh darinya . Apalagi Sejak kecil aku sudah melihat sikap liciknya. Tapi karena dulu aku tahu dan menganggap dia cucu kandungku, aku berusaha menyayangi dia dan ingin merubah sikapnya. Namun usahaku mengalami kegagalan . Tapi setelah aku mengetahui kalau dia bukan cucu kandungku, barulah aku menyadari mengapa perasaanku menolak gadis itu... Dan saat melihat mereka tidak menyukai cucu kandungku, aku merasakan sakit di hati ini . Sekarang pun mereka tidak mempercayai Dia.. semoga saja kediaman ini akan aman- aman saja .." Ucap Nene Li dengan wajah sedih.

 "Jangan khawatir Nyonya.. semua akan baik- baik saja Bukankah Cucu Kandung anda telah kembali. Walaupun hamba tahu kalau Nyonya dan para tuan muda tidak menginginkan kehadiran gadis itu. Hingga Mereka mengabaikan keberadaannya, malah ikut membenci Nona Yue Yue, tapi hamba tahu, Nona Yueyue gadis kuat dan baik hati. Hamba yakin dia bisa melalui semua ini.." Ucap Bibi Wang dengan nada sedih.

" Semoga saja Mereka segera menyadari kesalahan mereka terhadap Yue'er. Dan bisa melihat sikap licik Li Nan... * ucap Nyonya Li dengan wajah prihatin.

"Semoga saja Nyonya. . " Ucap Bibi Wang .

"Ya sudah, ayo antar aku kembali ke kamar... " Ucap Nyonya Li sambil berdiri .

" Baik Nyonya... " Jawab Bibi Wang. Dia segera menuntun wanita tua itu berjalan kearah kamarnya.

Sedangkan Nyonya Lu dan Putra keempatnya terlihat berjalan keluar dari kediaman Nyonya Li dengan wajah sedih. terlihat mereka sedang berbicara perlahan. Para pelayan menjaga jarak saat melihat mereka berbicara serius. Dan saat mereka sudah berada agak jauh dari kediaman sang Nenek, Feng Bay Yan menatap kembali kediaman Nyonya Li sebelum berbicara pada sangat Ibu . wajahnya terlihat sedih dan juga tegang.

" Ibu.. Aku tidak percaya kalau Nan'er memiliki sifat seperti itu.. Sejak kecil kita selalu bersama Dia. aku tahu sifat adikku itu ibu..." Ucap Bai Yan pada sang ibu.

"Cukup Yan'er.. kau telah membuat Nenekmu marah.. seharusnya kau tidak berkata seperti tadi." ucap sang ibu menahan kemarahannya.

"Tapi Bu..." terlihat sekali kalau Bay Yan tidak mau mempercayai ucapan sang Nenek.

"Dengarkan kata- kata ibu...Mulanya aku juga tidak percaya nak , tapi semua yang di katakan hati nurani Yue'er terbukti semuanya. Kata-kata , sikap dan perilaku yang di ucapkan Hati Yue'er persis seperti apa yang di lalukan adikmu Nan'er.. Sekarang Ibu merasakan rasa bimbang pada Nan'er . dan juga perasaan bersalah pada adikmu Yue'er . benar kata Nenekmu, bagaimanapun juga, Yue'er adalah adik kandungmu yang sebenarnya. Nak... Sepertinya semua yang kita lakukan selama ini pada Yue'er itu salah.. " Ucap Nyonya Lu dengan wajah bingung dan juga sedih .

"Maksud Ibu bagaimana.. ? " Tanya Bai Yan tak mengerti.

Akhirnya Nyonya Lu kembali menceritakan semua kejadian yang dia alami . Dia menjelaska suara hati Man Yue yang dia dengar dan terbukti kebenarannya.

"Semua persis sama seperti ucapan yang ada di dalam hati adikmu..seolah dia tahu apa yang akan terjadi..." Mendengar cerita dan ucapan sang Ibu, terlihat Wajah Bai Yan melongo.

 " Karena itulah Ibu sekarang merasakan rasa bimbang di dalam hati ibu.. ibu takut apa yang di ucapkan hati Nurani adikmu benar adanya.." Ucap Nyonya Lu sambil melangkah kearah rumah kediamannya .

"Kalau begitu mulai sekarang kita perhatikan Nan'er bu.. tapi jangan sampai dia tahu dan Curiga . aku masih tak percaya dengan semua ini. andai bukan Ibu yang bicara, atau aku tadi tidak mendengar sendiri ucapan hati gadis itu, aku tak akan bisa mempercayainya Bu... lebih baik kita tunggu saja kedatangan Ayah dan Kakak kedua . Dan kita bisa membicarakan ini pada kakak pertama dan ketiga . Kita lihat, apakah mereka juga mendengar suara hati Manyue . " Ucap Bai Yan dengan nada seperti masih tak ingin percaya .

" Benar apa katamu nak.. Kita lihat apakah mereka juga bisa mendengar ucapan Yue'er.. Tapi melihat sikap Nan'er, sepertinya dia tidak mendengar ucapan hati Yue'er .. " Ucap Nyonya Lu sambil menatap pada sang Putra .

" Benar kata Ibu.. Melihat reaksi yang di tunjukkan Nan'er saat di ruangan Nenek tadi , sepertinya dia tidak mendengar suara hati Manyue .. kalau tidak, pasti dia akan marah..." Jawab Bai Yan. Tak terasa mereka telah ampai di rumah tinggal sang ibu.

 "Sudah sampai, Yan'er.. Kalau kakak ketiga mu atau kakak pertamamu datang, suruh mereka datang ke tempat Ibu. " Ucap Nyonya Lu.

" Baik Bu. Kalau mereka datang, akupun akan datang bersama mereka bu... ya sudah aku pamit kembali ke kediaman ku, bu. " Pamit Bai Yan

" Pergilah.. sekali lagi aku ingatkan padamu Yan'er , kalau kau bertemu adikmu Yue'er , jangan membuat masalah padanya .. benar kata Nenek mu. Apapun itu, dia adalah adik kandungmu yang harus kau lindungi dan kau sayangi. Kau bisa menyayangi Nan'er , pasti kau juga bisa menyayangi Dia. Ibu percaya padamu nak..." Ucap Nyonya Lu kembali mengingatkan . Terlihat Feng Bay Yan tertegun mendengar ucapan sang Ibu, langkah kakinya yang ingin menjauh dari kediaman sang Ibu, terhenti dan berbalik menatap sang Ibu. setelah terdiam sejenak, Diapun berkata .

"Baik ibu...aku tahu itu ..." Segera Bay Yan pergi meninggalkan kediaman sang Ibu. Dia berjalan menuju kediamannya yang tak seberapa jauh dari rumah tinggal sang ibu.

Udahan dulu ya.. aku lanjut pada episode selanjutnya.

Bersambung.

1
@Mita🥰
semoga kakak ketiga tidak pulang
Iyus Iyus
hari ini satu tor
Sekar
ok💪💪💪thor
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Bales lagi tuh tabokin sampe ga keliatan matana 😏
Lily Nurindah Sari
akhirnya setelah sekian purnama nongol lagi.. semangat thor🙏🙏🙏
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Nemu apa kira2 didalem hutan
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Tuman dicuekin 😅 mang enak
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Othor gada gambar Manyeu kah 😃 penasaran tau sama perubahan naaa /Whimper/
@Mita🥰
wiiiih ..kira" dapat hewan kontrak gak ya🤭🤭🤭
Erna Fkpg
wah panen banyak😅
Erna Fkpg
karya baru semoga lebih bagus dan seru kaya ceritanya sebelumnya
Erna Fkpg
wah bisa tambah kuat lima elemen minyue dengan ada lima pohon warna💪💪💪
@Mita🥰
ayo manyue bagi" buah nya buat para saudara mu
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
😃 Molotot ga tuh mata na si Li Nan
Jungkookie🐰
kukira jodohnya bakal putra mahkota setelah ngga jadi sama Pangeran anaknya si selir eh ternyata kayaknya jodohnya malah jendral agung adik kaisar malahan wkwk
Respati: bingung... author juga bingung 😄🤭
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Waah 😅 Manyeu jadi incaran duo pangeran
Dwi Setyaningrum
jd bayangin cantiknya Guang manyue itu kyk apa ya🤔 mgkn bidadari kalah cantik kali ya🤔hmm ga bisa dibayangin deh..🤭
Respati: jangan di bayangin neng 🤭🤭
total 1 replies
@Mita🥰
wih mantap tuh si minyue
Erna Fkpg
selalu kutunggu dengan semangat 😘😘😘
Iyus Iyus
tiga mawar sama vote tor
Respati: Trimakasih.. 🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!