NovelToon NovelToon
Can I Stay? | By Shea

Can I Stay? | By Shea

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Perjodohan / Cintapertama / Ketos
Popularitas:524
Nilai: 5
Nama Author: Shea Alicia

Michelle kembali ke Indonesia setelah enam tahun menetap di luar negeri untuk menemui calon tunangannya, Alvin. Namun, ia tak pernah menyangka bahwa begitu banyak hal telah berubah, termasuk pria yang pernah berjanji akan menunggunya. Waktu dan jarak telah mengubah Alvin hingga Michelle merasa tak lagi mengenali sosok yang dulu begitu dicintainya.

Kenyataan yang paling menghancurkan hatinya adalah Alvin kini telah memiliki seorang kekasih yang begitu dicintai. Tempat yang dulu menjadi milik Michelle, kini telah diisi oleh orang lain.

Benarkah waktu mampu menghapus cinta yang pernah begitu dalam? Ataukah masih ada secercah rasa yang tersisa di hati Alvin untuk Michelle? Saat takdir kembali mempertemukan mereka, apakah mereka akan menemukan jalan pulang... atau justru menyadari bahwa beberapa cinta memang ditakdirkan untuk menjadi kenangan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shea Alicia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 16

​Katya Franciska

MICHELLE

^^^​Michelle Moselle^^^

^^^APA^^^

​Meyra Franciska

Kok lu jd ikutan nge gas?

^^^​Michelle Eveline^^^

^^^Apa^^^

​Meyra Franciska

Nah gitu dong

Gw aja yang nge gas

^^^Michelle Eveline^^^

^^^Buruan anjir mau nanya apa ngasih tau!^^^

​Meyra Franciska

😌

Mau nanya

[send pict]

INI LO?!

^^^​Michelle Eveline^^^

^^^Heh!^^^

^^^Dpt dr mana lu?^^^

^^^Kok gk bilang2 mau ngefoto^^^

^^^Anjir komuk gw T_T^^^

^^^Gak ada akhlak lu!^^^

​Meyra Franciska

Lu yang gak ada akhlak ogeb!

Awas aja lu!

Besok gw sidang!

Gw jadiin rempeyek!

^^^​Michelle Eveline^^^

^^^Heh kok jadi gw?^^^

^^^Meyra?? ^^^

^^^Mey??^^^

^^^Mey^^^

^^^Mey^^^

^^^Mey^^^

^^^Mksd lu apaan anjir!^^^

​Meyra Franciska

mey mey lo pikir gw Mei-mei!

Pokoknya awas besok!

Siap2 aja!

^^^​Michelle Eveline^^^

^^^Mirip, bedanya nggak sipit^^^

^^^Oke gw siap2^^^

​Katya Franciska

Bego!

...​☆☆☆...

​Michelle melempar ponselnya ke atas kasur sambil menggeleng heran, bahkan suara cempreng Meyra terdengar hanya dengan membaca pesan dari cewek itu.

​Dengan rambut basah yang masih tertutup handuk, Michelle berjalan menuju balkon, ia ingin mengambil gelas dan piring bekas camilan yang kemarin masih ia tinggalkan di balkon karena keburu ngantuk.

​Brum!

​Atensi Michelle teralih saat mendengar suara deruman mesin motor, kedua sudut bibirnya tertarik. Cewek itu langsung melangkah menuju tepi balkon untuk memastikan.

​"Masih berduaan?"

​Michelle mendesis tak suka saat melihat Nara baru saja turun dari motor Alvin, cewek itu sudah berganti pakaian, bukan setelan yang tadi dipakai lari pagi. Sementara Alvin masih mengenakan setelan yang sama, sepertinya tadi cewek itu pulang dulu.

​Ah, apa peduli Michelle.

​Michelle melihat Alvin mengusap puncak kepala Nara, lalu menggandeng cewek itu memasuki rumah. Terlihat jelas senyuman malu-malu di bibir Nara saat Alvin melakukan itu, membuat Michelle bergidik geli.

​"Pacaran terus sampe bego!" ujar cewek itu kesal, lalu menggeleng saat menyadari sesuatu. "Kak Alvin jangan bego, nanti nikah sama aku kan jadi penerus perusahaan Daddy. Masa iya penerus tunggal bego," gumamnya lalu tersenyum sambil menghayal.

​Inilah yang sering Michelle lakukan ketika sedang berada di balkon sendirian, membayangkan masa depan sambil senyum-senyum sendiri. Karena hanya dengan cara ini, Alvin bisa bersikap manis pada Michelle. Iya, hanya dalam dunia hayalan Michelle.

​.

.

.

.

.

​"Sini lo!"

​Michelle yang hampir masuk kelas langsung tersentak saat seseorang menarik lengannya menjauhi pintu, ia tidak memberontak sama sekali sampai langkah cewek itu terhenti di depan sebuah gang antar gedung.

​Cewek itu berbalik. "Jelasin masalah foto kemaren," tuntut cewek itu dengan penekanan di setiap kata.

​Michelle memiringkan kepala, menatap heran cewek di depannya, lalu menghela napas. Kedua tangan Michelle terulur menepuk pundak cewek itu.

​"Ke po," ucap cewek itu singkat, lalu menarik kedua ujung bibirnya membentuk seulas senyum yang terlihat menyebalkan.

​Meyra membuka mulutnya, cengo, lantas langsung menghentakkan tangan Michelle dari pundaknya. Cewek itu menarik lengan Michelle dan membawa teman sekelasnya itu memasuki gang.

​"Lo gila, Michelle?" tanya Meyra langsung.

​Michelle menggeleng pelan dengan wajah polos, membuat Meyra gemas hingga menjitak kepala cewek itu. Meyra mengeluarkan ponsel di saku kemeja sekolahnya, mengutak-atik benda canggih itu, lalu memamerkan di depan wajah Michelle.

​"Ini beneran lo?" tanya Meyra.

​Michelle memicingkan kedua matanya agar bisa melihat dengan jelas gambar yang sedikit blur itu, beberapa detik kemudian mengangguk ragu.

​"Gila beneran lo?!" sentak Meyra tiba-tiba, membuat Michelle harus menutup telinga dan matanya, kaget.

​"Lo tau nggak siapa cowok yang ada di foto ini?" tanya Meyra, terdengar menahan kesal.

​Michelle merotasikan kedua bola matanya, lalu mengangguk malas. Melihat respon Michelle yang biasa-biasa saja membuat Meyra gemas hingga membuat gerakan seolah akan mencabik-cabik wajah cewek itu.

​"Lo bilang mau ngedeketin Kak Alvin aja udah jadi masalah besar Michelle, ini malah lo kepergok berduaan sama Kak Devis. Bosen hidup tenang di SMA ini lo?" Meyra masih berusaha menjaga diri agar tidak mengamuk sampai benar-benar mencabik tubuh cewek Michelle.

​Kening Michelle berkerut. "Emang kenapa?"

​"Astaga Michelle Eveline! Lo nggak tau kalau mereka musuhan sejak lama?! Hah?!"

​"Musuhan?" kedua mata Michelle terbuka lebih lebar. "Kak Alvin sama Kak Devis?"

​Meyra mengangguk, cewek itu kembali mengutak-atik isi galerinya, mencari foto yang kemarin ia simpan dari tangkapan layar setelah stalking sebuah akun.

​"Dari SMP," ujar cewek itu, kembali memamerkan layar ponselnya di depan wajah Michelle.

​"Ini akun apaan?" tanya Michelle melihat nama akun yang sama sekali tidak bersangkutan dengan Devis maupun Alvin.

​Meyra meringis. "Akun gosip sekolah yang sering gue ceritain, gue pengen pegang akun ini, jadi gue follow terus ikutin updatenya," ujar cewek itu sambil cengar-cengir.

​Michelle menatap cengo temannya, jari telunjuknya bergerak ke dahi cewek itu, lalu mendorongnya pelan.

​"Jauh-jauh dari gue lo kang gosip!" ujar Michelle, menyingkirkan Meyra dari hadapannya.

​"Heh mau ke mana lo kang nyari masalah?!" teriak Meyra karena Michelle meninggalkannya.

​Michelle menoleh tanpa berhenti. "Nyari sumber masalah!"

​.

.

.

.

.

​"Vis ada yang nyariin tuh,"

​Devis yang duduk di atas meja sambil mengobrol dengan teman-temannya lantas menoleh saat Ezra menepuk pundaknya, sebelah alis cowok itu terangkat melihat siapa yang berdiri beberapa meter dari tempat nongkrongnya.

​"Wiihhhhh dicariin cewek tuh!" goda teman Devis.

​"Siapa lagi nih, Vis? Kirain lo masih sama si Kirana."

​"Mustahil!" sahut Arga. "Mustahil Devis bertahan lebih dari dua bulan! Pasti ada yang baru, ye nggak Vis?" senggol cowok itu, lalu tertawa.

​Tawa teman-teman Devis terdengar mengerikan di telinga Michelle, membuat cewek itu mundur perlahan sambil meremas sisi rok seragamnya.

​"Samperin Vis, atau gue aja yang samperin?"

​Devis menoleh cepat dengan tatapan nyalang saat Arga berdiri, membuat cowok itu kembali duduk sambil mengangkat kedua tangannya seperti maling menyerah.

​"Bercanda gue, boss, jangan bawa serius!" ujar Arga.

​Atensi Devis kembali teralih pada Michelle, cowok itu beranjak. Mendengar langkah kaki mendekat, membuat Michelle kembali menegakkan kepalanya yang sempat tertunduk.

​"Cari mati dateng ke kandang buaya?" tanya Devis, membuat Michelle tersentak.

​Cowok itu mengedikkan dagu, memberi isyarat agar Michelle mengikutinya. Michelle yang mengerti hanya mengangguk dan berjalan di belakang Devis sambil menunduk, teman-teman Devis masih terus menggodanya.

​"Ada apa?" tanya Devis setelah mereka menjauh dari teman-teman cowok itu.

​"I-itu... Yang kemar--"

​"Kan gue suruh temuin pulang sekolah," potong cowok itu, nada bicaranya sangat datar, tidak seperti Devis yang kemarin.

​"Bentar lagi bel, lebih baik lo balik ke kelas, ntar dikira lo mau bolos kalau di sini."

​Michelle menatap Devis. "Emang Kak Devis mau bolos?"

​"Iya, hari ini pelajaran geo, gue males."

​Michelle mendelik mendengar jawaban Devis yang terdengar santai, seolah meninggalkan pelajaran dengan alasan malas adalah hal biasa untuk cowok itu.

​"Kenapa lihatin gue kayak gitu? Terpesona?" tanya Devis.

​Baru saja Michelle bingung dengan Devis yang terlihat berbeda, sifat kepedean cowok itu kembali lagi. Michelle berdecak, tanpa berkata apa-apa langsung berbalik meninggalkan tempat itu.

​"YAHHHH!! Ditinggalin!" sorak teman-teman Devis secara kompak, lalu tertawa.

​Devis tidak peduli dengan suara teman-temannya, cowok itu masih menatap punggung Michelle hingga menghilang setelah berbelok ke lorong kelas.

1
Alzen
typo lagi yang
Alzen: ini aja po dulu 2 tahun 😓
total 3 replies
Alzen
cepat updateee
ᥫ᭡ׅ꯱hׁׅ֮ꫀׁׅܻ݊ɑׁׅ: iyaaaaa
total 1 replies
Alzen
ceroboh banget/Shame/
Alzen
padahal yang kemarin juga bagus novelnya
ᥫ᭡ׅ꯱hׁׅ֮ꫀׁׅܻ݊ɑׁׅ: eh iyaa 😓
total 3 replies
🥑⃟Hati Yang Kau Sakiti●⑅⃝ᷟ◌ͩ
selamat berkarya 🙏
Baby
Devis aja /Grin//Grin/
ᥫ᭡ׅ꯱hׁׅ֮ꫀׁׅܻ݊ɑׁׅ: 2in /Bye-Bye/
total 1 replies
Baby
jadi Michelle kasian, jadi Alvin kasian, jadi Nara kasian, jadi pembaca sekarat /Curse/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!