Rendi yang merupakan putra sulung keluarga atmadinata yang tak asing lagi nama nya dikalangan pebisnis tanah air memiliki wajah yang tampan nan rupawan.
Tak heran banyak mahasiswa indonesia yang menyelesaikan studi nya di universitas oxford dilondon dimana tempat rendi tumbuh besar dikota terbesar di eropa itu tergila-gila dengan ketampanan dan kepintaran nya.
Meski memiliki wajah yang berbeda dengan ayah nya akan tetapi kebanyakan dari mereka mengatakan bahwa ketampanan nya adalah warisan dari ayah nya.
Rendi yang sudah lama mengubur kisah pilu dimasa kecil nya, kini harus kembali ketanah air untuk memimpin perusahaan CEG yang telah bersinar kembali nama nya.
Meski berulang kali berusaha menolak tapi kali ini rendi mengabulkan permohonan ayah nya. sebab, sebagai putra semata wayang keluarga atmadinata mau tidak mau ia harus terjun kedunia bisnis dan berbakti kepada keluarga atmadinata.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Melisa Lim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 22
Rendi melajukan mobil nya dengan kecepatan tinggi untuk melampiaskan amarah dihati nya. "Aku bukan anakmu, mana mungkin aku anak dari seorang b*jing*n sepertimu, brengseeek!!! Rendi terus menerus mengumpat dan sesekali memukul kemudi nya.
Setibanya dikediaman atmadinata rendi naik kelantai atas kekamar nya tanpa menghiraukan pak denny ketika dia melewati nya. pak denny hanya melihat cucu nya sekilas dari balik surat kabar nya. melihat cucu nya yang bersikap tidak seperti biasa nya pak denny ingin menghampiri nya.
Baru saja pak denny ingin mengetuk pintu kamar rendi, daniel dengan napas terengah-engah mendahului ayah nya
"rendi,,buka pintu nya, mari kita bicara, daddy menyembunyikan segala nya dari mu hanya karna tidak ingin hatimu terluka." ujar daniel sambil menitikkkan air mata nya.
Pak denny memandang wajah anak nya daniel dan ia sudah mengerti apa maksud daniel dari pembicaraan nya.
"Sudahlah daniel, berikan dia waktu." ujar pak denny yang mencoba menyabarkan putra nya.
"tapi ayah semua nya terasa sia-sia setelah aku berusaha menutupi identitas putraku selama bertahun-tahun." ujar daniel yang sedang menangis terisak-isak.
"Daniel,,kamu sudah menjaga, mendidik dan membesarkan nya dengan baik, biarkan rendi sendiri yang menilai pria mana yang layak dia sebut ayah dan biarkan dia memilih dikeluarga mana yang pantas tempat untuk dia kembali." ujar pak denny dan berlalu dari hadapan putra nya. Diam-diam pak denny menghapus airmata nya yang telah menggenang dipelupuk mata nya. dia sangat terpukul melihat kehidupan putra semata wayang nya daniel yang sangat miris.
Didalam kamar nya, rendi memandang wajah nya yang berurai airmata, bagaimana bisa dia memiliki kehidupan yang begitu tragis. didalam ingatan nya dia mengulang kembali kejadian disaat dia merenggut kesucian yang ternyata adalah adik kandung nya sendiri. rendi merasa pusing dan mual ketika mengingat kejadian itu.
Rendi memuntahkan isi perut nya didalam wastafel kemudian mata nya memandang tajam melihat bayangan diri nya sendiri dicermin, "Aku bukan keturunan keluarga syarief, aku putra keluarga atmadinata. sampai hari kiamat pun aku tidak akan pernah mengakui nya." rendi berbicara dengan diri nya sendiri.
Rendi menghapus airmata nya dan membuka pintu kamar nya setelah ia merasa puas meluapkan kesedihan nya. Daniel yang sedari tadi terduduk didepan pintu kamar putra nya segera berdiri dan menghampiri nya.
"Rendi, dengarkan penjelasan daddy." ujar daniel sambil mengambil tangan putra nya dan menggenggam nya erat.
"Daddy, aku tidak memerlukan penjelasan apapun, anggap saja hari ini tidak pernah terjadi. aku adalah darah dagingmu, darah daging atmadinata sampai kapanpun daddy." ujar rendi penuh dengan airmata.
Seketika itu daniel memeluk tubuh rendi dan mencium pipi putra kesayangan nya itu. Daniel merasa lega ternyata apa yang dia takutkan tentang putra nya tidak terjadi seperti apa yang ada didalam pikiran nya.
Pak denny kembali tersenyum melihat rendi yang tetap memilih daniel sebagai ayah nya. pak denny sangat yakin ketulusan cinta yang diberikan daniel untuk rendi dapat meluluhkan hati rendi.
***
Dikediaman keluarga Rendy syarif.
Rendy membukakan pintu mobil nya untuk putri nya. Fay berjalan mendahului kedua orangtua nya. dia masih tidak percaya dengan ucapan ayah nya yang membongkar identitas pria yang selama ini dicintai nya.
Setelah mereka masuk kedalam rumah, rendy menaiki anak tangga untuk menyusul putri nya didalam kamar nya.
"Fay, sini berikan ponsel mu ke papa." ujar rendy sambil menadahkan telapak tangan nya.
Fay hanya diam dan tidak mengindahkan permintaan ayah nya.
Dengan kasar rendy merogoh saku celana anak nya dan merebut ponsel nya, " mulai sekarang sebaik nya kamu jauhi kakak mu." ujar rendy sambil menghapus kontak telpon raju.
"Pa, dia bukan kakak ku, papa hanya ingin aku menjauh dari nya kan?" ujar fay yang tidak mau mempercayai kenyataan yang sebenarnya.
"Fay, kamu jangan keras kepala, papa tidak mungkin berbohong." jawab rendy sambil meletakkan kembali ponsel putri nya diatas meja.
"Fay tidak akan percaya sampai papa memberikan bukti untuk fay." jawab fay dengan wajah kesal nya.
Alya yang mendengar suara kegaduhan dari dalam kamar anak nya segera menghampiri keberadaan suami dan anak nya. Dengan kasar alya membuka pintu kamar putri nya dan menarik kasar tangan fay agar berdiri dan berjalan mengikuti langkah kaki ibu nya.
Tanpa membuka suara alya membawa fay masuk kedalam ruangan kerja ayah nya.
"Apa kau perlu bukti?? dan kau akan percaya setelah melihat semua ini?" ujar alya sembari mengeluarkan foto-foto dirinya bersama raju dikediaman atmadinata.
Fay hanya memandangi foto-foto ibu nya dan juga kakak nya tanpa mau menyentuh satu lembar foto pun. Alya menghamburkan foto-foto tersebut kehadapan fay. Fay hanya memandang satu foto rendi kecil yang tersenyum sambil mencium pipi ibu nya dan alya yang memejamkan matanya.
Fay melihat wajah rendi disana, ya senyuman rendi. Fay menutup mulut nya menahan tangis nya. ia tak bisa menyangkal lagi kebenaran bahwa memang pria yang selama ini diinginkan dan dicintai nya adalah kakak nya.
Fay juga kembali mengingat kejadian-kejadian yang telah ia lakukan bersama kakak nya. Fay berteriak histeris sambil menjambak rambut nya sendiri. Fay terlihat sangat terpukul dan stress.
Rendy yang melihat putri nya yang ingin menyiksa diri nya sendiri segera menahan pergelangan tangan nya dan menempatkan fay kedalam pelukan nya.
g pake lama lah... 🥰
jangan libur berkepanjangan..
khawatir lupa cerita awalnya...
sehat n syemangaaaatt sllu 🥰
s daniel jga ga jujur sama anaknya soal masalah mereka dulu..malah d biarin anaknya berlarut2 benci sma emaknya..herman deh
dri kisah sblmya padahal udh jelas klo s daniel biang masalahnya.
rumah tangga bae2 dia zina sampe buntingin mantan, eh d kasih ksempatan malah ngecewain lagi..
alya sama rendy udh ngalah biarin anaknya ikut s daniel eh malah ga pernah d kasih pengertian k anaknya soal duduk permaslahan mereka..skrng udh kek gini masih seolah2 dia korban..hadehhh
kenapa and bisa JD pembangkang
karna ketika salah satu Dr ortu mendidik yg satunya membela maka ank JD pembangkang karna merasa kalau suatu ketika dia buat kesalahan pasti akan ada yg membelanya,,,,
siap siap,,,,,,
kapan aja bom bisa meledak,,