Cover by @Iqbald26
Nadya Rahman seorang gadis yang menikah dengan duda beranak dua yang berprofesi sebagai dokter.
Kevin Fadila seseorang yang berkepribadian introver, dingin dan bersikap semaunya tanpa memikirkan perasaan orang lain.
Keputusannya menikahi Nadya adalah untuk menjadi ibu pengganti bagi anak Kevin,apakah Kevin menerima pernikahan ini sampai akhir atau dia tetap bertahan dengan keegoisannya.
jangan berharap ada pelakor dan pebinor dicerita ini, siapkan tisu dan selamat membaca.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pipit fitriyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Penyesalan lagi
Nadya mengemas barang-barang yang tidak seberapa banyak,dia memasukkannya kedalam tas dan ia menunggu kabar dari sang kakek apakah supir yang Nadya minta sudah tiba atau belum. Karena jarak yang tidak terlalu jauh ,setengah jam kemudian supir yang di utus kakeknya datang dan mengabari Nadya bahwa dia sudah menunggu dibawah. Nadya pun segera meninggalkan kamar gudangnya,namun sebelum itu dia berpamitan kepada bi Imah dan bi Ira,namun tidak dengan si kembar,dia tidak tega meninggalkan keduanya,namun karena situasi yang tidak memungkinkan Nadya harus pergi dari rumah itu.
"bi , Aku harus pergi karena keberadaanku sudah tidak diharapkan lagi,aku titip anak-anak kepada bibi,bila nanti ada apa-apa dengan mereka Bibi bisa menghubungi ku" ucap Nadya
bi Imah menangis mendengar ucapan Nadya yang akan pergi dari rumah Kevin,ia mencoba menahannya namun keputusan Nadya sudah bulat.
"apa mba Nadya serius akan meninggalkan rumah ini?"
"ia bi saya harus melakukan ini,karena saya juga berhak bahagia bi,saya ingin memulai kehidupan yang baru,Nadya tidak ingin menjadi benalu dalam kehidupan orang lain,sekalipun dia suami Nadya sendiri"
"tapi mba anak-anak masih sangat membutuhkan mba Nadya,mereka sudah terbiasa dengan keberadaan mba Nadya,saya harus bagaimana jika mereka mencari mba Nadya?"
Nadya terdiam mendengarkan pertanyaan demi pertanyaan yang biimah lontarkan.
"saya yakin mereka akan baik-baik saja,karena sebelumnya bi Imah dan bi Ira yang mengurus mereka jadi mereka akan terbiasa jika saya tidak ada"
"mba bagaimana dengan mas Kevin ,apa dia mengetahui bahwa mba akan meninggalkan rumah ini,lalu bapak dan ibu ,pasti mereka juga sedih kalau tauba sudah tidak ada dirumah ini"
"bibi jangan khawatir,masalah Papah dan mamah biar aku nanti yang urus,bi aku harus segera pergi,sudah ada yang menungguku diluar"
bi Imah seolah tak merelakan kepergian nadya,dia menangis bahwa untuk keduakalinya dia harus kehilangan nyonya rumah yang ramah dan penyayang.
setalah Nadya memeluk bi Imah dan bi Ira dia bergegas menuju pintu keluar, ternyata benar supir kakek Nadya telah sampai,tak lama supir itu keluar dan membungkukkan badannya sebagai tanda hormat,Nadya yang diperlukan demikian merasa risih,lalu supir itu membukakan pintu mobil untuk Nadya.
hanya butuh beberapa menit saja Nadya sudah meninggalkan kediaman Kevin,dan Kevin yang mengetahui hal itu menjadi frustasi, keadaannya saat ini sangat tidak baik dia mengurung diri dalam kamar,dia menghancurkan semua barang yang ada dikamarnya,dan keadaan Kevin membuat orang yang ada dirumah itu panik dan ketakutan, takut Kevin berbuat nekad.
akhirnya bi Imah memutuskan untuk menelpon orang tua Kevin yaitu Bu Diana dan pak Rizal, mereka menceritakan semua yang terjadi hari ini dan mereka pun segera datang ketempat Kevin.
kedua orangtuanya yang sudah tiba langsung menghampiri kamar Kevin ,dan mengetuknya berkali-kali namun tak kunjung ada Jawaban, akhirnya mereka memutuskan untuk mendobrak pintu kamar tersebut, takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
benar saja keadaan Kevin sudah sangat hancur,mama Kevin yang melihat pun sangat terpukul.
"kevinnnnn,kamu kenapa jadi seperti ini nak?,"teriak mama Diana
Kevin tetap diam
"Kevin bicara lah jangan membuat mama dan papah takut,jangan seperti ini Kevin ingat kedua anak kamu yang sangat membutuhkan kamu kev,sadar nak sadar"
mendengar mamanya membahas kedua anaknya,Kevin seolah tersadar dari segala lamunan dan depresinya dan dia menangis sekencang-kencangnya mendapati kisah percintaannya yang tidak berjalan mulus.
"mahhh hikss...hiksssss 😭, mah Nadya meninggalkan Kevin dan anak-anak mah,Kevin sudah membuat Nadya kecewa mah,aku tidak ingin dia pergi,tapi aku juga tidak bisa mencegahnya mah,apa yang harus aku lakukan mah"ucap kevin dengan tangisan yang mendominasi kamarnya
Diana hanya terdiam mendengar kata demi kata yang keluar dari mulut Kevin,karena mamanya menyadari hal seperti ini cepat atau lambat pasti terjadi,dan Kevin harus bersiap dengan semua kemungkinan,dan nyatanya Kevin tidak siap akan hal itu.
"mamah sudah menduga ini semua akan terjadi kev,ini semua karena kecerobohan kamu yang tak pernah berubah,andai saja kamu tidak membuat kesepakatan konyol itu mungkin saat ini Nadya masih bersama kita,kamu sudah menyia-nyiakan dia, harusnya kamu sudah tau kondisi hatimu Vin,bahwa kamu akan menerima pernikahan ini sama seperti pernikahan mu terdahulu, namun kamu sudah merusaknya nak"sahut mama Kevin menjelaskan kesalahan Kevin
Kevin makin merasa menyesal mendengar semua ucapan mamaya.
"lalu aku harus bagaimana mah,Nadya sudah meninggalkan aku,aku tak tau dia pergi kemana,dia tak punya siapapun diluar sana mah,dia hanya punya kita yang menjadi keluarganya mah"
"biarkan dia menenangkan diri dulu, setelah itu papa akan menyuruh anak buah papah untuk mencari Nadya dan kamu hubungi siapapun yang selama ini dekat dengan Nadya,dia tak mungkin pergi jauh-jauh karena dia tidak punya tempat tujuan" ucap sang papa menenangkan anaknya
"dengar kata papamu kev, sekarang bersihkan diri kamu,jangan melakukan hal-hal konyol lagi,ingat kedua buah hatimu,dan jika kamu benar-benar mencintai Nadya perlakuan dia dengan layak,terima dia dengan baik,buang semua kenangan mu dengan sita, cobalah buka lembaran baru jika tidak kamu akan menyesal Kevin"
Kevin mengangguk memahami ucapan mamanya.
setelah Kevin membersihkan diri dan kamar yang sedari tadi berantakan kini sudah kembali seperti semula berkat bi Imah dan bi Ira.
Kevin mulai mencari informasi terkait orang-orang yang dekat dengan Nadya,dan dia teringat satu nama ya,nama itu adalah Bu Iin,Bu Iin pasti tahu keberadaan Nadya saat ini karena setau Kevin sahabat Nadya adalah anaknya Bu Iin. Kevin mulai menghubungi Bu Iin.
📞 assalamualaikum Bu Iin,ini saya Kevin.
📞 wa'alaykumussalam,iya dok saya tau, ada apa ya dokter menelpon saya?
📞gini Bu saya ingin bertanya apa ada Nadya menghubungi ibu,atau datang ketempat ibu?
Bu Iin terdiam mencerna setiap ucapan yang ditanyakan dr.kevin,dia berpikir bahwa Nadya ada ditempatnya,kenapa dr.kevin malah menayakan keberadaan Nadya kepadanya.
📞maksud dokter apa, bukannya Nadya ada bersama dokter?
📞 ceritanya panjang Bu,nanti secepatnya kita bertemu,oiya Jika ada kabar tentang Nadya tolong kabari saya,dan tolong tanyakan kepada anak ibu jika Nadya menghubungi salah satu dari mereka beritahu saya.
📞 baik dok,Jika ada kabar tentang Nadya saya langsung menghubungi dokter,dan dokter masih hutang penjelasan kepada saya.
📞baik Bu,saya pasti menjelaskan semuanya,terima kasih atas waktunya,saya tutup dulu ya Bu,saya masih harus mencari keberadaan Nadya.
ternyata Nadya tidak menghubungi maupun menemui Bu Iin,Kevin menyangka bahwa dia pasti menemuinya,Kevin mulai frustasi Bu iin satu-satunya harapan Kevin sudah musnah,kini kemana lagi Kevin harus mencari Nadya.
Tuh guys si Nadya nya udah dibikin pergi
jangan lupa ya dukungannya
aku mah baik kalian minta up aku up meskipun ngetik sampe ketiduran hehe 😁
maafkan tulisanku yang penggunaan bahasanya masih belum efektif,masih dijumpai kata-kata yang sama dalam paragraf yg sama. mungkin salah satu trik nyampe seribu kata🤣😀
maafkan jika banyak typo 🙏🙏
pokoknya bikin si Kevin bucin akut😏