NovelToon NovelToon
Dari Pembantu Jadi Istri

Dari Pembantu Jadi Istri

Status: tamat
Genre:CEO / Percintaan Konglomerat / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:132.3k
Nilai: 4.7
Nama Author: Volis

Di hari pertama masuk kerja di sebuah perusahaan besar tanpa sengaja di tengah jalan menuju perusahaan Safira menabrak sebuah mobil mewah. Karena terburu-buru Safira hanya bisa meminta maaf dan memberikan nomor ponselnya agar dia bisa ganti rugi.

Dan ketika Safira tiba di rumah pria tampan pemilik mobil itu, Safira tidak mampu membayar biaya perbaikan mobil yang terbilang sangat mahal baginya.

"Kebetulan saat ini saya sedang kekurangan pembantu. Jika kamu mau saya bisa membayarmu 10 juta perbulan."

Tawaran seperti itu, bisakah Safira menolak?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Volis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29. Bertemu Teman Amar

Safira dan Amar kini berada di salah satu bar terkenal di daerah ini.

“Kamu yakin teman kamu akan bertemu di tempat seperti ini?” Safira memegang lengan Amar sedikit takut melihat tempat yang remang-remang dan memekakkan telinga seperti itu.

“Tenang saja. Bar ini milik temanku,” kata Amar yang telah mengenakan pakaian yang benar-benar berbeda dari biasanya.

Dia mengenakan kaos hitam dengan jaket denim di luar, celana jeans, dan sepatu bot. Bahkan rambutnya pun dibiarkan ke depan menutupi dahinya.

Safira yang baru pertama kali pergi ke tempat seperti ini mengenakan cocktail dress hitam di bawah lutut dan sepatu hak tinggi senada. Rambutnya dibiarkan tergerai di belakang pundaknya.

Sekarang masih pagi jadi belum banyak orang di bar. Amar langsung membawa Safira ke kamar pribadi di lantai 2.

‘Tok ... tok ... tok ....’

Amar mengetuk pintu dan pintu di buka oleh seorang pria.

“Hi, Amartya. Come in (Hai, Amartya. Ayo masuk),” kata pria itu membuka pintu lebih lebar.

Di dalam ruangan sudah ada beberapa orang selain pria itu. Salah satunya Safira mengenalinya sebagai Naomi.

“Is this your wife? Beautiful. Don’t you want to introduce us? (Apa ini istrimu? Cantik sekali. Tidak kah kamu mau memperkenalkan kami?)” tanya pria itu.

“This is my wife Safira (Ini istriku Safira),” ucap Amar memegang tangan Safira.

“Hello (Halo).” Safira mengangguk ke arah mereka.

“Hi, Safira, I ferry your husband’s friend. That was my brother, Rudy and his wife Erika. Besides Erika is Naomi, Erika’s sister. We are all amar friends here (Hai, Safira, aku Ferry teman suami kamu. Yang itu kakak laki-lakiku, Rudy dan istrinya Erika. Di samping Erika adalah Naomi, adik Erika. Kami semua teman Amar di sini),” ucap Ferry memperkenalkan.

Safira tertegun saat melihat wajah Erika yang sangat mirip dengan Arini. Bahkan gaya rambut dan berpakaian Arini terakhir kali mereka bertemu sama dengan wanita ini. Jika keduanya berdiri berdampingan pasti akan dikira kembar.

“I didn’t expect you to get married so fast. I think you never married forever (Aku tidak menyangka kamu akan menikah begitu cepat. Aku pikir kamu tidak pernah menikah selamanya),” kata Rudy bercanda.

“Right. Why don’t you invite us to your marriage? (Benar. Kenapa kamu tidak mengundang kami ke pernikahan kamu?)” sambung Ferry.

“Our wedding is closed. But, we will definitely invite you when the reception later (Pernikahan kami tertutup. Tapi, kami pasti akan mengundang kalian saat resepsi nanti),” kata Amar menanggapi sambil memegang tangan Safira.

“Why do you see me like that? (Kenapa kamu melihat aku seperti itu?)” tanya Erika tidak senang Safira terus menatapnya.

“I just feel your face looks familiar (Aku hanya merasa wajahmu terlihat familier),” kata Safira sedikit malu.

“Heh, my sister is a famous pianist. Often hold concerts and appear on various events. Unlike some people who don’t have a career (Heh, Kakak ku ini seorang pianis terkenal. Sering mengadakan konser dan tampil di berbagai acara. Tidak seperti beberapa orang yang tidak memiliki karier),” sindir Naomi.

“Oh, sorry, but I have never seen a previous piano concert. I just saw my best friend’s appearance similar to your sister (Oh, maaf, tapi aku tidak pernah melihat konser piano sebelumnya. Aku hanya melihat penampilan sahabatku mirip dengan kakakmu),” balas Safira acuh tak acuh.

Naomi menggertakkan gigi kesal, tidak menyangka wanita itu akan membalasnya.

Erika dan Rudy sedikit mengernyit mendengar pernyataan Safira.

Benarkah seperti itu? Erika tidak pernah punya kembaran, mungkin hanya sekedar mirip.

“Hey, recently I got a new type of wine (Hei, baru-baru ini aku mendapatkan jenis anggur baru),” ucap Ferry mengalihkan suasana.

“Take it easy. This wine without alcohol (Tenang saja. Anggur ini tanpa alkohol),” katanya melirik Amar.

Ferry menekan sebuah tombol dan pelayan masuk membawa gelas dan botol anggur, serta kue-kue.

Ferry membuka tutup botol, menuangkannya ke dalam gelas dan menyerahkannya pada Amar. “Try it (Cobalah).”

Amar mengambil gelas itu dan mencicipi sedikit. Rasanya manis dan sedikit asam, juga memiliki aroma bunga, yang entah bunga apa.

“How? Delicious, right? I found this wine while carrying out assignments in a remote village (Bagaimana? Enak, kan? Aku menemukan anggur ini saat sedang menjalankan tugas di sebuah desa terpencil).”

“Good wine (Anggur yang bagus),” puji Amar.

“I know you will definitely like it. I have prepared a bottle for you (Aku tahu kamu pasti akan menyukainya. Aku sudah menyiapkan sebotol untukmu).” Fery tidak lupa mengisi semua gelas dan membaginya pada semua orang.

Safira hanya menatap anggur di dalam gelas ragu-ragu. Apakah ini halal?

Amar menghabiskan anggur di gelasnya dan melihat Safira hanya memutar gelas anggurnya.

Seakan mengerti kekhawatiran Safira, dia berkata: “Kamu tenang saja. Minuman ini benar-benar tidak ada alkoholnya.”

Safira tersenyum canggung pada Amar dan mulai minum anggur itu sedikit. Dan memang benar seperti kata Amar, anggur ini hampir seperti jus buah.

Amar tidak lupa memberikan kue untuk di cicipi Safira.

“Aish, it looks like I’ll quickly look for a wife too. Display you two really envy me (Aish, sepertinya aku akan cepat-cepat mencari istri juga. Tampilan kalian berdua benar-benar membuatku iri),” ucap Ferry masam.

Naomi yang dari tadi juga memperhatikan Amar merasa cemburu melihat kedekatan keduanya. Ingin rasanya dia menggantikan wanita itu dan duduk di sebelah Amar.

“Are there women who want to be with special police like you? Which every time will face death calls (Apakah ada wanita yang mau dengan polisi khusus seperti kamu? Yang tiap waktu akan menghadapi panggilan maut),” canda Rudy.

“Is it true, no one likes handsome police like me? (Benarkah, tidak ada yang menyukai polisi tampan seperti aku?)” ucap Ferry langsung down.

“Isn’t there a Reyna who is always waiting for you? (Bukankah ada Reyna yang selalu menunggumu?)” Amar menimpali.

“Ouch, I give up. Your stepsister, really made me dizzy. Luckily you didn’t tell him we met. If not .... (Aduh, aku menyerah. Adik tiri kamu itu, benar-benar membuatku pusing. Untung kamu tidak memberitahunya kita bertemu. Jika tidak ....)” Ferry menggelengkan kepalanya sedikit frustrasi.

Reyna menyukai Ferry sejak kecil dan selalu menempel padanya setiap kali mereka bertemu. Dan Ferry tidak menyukai hal itu.

“I heard you will invest in your stepfather’s company? Do you also want to consider investing in my company too? (Kudengar kamu akan berinvestasi di perusahaan milik ayah tiri kamu? Apa kamu juga mau mempertimbangkan untuk berinvestasi di perusahaanku juga?)” tanya Rudy iseng.

“Maybe next time. If there is a good project you can tell me (Mungkin lain kali. Jika ada proyek bagus kamu bisa memberitahuku),” kata Amar menanggapi.

“Yes. You really are a business genius. Almost all large companies want to partner with you. If you do business here, it will definitely be more profitable (Ya. Kamu benar-benar seorang jenius bisnis. Hampir semua perusahaan besar ingin bermitra denganmu. Jika kamu berbisnis di sini, pasti akan lebih menguntungkan),” ucap Rudy kagum.

Dati grup awalnya hanya sebuah perusahaan yang berkembang di negara Indonesia saja. Tapi, sejak Amar mengambil alih, hanya dalam 7 tahun Dati grup sudah masuk jajaran internasional.

Apalagi game online holografik yang di kembangkan Dati grup sekarang bernilai miliaran dolar. Game tersebut benar-benar menghipnotis orang-orang sebab ketika bermain game kita seperti memasuki dunia ke dua.

Game holografik itu mengusung tema fantasi di mana orang-orang bisa merasakan bermain di dalamnya seperti berada dunia nyata.

Kita bisa memiliki sebuah kekuatan super yang biasanya hanya ada di film. Seperti kekuatan lima elemen, pendekar pedang, pemanah, penyihir, dan dokter. Benar-benar realistis, bahkan rasa sakit yang dirasakan di dalam game terasa nyata. Tapi kita bisa mengatur jenis rasa sakit sesuai dengan keinginan.

“About your company. About the holographic game. Do you still need development funds? (Mengenai perusahaanmu. Tentang game holografik itu. Apa masih membutuhkan dana pengembangan?)” tanya Rudy tertarik untuk investasi.

“The company's fund problem is not lacking. But, we lacked the developer team who knew the history of World War and Kingdoms in ancient times (Masalah dana perusahaan tidak kekurangan. Tapi, kami kekurangan tim pengembang yang mengetahui sejarah perang dunia dan kerajaan-kerajaan pada zaman dahulu).”

“The plan we will make a game that allows it to experience the period at that time (Rencananya kami akan membuat sebuah game yang memungkin kan untuk mengalami masa pada saat itu),” ungkap Amar memberikan sedikit bocoran.

“I have acquaintances a professor of historians. He might be able to help a little (Aku mempunyai kenalan seorang profesor ahli sejarah. Dia mungkin bisa sedikit membantu),” Rudy menyarankan.

“I’ll contact him later. If he agrees I will tell you (Aku akan menghubunginya nanti. Jika dia setuju aku akan memberitahumu).”

“Thank you if so (Terima kasih kalau begitu).”

“Oh, yes. I just remembered. There will be a car race tomorrow afternoon. Do you want to watch? (Oh, ya. Aku baru ingat. Akan ada balapan mobil besok sore. Apa kamu ingin menonton?)” saran Ferry.

“I happened to have booked a good place (Kebetulan aku sudah memesan tempat yang bagus),” lanjutnya.

“I heard there was a very strong newcomer this time (Kudengar ada pendatang baru yang sangat kuat kali ini),” imbuh Rudy.

“Of course. I also want to see how strong the newcomer is (Tentu. Aku juga ingin melihat seberapa kuat pendatang baru itu),” balas Amar tertarik.

“It seems like it’s time for lunch (Sepertinya sudah saatnya makan siang).” Ferry melihat jam tangannya. “Let’s go eat together (Ayo pergi makan bersama),” lanjutnya.

Mereka lalu meninggalkan bar dan menuju sebuah restoran untuk makan siang bersama.

°°°°°

1
kalea rizuky
lah jenis kelaminnya apa
Upriyanti II
kan kak Leon sma kak naomi yg menculik kak safira
Lusia Wulandari
kenapa Aditya yg ditangkap ? kan ini ulah Leon ???
Volis: Aku nggak sadar klo ternyata salah nama 😔. Nanti ku ganti 😁
total 1 replies
Viney
Ceritanya bagus, Thor.
Queenzele
Semangat thor jgn lupa mampir ya
nesaric
otw kakkk
nesaric
masih bayi langsung dijodohin 😭😭😭
kasian itu
Ruiyun
Bayinya cowok apa cewek sih, Thor? Kok nggak di jelasin?
aichan
ijin mampir kak dari grup nohuman❤️
nesaric
semangat kak volis
Volis: Iya, Kak. Makasih~
total 1 replies
nesaric
siappp kakkkk
♥️♥️♥️♥️
nesaric
semangat kakkk
Nur Mastina
Semangat, Thor 🥰

Suka banget cerita kayak gini, tentang CEO konglomerat yang baik hati dan nggak angkuh.
nesaric
ahahahah suka suka
ROSSET
Keren bangettt! Pemeran utama prianya punya identitas tersembunyi kayak gitu. Amar tuh jadi kek serba bisa gitu, dia nggak takut lawan apapun. Malah orang jadi segan sama dia. 👍👍👍
Volis: Makasih dukungannya 🤗
total 1 replies
Ruiyun
Semangat, Thor~🤗
Mommy Lingling
mobil tuan muda itu pasti😆jangan lupa di folback dan mampir yaa kakk
Otakunime
mampir dong kak di novel Cyberpunk ke dunia Isekai
李慧艳
Luar biasa
李慧艳
semangat Thor ..
ayo ajukan kontrak...
agar mkn bnyak pembaca..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!