Mau sebaik apapun orang baru, orang lama tetaplah pemenangnya.
Kutipan diatas sangat pas dengan yang dialami oleh Sabia.
Satu hari sebelum hari pernikahannya tiba dengan Kenziu tunangannya, tiba-tiba Kenziu mengalami kecelakaan kerja yang menyebabkan Ziu koma.
Tak ingin pesta yang sudah direncanakan sedemikian mewahnya tidak terlaksana, orangtua Kenziu meminta anak sulungnya yang bernama Kenzie atau lebih sering disapa Mr Zie untuk menggantikan adiknya menikahi Sabia.
Siapa sangka ternyata Mr Zie adalah orang di masa lalu Sabia, tapi karena merasa tak ada rasa cinta pada Sabia, Mr Zie dan keluarga memutuskan untuk pernikahan mereka dilaksanakan berdasarkan kontrak, setelah Kenziu sadar dari koma maka Mr Zie akan menceraikan Sabia dan Sabia harus kembali kepelukan Ziu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sopi_sopiah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 29
Sementara Sabia hanya membalas lirikan Mr Zie, tetapi diluar dugaan Mr Zie mengulurkan tangannya kearah wajah Sabia membuat kedua bola mata Sabia membulat begitu juga dengan Ziu yang melihat tangan Mr Zie mendekati wajah Sabia.
Dihapusnya lipstik Sabia yang sedikit berantakan disamping bibirnya, mungkin itu akibat kejadian tadi dimobil! Mr Zie menghapus lipstik yang berantakan itu dengan ibu jarinya.
"Ziu, kau ini bagaimana lihat calon istrimu ini sampai memakai lipstik berantakan," seraya mengusap lembut bibir Sabia.
"Ah, iya juga kak aku tidak terlalu memperhatikannya tadi,"
Sabia hanya meneguk kasar salivanya sementara Mr Zie tersenyum manis pada Sabia, lalu setelah membersihkan lipstik Nyang berantakan dibibir Sabia Mr Zie melepaskan tangannya dari sana.
"Lain kali lebih perhatian lagi pada calon istrimu ini, sayang kan wajahnya sudah cantik tapi lipstiknya malah berantakan,"
"Iya kak, terimakasih ya kau sudah perhatian pada Bia! Bi, maaf ya aku kurang perhatian padamu!"
"Bi," panggilnya lagi, karena Sabia justru terlihat melamun.
"Ah iya, Ziu ti-tidak apa-apa," dengan gugup.
"Tapi ngomong-ngomong apa penyebab lipstikmu berantakan, Bi?" tanya Mr Zie yang iseng ingin melihat wajah gugup Sabia lagi.
"Zi-Ziu aku ada tugas kuliah aku pergi dulu ke kamarku ya!"
"Baiklah Bi, kau istirahat ya setelah itu!"
"Iya!"
Buru-buru Sabia keluar dari dalam kamar itu dengan wajah gugupnya, sambil berjalan menuju kamarnya Sabia mengutuk Mr Zie yang terus memancing-mancing dirinya.
"Apa maunya dia? Pura-pura tidak tau kenapa lipstikku berantakan, sudah tau ini perbuatannya!" kata Sabia.
Didalam kamar Sabia mengerjakan tugas kuliahnya sambil terus melamun dan membayangkan kejadian dimobil!
"Kenapa aku terus berga i rah seperti ini, ya Tuhan aku mohon singkirkan bayang-bayang itu dari pikiranku," kata Sabia.
"Bayang-bayang apa?"
Sabia beringsut mendengar suara Mr Zie yang tiba-tiba saja sudah berada didalam kamar.
"Mr Zie? Sejak kapan kau ada?"
"Sejak kau bilang kau terus ber ga i rah padaku," kata Mr Zie.
"Berhenti menggodaku," ketus Sabia.
Tanpa ragu Mr Zie pun duduk disamping Sabia kemudian menyandarkan kepalanya pada pundak Sabia.
"Menyingkirlah!" kata Sabia sambil berusaha mendorong tubuh Mr Zie.
"Kenapa? Apa aku tidak boleh bermanja-manja pada istriku sendiri?"
"Mr Zie cukup, hubungan kita sudah selesai karena Ziu sekarang sudah kembali aku harap jangan lagi kita melakukan hal-hal yang bisa menyakiti Ziu,"
Diraihnya satu tangan Sabia oleh Mr Zie kemudian diletakkannya dibagian dadaa Mr Zie.
"Bukan hanya Ziu yang bisa terluka tapi aku juga Bi, kau pikir aku tidak terluka ketika melihat istriku menghabiskan waktu bersama adikku? Apalagi terang-terangan istriku tidak mau aku sentuh karena mencintai adikku,"
"Bukankah ini sudah kesepakatan kita diawal, pernikahan kita untuk menyelamatkan nama baik keluarga kita bukan? Dan kau bilang kau juga tidak mencintai sehingga nanti akan menceraikan aku setelah Ziu sadar, sekarang saatnya tepati isi dari perjanjian itu,"
"Aku sangat menyesal untuk itu, tapi aku sedang berusaha untuk tidak melepaskanmu, Bi,"
Mr Zie mengakhiri menyandarkan kepalanya dipundak Sabia, kemudian perlahan mendekati wajah Sabia! Fokusnya adalah bibir Sabia yang terlihat basah.
Menyadari Mr Zie ingin kembali mencium bibirnya, Sabia buru-buru memalingkan wajahnya.
"Bi,"
"Aku mau tidur dulu!" kata Sabia.
Cepat-cepat Sabia merapihkan buku-bukunya diatas meja, lalu pergi meninggalkan Mr Zie yang masih berharap Sabia mau disentuh olehnya dan memberikan haknya sebagai seorang suami.