Sinopsis :
Saat pertama masuk SMA, Farel Devino Fernandez telah jatuh cinta terhadap gadis miskin yang cantik jelita, gadis yang menjadi teman sekelasnya yaitu Yasinta Fitrianisa. Sifat Yasinta yang penurut dan selalu tertunduk malu ketika melihatnya menjadi pesona yang membuat Farel tergila-gila padanya, cinta Farel pun bersambut dan keduanya menjalin hubungan cinta yang romantis di sekolah.
Ambar Fernandez, ibu dari Farel yang mengetahui hubungan merekapun menentang habis-habisan karena keluarga Fernandez adalah keluarga terpandang yang kaya raya berbeda dengan Yasinta yang hanya anak yatim piatu dan di rawat sejak kecil dipanti asuhan.
Farel dan Yasinta memutuskan kawin lari ketika baru lulus SMA, mereka membangun rumah tangga yang bahagia jauh dari Jakarta serta mereka tidak ingin lagi terikat oleh keluarga Fernandez, sejak dikarunia putri kecil bernama Chika Amira Fernandez kebahagiaan mereka semakin lengkap tapi apalah daya saat rahasia besar mulai terungkap, rahasia yang hanya di ketahui oleh Farel dan ini menyangkut nyawa Yasinta.
Rahasia apakah itu ?
Cari tau jawabannya dalam novel ini !
Pemeran Utama :
1. Farel Devino Fernandez
2. Yasinta Fitrianisa
Pemeran Pendamping :
1. Preti Putri Bagaskara
2. Delvin Herawan Fernandez
3. Rindu Tarawati
4. Prama Teguh Hartono
5. Ambar Fernandez
6. Johan Fernandez
7. Aura Titania Hartono
8. Wibowo Bagaskara
9. Laila Bagaskara
10. Chika Amira Fernandez
11. Irwan Mahendra
12. Tuti
13. Jojo
14. Mona
15. Alya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wanita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ternyata
Di pagi hari yang indah, dengan mata yang tertutup Delvin meraba ke sampingnya, ketika merasa disampingnya kosong, mata Delvin langsung terbuka seolah kantuknya hilang. Ia sangat cemas jika peristiwa tujuh tahun itu akan terulang. Ia takut gadis yang menghabiskan malam indah dengannya menghilang kembali. Delvin lalu turun dari ranjang dan langsung memakai pakaiannya yang tadi malam berserakan.
Setelah Delvin memasang pakaiannya, tiba-tiba terdengar suara pintu kamar mandi terbuka.
Cklek…
Begitu lega hati Delvin melihat gadis yang dicarinya masih ada di sana.
“Aku sangat cemas, " ucap Delvin, Delvin langsung memeluk gadis itu, "aku takut kamu pergi lagi,” kata Delvin lagi.
Preti merasakan kehangatan dipelukan Delvin, “aku tidak akan pergi lagi,” ucap Preti.
“Maafkan aku untuk kejadian tujuh tahun yang lalu dan kejadian tadi malam ?” ucap Delvin.
“Aku sudah lama memaafkanmu,” kata Preti.
“Ayo kita turun kebawah untuk sarapan, kamu pasti lapar, ada banyak hal yang ingin aku bicarakan kepadamu !” Delvin langsung melepaskan pelukannya.
Di tempat lain, pagi itu Farel yang berniat mengemudikan mobilnya ke kantor langsung memutar arah menuju hotel tempat Delvin bermalam semalam. Farel ingin melihat keadaan Delvin. Setelah mobilnya terparkir, Farel langsung masuk ke dalam hendak menuju kamar Delvin. Tapi langkahnya terhenti kala melihat pintu lift terbuka, di lihatnya Delvin bersama Preti. Delvin menggandeng mesra tangan Preti.
“Bu Preti ? kenapa mereka seperti sudah mengenal sejak lama, padahal baru tadi malam mereka mengenal ?” batin Farel.
Farel langsung bergegas mengikuti Delvin dan Preti dari belakang, saking asyiknya mereka berdua tidak menyadari kehadiran Farel. Mereka menuju restoran hotel di lantai dasar. Mereka duduk di meja No. 6, sambil menunggu pesanan datang mereka mengobrol. Farel berusaha menguping pembicaraan mereka diam-diam.
“Maaf aku baru menemukanmu sekarang ? aku menyesal atas kejadian tujuh tahun yang lalu, aku bahkan tidak tau identitasmu ?” kata Delvin dengan penuh sesal.
“Tidak ada yang perlu dimaafkan, aku juga bersalah,”
“Kamu jangan meninggalkan aku lagi ya ! aku ingin mengenalmu lebih jauh,” saat Delvin menggenggam tangan Preti, air mata Preti langsung keluar.
“Kenapa kamu menangis ? apa terjadi sesuatu kepada kamu selama ini ? jika memang benar, apa kamu bisa menceritakannya padaku ?”
Preti berpikir sebentar, ia menimbang-nimbang apakah ia ceritakan atau tidak kepada Delvin. Tapi Delvin berhak tau, siapa tau jika Delvin tau, Delvin bisa membantu nya mencari Alya.
“Setelah kejadian di puncak tujuh tahun yang lalu, aku hamil,”
“Apa ?” Delvin sangat kaget
“Papa ku tidak mau menerima bayiku, Papa menyuruh bidan yang membantuku melahirkan untuk melenyapkan anak kita, aku tidak tau apakah anak kita masih hidup atau sudah meninggal, aku bahkan tidak tau apakah anak kita laki-laki atau perempuan,” ucap Preti dengan derai air matanya sambil mengingat peristiwa pahit itu.
“Setelah membawa anak kita pergi, bidan itu pergi entah kemana, aku sudah pergi kebeberapa negara tapi aku belum berhasil menemukan bidan yang bernama Alya itu,” sambung Preti lagi.
“Kapan kejadiannya ?”
“Aku masih ingat jelas, pada malam aku melahirkan itu sedang terjadi hujan lebat, hari kamis 20 Februari 2014, malam jumat 6 tahun yang lalu, dimalam itu juga Papa menyuruh bu Alya membawa anak kita pergi,”
“Aku janji sama kamu, aku akan menemukan orang yang bernama Alya itu, kita akan memastikan apakah anak kita masih hidup atau sudah meninggal, kamu tenang saja,” Preti hanya bisa mengangguk mendengar ucapan Delvin, Preti sekarang lega ada orang yang membantunya mencari dimana Alya.
Setelah mendengar pembicaraan Delvin dan Preti, tubuh Farel seakan beku, Farel ingat betul kapan ia menemukan Chika, apakah mungkin kalau Chika anak kandung Delvin dan Preti yang selama ini selalu dicari oleh Preti. Farel begitu takut atas kemungkinan itu. Untuk menjawab rasa ingin tahunya, Farel akan mengadakan tes DNA diam-diam, untuk melakukan hal itu, ia harus mendapatkan sample rambut Delvin dan Preti.
Setelah makanan yang dipesan tadi datang, Delvin dan Preti menyudahi pembicaraan mereka dan fokus dengan makanan di depan saja. Ketika mereka asyik makan, tiba-tiba seorang pelayan dengan sengaja pura-pura terpeleset. Makanan yang pelayan itu bawa berhamburan di bawah kaki Preti, pelayan itu pura-pura menarik rambut Preti berdalih tidak sengaja.
Brukkkk tanggg
Bunyi makanan yang dibawa pelayan berhabur kebawah.
“Au,” pekik Preti merasa rambutnya tertarik.
“Maaf mbak saya tidak sengaja, maafkan saya ?” pelayan itu pura-pura minta maaf.
Delvin yang tidak terima rambut Preti tidak sengaja tertarik akhirnya berdiri dan angkat bicara. Tapi ketika Delvin ingin berdiri, tiba-tiba ada pelayan satu lagi yang berpura-pura melerai kejadian itu. Pelayan laki-laki itu sengaja tersandung tanpa sebab dan mengarahkan tangannya kerambut Delvin, beberapa helai rambut Delvin berhasil di dapatkan.
“Au,” pekik Delvin juga. “Apa-apaan ini ?” kata Delvin.
“Maafkan kami, kami tidak sengaja,” ucap dua pelayan itu.
“Pelayanan di hotel ini benar-benar kurang bermutu, apa kamu tidak tau siapa saya ? saya pecat kalian berdua !” ucap Delvin kesal, “ayo kita pergi dari sini Preti, selera makanku sudah tidak ada lagi !” sambung Delvin sambil menarik tangan Preti.
Peristiwa barusan adalah ide gila Farel. Setelah mendengar pembicaraan Delvin dan Preti, Farel langsung ke belakang mencari seseorang yang dapat membantunya. Ditemuinya dua pelayan laki-laki yang sudah lama bekerja disana yang pastinya dua pelayan itu mengenal siapa Farel. Dua pelayan itu menjalankan perintah Farel. Setelah Delvin dan Preti pergi, dua pelayan itu langsung menghampiri Farel memberikan herai rambut Delvin dan Preti.
“Kami sudah menjalankan perintah pak Farel, tapi apa kami akan tetap dipecat ?” tanya salah satu pelayan itu pada Farel.
“Aku akan menemui manajer hotel, aku akan memberi tahu dia bahwa kalian tidak akan di pecat, terima kasih bantuannya,” setelah mendapatkan rambut itu, Farel langsung menuju mobilnya, masing-masing rambut Delvin dan Preti di masukannya di kertas, kertas itu pun diberinya nama sesuai pemilik. Kini Farel melajukan mobilnya menuju sekolah anaknya.
😄
besttt
semangat author 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹