NovelToon NovelToon
Headline 29

Headline 29

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / CEO / Diam-Diam Cinta
Popularitas:5.4k
Nilai: 5
Nama Author: Lindra Ifana

"Kapan kamu nikah? Temen temen kamu bahkan udah ada yang punya dua anak. Ibu udah pengen gendong cucu."

Kata kata itu terdengar sederhana tapi selalu terngiang di otak Aurel. Dia hanya ingin mencari yang terbaik untuk hidupnya, karena baginya seorang suami adalah partner seumur hidupnya.

Seperti kisahnya lima tahun yang lalu, yang sudah terlalu yakin dengan pilihan hatinya. Tapi nyatanya hanya pengkhianatan yang ia dapat. Pria itu lebih memilih wanita yang lebih seksi dan bisa dibanggakan untuk di bawa.

Aurel hanya masih mencari, apa itu salah? Tapi bagaimana jika pemujanya sekarang adalah CEO kaya raya yang umurnya jauh lebih muda darinya? Apa itu akan menjadi cinta sejatinya? Atau hanya angin lalu yang akan lewat begitu saja?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lindra Ifana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

3. Janji Yang Terlewat

Adrian dalam perjalanan pulang, sengaja ia memutar musik instrumental pelan. Matanya menang fokus ke jalan, tapi pikirannya entah kemana. Tidak di laporan investor yang belum ia baca. Tidak di bug aplikasi Kata Raya versi 2.3 yang masih menumpuk di laptopnya.

Pikirannya ada di satu pasang mata yang menatapnya kesal di parkiran kafe sore tadi. Tatapan bening itu seakan mampu membuat tubuhnya lumpuh total.

Lampu rumah di Jalan Cipaku menyala hangat. Rumah keluarga Dirgantara tidak sebesar yang orang bayangkan. Dua lantai, bercat putih, dengan halaman depan ditumbuhi pohon mangga. lni adalah rumah yang ditempati keluarganya sejak puluhan tahun yang lalu.

Gerbang terbuka, dua satpam tampak mendekat dan menunduk hormat padanya. Ya, tak ada penjagaan berlebihan di rumahnya seperti di novel ataupun drama drama CEO.

Adrian masuk tanpa suara. Di ruang keluarga tampak wanita paruh baya sedang duduk diruang tamu. Ratna... berusia sekitar limapuluh tahun, mengenakan daster batik panjang dengan rambut yang disanggul rapi. Ia sedang merajut syal warna biru tua. ltu sudah menjadi kebiasaan tiap kali menunggu putranya pulang.

"Kok baru pulang? Katanya meeting sama investor jam 4 sore selesai," sapa Ratna menepuk pelan lengan putranya.

Adrian melepas jam tangan dan meletakkannya di meja. "Meetingnya cepat selesai Bu. Abis itu... mampir ke kafe sebentar."

Ibu berhenti merajut. Ia menatap Adrian dari atas ke bawah. "Mampir kafe? Jam segini? Sama Dion?"

"Sendiri Bu. Nggak tahu tadi tiba tiba tangan Adrian belok ke kafe yang ada di jalan Senopati."

Adrian duduk di sebelah Ratna, menyandarkan kepala di bahu Ibunya seperti waktu ia masih SD. Kebiasaan yang tidak pernah ia lakukan di depan karyawan atau timnya.

Di luar sana, ia Adrian Dirgantara adalah CEO Kata Raya yang tegas, disiplin dan sedikit angkuh. Dia akan murka jika ada orang buang-buang waktunya saat meeting.

"Bu," panggilnya pelan. "Hari ini aku ketemu cewek, juteknya minta ampun."

Ibu langsung menghentikan rajutannya. "Hah? Cewek? Yang kemarin ngirimin proposal kerja sama itu?"

Puluhan, mungkin ratusan gadis di luar sana tergila gila pada putranya. Ratna akui jika putranya mempunyai fisik yang sempurna.

"Bukan." Adrian tersenyum kecil saat mengingat sorot mata Aurel yang menyala saat membentaknya. "Dia galak. Tapi cantik banget.

Ibu mengangkat alis. "Kamu kan juga ganteng plus kaya raya," ujar Ratna tertawa kecil," nggak akan ada yang nolak pesonamu."

Kata itu yang dulu sering dikatakan putranya, walau begitu sampai sekarang belum ada satupun gadis yang di bawa untuk dikenalkan padanya.

"Enggak gitu juga Bu," Adrian menggaruk tengkuknya, canggung. "Dia cantiknya beda Bu. Karyawan di kantor kalau aku bentak langsung diem. Dia? Malah balik ngebentak."

Ratna kembali tertawa kecil, menepuk kepala Adrian. "Kakakmu dulu juga gitu, nggak mau diatur. Kakak iparmu adalah musuh bebuyutan kakakmu sejak bangku SD. Tapi jodoh memang nggak akan kemana. Mereka malah berjodoh."

"Kak Aisha beruntung bisa dapetin Kak Aldy yang sabarnya kebangetan. Cewek petakilan dapat yang super kalem."

"Jodoh tak ada yang tahu, dulu kamu kejar cintanya gadis kalem. Sekarang kamu klepek klepek sama gadis galak," Ratna tertawa sambil merapikan rambut Adrian yang berantakan. "Besok kamu ketemu dia lagi?"

"Jam delapan pagi. Aku nitip pesan ke temennya," jawab Adrian yang kemudian bangkit dan berjalan menuju kamar.

"Jam delapan pagi? Yakin jam segitu kamu enggak sibuk?" Ibu terkekeh. "Kalau dia nggak datang, jangan ngambek. Perempuan hebat itu nggak gampang dikejar."

Adrian tidak menjawab. Entah kenapa untuk pertama kalinya sejak membangun Kata Raya, ia merasa gugup menunggu sesuatu yang belum pasti.

 

Pagi berikutnya....

Alarm ponsel Aurel berbunyi. Ia langsung bangun, merapikan rambut, menyiapkan blazer. Di meja nakas, kartu nama Adrian masih tergeletak. Ia meliriknya sekilas, lalu memasukkannya ke laci.

Tapi baru jam enam lebih ponselnya berbunyi. Notif pesan dari "Pak Hendra - Direktur" muncul di layar.

- Aurel, meeting sama klien Jepang dimajukan jam 8.30. Data presentasi kemarin ada error di sheet 12. Kamu handle ya. Hari ini full, bisa lembur sampai malam. Tim butuh kamu -

Aurel mematung, saat ini masih jam enam pagi. Janji jam 8 di kafe Senopati terasa jauh seperti mimpi. Ada sisi dimana ia ingin datang, Aurel ingin melihat wajah itu sekali lagi.Tapi error sheet 12 ini benar benar tak bisa ia tinggal.

- Siap Pak - jawabnya singkat

Sejak semalam di kepalanya, wajah tampan itu selalu melintas. Dia tak bisa lupa dengan sikap tengil Adrian dan segala kekonyolannya.

"Nggak mungkin dia nungguin gue beneran di kafe, paling sepuluh menit dia juga pulang," ujar Aurel kembali melihat jam di ponselnya.

Tanpa ia tahu, di Senopati...

1
falea sezi
lanjut buat aurel badass donk😒 klo andrian g bisa bela. calon istri ke laut aka. ndri😒
Nur Ahmad
ceritanya ringan, CEO tapi merakyat
Mida
lanjut kak 💪
Nur Ahmad
uhuy jadian
Nur Ahmad
cemburu sama dengan cinta
lia juliati
🤭😄
Mida
lanjut kak jadi penasaran 🤭
Lindra: dukung terus yaaa🙏
total 1 replies
Rian Moontero
mampiiiirrr😍
Lindra: tengkiuuhhh sayangkuhh🙏🙏
total 1 replies
Mira Hastati
bagus
Lindra: terimakasih dukungannya 🙏
total 1 replies
Nur Ahmad
🤣🤣🤣
Nur Ahmad
Adrian 😍😍😍
Nur Ahmad
co cuiittt
Nur Ahmad
uhuy kencan nih double A
Nur Ahmad
menunggu memang tak enak
Nur Ahmad
ceritanya lebih ringan dari novel emak kmrn yg aku baca
🦋⃞⃟𝓬🧸𝓩𝓮𝓵𝓵𝔂𝓷
/Applaud/
T.N
sempurna .... semangat kaka suka sekali sama karya-karyanya
Lindra: Terimakasih sudah ikut meramaikan karya emak🙏🙏
total 1 replies
Nur Ahmad
start disinii
Zul Denayu
Lanjut kak 💪💪🌹🌹🌹
lia juliati
itulah bila hati berkehendak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!