NovelToon NovelToon
Anak Kembar Jenius Untuk Sang Mantan CEO

Anak Kembar Jenius Untuk Sang Mantan CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Penyesalan Suami / CEO
Popularitas:11.7k
Nilai: 5
Nama Author: Miarosa

"Tanda tangani surat cerai ini atau keluargamu membusuk di penjara!"

​Difitnah atas kejahatan yang tidak dilakukannya, Flossie diusir oleh suaminya, Alfie Kincaid, ke tengah badai malam. Pria itu tidak pernah tahu, Flossie pergi dengan membawa rahasia yang terkunci rapat di dalam rahimnya.

​Lima tahun kemudian, wanita yang disangka telah mati itu kembali sebagai sosok berkuasa yang siap membalikkan keadaan.

​Saat kebenaran masa lalu mulai terungkap satu per satu, Alfie berlutut memohon kesempatan kedua. Namun, sepasang mata dingin sang mantan istri menatapnya tanpa emosi.

​Apakah Alfie sanggup membayar harga dari sebuah pengkhianatan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miarosa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33

Di lobi VIP lantai tiga, area tunggu khusus eksekutif Ellis Corporation dipisah dengan barikade kaca tebal. Sementara para petinggi sibuk berbincang dengan dewan komisaris, Leon duduk dengan tenang di sudut sofa kulit hitam.

Jemari mungilnya bergerak kilat di atas layar sentuh tablet tipis bertaraf militer milik Xavier.

Leon bukanlah anak balita biasa. Di balik tubuh mungilnya, ia dianugerahi kecerdasan intelektual di atas rata-rata, seorang prodigy yang tumbuh di bawah perlindungan dinasti Ellis.

Sejak kecil, kecerdasan analitisnya membuat Leon begitu peka terhadap trauma emosional yang disembunyikan ibunya. Rasa ingin tahu dan naluri protektif itulah yang mendorongnya mempelajari peretasan tingkat tinggi secara otodidak.

Bagi Leon, angka dan kode digital tidak pernah berbohong dari rekaman arsip, percakapan rahasia, dan Jejak finansial yang berhasil ia retas selama ini, Leon paham betul betapa kejamnya perlakuan Willa kepada ibunya di masa lalu.

​"Mengisi ulang enkripsi jalur server internal Kincaid selesai," gumam Leon pelan.

​Melalui jaringan wi-fi internal Kincaid Group yang telah terinfeksi program Trojan Ghost buatannya, Leon berhasil menembus pertahanan firewall arsip digital lama perusahaan. Baris-baris kode hijau mengalir deras di layarnya dan membongkar dokumen-dokumen terenkripsi dari lima tahun lalu.

​"Folder transaksi keuangan rahasia, rekening penampung Willa Kincaid, laboratorium farmasi privat," bisik Leon.

"Ketemu."

​Ikon pengunduhan berputar cepat. Leon menyusupkan salinan file berenkripsi tingkat tinggi itu ke dalam server rahasia milik Emma.

"Sebentar lagi, kebohongan kalian akan telanjang bulat, Nenek Sihir."

​Sementara itu Leah melangkah anggun di sekitar meja prasmanan lobi VIP. Gaun wol merahnya mengembang sempurna saat ia berpura-pura mengagumi miniatur mahkota emas simbol Kincaid Group.

​Di dekatnya Nadia sedang berdiri dikerumuni oleh tiga orang pemegang saham senior Kincaid Group. Wajah Nadia masih merah padam dan menyisakan amarah yang membara akibat dipermalukan secara terbuka oleh Emma di ruang rapat tadi.

​"Nadia, bagaimana mungkin analisis logistik yang kamu buat bisa luput dari kalkulasi ELLIS?" tanya salah satu pemegang saham dengan nada menyalahkan.

"Kamu membuat posisi Kincaid Group makin kerdil di depan mereka!"

​"Itu hanya kesalahan teknis kecil!" ujar Nadia tajam, giginya mengatup rapat.

"Wanita sombong itu hanya beruntung menyewa tim analis yang kompeten!"

​Leah yang mendengarkan percakapan itu menyunggingkan senyuman manis yang penuh kelicikan. Dengan langkah riang namun terukur, Leah berjalan melewati Nadia sembari menggenggam cangkir jus stroberi dingin yang terisi penuh.

​"Ups!" jerit Leah kecil dengan nada buatan yang begitu polos.

​Secara sengaja, Leah menyenggol lutut Nadia dan miringkan cangkirnya tepat di atas gaun desainer sutra putih yang dikenakan wanita itu. Noda merah pekat stroberi langsung meleber luas dan mengotori bagian depan gaun mahal Nadia hingga ke pinggul.

​"Aduh! Gaun Tante yang mahal kena jus!" seru Leah sembari menutupi mulutnya dengan kedua tangan mungilnya dan matanya membulat polos.

​"Apa-apaan ini?!" pekik Nadia histeris.

Ia menunduk menatap gaun mewahnya yang sudah hancur total. Amarah yang telah menumpuk sejak di ruang rapat seketika meledak tanpa kendali.

"Bocah kurang ajar! Kamu sengaja, ya?!"

​Tanpa berpikir panjang, Nadia mengangkat tangannya dan secara kasar mendorong bahu mungil Leah.

​Leah sengaja melepaskan cangkirnya hingga pecah berkeping-keping, lalu terduduk di lantai sembari memegangi lengannya. Dalam hitungan detik, matanya berkaca-kaca dan tangisan kencang yang sangat dramatis menggema di seluruh lobi VIP.

​"Huwaaaa! Tante galak jahat! Leah cuma tidak sengaja, tapi Tante dorong Leah sampai jatuh!" jerit Leah melengking yang menarik perhatian seluruh pemegang saham, direksi, dan wartawan yang masih berada di sekitar area lobi.

​Para komisaris senior terperanjat.

"Nadia! Apa yang kamu lakukan?! Dia itu anak dari perwakilan utama Ellis Corporation!"

​"Dia sengaja mengotori gaunku!" teriak Nadia hilang akal.

Wajahnya melotot emosi.

"Anak-anak haram ini sama saja sombongnya dengan ibu mereka!"

​"Nadia! Jaga mulutmu!" bentak Arthur Pendelton, pemegang saham terbesar, yang panik melihat insiden tersebut.

Petinggi Kincaid Group gelisah, karena tahu insiden ini bisa membatalkan pencairan dana likuiditas ELLIS.

​Di saat yang bersamaan, Alfie yang baru saja keluar dari ruang rapat bersama Emma dan Xavier langsung melangkah lebar memotong kerumunan setelah mendengar jeritan melengking itu.

​Alfie melangkah maju hendak menghampiri Emma yang bergegas menghampiri Leah. Namun sebelum Alfie bisa memotong jalan, Emma telah berlutut dan merangkul Leah ke dalam pelukannya.

​"Leah! Kamu tidak apa-apa, Sayang?" tanya Emma lembut dan memeriksa lengan putrinya.

​"Tante itu jahat, Mama. Leah cuma mau minta maaf karena jusnya tumpah, tapi Tante itu blilang Leah anak haram lalu mendorong Leah," bisik Leah terisak pelan di dada ibunya sembari memberikan lambaian mata licik ke arah Nadia dari balik bahu Emma.

​Wajah Emma seketika mengeras. Ia berdiri tegak, membalikkan tubuhnya, dan menatap Nadia dengan sorot mata membunuh

​"Nona Nadia," ujar Emma.

Suaranya pelan namun getaran intimidasinya membuat seluruh ruangan merinding.

"Jika dalam waktu tiga detik kamu tidak meminta maaf di depan anak saya dan seluruh pemegang saham ini, saya pastikan pencairan dana likuiditas tahap pertama dibatalkan detik ini juga."

​Nadia tersentak, wajahnya pucat pasi.

"A-apa?! Aku tidak mau minta maaf pada bocah ...."

​"Cukup, Nadia!" bentak Alfie keras.

Langkah kakinya maju menghentikan wanita itu. Wajah Alfie kelam menahan malu.

"Minta maaf sekarang! Jangan memicu masalah baru!"

​"Alfie! Kamu membela bocah ini daripada aku?!" jerit Nadia tak percaya.

​"Minta maaf atau keluar dari gedung ini!" pangkas Alfie tanpa ampun.

​Dengan air mata malu dan kemarahan yang meluap, Nadia akhirnya terpaksa membungkuk rendah di hadapan Leah.

"M-maafkan Tante Leah!"

​Leah mengusap air matanya dan tersenyum manis di balik dekapan ibunya.

"Leah maafkan, Tante, Tapi gaun Tante tetap jelek karena noda merah itu."

​Gumam tawa penonton tak tertahankan pecah di antara para pemegang saham dan membuat Nadia berlari pergi meninggalkan lobi VIP dengan rasa malu yang luar biasa.

​Alfie menghela napas berat, lalu mengalihkan pandangannya sepenuhnya pada Emma. Pria itu melangkah maju dan mencoba mengikis jarak di antara mereka. Matanya menatap tajam, menuntut jawaban atas kecurigaan yang membakar jiwanya.

​"Madame Ellis atau harus kupanggil Flossie?" bisik Alfie dengan nada menekan.

Ia mencoba memancing reaksi emosional dari wanita di hadapannya.

"Caramu menatap anakmu, refleksmu saat melindungi mereka, dan aroma parfum lavender yang kamu kenakan, semuanya terlalu identik dengan mantan istriku."

​Alfie mengulurkan tangannya dan mencoba mencengkeram pergelangan tangan Emma untuk menguji reaksinya.

​Namun sebelum jemari Alfie menyentuh kulit Emma, sebuah tangan mencengkeram pergelangan tangan Alfie dengan cengkeraman kuat.

​Xavier Ellis berdiri di antara mereka dan menepis tangan Alfie secara kasar hingga Alfie mundur selangkah.

​"Jaga jarakmu, Mr. Kincaid!" ancam Xavier.

"Kamu sedang berada di hadapan pimpinan Ellis Corporation. Setiap sentuhan tanpa izin pada Madame Emma akan kami anggap sebagai tindakan pelecehan eksekutif dan pelanggaran klausul hukum kerja sama kita."

​Alfie mengepalkan tangannya dan rahangnya mengerasa hingga timbul urat-urat di lehernya.

"Xavier! Ini urusanku dengannya! Jangan selalu berdiri di depannya seolah ka.u adalah pemilik dirinya!"

​Xavier menyunggingkan senyuman dingin yang teramat menghina. Ia melingkarkan tangannya di pinggang Emma secara protektif di hadapan Alfie.

​"Aku memang pelindungnya, Alfie," pangkas Xavier tenang namun menusuk ulu hati.

"Dan tidak seperti dirimu yang membuang wanitamu di masa lalu, aku memegang kendali penuh atas keselamatan Emma. Mundur sebelum aku membatalkan seluruh perjanjian bisnis ini."

​Alfie membeku di tempatnya dan menatap Emma yang hanya memberikan tatapan dingin tak tersentuh dari balik bahu Xavier.

Pria itu mengepalkan tangannya, frustrasi yang tak tertahankan menggerogoti jiwanya melihat wanita yang begitu mirip dengan Flossie berada penuh dalam genggaman musuh bebuyutannya.

1
Diana Silaen
penyesalan yang tiada ujung
Quinza Azalea
next thor💪
Diana Silaen
mantaap lanjut Thor 👍👍🌟🌟🌟
Diana Silaen
sungguh luar biasa kamu Emma wanita hebat
Diana Silaen
👍👍👍🌟🌟
Diana Silaen
tolong selamatkan ibu dan bayinya, pliis😭
Miarosa: /Sob/
total 1 replies
Diana Silaen
aduh,takut ngak ada yg nolongin
Diana Silaen
semoga suamimu dan mertuamu menerima perbuatan mereka
Ma Em
Kasihan sekali kamu Alfie makanya jgn langsung percaya pada orang lain meskipun itu ibumu sendiri selidiki dulu kebenaran nya sekarang Alfie baru menyesal dan itupun penyesalanmu sdh terlambat .
Juli Restiarini
𝑙𝑎𝑛𝑗𝑢𝑡
Miarosa: sudah lanjut ya
total 1 replies
Icha Arlita
makanya di pikir dulu, mampus
siti Syamsiar
👍lanjut thor
Miarosa: Bab 29 sdh dilanjut
total 1 replies
tia
lanjut thor
sunaryati jarum
Lega Flossie dan kedua bayine selamat dan sehat
sunaryati jarum
Semoga berhasil dalam.karir dan membesarkan dua anakmu Flossie
sunaryati jarum
Jangan kesuksesan kamu terbuka Emma
sunaryati jarum
Dendammu jangan sampai.membuatmu jadi monster tapi jadi wanita tangguh yang berkualitas
sunaryati jarum
Pembalasan baru dimulai dengan.penolaksn pembelian desain
sunaryati jarum
Good job ternyata kamu punya.keahlian desain perhiasan Flossie semoga sukses dengan bimbingan Xavier
sunaryati jarum
Penyesalan kamu makin dalam.Alfie apalagi jika kebenaran tentang teh herbal dan foto
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!