Bagai mimpi buruk yang nyata, jelas, lagi menekan seorang gadis bernama Sharena setelah dijadikan alat tukar hutang ayahnya pada seorang Presdir kejam, Keanu Abraham. Bukan hanya itu, kehidupannya bagai di neraka semenjak terperangkap dalam kebencian Keanu yang menuduhnya sebagai penyebab kematian saudaranya. Benci, dendam, berselimut luka dan cinta.
“Tegakkan kepalamu, sambutlah neraka di depanmu!” (Keanu Abraham)
“Aku tidak pernah melakukan seperti yang kamu tuduhkan.” (Sharena)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Asri Faris, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 29
Kedua pasang netra itu saling bertemu pandang. Keanu menyorot tajam, sementara Mesya mundur dengan wajah kaget.
"Ngg—nggak ada, cuma mau jenguk aja," jawab Mesya gugup.
Sharen yang awalnya masih bersandiwara dalam tidurnya pun,, tidak mungkin lagi pura-pura lantaran pria itu sudah kadung memergoki dirinya membuka mata.
Keanu yang awalnya hendak menghardik Mesya, urung demi melihat Sharen terbangun. Fokus pria itu langsung tertuju pada Sharen hingga mengabaikan Mesya yang hampir menyelakainya. Keanu menatapnya sedikit bingung, tetapi ada rasa lega yang mendera.
"Kamu sudah sadar, Sharen?" tanya Keanu mendekat. Pria itu bertanya sangat lembut, bahkan berusaha menggenggam tangannya.
Sharen terdiam, ia tidak merespon pertanyaan Keanu sama sekali, masih sedikit shock dengan niat jahat Mesya yang dengan sangat jelas bergumam menginginkan kematiannya. Melihat Kean menggenggam tangannya, Sharen langsung menariknya. Sudah pasti pria itu tengah bersandiwara mengingat ada Mesya di sana.
Jujur Sharen muak dengan tingkah Kean yang pandai sekali bersandiwara. Menyebabkan salah paham, dan pastinya Mesya kesal melihat ini, dan dirinya akan menjadi bulan-bulanan rasa bencinya karena dianggap telah membuat hubungan mereka tak harmonis sebagai teman.
Melihat respon Sharen yang begitu, tak membuat serta pria itu marah. Dengan lembut pria itu kembali menyentuh tangannya.
"Syukurlah kamu sudah sadar, itu artinya kamu tidak harus berlama-lama tinggal di rumah sakit," jawab Kean terdengar horor di pikiran Sharen.
Perempuan itu sudah membayangkan betapa tidak nyamannya tinggal di rumah utama. Bukan hanya itu, sedikit trauma tinggal di rumah Keanu yang dengan mudah ditemukan Daniel. Kenapa dirinya bahkan selemah itu, tidakn isa melakukan apa pun dengan semua tuduhan yang melekat, dan juga statusnya yang terpaksa menikah hanya sebagai pelunas hutang.
"Kalau begitu saya permisi, semoga lekas sembuh Sharen, agar bisa berkumpul kembali dengan keluargamu," ucap Mesya tak tahan melihat keduanya yang nampak mesra.
"Tunggu!" seru Keanu membuat Mesya menghentikan langkahnya.
Mesya mengerem langkahnya dengan wajah memucat. Apakah Keanu sadar akan hal yang tadi hampir terlaksana. Sungguh kemurkaan pasti akan terjadi, dan hubungan keduanya makin renggang saja. Mesya menantikan ultimatum pria itu dengan wajah deg degan. Apa yang akan terjadi setelah ini, apakah Keanu juga akan memarahinya?
"Aku mau bicara, di luar!" ucap Kean beranjak mendahuluinya. Mesya mengekor pria itu, sempat melirik Sharen sejenak yang nampak menatapnya datar, sebelum akhirnya beranjak keluar.
"Kenapa, Keen?" tanya Mesya mendekat. Ada nada khawatir di dalamnya, lebih tepatnya khawatir terhadap dirinya sendiri yang hampir terciduk.
"Apa tujuanmu ke sini? Bukankah kamu tidak menyukainya?" tanya Keanu penuh selidik.
"Aku hanya ingin menjenguknya, apa aku tidak boleh?" jawab Mesya jelas berdusta.
"Aku tidak bodoh Mesya, tentu saja aku tidak mengizinkan dirimu mendekatinya. Eh, ya satu lagi, orang tua kamu sudah menarik semua dana yang diinvestasikan ke perusahaan aku, jadi, tidak ada lagi kerja sama di antara kita. Aku harap kamu tidak sering muncul di kehidupan sekitar aku," jelas Keanu dingin.
Sebenarnya pria itu sedang begitu marah. Namun, ia juga harus memilih satu di antara dua yang entah mengapa, Keanu lebih memilih tetap mempertahankan hubungan toxic bersama istrinya, dari pada bertunangan dengan Mesya.
"Owh ya ... kenapa kamu senang menghadapi kebangkrutanmu. Pintu hatiku masih terbuka jika kamu berubah pikiran," ujar perempuan itu merasa menang. Keanu tidak mungkin bertahan dengan kebangkrutannya. Tidak mendapat investor besar dari tendon terkemuka tentu akan membuatnya kesulitan untuk berkembang. Apalagi persaingan industri semakin sengit.
Mesya meninggalkan pria itu dengan angkuhnya. Dalam hitungan hari pasti ibunya akan merengek meminta bantuannya agar ayahnya mengembalikan semuanya, dan semua itu akan Mesya manfaatkan dengan baik.
Keanu sendiri sudah siap dengan hal ini. Pria itu akui, kesenjangan akan terjadi di kantornya apabila itu terjadi. Atau mungkin saja terpaksa memberhentikan beberapa karyawannya karena sistem akan berhenti beroperasi.
Sesungguhnya pria itu sedang dalam masalah sendiri. Lalu kenapa ia malah mempertahankan Sharen yang jelas membuat hatinya benci. Ada apa ini?
Pria itu nampak murung karena masalah ini. Beberapa kali menerima panggilan, keluar dari ruangan. Lalu kembali menunggu di sofa tunggu. Walaupun Sharen sudah tersadar, mereka tidak banyak berinteraksi.
Siang harinya Sharena dipindahkan ke ruang bangsal. Perempuan itu masih dalam tahap pemulihan. Keanu sendiri kembali meninggalkan Sharen di rumah sakit lantaran kesibukannya saat ini.
"Aku tersanjung Ayah datang ke sini," ucap Kean dingin. Pria yang tak pernah menampakkan diri semenjak menikah lagi itu kini ada di hadapannya. Membuat penawaran yang begitu mencengangkan.
"Ya, berhenti memusuhi ayahmu, aku pikir kamu hanyalah bocah kemarin sore yang masih butuh bantuan," ujarnya santai.
"Apa mau Ayah?" ujar Keanu dingin.
"Cabut tuntutanmu pada Daniel, maka Ayah akan memberikan suntikan dana yang besar untuk usahamu."
Keanu menatap tajam ayahnya, permainan macam apa ini, kenapa harus membebaskan si brengsek itu.
"Apa maksud Ayah, kenapa harus membebaskan Daniel yang jelas bersalah."
"Jangan terlalu hidup dalam kebencianmu, Kean, sebaiknya kamu turuti saja, aku yakin ibumu yang baik itu tidak akan bisa membantu banyak, hanya Ayah yang akan menyelamatkanmu."
"Aku tidak mau, Daniel harus diproses, dia tidak pantas berkeliaran bebas," ucapnya dengan nada kesal.
"Jangan keburu menolak, sebagai tanda bukti Ayah serius, akan aku transfer separonya ke perusahaanmu. Pikirkan baik-baik, terkadang, ada saatnya lawan menjadi teman, dan saudara itu menjadi musuh, kamu seharusnya berguru pada Ayah dari pada harus berdiam di mansion dengan ibumu yang membawa keburukan."
"Jangan menjudge semua orang dari pandanganmu, kamu tidak lebih baik dari dia, sama-sama pergi dengan ambisimu!" geram Keanu terlihat kesal.
"Pelankan nada bicaramu, Kean, aku ini ayahmu! Berhenti hidup dalam kebencian," ucapnya dingin. Berlalu setelah meninggalkan pesan. Ada banyak luka yang tersirat di matanya, hingga membuat pria paruh baya itu harus menjadi orang yang paling dibenci putranya.
"Argh ...!" Keanu mengamuk di meja kerja. Melempar barang yang ada di dekatnya.
Tomi yang mendengar semua itu langsung mendekat menenangkan. Kondisi mental atasannya sedang tidak baik-baik saja, dan saat itu dirinya butuh ketenangan.
"Antar aku ke rumah sakit, Tom," ujar pria itu memilih pulang ke sana.
"Siap, Tuan," jawab Tomi bergegas. Pria itu mengantar Keanu ke rumah sakit. Langsung masuk ke kamar rawat Sharen begitu saja, menemukan istrinya yang hendak makan siang itu.
"Apa tidak ada suster yang membantu," ucap Kean seperti biasa dengan nada ketus. Mengambil nampan dari tangan Sharen lalu menyingkirkan meja makan pasien.
"Buka mulutmu, jangan malah bengong!" titahnya dingin mengambil alih dari tangannya. Pria itu menyuapinya begitu saja dengan perlahan.