NovelToon NovelToon
YOU ARE MINE MIS STELLA.

YOU ARE MINE MIS STELLA.

Status: tamat
Genre:Mafia / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:2.6M
Nilai: 4.8
Nama Author: wilia

Mohon bijak memilih bacaan.
........

Korban Broken Home dan pelecehan secara bersamaan. Mampukah kalian membayangkan bagaimana hidupnya ditengah nasib yang begitu buruk?


Stella adalah seorang gadis berusia 18 tahunan. Memiliki paras yang begitu cantik dan tubuh yang dewasa yang pas bukanlah keberuntungan bagi Stella.


karena faktor ekonomi menjatuhkan Stella dalam dunia malam yang penuh dengan bajingan-bajingan rakus yang menjijikan.

Ia lelah. Bahkan sangat lelah, seharusnya ia duduk di bangku sekolah. Tapi, nyatanya ia harus berduel dengan pria-pria dewasa jauh di atas usianya.

Saat pelayanan terakhirnya. Stella memutuskan untuk mengakhiri hidupnya. Tapi, sayangnya ia malah terjebak dengan sosok dari Ras lain yang menginginkan tubuhnya.

Monster yang begitu misterius dan sangat mengerikan membuatnya selalu ingin meminta kematian berulang kali.

Bagaimana kisahnya? mampukah ia bertahan lebih lama atau memang sudah tak ada kebahagiaan untuknya?

.....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wilia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menakutkan!

Malam ini terasa cukup membuat mereka mengigil. Deru ombak dari arah laut mendorong udara beku yang di bawa dari embun-embun pepohonan yang mengelilingi Villa.

Suasana seperti ini sudah biasa terjadi. Bahkan, sering membuat mereka bergidik tapi cukup aman untuk di lewati.

Dalam beberapa saat berdiri di dekat pantai yang dengan gagahnya menubruk karang menunjukan kekuasaan. Manik biru laut itu hanya menyapu kosong tempat-tempat di sekelilingnya seraya mengusap lengan yang terasa dingin karna terlalu lama di luar.

"Bagaimana kabar Mommy di sana?" gumam Stella menerawang jauh. Wajahnya mengadah menatap sang rembulan yang mendukung kerinduannya.

Setiap detik di lalui disini. Ia makan dan minum serta di jaga ketat tapi masih sehat. tapi bagaimana dengan wanita itu?

"Kau disini ternyata?!"

Stella menoleh kala Efika datang membalutkan Mantel ke bahunya. Suasana dingin ini memang benar-benar menusuk sendi dan tulang mereka.

"Pekerjaanmu sudah selesai?"

"Belum! Pekerjaanku itu.."

Efika menjeda ucapannya seraya menatap intens Stella yang menyeringit.

"MENGAWASIMU!" imbuhnya hanya mendapat senyum sinis Stella yang mengusap lengannya karna dingin.

"Cih. Aku tak akan lari."

"Siapa tahu? saat pertama kesini kau selalu mencoba ingin lari. Jadi aku berjaga-jaga."

"Perintah si Nyamuk?" tanya Stella menaikan satu alisnya tetapi Efika hanya tersenyum kecil menatap ke arah hamparan air laut ini.

"Sejak kapan kau ada di sini?"

"Aku?" tanya Efika yang diangguki oleh Stella yang penasaran. Apa Efika juga tak bisa keluar dari sini sepertinya atau wanita ini bebas?

Melihat raut wajah berat Efika. Stella jadi merasa wanita ini juga sama sepertinya, bahkan terlihat lebih parah.

"Apa kau di tawan juga?"

"Tidak! Aku tak sama sepertimu." jawab Efika masih belum mengalihkan pandangan dari hamparan laut biru kehitaman yang disinari rembulan itu.

"Maksudmu?"

"Kami di pekerjakan disini dengan bayaran yang sangat besar. Bisa di katakan, Master membeli jiwa dan raga kami!"

Stella syok mendengar jawaban Efika. Tak ia sangka Xavier sampai sekejam itu mengurung manusia biasa ke dalam sebuah lingkup hal mistis.

"T..tapi. Bagaimana bisa? Kenapa dia tak membunuh kalian atau.."

"Anggota gelap Master tak bekerja disini! Kami hanya pelayan setia di Villa yang Master buat untuk menyendiri. Banyak diantara kami telah tiada dan hanya ini yang bertahan."

"A..apa dia.."

Efika hanya tersenyum kecil menepuk bahu Stella yang benar-benar tak percaya. Kenapa Xavier bisa melakukan hal itu?

"Saat Master marah dan mulai merasa sangat haus akan darah manusia. Dia akan membunuh siapa saja yang ada di hadapannya. Bahkan, Asisten Zion pernah hampir tiada saat Master marah besar."

Stella terdiam. Tiba-tiba saja ia merasa jika Xavier terlalu misterius. Apa karna darah dia ingin membunuh manusia?

"Dari mana kau mendapat stok darah setiap menghidangkan Teh untuknya?"

"Aku tak bisa menjawabnya. Kau tanya saja pada Master."

Jawaban Efika membuat Stella menghela nafas berat. Ntah apa lagi yang akan ia tahu dan begitu tak masuk akal.

"Kembalilah ke Villa! Disini semakin dingin."

"Kau duluan saja. Nanti aku menyusul!" jawab Stella masih ingin disini. Efika mengangguk pergi ke arah Villa yang tak jauh dari sini.

Ia sesekali melihat Stella yang masih memandangi hamparan laut gelap sana.

"Cepat kembalii!!! Master akan segera pulaaang!!!"

"Yaaaah!!"

Jawab Stella tak kalah mengeraskan suaranya membuat Efika tersenyum kecil lalu menghilang di kegelapan malam ini.

Sekarang. Tinggallah Stella yang masih mematung di dekat pantai seraya memainkan pasir putih keabuan ini dengan kaki jenjangnya.

"Cih. Ntah apalagi yang dia bawa pulang untukku coba." gumam Stella. Namun, semrawut merah itu seketika tercipta di kedua pipinya.

Ntah kenapa walau Xavier terkesan memaksa tapi ia begitu menikmati sensasi itu. Walau Xavier terlalu perkasa membuatnya menjerit hebat tapi tak bisa dielakan Stella juga merasa ia mulai menyukai aksi ranjang mereka.

Pikiran Stella terbang membayangkan bagaimana lekukan otot-otot kekar itu dan erangan panas yang begitu seksi. Ia tak bisa lupa walau sudah berusaha menolaknya.

"Tidak. Apa yang kau pikirkan? Sejak kapan kau jadi semesum ini. Ha?" umpat Stella mengacak-ngacak rambutnya agar tak mencabuli Xavier.

Jika sampai Xavier tahu apa yang ku pikirkan, kepalanya pasti akan meledak karna angkuh.

Benak Stella menduga-duga. Ia akhirnya tak ingin berfikir hal yang aneh-aneh lagi dan memutuskan untuk kembali ke Villa.

Namun.baru beberapa langkah Stella menjahui bibir pantai tiba-tiba saja udara disini menghembus cukup kencang membuat Mantel yang tadi hanya dibalutkan ke bahu Stella terbang ke arah Pantai kembali.

"Shiit! Mantelnya basah." gumam Stella berjalan kembali ke dekat air.

Mantel bulu berwarna coklat ini sudah basah terendam air membuatnya sungguh merasa sangat jengkel.

"Jangan sampai dia membuat ancaman dengan benda ini." gumam Stella mengibaskan Mantel itu agar tak terlalu berair.

Pakaian ini sangat mahal dan bisa saja Xavier menggunakan ini untuk membuat ancaman baru. Penyiksaannya akan terus bertambah kalau begitu.

Karna merasa hembusan angin ini terus berguncang. Stella segera bangkit ingin pergi ke arah Villa.

Selang beberapa detik saja tiba-tiba saja tubuhnya terasa di dorong kuat sampai terpental kembali ke bibir pantai.

Mata Stella melebar melihat gelombang air laut berubah tinggi seakan ingin menenggelamkannya ke jurang terdalam.

"I..ini.."

Kilatan bayangan hitam yang muncul dari area Laut langsung meruak ke atas berputar seakan mengelilingi Rembulan yang tiba-tiba saja di pandangan Stella berubah merah seperti darah.

"T..tidak.. Ini.."

Jantung Stella terasa berpacu cepat ingin meledak dari tempatnya. Wajahnya pucat dengan keringat dingin keluar melihat bayangan-bayangan hitam itu tampak berkeliling dengan ombak yang beradu saling berebut ke arahnya.

"V...Veeee!!!!"

Jerit Stella langsung bangkit lalu berlari ke arah Villa. Ia sekuat tenaga melangkah menjauh dengan bayangan-bayangan hitam mengerikan seperti asap kental itu mengejar ke arahnya.

"Efikaaa!!! Efikaaa!!!"

Teriak Stella panik masuk ke area pagar. Ia sesekali menatap kebelakang hingga Stella menubruk tubuh kekar seseorang yang membuatnya jatuh dengan keras ke arah pagar.

Ringisan kecil itu mencuat kala lengannya tertusuk oleh duri yang berasal dari tanaman di sekitar pagar.

Darah segar yang mengalir membuat Stella mengibaskan tangannya hingga suara angin semakin terdengar hebat seakan ada Helikopter yang melintas di atas kepalanya.

"T..tolong tolong itu.."

Duaaar...

Mata Stella terbelalak hebat saat matanya sudah melihat siapa yang tadi ia tabrak.

Sosok tinggi kekar dengan mata merah menyala dengan separuh wajah seperti tengkorak dan tubuhnya diselumbungi asap.

"V..Vee.." gumam Stella meneggang kala yang ia lihat ini persis seperti Xavier. Manik biru mengigil Stella kembali melihat ke arah Villa hingga jantungnya seakan pecah menggila kala melihat Villa ini berubah menjadi sebuah Bangunan tua dengan banyak mayat yang bergelantungan di atas atapnya.

"Aaaaaaa!!!!"

Jeritan Stella memekik kala kepulan asap hitam yang tadi mengejarnya sudah menyerbu ke arah sini dengan hawa yang begitu kelaparan.

.......

Vote and Like Sayang..

1
Lia Pazliani
ini novel tahun 2023,,aku yg udh ketinggalan kk,,,luar biasa karya mu kk
Lia Pazliani
keren banget cerita mu KK,,emang cocok dibuat film ini....💪💪💪
Lia Pazliani
Luar biasa
Earlyta a.s Salsabila
good
Earlyta a.s Salsabila
Buruk
jojo
Luar biasa
niken larasati
ga bisa kebuka tulisannha ka😭
Ainun Lutfiana
semua karya kak author bagus banget sukses selalu buat author kesayangan
Ainun Lutfiana
masyaallah baca novelnya langsung maraton, keren semua kak ceritanya alurnya gak ada yg bisa ditebak.
novel sebagus ini kanapa gak bisa jadi peringkat nomer satu, jujur kecewa banget sama NT. semanagt terus ya kak semoga cerita kak bisa trending, kecewa banget sama NT kalau di trendingin, cerita sebagus ini belum ada yg bisa menandingin

sukses selalu buat author keaayangan 😍
Santi Nuryanti
yuhuuuu seruuunyaaa
Santi Nuryanti
sampe taun 2025pun tulisn mu tk bs diubah thor...hahahha
miss u thorr...nulis disni lg y thorr
Eneng Haerani
Luar biasa
Sandisalbiah
LUAR BIASA KEREN
Sandisalbiah
Lha... tamat.. jgn TAMAT thor.. tomat aja... haishh.. masih belum rela...
Sandisalbiah
kelala siapa yg mau di jadikan pajangan sama si Esther??
Sandisalbiah
dia Vee atau justru ayah Stella..??
Sandisalbiah
jd ini rencana Xaveir... membebaskan pamannya.. ayah Stellla dr kurungan Lucius..
Sandisalbiah
anak buah madam Je sedang beraksi.. syukurnya Vee bisa merasakannya
Sandisalbiah
hadeh.. madam Je mau mejemput kematiannya sendiri tuh.. mengusik Stella maka mengusik Vee
Sandisalbiah
janin Stella bisa melindungi mommy nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!