NovelToon NovelToon
Rangga (Cinta Yang Belum Usai)

Rangga (Cinta Yang Belum Usai)

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Romansa / Sci-Fi
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: Hanela cantik

Rangga adalah pria sederhana yang hidup serba kekurangan, namun memiliki cinta yang tulus dan impian besar untuk membahagiakan kekasihnya. Selama bertahun-tahun, ia bertahan dengan pekerjaan kasar dan penghasilan pas-pasan, percaya bahwa cinta mereka cukup untuk melawan kerasnya hidup. Namun semuanya runtuh ketika ibu kekasihnya memutuskan menjodohkan sang putri dengan pria kaya demi masa depan yang dianggap lebih layak.

"maafin aku ya kak, aku ngga bisa lawan ibuku"

Rangga hanya bisa menatap kepergian sang kekasih yang mulai menjauh dari matanya yang mulai berembun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hanela cantik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dapat bonus

Pukul tujuh pagi, Rangga sudah berada di depan gerbang bengkel, bahkan sebelum Dimas datang membawa kunci. Begitu gerbang dibuka, Rangga langsung menuju sudut kerjanya. Ia mengenakan wearpack birunya yang sudah mulai bernoda, mengikat tali sepatu botnya kencang-kencang, dan mulai menyiapkan peralatan.

"Busyet, pagi amat lu, Ga?" Dimas muncul sambil menguap, membawa dua gelas kopi plastik di tangannya. "Lu tidur di sini apa gimana?"

"Bangun pagi biar rezekinya nggak dipatok ayam, Dim," jawab Rangga singkat tanpa menoleh.

Tak lama kemudian, Rian datang. Ia tampak terkejut melihat Rangga sudah membongkar blok mesin motor kustom pesanan klien Jakarta yang mereka bicarakan kemarin.

"Wih, semangat bener. Udah nemu hitungannya?" tanya Rian sambil menaruh tasnya.

Rangga menyerahkan beberapa lembar kertas coretan dari saku wearpack-nya. "Gue kerjain semalam di kos, Kang. Ini simulasi rasio kompresinya sama beberapa opsi modifikasi noken as-nya supaya tarikannya napas panjang tapi tetap aman buat harian."

Rian mengambil kertas itu, membacanya dengan teliti. Dahinya berkerut, sesekali ia mengangguk-angguk. "Gila... detail banget lu, Ga. Lu ngitung sampe ke koefisien geseknya juga?"

"Biar presisi, Kang. Gue nggak mau klien kecewa kalau motornya cuma kencang tapi gampang overheat," balas Rangga.

"Dim," Rian menoleh ke arah Dimas yang sedang menyeruput kopi. "Temen lu ini bukan cuma mekanik, ini mah engineer. Bapak lu pasti seneng banget lihat progres anak baru kayak gini."

Dimas menepuk pundak Rangga dengan bangga. "Gue bilang juga apa, Kang. Rangga kalau udah fokus, dunia kiamat juga dia nggak bakal nengok."

Saat sedang asyik mengelas rangka motor, tiba-tiba sebuah mobil mewah berhenti di depan bengkel. Seorang pria paruh baya dengan pakaian rapi turun dan langsung menghampiri mereka.

"Mana yang namanya Rangga? Katanya dia yang pegang konsep modifikasi motor saya?" tanya pria itu dengan nada yang berwibawa.

Rangga meletakkan alat lasnya dengan tenang. Ia melepas pelindung wajah, memperlihatkan sorot mata yang tajam.

Meski pakaian kerjanya kotor oleh noda oli dan debu logam, gestur tubuhnya saat berdiri tegak menunjukkan kepercayaan diri yang tidak goyah.

Ia menyeka tangannya dengan kain majun sejenak, lalu melangkah maju menghampiri pria paruh baya itu.

"Saya Rangga, Pak," ucapnya dengan suara beratnya.

Pria itu, Pak Setiadi, menatap Rangga dari ujung kepala sampai ujung kaki. "Saya dengar dari Dimas, kamu yang kerjain motor saya.Kamu tahu ini motor langka, kan? Saya tidak mau ada kesalahan sedikit pun."

"Saya sangat paham, Pak," sahut Rangga sambil menunjuk blueprint yang ia buat semalam. "Ini adalah mesin klasik dengan karakter long stroke. Kesalahan umum di bengkel lain adalah memaksanya untuk kencang di putaran atas tanpa menghitung ketahanan materialnya. Konsep yang saya buat ini fokus pada efisiensi termal dan optimalisasi torsi. Hasilnya, motor Bapak akan jauh lebih responsif tapi mesinnya tetap 'adem' untuk perjalanan jauh."

Rangga menjelaskan setiap detail dengan istilah teknis yang akurat namun mudah dimengerti.

Pak Setiadi terdiam cukup lama, matanya berpindah-pindah dari sketsa ke wajah Rangga yang dingin namun cerdas.

"Kamu belajar di mana?" tanya Pak Setiadi, kali ini nada suaranya berubah dari curiga menjadi tertarik.

"Otodidak dan pengalaman lapangan, Pak. Bagi saya, mesin tidak pernah bohong. Kalau kita teliti, dia akan memberi hasil" jawab Rangga.

Bagus. Saya suka cara kamu bicara. Teruskan pengerjaannya. Kalau hasilnya sesuai dengan penjelasan kamu tadi, saya punya beberapa koleksi lain di Jakarta yang butuh sentuhan tangan kamu."

Pria itu kemudian menepuk bahu Rangga, lalu berbalik menuju mobilnya. Sebelum masuk, ia sempat berteriak kecil pada Dimas, "Dim, bapak kamu pintar cari orang!"

Setelah mobil itu pergi, Dimas langsung merangkul Rangga dengan heboh. "Gila lu, Ga! Pak Setiadi itu orang susah dipuji, lho. Lu baru aja dapet tiket buat masuk ke kalangan kolektor gede!"

Rangga hanya tersenyum tipis, lalu kembali mengambil alat lasnya. "Cuma kerjaan, Dim. Belum sukses namanya kalau belum ada hasilnya."

.....

Tiga minggu berlalu dengan sangat cepat. Bengkel modifikasi milik ayah Dimas kini menjadi tempat paling sibuk di daerahnya, terutama setelah motor kustom milik Pak Setiadi selesai dikerjakan. Hasilnya luar biasa.

Hari itu, Pak Setiadi datang kembali. Bukan untuk komplain, tapi untuk memberikan amplop tebal sebagai bonus tambahan di luar biaya bengkel.

"Ini buat kamu pribadi, Rangga. Kamu sudah menyelamatkan investasi saya," ujar Pak Setiadi singkat

Rangga menatap amplop tebal di atas meja dengan dahi berkerut. Alih-alih langsung menyambarnya dengan kegembiraan, ia justru tampak ragu. Baginya, gaji yang ia terima setiap minggu sudah lebih dari cukup untuk usahanya memulai hidup baru.

"Maaf, Pak Setiadi. Tapi biaya pengerjaan kan sudah dibayar lunas ke bengkel. Saya hanya menjalankan tugas saya," ucap Rangga dengan nada sungkan namun tetap tegas. Ia tidak ingin merasa berutang budi atau dianggap mata duitan.

Rian yang sedang memegang kain lap di dekat sana langsung berhenti bekerja. Ia mendekat, diikuti oleh beberapa mekanik lain yang juga terheran-heran melihat sikap Rangga.

"Duh, Ga... Lu ini gimana, sih?" Rian menepuk pundak Rangga dengan keras, sedikit gemas dengan sifat kaku juniornya itu. "Ini namanya apresiasi, bukan sedekah. Pak Setiadi puas sama hasil tangan lu yang presisi itu."

"Iya, Ga. Terima aja," sahut mekanik lain menimpali. "Kalau lu tolak, malah Pak Setiadi bisa kesinggung. Orang kaya kayak beliau itu paling seneng kalau karyanya dihargai, dan dia ngerasa harga yang dia bayar sebelumnya belum sebanding sama kepuasan yang lu kasih."

Dimas yang baru muncul dari kantor dalam bengkel ikut menengahi. Ia merangkul Rangga sambil tersenyum lebar ke arah Pak Setiadi.

"Terima aja, Rangga. Ini rezeki karena lu udah lembur sampai tipes hampir nyerang. Lagian, bokap gue juga nggak bakalan motong bonus ini, ini murni hak lu," kata Dimas meyakinkan.

Pak Setiadi terkekeh melihat perdebatan kecil itu. Ia menyodorkan amplop itu lebih dekat ke arah tangan Rangga. "Ambil, Rangga. Gunakan untuk hal yang berguna. Saya lebih suka melihat anak muda berbakat seperti kamu punya modal untuk maju"

"Baik, Pak. Terima kasih banyak. Saya akan gunakan ini sebaik mungkin," ucap Rangga akhirnya sambil menerima amplop itu.

1
kalea rizuky
gemes deh kalian
kalea rizuky
q uda kirim bunga lanjut banyak ya thor
kalea rizuky
lanjut donkk
Evi Lusiana
waduh rangga puny saingan y thor
Evi Lusiana
klo pura² sakit aj trs biar ayu kwatir dn perhatian sm km rangga🤭
Evi Lusiana
knp d bkin ribet sih yu,hrsny km trimakasih sm rangga
ᄂ⃟ᙚRisa Virgo Always Beau
Ayu membatalkan pertunangan dan pergi harusnya Rangga benci ke Ayu dan ngga mau lihat Ayu lagi dong
ᄂ⃟ᙚRisa Virgo Always Beau
Padahal orang yang di suruh mengantar motornya Ayu sudah bilang kalau gratis tapi malah Ayu datang ke bengkel dan memberikan uang ke Rangga sebagai biaya perbaikan sepeda motor dan ganti sparepart
Evi Lusiana
rangga laki² baik bertahun² sjak dia gk lg nersm ayu dia hny fokus kerja tp tdk maen perempuan
Aidil Kenzie Zie
bicara dari hati ke hati
Evi Lusiana
ini yg nmany jodoh gk akn kmn y thor
Aidil Kenzie Zie
move on Rangga kalau nggak kejar lagi cinta itu
Aidil Kenzie Zie
mampir
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!