Xena Olivia janda cantik berusia 35 tahun sengaja merayu Oliver King Maxime pacar Bianca anak tirinya, yang berusia 14 tahun lebih muda darinya untuk menjadi simpanannya karena dia berpikir Oliver mendekati Bianca hanya untuk menghabiskan hartanya saja.
"Jadi simpananku,maka aku akan memberikan semua apa yang kau butuhkan",tawar Xena.
" Apa kamu yakin?",tanya Oliver.
"Tentu saja,asal kamu mau berpisah dari Bianca".
"Bagaimana kalau aku minta kita bercinta minimal 3 kali dalam semingu ,apa kamu juga sanggup? ",tantang oliver.
Oliver King Maxime pemuda tampan sang casanova kampus putra satu satunya pemilik Maxime Corp.sudah membuat Bianca jatuh cinta setengah mati padanya dengan rela melakukan apa saja untuk membuat Oliver mau menjadi kekasihnya meski Oliver selalu menolaknya.
Penasaran?,silahkan baca kelanjutannya.
🤗🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bundew, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
29. Bukan Nyonya Sander Lagi.
Xena berdiri dari duduknya dan mengulurkan tangannya untuk menerima jabatan tangan dari Darent.
"Senang bisa bekerja sama dengan anda tuan Max",ucap Xena dengan tersenyum ramah.
"Saya juga nyonya Sander kedepannya semoga kerja sama kita berjalan semakin baik lagi",jawab Darent lalu berjalan keluar dari ruangan itu diikuti Xena yang berjalan disampingnya dengan sesekali mengobrol akrab dengan Darent.
"Oh iya saya pergi dulu karena setelah ini saya masih ada urusan lagi",ucap Darent setelah mereka sampai diarea parkir.
"Ya sekali lagi terimakasih tuan Max",jawab Xena sebelum berjalan pergi menuju kearah Mobilnya diikuti Maya sang asisten.
"Maya pergilah kekantor dan kamu urus semua masalah hari ini dikantor".
"Apa anda tidak akan kekantor nyonya".
Xena menggeleng,"Ada yang harus kulakukan hari ini kamu hubungi saja aku kalau ada hal penting yang terjadi nanti".
Baik nyonya",jawab Maya dengan berjalan menuju mobilnya sendiri.
Sementara itu Oliver hanya memperhatikan Xena tanpa mengatakan apa apa dari sejak didalam ruangan tadi,bersikap seolah olah mereka bukan dua orang yang saling mengenal.
"Ada pertemuan yang harus Daddy hadiri setelah ini apa kamu juga akan ikut atau kamu mau kekantor? " tanya Darent yang membuat Oliver segera tersadar dari pikirannya barusan.
"Oh.. sepertinya aku akan kekantor saja untuk bekerja,tapi sebelum itu aku harus pergi kesuatu tempat dulu".
Mendengar apa yang dikatakan Oliver Daren langsung mengerutkan kening "Kamu ada janji dengan seseorang? ",tanya Darent.
Oliver menggeleng,"Hanya bertemu dengan salah satu temanku Dad dan itu tidak lama",terang Oliver.
"Baiklah kalau begitu tapi malam ini pulanglah kerumah",perintah Darent yang diangguki oleh Oliver.
Setelah mengatakan itu lalu Darent pergilah meninggalkan Oliver yang masih berdiri ditempatnya semula.
Baru setelah Daddynya pergi Oliver juga masuk kedalam mobilnya sendiri dan mengikuti mobil Xena yang mulai meninggalkan tempat itu.
Oliver terus mengikuti dari jarak cukup jauh dan merasa heran karena ternyata Xena tidak berkendara menuju kantornya.
"Mau kemana dia siang siang begini",gerutu Oliver dengan terus mengikuti Xena sampai Xena berbelok kesebuah kawasan apartemen mewah.
"Untuk apa dia kesini?",gumam Oliver heran tapi tetap mengikuti perempuan itu sampai Xena turun dari mobilnya lalu Oliver juga ikut turun dan berjalan cepat menghampiri Xena yang terlihat sudah akan masuk kedalam lift.
"Tunggu! ",ucap Oliver dengan menahan pintu lift agar dia bisa masuk bersama Xena.
"King!,kenapa kamu ada disini!?!"tanya Xena terkejut dan gugup melihat Oliver ada didalam lift yang sama dengannya sekarang.
"Seharusnya aku yang menanyakan itu padamu",ucap Oliver dengan berjalan mendekat kearah Xena yang membuat Xena reflek memundurkan tubuhnya sampai membentur dinding.
"Apa maksudmu? "tanya Xena tidak mengerti.
"Sedang apa kamu disini disiang hari begini,siapa yang ingin kamu temui?!",tanya Oliver dengan mendekatkan wajahnya kearah Xena.
"Apa yang kamu pikirkan tentangku dasar brengsek!,aku kesini ingin keApartemen Vania memangnya apa yang kamu pikirkan tentang aku!! ",maki Xena kesal.
"Aku tidak percaya!",ucap Oliver.
"Terserah!,tapi aku memang ingin ketempat Vania sekarang".
"Untuk apa kamu kesana?! ".
"Bukan urusanmu",ucap Xena dengan mendorong Oliver menjauh darinya.
Tentu saja urusanku sayang,apa kamu lupa status kita? ",tanya Oliver dengan menaikkan alisnya sengaja menggoda Xena.
"I... itu sudah berakhir,kamu bukan simpananku lagi kamu lupa itu!",ucap xena dengan berjalan keluar dari lift yang sudah terbuka.
Xena pikir Oliver akan pergi meninggalkannya seperti waktu itu setelah mendengar apa yang baru saja dikatakannya itu, tapi ternyata dia salah Oliver tetap saja mengikuti langkahnya sampai keApartemen Vania membuat Xena semakin kesal pada pemuda itu karena dia pergi keApartemen Vania tadi dengan niat untuk beristirahat dan menyendiri tapi ternyata......
"Oliver...Pliss pulanglah aku ingin istirahat sekarang",ucap Xena dengan berbalik menghadap keOliver yang berdiri dibelakangnya.
"Apartemen siapa ini?",tanya Oliver karena melihat apartemen itu seperti kosong.
"Milik Vania puas!, jadi sekarang.....".
"Berapa nomor kuncinya? ",tanya Oliver dengan mulai membuka penutup kunci pintu otomatis itu dan bersiap memencetnya.
"Untuk apa kamu menanyakan itu?",tanya Xena cemas.
"Tentu saja masuk kedalam kamu pikir".
"Oliver.... Pliss,aku sangat lelah hari ini dan tidak berniat berdebat denganmu jadi kumohon bisakah kamu... "
"Jadi cepat katakan berapa nomornya aku hanya ingin membantumu masuk dan memastikan kamu baik baik saja waktu aku pergi nanti".
"Tapi untuk apa bukankah sudah kutegaskan bahwa... ".
"Kita masih menikah Xena jadi.. sejak sumpah itu terucap kamu adalah tanggung jawabku apa kamu mengerti".
Mata Xena langsung membulat mendengar itu dan semua protesnya terkunci ditenggorokannya karena ternyata pernikahan yang dipikirnya akan membebaskannya dari masalah ternyata itu adalah awal masalahnya sebenarnya dengan pemuda tampan yang entah mengapa tidak pernah bisa dilawannya ini.
"Apa aku harus selalu membuatmu ingat bahwa sudah sejak beberapa hari yang lalu kamu bukan lagi nyonya Sander tapi nyonya Oliver King Maxime sayang...",ucap Oliver dengan menyentuh wajah perempuan yang sekarang terpaku itu.
"Jadi sebutkan berapa nomor kuncinya, karena aku tidak punya waktu seharian untuk menemanimu berdiri disini sekarang".
Mendengar itu secara reflek Xena menyebutkan nomor Aparteman Vania yang langsung ditekan oleh Oliver.
"Ayo masuk.. ",ajak Oliver dengan menarik tangan Xena yang masih terpaku kedalam Apartemen Vania.
"Kemana Vania? ",tanya Oliver dengan mengedarkan pandangannya keseluruh penjuru Apartemen itu yang kosong.
"Dia sedang bekerja keluar negeri selama beberapa bulan",jawab Xena setelah berhasil menguasai perasaaannya.
"Dia seorang model? ",tanya Oliver dengan mendekat kearah foto Vania yang terpajang didinding Apartemennya.
"Iya dia model majalah dewasa",terang Xena dengan berjalan kedapur mungil Vania untuk mengambil air putih dari kulkas lalu kembali lagi keruang tamu dan menghampiri Oliver yang masih berdiri sambil mengamati semua foto foto milik temannya itu seolah sedang menilai Vania.
"Ini... ",ucap Xena dengan memberikan satu botol pada Oliver.
Yang langsung diterima Oliver dengan menatap Xena sekilas.
"Terimakasih".
"Duduklah dulu aku akan kedalam untuk berganti pakaian dengan yang lebih nyaman.
Mendengar itu Oliver hanya mengangguk tanpa mengatakan apapun pada perempuan itu.
Xena masuk kedalam kamar Vania dan segera mengunci kamar itu dari dalam karena khawatir Oliver akan ikut masuk kedalam kamar lalu menyerangnya saat dia berganti pakaian nanti pikirnya.
Padahal Xena tau Oliver tidak perlu melakukan itu,hanya perlu sedikit menyentuhnya seperti biasa maka Xena pasti akan suka rela melakukan apa yang diminta pemuda itu padanya.
Xena merasa sekarang dia sudah seperti budak Oliver dalam segala hal dan jujur saja itu membuat Xena tidak suka bukan pada Oliver tapi pada dirinya sendiri karena saat bersama Oliver dia selalu merasa tidak menjadi dirinya sendiri lagi.
Like....
Komen.....
Hadiahnya seiklasnya untuk memberi semangat pada autor supaya rajin Upnya 😁😁.