Alissa Moon seorang yatim piatu yang tumbuh di sebuah panti asuhan, ia memiliki kecerdasaan yang luar biasa hingga mampu menghidupkan dirinya sendiri semenjak remaja, berkat beasiswa yang di dapatkan, Alissa telah menyelesaikan pendidikan diusia dini. Selain itu, Alissa memiliki kelebihan berbeda, gadis itu bisa membaca masa lalu dan mengetahui masa depan seseorang.
Hingga suatu waktu, Alissa di hadapkan pada hubungan sepasang kekasih yang pelik, Alrescha Nero sangat mencintai Arabella Kalista, kekasihnya. Sayangnya gadis itu tidak mencintai Alrescha, ia menyukai saudara tirinya bernama Georgi Nero, membuat Alissa percaya di dunia ini manusia adalah makhluk yang tidak tahu diri dan paling egois.
Namun hal tak terduga terjadi, Alissa tidak bisa melihat dan membaca masa depan serta masa lalu Alrescha, namun anehnya setiap kali pria itu berada dalam bahaya, Alissa selalu ada disana, terjerat di dalam takdir yang membuatnya terjebak untuk melindunginya, hingga akirnya Alissa mencinta Alrescha sekalipun ia sadar, jika pria itu masih bertahan pad Arabella yang sudah mengkhianatinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon della meyna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
[Episode : 29] Tidak seperti bayangan.
Sekarang sudah dini hari, bahkan hanya ada langkah kaki Alissa di lorong kecil yang ia telusuri untuk menemui kamar Alrescha Nero, tentu saja sebelum ia mengetahui keberadaan Alrescha, gadis itu sudah ke resepsionis untuk menanyakanya, bahkan Alissa sempat di tolak oleh pria paruh baya itu, namum Alissa bersiteguh memperlihatkan kartu akses dari perusahaan.
Alissa mengetuk pintu kamar yang ada di bagian paling ujung, nampaknya kamar itu di buat paling berbeda yang di khususkan untuk Alrescha dan Arabelle, tentu saja di pertemuan pertama bersama Arabella, Alissa sudah mengetahui hal ini, bahkan rencana pernikahan mereka akan diadakan di Villa mewah yang terletak di daerah pergunungan.
Sayangnya, rencana itu di tunda akibat kecelakaan yang menimpa Arabella, namun kecelakaan itu rencana Arabella sendiri, ia ingin membuat kecelakaan agar membatalkan pernikahanya, disaat Arabella kritis maka Georgi akan membunuh Alrescha, tapi semua hal itu di gagalkan oleh Alissa, sekarang ia ingin melihat apa yang akan Arabella lakukan, ia bahkan sudah terdesak di posisi yang harus menikahi Alrescha Nero? Apakah ia harus menikahi Alrescha atau kembali untuk mendapatkan Georgi Nero.
"Siapa?" saut seorang wanita dari arah dalam, membuat Alissa menangguhkan tanganya seraya menurunkan tangan yang tengah mengetuk pintu kamar itu. "Gadis ini" batin Arabella ketika mengakses Alissa di depan matanya.
"Selamat malam Nona Arabella" sapa Alissa dengan senyum manis yang ia paksakan "Tidak, tidak....selamat pagi Nona Arabella" hingga kening gadis di depan Alissa berkerut dalam.
"Anda bukannya?" tunjuk Arabella kehadapan Alissa.
"Saya wanita yang sore itu ada di halte bus"
"Oh benar, itu anda. Apa yang anda lakukan disini?" tanya Arabella dengan bingung.
"Saya adalah sekretaris utama di perusahan Tuan Nero, apakah beliau tidak memberitahunya pada anda?" balas gadis itu ketika melemparkan kalimat ambigu pada Arabella.
"Oh begitukah, Alrescha pernah mengatakanya, tapi karna dirasa hal itu tidak penting, untuk itulah aku tidak terlalu memperhatikan perkataan Alrescha" balas Arabella saat melontarkan jawaban yang menyinggung, namun Alissa tak terpancing sedikitpun, ia hanya tersenyum manis sebab tidak peduli atas perkataan Arabella.
"Apakah Tuan Alrescha ada di dalam Nona?" tanya Alissa pada inti tujuanya.
"Kenapa memangnya? Apakah tidak bisa besok pagi saja bertemu jika anda pekerjaan mendesak, kenapa harus di dini hari" Ketus Arabella dengan jengkel.
"Karna ini memang mendesak, tidak bisakah anda mengatakan kedatanganku pada Tuan Nero, jika ia yang memintaku pergi, maka aku akan pergi" ucap Alissa dengan teguh.
"Kenapa wanita ini tidak tahu diri" gumam Arabella dengan jengkel. "Aku akan memanggilkanya, tunggu sebentar" Arabella berlalu kearah dalam, ia sedang melihat Alrescha bekerja di mejanya, bahkan nampak sekali bagaimana sikap serius pria itu, hingga membuat Arabella sangat kesal, kenapa ia bisa sekesal ini melihat gadis barusan, bahkan nampaknya ia sangat berani menantang Alrescha, sedekat apa memangnya hubungan mereka sampai gadis itu benar-benar lancang.
"Sayang" ucap Arabella dengan nada merayu, seraya menyilangkan tanganya di leher Alrescha, mata mengoda penuh sentuhan manja itu membuat perhatian Alrescha tertuju pada kekasihnya.
"Ada apa sayang?" ucapnya dengan penuh cinta ketika mendongakan wajah kearah Arabella yang berdiri di belakang sambil memeluknya.
"Ada seorang wanita diluar, untuk menemui mu"
"Siapa yang menemuiku dini hari seperti ini, apa dia tidak melihat waktu" kesal pria itu saat memutar kursi kerja kearah Arabella.
"Nona Alissa, dia bilang ingin menemuimu, dia akan pergi jika kau yang mengusirnya, padahal aku sudah mengatakan jika sekarang dini hari, tapi gadis itu tetap memaksa dan bicara tidak sopan padaku"
"Apakah benar Alissa seperti itu, kenapa ia bertingkah kurang ajar pada Arabella, bukankah ia tahu bagaimana Alrescha mencintai Arabella, rasanya tidak mungkin Alisaa menjadi kurang ajar" fikir Alrescha tentang sekretarisnya.
"Dia masih kariyawan baru Bel, maaf jika misalnya sikap gadis itu menyinggung dirimu, itu semua karna aku yang kurang mendidikanya"
"Kenapa kau meminta maaf karna dirinya, apa kau membelanya Alrescha?" ketus Arabella dengan jengkel.
"Tidak Abel, aku tidak membelanya, mungkin karna kau tidak mengenalinya makanya tersingung dengan sikap Alissa, sebenarnya dia gadis yang baik" ucap Alrescha untuk menenangkan kekasihnya.
Membuat mata Arabella mengkilau tajam ketika mendapati Alrescha membela wanita lain, sejak kapan pria ini menilai ada yang lebih baik dari Arabella, mungkin ini kali pertama untuk Arabella mendengar Alrescha tidak arogan terhadap seseorang, jika benar gadis itu bisa membuat Alrescha menaruh empati padanya, bisa-bisa apa yang Arabella lakukan malah berantakan ulah gadis yang tidak tahu berasal dari mana.
"Sayang, maafkan aku" sontak Arabella saat memeluk Alrescha dengan erat, ia menjatuhkan diri dengan pasrah seraya menahan pria itu disisinya. "Bisakah kau tidak meninggalkan aku, aku merindukan mu malam ini" ucapnya dengan nada menggoda, membuat Alrescha terdiam atas inisiatif yang Arabella berikan, selama ini sangat jarang ia seperti ini duluan, bahkan Arabella sering menolak untuk disentuh olehnya, tapi ada apa dengan Abel malam ini.
"Aku rindu....." lirihnya dengan kalimat mendayu yang sengaja di bisikan keteliga Alrescha, membuat pria itu tidak bisa menahan diri lebih lama lagi, ia menarik paksa Arabella dari pelukanya, memandangi wajah cantik kekasihnya sembari membelai bibir ranum yang mengairahkan itu.
"Apa kau benar-benar merindukan ku?" tanya Alrescha dengan tatapan penuh maksud, membuat gadis itu menganggukan kepala dengan lirikan licik yang sebenarnya penuh akan muak dan terpaksa.
Alrescha Nero meraih pingul Abel untuk mendekat ke tubuhnya, menempelkan diri mereka tanpa ada jeda, memberikan sentuhan lembut yang membuat kulit Arabella terasa sensitif, hingga meraih wajah mungil itu untuk ia kecup dengan sayang, menanamkan ciuman mengoda degan maksud menuntut lebih, merasakan seluruh cinta yang bertaut tanpa mampu mereka lepaskan, bahkan ketika Arlerscha menghisap seluruh kemanisan itu, Arabella dengan lihai memainkan lidahnya untuk menuntun Alrescha menikamti pertautan bibir keduanya.
Nafas yang tersengal menjadi bukti bagaimana cepatnya ritme permainan yang di langsungkan pasangan kekasih itu, bahkan gumpalan nafas nampak diantara dua bibir yang berdekatan, Alrescha memandangi mata yang sedang menatap bibirnya, namun disaat yang sama Alrescha memutus ciuman dengan kecupan sayang di pucuk kepala Arabella.
"Sayang aku keluar sebentar ya, nanti kita lanjutkan lagi" sesegera mungkin Alrescha mengangkat tubuh kekesihnya untuk pindakan ke ranjang, ia mengusap kepala Arabella agar berlalu dari sana, bahkan gadis itu tidak sempat membantah lantaran Alrescha tergesa-gesa meninggalkan.
"Sialan!" batin Arabella ketika meremukan kain putih yang dialas untuk ranjang tidur mereka, bahkan selama ini saat Arabella mengatakan "tidak" maka pria itu tidak akan melakukanya, sejak kapan Alrescha bisa meninggalkan dirinya demi wanita lain, padahal sudah ia bujuk dengan tubuhnya, ternyata gadis bernama Alissa tidak seperti yang Arabella fikirkan.
Apakah Georgi sudah mengetahui hal ini? Tapi kenapa dia tidak mengatakan apapun, dan setelah Arabella keluar dari rumah sakit ia tidak mengunjungi, apa kesibukan Georgi akir-akir ini hingga ia tidak mengatakan perkembangan apa yang terjadi setelah Arabella koma.
Up dong thor🙏🙏🙏
semangat Thor aku padamu🤗