Bertemu setelah berpisah selama bertahun-tahun. Sahabat yang pernah mengisi ruang di hatinya. Pertemuan yang tak di sangka akan membuat jalan baru dalam kehidupannya yang kelam.
Sosok pria inilah yang dulunya membuat Rindu Nyaman.
Setelah mereka bertemu lagi, kini Ardian ingin mendapatkan Cinta Rindu secara utuh. Setelah dia terlambat menyadari cinta itu. Ardian berusaha untuk membuat Rindu kembali jatuh cinta padanya.
Status dan masalah yang berat, membuat Rindu ragu untuk membuka hatinya kembali.
Akankah persahabatan mereka berubah menjadi hubungan Asmara yang indah?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MamGemoy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hatinya lelah
***
Malam ini penuh gegap-gempita. Rindu dan teman bandnya sedang tampil di atas panggung. Ardian yang sedang duduk dengan Dania terpaku menatap panggung. Matanya tersihir akan keindahan di atas sana. Rindu tampak berbeda malam ini. Kenapa Ardian baru menyadarinya? Aura gadis itu benar-benar terpancar membuatnya terpesona. pertama kali dia merasa kagum dan merasakan getaran di hatinya.
Sorot mata Ardian benar-benar tidak lepas dari seorang Rindu. Tanpa dia sadari Dania di sebelahnya jadi cemburu. Mereka pun kembali bertengkar. Rindu melihat sekilas ke arah mereka. Rindu tampak menghela napas begitu berat. Kenapa mereka masih bisa bertahan jika terus berselisih paham seperti ini?
Seandainya Ardian mau memberikan tempat Dania untuk Rindu. Namun, perasaan gadis itu selalu terabaikan. Sekarang hatinya lelah, Rindu lelah dengan semua. Sudah waktunya untuk dia menyerah.
"Huuuww ... gimana teman-teman semua, sudah puas!" seru Rindu kepada penonton.
Empat lagu pun telah selesai mereka mainkan dan semua yang ada di sana sangat senang dengan nyanyiannya.
"Belum … lagi … lagi …!"
Sahutan penonton bergantian menguasai kemeriahan acara malam ini. Kemudian salah seorang penonton dari sudut ruangan itu berteriak dengan lantang.
"Rindu …! I LOVE YOU ...!"
"Hey … yang disana ... We love U too …!" Sahut Rindu seraya tersenyum. Dia melempar kecupan dari telapak tangannya.
Penonton semakin heboh, bersorak bertepuk tangan hingga bersiul. Ardian yang masih sibuk dengan pertengkarannya, seketika fokusnya teralihkan. Dania yang sudah lelah pun mengakhiri hubungan mereka. Lalu pergi begitu saja.
Perlahan Ardian kembali ke tempat duduknya semula. Membiarkan Dania pergi entah kemana. Berakhirnya hubungan dengan Dania bukan masalah besar bagi Ardian. Toh selama ini dia juga menginginkan hal itu. Hanya saja tidak sanggup untuk mengatakan terlebih dahulu.
"Ok … untuk lagu terakhir malam ini, lagu yang khusus saya nyanyikan untuk seseorang. Lagu yang memiliki makna mewakili perasaan saya sekarang ini ... Semoga teman-teman semua menikmatinya …!"
Rindu melirik teman-teman di belakangnya untuk memulai musik. Rindu menghela napas, menenangkan hatinya sejenak.
"Ardian … semoga setelah ini kamu bisa mengerti. Tidak peduli bagaimana tanggapanmu. Kita tidak akan bertemu lagi. Aku Rindu, mulai saat ini tidak akan ada untukmu lagi," gumannya dalam hati.
"Padamu pemilik hati yang tak pernah ku miliki. Yang hadir sebagai bagian dari kisah hidupku. Engkau aku cinta dengan segenap rasa di hati. Selalu ku mencoba menjadi seperti yang engkau minta." Rindu menyanyikan bait pertama penuh penghayatan.
Ardian terpaku, terdiam. Entah apa yang dipikirkannya saat ini. Yang dia rasakan, jantungnya berdetak tidak beraturan. Nyanyian Rindu kali ini, membuat hatinya seakan tertusuk. "Rin … du," lirihnya
"Aku tahu engkau sebenarnya tahu. Tapi kau memilih seolah engkau tak tahu. Kau sembunyikan rasa cintaku. Di balik topeng persahabatanmu yang palsu. Kau jadikan aku kekasih bayangan. Untuk menemani saat kau merasa sepi. Bertahun lamanya kujalani kisah cinta sendiri."
Seketika Ardian sadar akan sesuatu yang sangat terlambat dia sadari. "Rindu … ada apa ini? Cinta sendiri? Lagu ini?"
Bait demi bait Rindu nyanyikan. Hingga tak terasa air matanya menetes. Dia sekuat hati menahan sampai ini benar-benar berakhir. Setelah ini, dia akan menyerah. Bahkan sebelum dia berani untuk mengungkapkan.
Di sisi lain, Ardian masih terpana. Kesadarannya seakan tiba-tiba muncul. Ketika tepukan tangan penonton di penghujung lagu. Yang dia rasakan, jantungnya masih berdetak di atas normal.
"Bodohnya aku baru menyadarinya sekarang?" gimana Ardian pelan. Dia memegangi dadanya.
Ucapan Rindu yang dulu tidak Ardian pahami. Kata-kata yang dia abaikan selama ini, terus terngiang-ngiang dalam pikiran saat ini. Sebelumnya dia tidak pernah berpikir ucapan Rindu itu sesuatu yang berhubungan dengan dirinya. Rahasia sebenarnya di balik kebersamaannya dengan Rindu.
'Siapa pun seharusnya mengerti apa itu cinta. Namun, tidak semua orang bisa menyadari apa itu cinta. Cinta akan membawa kebahagiaan dan juga kesakitan. Kebanyakan orang tidak sadar kalau sebenarnya dia telah jatuh cinta. Karena cinta itu tidak bisa ditebak, datang dan pergi tanpa permisi. Cinta yang sebenarnya akan mengikat jiwa, memenuhi semua pikiran, cinta memiliki ruang tersendiri di dalam hati. Itulah cinta sejati.'
***
Ardian terus saja gelisah sepanjang malam. Matanya tidak bisa terlelap walau telah berbaring cukup lama. Pada akhir acara promnite tadi, dia mencari Rindu kemana-mana. Namun, tidak bisa bertemu. Berharap pagi secepatnya menjelang, segera memeluk Rindu memastikan isi hati yang sesungguhnya.
"Rin, dimana?"
"Rin, bisa kita bicara?"
"Rin …."
"Balas."
"Rindu."
Ardian meletakkan ponselnya dengan kasar. Dia frustasi, panggilan teleponnya diabaikan, berbaris pesan belum dibaca hingga kini.
"Kenapa hatiku sakit bila kamu abaikan begini. Inikah Cinta yang kamu maksud? Aku senang ada didekat kamu, dan gelisah bila tidak melihatmu. Pikiranku selama ini telah membodohi hatiku. Rasa sayangku padamu ternyata bukan hanya sebagai sahabat. Kenapa aku baru menyadarinya?" Ardian mengerang.
Lama pria itu termenung hingga akhirnya dia terlelap.
Di sisi lain, di waktu yang sama. Rindu yang kelelahan terbaring tanpa memejamkan matanya. Sengaja dia mengabaikan semua pesan yang masuk. Hanya suara Radio yang menemani, berharap untuk segera terlelap bila mendengarnya. Di sini pun sama, Rindu sulit untuk memejamkan mata.
Bersama segudang permasalahan saat ini. Perlahan genangan air mengalir membasahi sudut mata. Mengingat bagaimana dia akan segera kehilangan sahabat, jauh dari Mama dan adik-adiknya. Sebuah keputusan yang terpaksa Rindu ambil. Dia pun mengingat hari-hari bersama teman-teman dan keluarganya. Hingga akhirnya Rindu terlelap juga karena lelah.
***
"Rindu … bangun, Sayang, Ardian nungguin kamu tuh di depan," panggil Dahlia setelah mengetuk pintu kamar Rindu.
Rindu baru terlelap selama beberapa jam. Sehingga tidak mendengar suara dari luar. Mama Dahlia masuk ke dalam kamar membangunkan Rindu.
"Rindu … astaga sayang, bangun!" Dahlia menarik paksa selimut Rindu.
Gadis itu menggeliat meregangkan otot-ototnya yang kaku. "Ada apa sih, Ma? Masih pagi juga … Rin masih capek, Ma, ngantuk," rengek Rindu sambil mengusap-usap kelopak matanya.
"Ardian datang itu."
"Haahh … apa? Ngapain anak itu kesini pagi-pagi?" katanya kaget seraya bangkit dari pembaringan.
"Mama nggak tau, makanya bangun, temuin dulu sana!"
Rindu bergumam sebagai jawaban. Sedikit malas dia beranjak dari tempat ternyaman baginya. "Ohya, Mama nggak bilang apa-apa, kan, ke Ardian?"
"Nggak, Sayang, tenang aja," jawab Mama Dahlia sendu.
Rindu pun menyunggingkan senyuman khasnya. Setelah mencium pipi Mama yang paling mengerti dirinya, lalu berjalan malas ke arah kamar mandi. Dia hanya menggosok gigi dan mencuci mukanya. Setelah itu Rindu menuju ke ruang tamu menemui Ardian.
"Ardi … tumben pagi-pagi udah di sini?" tanyanya basa-basi.
Ardian yang sedang menyeruput teh buatan Mama Dahlia pun hampir tersedak dibuatnya. Penampilan Rindu saat bangun tidur telah mengundang perhatian.
Di telisiknya Rindu dari ujung rambut hingga ujung kaki. Terasa berbeda dari saat sebelum Ardian menyadari perasaannya. Kali ini hatinya bergetar, dengan melihat Rindu saja membuatnya ingin segera memeluk gadis itu.
"Cantik."
***
aku tunggu kelanjutannya....
☺️
Bagus.. mudah di pahami...
juga menyentuh...
. selalu semangat untuk kakak author....
semoga karyamu semakin berjaya,...
💪💪💪💪☺️☺️
..