NovelToon NovelToon
Untuk Lolita (MCW2)

Untuk Lolita (MCW2)

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:13.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Indri Antika

• No Plagiat
• Budayakan Vote dan Like setelah baca
• Budayakan sabar

Happy reading semua🤗


Sequel dari My Crazy Wife, menceritakan hubungan Aldi dan Lolita setelah mempunyai anak pertama mereka yang di beri nama Aksa Randian Putra.

Bagaimana kehidupan Aldi dan Lolita yang sudah berganti status menjadi papa muda dan mama muda?

Akankah mereka tetap bisa mempertahankan hubungan mereka di kehidupan selanjutnya? Dengan status Aldi yang masih mahasiswa dan menjadi incaran semua para cewek?

.
.
.
.
.

gas baca kuyyy!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Indri Antika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Masalalu Nara

"Kak Nara, kenapa tadi mama kakak bilang kalau kakak adalah seorang pembunuh?" Tanya Lolita.

Lolita memang belum tahu sepenuhnya tentang cerita hidup Nara.

Kini mereka bertiga, Lolita, Nara dan Indah sudah berada dirumah atas Nara tepatnya di meja makan.

Nara meletakan gelas yang ia pegang di atas Meja.

"Jadi dulu saat kakak berusia 5 tahun, kakak sedang bermain sama Kak Maura dan juga papa di taman kompleks yang lumayan ramai"

"Kakak dan Maura usianya beda dua tahun saja, saat itu Maura berusia 8 tahun"

"Saat itu kita sedang bermain lempar bola, dan saat giliran Maura yang melemparkan bolanya, bola itu menggelinding hingga sampai ke jalan Raya"

"Kakak pun meminta ijin kepada papa kakak untuk mengambil bola itu, dan papa kakak pun sudah mengijinkan"

"Dan saat kakak mengambil bola itu, tiba tiba ada sebuah truk yang melaju sangat kencang seperti kehilangan kendali" Nara menjeda ucapannya, tiba tiba kejadian itu melintas di otaknya.

Flashback on

Tin

Tin

Tin

Suara klakson truk yang kini sedang melaju sangat kencang.

Semua orang yang melihat itu pun sangat terkejut. "Awasss!!!" teriak semua orang yang ada di situ.

Mendengar itu, papa Nara yang sedang menggelitiki Maura pun bingung, kenapa semua orang berteriak dan mengatakan awas.

Ia kemudian menoleh kearah jalan raya dimana Nara sedang mengambil bola.

Papanya Nara membulatkan matanya sempurna ketika melihat truk melaju dengan kecepatan kencang menuju kearah Nara.

Papa Nara kemudian berlari menyusul Nara. Lalu mendorong Nara kecil hingga jatuh dipinggir jalan.

Nara kecil pun menangis ketika merasakan perih dilututnya akibat bergesekan dengan aspal hingga mengakibatkan lututnya berdarah.

Tiba tiba seorang ibu datang lalu merangkul tubuh Nara kecil satu detik sebelum akhirnya truk yang melaju sangat kencang itu menabrak tubuh papanya hingga terpental jauh bersama dengan darah yang mengalir dengan deras.

"Papa....." Teriak Maura, anak kecil berusia 8 tahun itu kemudian berlari menyusul papanya yang tergeletak di aspal bersama dengan genangan darah.

Mendengar teriakan kakaknya Nara pun meronta meminta dilepaskan oleh ibu ibu itu. Ibu itu pun melepaskan pelukannya sehingga Nara kecil bisa melihat papanya yang tergeletak tak berdaya.

"Papa...." Teriak Nara kecil sambil menangis, ia berlari menahan nyeri dilututnya menysul papanya.

"Papa... Bangun pa" Ucap Nara dan Maura secara bersamaan sambil mengguncang tubuh papanya.

Tak lama sebuah ambulance pun tiba, dua orang perawat pun turun, mengangkat tubuh papa Nara dan memindahkan kedalam ambulance, tak lupa Nara dan Maura pun ikut bersama.

Nara terus saja menangis selama diperjalanan, begitu pula dengan Maura, sampai akhirnya mereka tiba dirumah sakit.

Papa Nara dan Maura pun langsung di bawa ke UDG, begitu pula dengan Nara, gadis kecil itu pun di bawa keruangan yang berbeda dari papanya untuk diobati luka di kakinya.

"Suster, papa Ara tidak apa apa kan?" Tanya Nara kecil sambil terisak.

"Iya, papa adek pasti akan baik baik saja" ucap suster itu menenangkan.

Setelah Nara sudah selesai diobati, ia pun dibawa keluar oleh seorang suster itu untuk menunggui papanya.

Mereka berdua pun duduk bersebelahan sambil menangis.

Tiba tiba mama Nara dan Maura tiba dengan wajah yang terlihat sangat cemas.

"Anak anak, kenapa papa bisa sampai kecelakaan?" Tanya mama Nara sambil jongkok untuk menyamakan tingginya dengan kedua putrinya itu.

"Tadi papa menyelamatkan Ara ketika bola yang sedang kita gunakan untuk main lempar lemparan menggelinding ke jalan Raya, terus ada sebuah truk dan menabrak papa" Jelas Maura.

Seorang dokter kemudian keluar, hingga mengurungkan niat mama Nara untuk berbicara.

"Keluarga pasien?" Tanya dokter itu.

"Saya dok, saya istirnya. Bagaimana keadaan suami saya?" Tanya Mama Nara dan Maura dengan nada yang terlihat sangat cemas.

"Maaf buk, kita tenaga medis sudah melakukan yang terbaik, tetapi Tuhan berkehendak lain" Jelas dokter itu dengan nada menyesal.

Mama Nara yang mendengar itu pun tak kuasa menahan air matanya, ia kemudian membekap mulutnya menggunakan kedua tangannya. Kakinya rasanya sangat lemas, ia sudah tidak mampu lagi untuk menompang tubuhnya hingga luruh ke lantai.

"Tidak, tidak, itu tidak mungkin, dokter bercanda kan" Ucap mama Nara sambil mendongakkan wajahnya.

Dokter itu pun jongkok, "Sekali lagi saya minta maaf bu" Ucap Dokter itu.

"Tidak, tidak dokter jangan bohong. Suami saya pasti masih hidup, suami saya belum meninggal" Teriak Mama Nara.

Maura dan Nara yang mendengar itu pun begitu terkejut. Mereka berdua menangis sekencang kencangnya sambil menyebut nama papanya.

"Dokter saya mohon, selamatkan suami saya dokter!!!" mohon mama Nara.

"Sekali lagi saya minta maaf bu" Ucap dokter itu.

"Tidak suami saya pasti hanya tertidur, ia belum meninggal" Suara mama Nara mulai melemah hingga akhirnya kesadarannya pun hilang.

***

Rumah Nara.

"Mas, mas Raga" Gumam Mama Nara.

"Shinta, sayang bangun" Ucap wanita paruh baya yang sepertinya itu adalah mamanya.

Mama Nara yang bernama Shinta itu pun mengerjapkan matanya, menyesuaikan cahaya yang masuk kedalam matanya. Hingga akhirnya mata Shinta terbuka sempurna.

"Mama" Ucap Shinta sambil menangis dan memeluk mamanya itu.

"Yang sabar ya sayang, kamu pasti kuat", ucap mama Shinta menguatkan.

"Tidak, ini pasti hanya mimpi kan ma, ini pasti hanya mimpi, Shinta ngga percaya kalau mas Raga sudah tidak ada" Ucap Shinta sambil menangis.

"Raga sudah tidak ada, kamu harus mengikhlaskan dia sayang" Ucap Mama Shinta lembut.

"Mama bohong, mas Raga itu hanya tidur" Shinta kemudian menyibakkan selimut yang menutupi sebagian tubuhnya kemudian turun dari tempat tidur dan berlari keluar.

Diluar semuanya terlihat ramai.

"Papa bangun paa" Ucap Nara dan Maura sambil menggoyangkan tubuh Nara.

"Papa maafkan Ara pa" Ucap Nara lagi.

Melihat itu Shinta semakin tak kuasa, ia menjatuhkan dirinya memeluk jasad suaminya sambil menangis dan meminta suaminya itu bangun.

"Mas bangun mas, apa mas Raga sudah tidak sayang lagi sama Shinta, sampai sampai mas Raga meninggalkan Shinta" Ujar Shinta.

***

Sampai akhirnya mereka semua mengantarkan Raga ketempat peristirahatannya yang terakhir.

Shinta, Nara dan Maura masih saja menangis sambil menaburkan bunga mawar.

"Papa, maafkan Ara. Ara janji Ara akan menjadi anak yang baik dan tidak akan menyusahkan siapapun" Ucap Nara sambil menaburkan bunga.

Mendengar itu Shinta kemudian menoleh kearah Nara. "Gara gara kamu suami saya meninggal" Ucap Shinta sambil memaksa Nara untuk berdiri paksa.

"Mama, maafkan Ara ma" Ucap Nara kecil sambil menangis tersedu sedu.

"Kamu seorang pembunuh" Ucap Mama Nara sambil menunjuk muka Nara dengan jari telunjuknya.

Makam memang sudah sangat sepi, hanya tersisa Nara, Maura dan juga Shinta.

"Mama maafkan Nara" Cicit Nara. Hanya kalimat itu yang mampu Nara ucapkan.

"Kamu seorang pembunuh, kamu bukan anak saya lagi, kamu ikut saya sekarang!" Shinta pun menyeret Nara paksa diikuti dengan Maura.

***

Hingga akhirnya mereka sampai dirumah, Shinta langsung melepaskan cekalannya pada tangan Nara.

Wanita yang masih terlihat cantik itu mengambil koper mini berwarna kuning, ia kemudian membuka almari milik Nara dan memasukkan baju anak kecil itu kedalam koper.

"Mama, baju Nara kenapa dimasukkan kedalam koper?" Tanya Nara kecil dengan begitu polosnya.

"Maura kamu dirumah aja, mama mau pergi dengan Nara sebentar" Ucap Shinta setelah mengemas pakaian milik Nara.

"Mama mau bawa Nara kemana?" Tanya Nara.

"Sudah kamu tidak perlu banyak tanya, sekarang kamu ikut saya" Ucap Shinta sambil menarik paksa tangan Nara.

Nara yang tidak tahu apa apa pun hanya menurut, hingga akhirnya ia dibawa mamanya itu kesebuah panti asuhan.

"Mama, kenapa Nara di bawa kesini?" Tanya Nara dengan begitu polosnya.

"Mulai sekarang kamu tinggal disini, jangan pernah kembali ke rumah saya lagi" Ucap Mama Nara.

"Mama, tapi Ara tidak mau ditinggal sendiri disini, Ara mau tinggal sama Mama sama Kak Aura" Ujar Nara sambil menagis dan memeluk mamanya.

"Lepaskan saya, saya bukan mama kamu lagi" Ucap Mama Nara sambil mendorong tubuh Nara hingga terjatuh.

Ibu panti asuhan yang baru saja keluar itu pun terkejut. "Astagfirullah" Ucap ibu panti asuhan itu sambil berjongkok dan membantu Nara untuk berdiri.

"Ini ada apa bu?" Tanya ibu panti itu setelah membantu Nara untuk berdiri.

"Saya menitipkan dia disini" Ucap Mama Nara.

"Tapi kenapa bu? Kan dia masih mempunyai seorang ibu?" Tanya ibu panti itu.

"Anda tidak perlu banyak bertanya" Ketus mama Nara.

"Mama tapi Ara tidak mau tinggal disini, Ara mau sama mama dan kakak" Mohon Nara sambil bergelayut di tangan mamanya.

"Lepaskan tangan saya, kamu tidak perlu lagi memanggil saya mama" Ucap Mama Nara sambil mengibaskan tangannya hingga pegangan Nara terlepas.

Shinta kemudian masuk kedalam mobilnya dan meninggalkan Nara bersama ibu panti.

Nara yang melihat mamanya masuk kedalam mobil itu berusaha mengejarnya, namun ia malah terjatuh dan ia hanya bisa menatap mobil mamanya yang semakin melaju jauh meninggalkan nya.

Flashback off

"Semenjak saat itu, mama kakak tidak pernah lagi menemui kakak, dia sangat membenci kakak" Ucap Nara setelah selesai menceritakan masa lalunya.

"Kak Nara yang sabar, itu semua sudah takdir. Kak Nara juga tidak perlu merasa bersalah karena itu semua murni kecelakaan bukan salah Kak Nara" Ucap Lolita sambil mengelus bahu Nara. Mencoba memberi kekuatan pada calon kakak iparnya itu.

"Terkadang kakak juga merasa bersalah, kakak merasa sedih ketika mereka semua sudah meninggalkan kakak sendiri" Ujar Nara. Tangan gadis itu mengusap wajahnya untuk menghapus air mata yang kini mengalir dengan jarang.

"Kak Nara tidak perlu merasa bersalah, karena itu bukan sepenuhnya salah kak Nara. Dan Kak Nara tidak perlu merasa kesepian, karena Bang Satya, Loli dan kita semua akan selalu ada untuk kak Nara" Ujar Lolita sambil memeluk calon kakak iparnya.

.

.

***

.

.

Setelah mendengar cerita dari Nara, Lolita tidak memutuskan untuk langsung pulang, ia memutuskan untuk pergi ke perusahaan ayah mertuanya untuk menemui suaminya.

Ia ingin membicarakan masalah pendonor jantung itu bersama dengan Aldi.

.

.

.

.

.

.

Sudah direvisi.

tandai jika masih ada typo

jangan lupa jejak❤️

1
Novia
si bocil nya Lolita sudah tau ngambek, 🤣🤣🤣gn tidak bisa di lwan
Novia
hmmmm
Novia
harusnyaa kn cuci darah loh
Novia
jdi pelakor ja bnga ya re, tpi gagal terus🤣🤣🤣
Novia
ngeri si Rere tetep maju walaupun si aldi udah tau menikah dengan Lolita tetep ja maju
Novia
labil pake bnget ya
penyuka ultra milk 😋
wkwk tpi kita sama an
Windi Rasyid
Lumayan
Neneng Yuningsih
suka banget sama cerita nya 💖💖💖
Liiee
udah pernah baca,, tapi tetep nangiss pasbacalagi
kadek15
oooh pantes pas lolita sama aldi belum akur si evan kq baik²in loli ternyata benar dugaanku evan ada rasa wkt itu sama loli😂😂😂
kavena ayunda
skit ginjal yang di donorin jantung 🙄 baru tau jantung bs nrima pendonor bukannya harus nunggu mati dlu baru ba donorin jantung ya kalo cangkok hati baru q paham
Uul Fajriyah
rasa nya pgn bantui si lolita jmbak rmbut pelakor
Marlita Indriana
kek nya loli pergi karna hasil pemeriksaan ginjal nya dech,dh mulai skt2 jado gak pengen jadi beban buat aldi...yg sabar ya loli..kamu pasti bisa
Marlita Indriana
knp juga aldi sama felisha gak jujur cerita sebenernya ke loli,klo semua hanya sandiwara dan loli pasti ngerti gak harus buat loli luka ke sekian kali nya...tapi semua di tangan author sih so suka2 author donk😁😁
Gita Oktasari
aku nangis Thor bacanya 😭😭😭😭
💜_Vicka Villya_💜
ouhh bengeek 🤣🤣
Annisa Pasila
luar biasa
Sary Bhulank
👍
Monah
PD sekali dia gak tau aja kalau Aldi udah punya istri dan anak 🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!