Apa tujuan dari kehidupan?
Kekayaan?
Kekuasaan?
Kejayaan?
Tidak, tujuan dari kehidupan hanyalah kesenangan.
Ketika mereka mendapatkan kekayaan, mereka senang.
Ketika mereka mendapatkan kekuasaan, mereka senang.
Ketika mereka mendapatkan kejayaan, mereka senang.
Tujuan hidup sesimpel itu, pada akhirnya ketika mereka meraih tujuan, mereka akan senang.
Dan aku bereinkarnasi kedua kalinya untuk kesenangan.
Menggunakan segudang harta kekayaan dan pengetahuan, aku akan mencari kesenangan di kehidupanku yang ketiga.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hermit of Imagination, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
029. Tertarik
"Ada apa? lihat-lihat." Alice menyadari aku yang sedari tadi menatapnya.
"Menurutmu, Apakah petualangan itu menarik."
Aku pertama kali bertemu dengannya di hutan, dan dia menginap di hotel. Artinya, bisa jadi dia adalah petualang.
Jika dia adalah petualang, maka aku tidak akan mendekatinya.
"Itu membosankan."
Bagus.
"Lalu apakah kau berencana tinggal di kota ini?"
Bagiamana pun juga, aku berencana untuk tinggal di kota ini.
"Aku belum memiliki rencana untuk itu."
Belum memiliki rencana ya?
Semoga saja dia tinggal disini.
Dengan begitu aku bisa membuatnya jatuh cinta pada ku.
Benar, membuatnya jatuh cinta kepadaku.
Bagaimanapun juga, aku adalah mantan transenden. Aku memiliki kehormatan untuk di jaga. Tidak mungkin aku yang mengungkapkan cinta.
Meskipun dia berbakat, itu hanya standar untuk menjadi wanitaku.
Jadi dialah yang harus mengungkapkan cinta.
"Dari tadi apa, sih yang kamu bicarakan."
"Hmm?"
"Kau berencana mendekatiku."
"Hah?"
"Itu kelihatan jelas." Dia tersenyum dan melanjutkan. "Kau pasti berfikir jika aku adalah petualang, kau pasti memiliki kesempatan untuk mendekat. ditambah jika aku tinggal di kota ini maka kesempatanmu untuk mendekatiku terbuka. Itukan yang kau pikirkan?"
"Tentu saja tidak." Aku langsung membantahnya. Tapi ini pertama kalinya dia tersenyum sejak aku bersamanya, dia sangat cantik. Benar-benar cantik.
"Lalu apa?"
Lalu apa? Apanya yang apa? Senyumannya.
Bukan.
Apa sih aku pikirkan.
Tenang Lucy.
Kau adalah mantan transenden dan orang terkaya di alam semesta.
Jangan kehilangan ketenangan hanya karena wanita.
"Itu, loh. Bisnis." Aku mencoba mengalihkan perhatian.
"Kau ingin mengajakku berbisnis bersama agar kamu memiliki kesempatan lebih besar mendekatiku."
"Tentu saja tidak."
"Mukamu memerah, lho."
"Tidak memerah, mukaku tidak memerah."
Sialan, aku baru sadar, bahwa aku hanya ahli dalam harta, bukan wanita.
Bahkan jika aku memiliki pengalaman lebih dari seratus lima puluh tahun. Semua pengalaman yang aku jalani dengan wanita bukanlah romansa. Malahan, hubungan saling bunuh kebanyakan.
"Lalu bisnis apa yang ingin kamu bangun."
"Bidang jasa. Aku akan melakukan apa yang diminta klien asalkan dia mempunyai uang dan itu tidak melanggar hukum."
"Bukankah itu artinya kamu akan menjadi pekerja serabutan."
"Benar. Tapi, yang datang mencari bukan aku, tapi klien. Ini bisa dibilang elite diantara para pekerja serabutan."
"Tatap saja pekerja serabutan."
"Meskipun begitu, aku bisa menerima dan menolak. Dengan begitu aku tetap memiliki banyak waktu luang. Dan juga jika nama dari perusahaan tersebar, bukanlah ini akan sukses."
"Tapi perusahaanmu tidak akan menjadi besar. Inti konsepmu itu adalah pekerja serabutan, dan pekerja serabutan itu gajinya tidak stabil. Siapa juga yang mau bekerja seperti itu. Ditambah, menjadi pemburu meskipun gaji mereka tidak stabil, itu lebih baik daripada pekerja serabutan. Karena itulah orang-orang akan memilih bekerja sebagai pemburu daripada bekerja sepertimu."
"Aku tidak berencana untuk menjadikannya besar. Yang penting adalah aku memiliki uang untuk hidup selagi memiliki banyak waktu. Lagipula, aku bisa menolak dan menerima pekerjaan yang ditawarkan. Dan ini juga tidak merepotkan, karena orang yang datang mencari bukan aku."
"Orang biasa akan merasa itu konyol. Tapi bagi penyihir seperti aku yang membutuhkan banyak waktu untuk sihir itu cukup menarik. Ayo bicarakan ini besok setelah kamu membuat rune untukku." Mengatakan itu, dia pergi ke kasur untuk tidur.
Aku baru sadar bahwa makanannya sudah habis meskipun aku baru memakan tiga puluh tusuk sate.
Sambil makan aku memikirkan sesuatu yang tidak sadar aku lakukan.
Kenapa aku menaruh perasaan ke Alice?
Jika dilihat, dia memang cantik, kebanyakan makhluk fana tidak akan bisa menandinginya. Dia berbakat? Tentu saja, Apalagi dia memiliki tubuh ekstrim dan garis keturunan naga.
Tapi bukan berarti aku tidak pernah melihat orang seperti dia, dan di masa lalu, aku juga tidak memiliki ketertarikan.
Kenapa?
Ini benar-benar membingungkan, ditambah bagian bawah tidak mengeras dan memanjang.
Satu hal yang aku pikirkan.
Itu adalah perubahan tujuan. Di kehidupanku yang sebelumnya, aku mencari kesenangan lewat kekayaan, dan tidak memperdulikan yang lain.
Tapi sekarang, Aku berbeda. Aku berjuan untuk hidup damai dan sederhana. Karena itu mungkin aku bisa mencapai kebahagiaan.
Tapi, memiliki wanita di sampingku mungkin juga bentuk dari kebahagiaan. Dan Alice yang memicu pemikiran ini.
Ini semua disebabkan oleh aku yang tidak terobsesi dengan kekayaan lagi, dan membuatku memiliki pandangan yang lebih luas.
"Masalahnya adalah seberapa banyak yang harus aku kumpulkan?"
"Satu saja sudah cukup, sialan." Sebuah suara terdengar langsung di jiwaku.
"Ratu Phoenix!?" Itu adalah ratu Phoenix yang sedari tadi tidur. "Tidurmu nyenyak."
Aku berbicara tidak dengan mulut, tapi langsung dari jiwa dan aku kirim ke ratu Phoenix agar hanya dia yang bisa tau suaraku. Ini disebut telepati.
"Nyenyak. Setidaknya ratu ini bisa mencegah jiwa menjadi rusak lebih parah."
"Apa yang kau maksud dengan satu saja sudah cukup?"
"Bukankah tujuanmu hidup damai dan sederhana."
"Benar, sih. Tapi apa hubungannya."
"Orang yang memiliki istri banyak cenderung jauh dari tujuanmu. Selain itu, wanita itu, yang bernama Alice, dia adalah tipe yang membawa kesulitan. Kau sendiri seharusnya sudah tau akan hal itu?"
"Itu benar, sih. Kehidupan orang seperti Alice itu jauh dari kata sederhana. Jika aku masuk kedalam kehidupannya, aku pasti akan terseret kedalam masalahnya. Tapi, tetap saja aku tertarik dengannya. Apa yang harus aku lakukan?"
"Terserah kau. Tapi, ratu ini menyarankan bahwa itu bukan hal yang buruk. Dilihat dari manapun wanita ini sangat bagus, entah itu ketrampilan ataupun penampilan. Lagipula, orang sepertimu seharusnya tidak takut akan masalah. Terlebih, dalam hidup itu masalah dan kebahagiaan itu datang secara bergantian. Selama kau memiliki keinginan maka lakukan."
"Itu benar, sih. Segalanya selalu memiliki resiko." Aku memutuskan untuk mengejar Alice. "Sekarang, masalahnya adalah bagaimana cara membuat Alice jatuh cinta kepadaku dan mengungkapkan cintanya padaku."
"Singkirkan kesombonganmu itu. Membuatnya jatuh cinta itu mudah. Tapi membuatnya mengungkapkan cinta kepadamu itu hanya akan membuat semuanya tambah rumit."
"Ini masalah gengsi kau tahu." Aku langsung membantah. "Mana mungkin aku yang agung mengungkapkan cinta."
"Gengsi milikmu tidak berguna. Cinta itu masalah kecepatan, jika kau tidak segera mengungkapkan perasaan, mungkin dia akan diambil orang."
"Mungkinkah kau pernah mengalami itu."
"Tidak." Dia mengatakan dengan tenang. "Ini ironis kau tau. Meskipun aku tidak pernah merasakan jatuh cinta, aku tahu bagaimana cinta berjalan."
"Iya, ironis." Aku tahu perasaan itu. "Sekarang, bagaimana aku harus membuatnya jatuh cinta."
"Bagi penyihir aliran kehidupan sepertimu seharusnya sudah tahu."
"Iya, tapi aku tidak yakin."
Aliran kehidupan. Ini tidak hanya membedah dan mempelajari kehidupan, tapi juga mempelajari dan memahami bagaimana kehidupan berjalan. Dan cinta, itu adalah bagian dari kehidupan.
Bagi seorang yang sudah memahami keseluruhan dari hukum kehidupan. Aku tahu bagaimana kehidupan itu berjalan, jadi aku tahu benar apa itu cinta.
pakai nama aja Thor
saudaraku mohon ini yg sering baca novel saya gk enak baca pakai pihak pertama
Salam Permata Elemen.
🔥SEMANGAT TERUS THOR NGETIKNYA👏👏👏🔥
'setelah meminumnya' yang bener thor