NovelToon NovelToon
Shameless Prince : Our Incomplete Love Story

Shameless Prince : Our Incomplete Love Story

Status: tamat
Genre:Romantis / Crazy Rich/Konglomerat / Percintaan Konglomerat / Tamat
Popularitas:7.8M
Nilai: 5
Nama Author: Quin

Cerita ini adalah cerita kelanjutan dari Novel Love, Revenge, And The Sea, tapi Anda bisa menikmati cerita ini tersendiri, namun sangat disaran membacanya dahulu untuk tahu tokoh-tokoh di dalamnya.



Cinta itu sebuah misteri, seberapa banyak pun orang yang mencoba memahaminya, namun tak ada yang pernah bisa benar-benar mengetahui apa itu cinta sebenarnya.


Dimana kah awalnya? bagaimana cara dia bekerja? pada siapa dia akan berlabuh? bagaimana dia berjalan? membawa suka kah? atau malah menambah derita.

Akan kah cinta berakhir bahagia atau malah menabur air mata, hanya yang mengalamai cinta yang tahu rasanya.

Beribu bahkan berjuta cerita cinta telah tertuliskan di dunia, namun tetap saja tak ada yang sama.

Ini sebuah cerita tentang penantian, ketulusan, dan pengorbanan, sedikit arti cinta yang indah dengan segala lika-likunya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Quin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

28 - Antara hidup dan mati.

"Sania masih ada di penjara, tapi anakmu …. " kata ibunya ragu, takut merusak kebahagiaan yang terpancar di wajah anaknya, dan benar saja wajah Jofan langsung berubah diam.

"Ada apa anakku?" tanya Jofan tegas.

"Ayahmu tidak ingin mengakuinya sebagai keterunan kita, setelah dilahirkan dia segera diserahkan kepada orang lain, aku bahkan tidak tahu apakah dia seorang wanita atau pria, aku hanya sempat mendengar suaranya dan melihat wajahnya sekilas, bayi yang sangat lucu," kata ibu Jofan menangis, dia menyesali hal itu, bagaimana pun dia adalah satu-satunya cucu mereka dari Jofan, mereka berpikir setelah menikah Jofan akan memberikan mereka cucu yang lain, tapi hingga kini Jofan dan Aurora tak memberikan mereka cucu sama sekali, bahkan Jofan mengakui bahwa dirinya infertil.

Jofan yang mendengarkan itu  sekali lagi terdiam, dia tak tahu harus bertindak apa, kepalanya langsung penuh dengan kejutan-kejutan ini, rasa bersalah dan menyesal kembali meyelimutinya, selama ini menjaga keponakannya  dengan seluruh hal yang dia bisa, memberikannya kasih sayang dan harta dengan melimpah, namun pada anaknya sendiri, bahkan dia tak tahu apakah anak itu hidup dengan baik atau tidak? apakah dia bertahan atau tidak? anaknya yang tak pernah dia tahu ada.

Jofan memegangi kepalanya yang benar-benar akan meledak, dia tak tahu harus apa lagi sekarang, dia hanya bisa menahan semua emosinya, seorang pria menangis artinya dia sudah tak bisa menahan lagi rasa sakitnya, ke mana dia harus mencarinya?

"Bagaimana kalian begitu tega? dia anakku Bu! kalian memisahkannya dari ku! aku bahkan tak tahu memilikinya 23 tahun ini," kata Jofan, matanya semakin basah, itu seharusnya menjadi kabar bahagia baginya dan Sania, itu memang rencana mereka berdua untuk memiliki seorang anak, bahkan Jofan yang memaksa Sania untuk memberikan dia anak, namun ketika permintaannya terwujud, hal ini malah menjadi hal yang menyedihkan untuk dirinya.

"Maafkan Ibu, Ibu benar-benar tidak bisa menahan ayahmu, Ibu sampai sekarang mencari pada siapa ayahmu menyerahkan anakmu, namun sama sekali tidak menemukannya, Ibu juga ingin melihatnya, Ibu ingin menebus dosa Ibu, tapi sampai hari kematiannya, ayahmu tak pernah menyinggung tentang anakmu sama sekali, " ujar ibu Jofan sambil menghapus air mata dari pipinya yang sudah cukup penuh dengan keriput.

"Aku ingin menemui Sania, aku harus bertanya padanya tentang anak kami, kalian benar-benar berhati batu, memenjarakan orang selama 23 tahun tanpa kesalahan sama sekali," kata Jofan menyeka air matanya, dia berdiri dan ingin berjalan keluar, namun saat dia melewati ibunya, tangan Jofan di tahan.

"Aku rasa kau tidak bisa bertanya padanya, tubuhnya memang ada, tapi jiwanya sudah lama tak ada di tempatnya," kata ibunya bergetar, sekali lagi harus menyapaikan kabar duka pada anaknya.

Jofan yang mendengar itu kembali membesarkan matanya, napasnya kembali tercekat, dadanya bertambah berat, benar-benar berat hingga tak bisa bernapas. Apa lagi yang harus dia dengarkan?

"Apa maksud Ibu?" kata Jofan serasa menelan napasnya, serasa sangat berat.

"Saat Sania mengandung, dia harus memilih, mempertahankan anaknya atau tetap memakan obat-obatanya dengan konsekuensi anaknya lahir tak selamat atau cacat, Sania memilih untuk tidak memakan obatnya, mempertaruhkan nyawanya sehingga keadaannya memburuk, kehamilannya sangat menyiksa untuknya, Ibu melihat sendiri bagaimana dia berjuang, beberapa kali harus tak sadarkan diri, namun dia bertahan demi anaknya, Ibu sudah berusaha melunakkan hati ayahmu namun dia tidak bisa dilawan, bahkan hal ini adalah kemurahan hatinya, membiarkan Sania mengandung anakmu," ibu Jofan sekali lagi harus menarik napas panjang, bukan hanya Jofan yang merasa udara di sana menipis, ibu jofan pun merasa seperti itu.

"Di usia kehamilannya yang ke 7 bulan, dia jatuh dalam komanya yang terakhir kalinya, dokter tidak bisa menunggu lebih lama dan mengambil resiko sehingga anak itu harus segera dilahirkan, karena itu anakmu lahir prematur, sejak saat itu hingga detik ini Sania tak pernah lagi bangun, dia bahkan tak sempat melihat atau menyentuh anak yang diperjuangkannya itu, dia pernah mengatakan pada Ibu, kau akan sangat senang jika mengetahui kau memiliki seorang anak karena dia tahu betapa kau menyukai anak-anak, karena itu apapun yang terjadi dia akan memberikan apapun untuk menjaga anakmu bahkan rela menyerahkan jiwanya untuk anakmu," kata ibunya menangis sedih.

Jofan menahan dirinya, dia memandang ke atas agar tak membiarkan air matanya turun lagi, namun air matanya tetap saja turun membasahi pipinya bahkan dia sampai senggugukan mendengar hal itu, tak tahan lagi merasakan kesedihan yang begitu dalam, wanita itu menderita karenanya, selama ini dia ingin membahagiakan Sania, menyelamatkannya dari Aksa agar dia bisa bahagia mendapatkan cinta sejati dari Jofan, tapi yang ada dia sama-sama menderita.

Selama ini Jofan mengira Sania hidup di salah satu tempat di dunia ini dengan nyaman atau pun bahagia tanpanya, atau Jofan mengira sudah meninggal, namun tak keduanya, dia tidak hidup, dia juga tidak mati, dia di antaranya, berjuang dengan sangat berat untuk memberikan kehidupan untuk anak mereka, namun saat anak mereka lahir, anak itu bahkan tak ada di sisinya maupun di sisi Sania, Sania pasti sangat sedih jika Sania tahu Jofan tak menjaga anak mereka sekarang.

"Aku tetap ingin bertemu dengannya," kata Jofan dengan suara serak.

"Baiklah, Ibu akan menemanimu, hanya Ibu yang bisa membuka pintu untuk ke tempat perawatan Sania, ini mungkin cara Ibu menebus dosa untukmu," kata ibu Jofan berdiri, dia segera melihat anaknya.

Jofan menghapus air matanya, dia mengangguk dan segera keluar dari sana dengan ibunya yang mengikutinya dari belakang.

1
Betty Wulansari
Ceritanya benar benar menguras emosi dan air mata, jalan ceritanya susah ditebak, cerita dari Kak Quin selalu all out, Kak Quin keren 😍😍😍
Betty Wulansari
😭😭😭
elsaanisya
sebelum ini udh ada novel ceritanya ya ? belum ngeh hubungan Archie sama suri
annisya yulianti
Huxley klo bucin serem ya, Angga vs Aksa dulu aja sampe ribet culik2an, tunggu ada yg mati dulu baru adem 😅
annisya yulianti
suri bego!
Tya Afat
Johan betul2 ksatria
Tya Afat
aku udah baca yg ke 4 kalinya. tetap suka
Tya Afat
aku mampir lagi. heheheh....ini sdh ke sekian kalinya membaca ulang. belum move on
Ayu Annisa
Jared Suri🫶🏻
Jin Noona
baca novel Quin dari tahun 2019, seingatku . sebelum adanya grup chat , dan mt nt hits d awal 2020 pas Corona sampe sepi seperti skrg . tapi aku ga pernah hapus mt , karena sering bolak-balik baca lagi karya ka Quin . entah sudah berapa kali. dan novel ini yang paling aku suka .
Tya Afat: samaaa....aku jg sukaaaaaaaa
total 2 replies
palupi
terimakasih 💐💕
palupi
Luar biasa
Wangintowe Tundugi
acting
Wangintowe Tundugi
tanya author pasti tau bang archi 😆
Wangintowe Tundugi
keren kamu ceyasa
Wangintowe Tundugi
hujan hehe
Wangintowe Tundugi
hanya author yg tau
Wangintowe Tundugi
siena entah utusan siapa
Wangintowe Tundugi
di part ini suri egois
Wangintowe Tundugi
kok sy merasa bukan ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!