NovelToon NovelToon
Rahasia Sang Sekretaris

Rahasia Sang Sekretaris

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: By.DarkRose

Di siang hari, Rania adalah sekretaris magang yang paling menyedihkan. Berkacamata bulat, rambut di Cepol asal dan baju yang kedodoran selalu menjadi makanan empuk sang CEO perusahaan yang tampan namun berdarah dingin, perfeksionis dan tak memiliki belas kasihan.

Namun, demi melunasi hutang ibunya yang menumpuk, Rania dengan ikhlas menjalani hidupnya di bawah tekanan bahkan Rania rela melakukan pekerjaan lainnya yang cukup ekstrem di malam hari.

Dengan berubah menjadi sosok gadis bernama "milky" bermata abu-abu yang imut dan kostum gotik yang menggemaskan di sebuah Dark Moon Maid Cafe.

Petaka berawal ketika seorang pelanggan VVIP misterius bermasker hitam datang dan memesan tempat khusus bersamanya.

Begitu pria itu membuka suara, Rania nyaris terkena serangan jantung.
Pria yang meminta pelayanan imut bermantra 'Moe-moe Kyun' tidak lain adalah bosnya sendiri di kantor yang paling dia benci !

Untungnya, Arkan bosnya sama sekali tidak mengenalinya.

baca ceritanya untuk lanjut🫶🏻

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon By.DarkRose, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15: Hampir Ketahuan #1

...Sabtu pagi di kawasan Sudirman biasanya sunyi, namun tidak di lantai tiga puluh Arkananta Group. ...

...Sesuai dengan titah sang CEO kemarin sore, draf presentasi eksekutif untuk investor Singapura harus dipresentasikan pukul sembilan tepat....

...Bagi Rania, pagi ini terasa seperti neraka tanpa akhir....

...Kepalanya berdenyut-denyut parah, karena waktu istirahat yang tidak sampai dua jam....

... Setelah menuntaskan sesi melelahkan bersama Arkan di Dark Moon Maid Cafe hingga larut malam, ia harus pulang ke rumah, mencuci sisa makeup tebal, dan kembali menatap draf analisis pasar untuk memastikan tidak ada kesalahan ketik sebelum dicetak....

...Fisiknya berada di titik nadi....

... Tubuhnya lemas, matanya perih, dan fokusnya berkabut....

... Hanya satu hal yang membuatnya tetap berdiri tegak dengan kemeja kedodoran dan kacamata bulat besarnya pagi ini....

... Fakta bahwa ibunya sedang beristirahat dengan tenang di bangsal rumah sakit terbaik berkat uang muka yang sudah lunas....

...Pukul 08.45. Rania melangkah keluar dari ruang mesin cetak dengan tumpukan berkas jilid tebal berkulit biru di kedua tangannya....

... Tas kain lusuhnya tersampir longgar di bahu kanan, bergoyang tidak stabil mengikuti langkah kakinya yang setengah terseret....

..."Rania, Pak Arkan sudah menunggu dokumen riset terakhir di ruangannya. Beliau minta dibawa sekarang juga," tegur Citra yang lewat membawa beberapa berkas lain, menatap Rania dengan pandangan lelah sekaligus kasihan....

..."Baik, Kak. Ini saya antarkan," sahut Rania dengan suara serak, mengabaikan tenggorokannya yang terasa kering....

...Ia berjalan menuju pintu kayu ek besar di ujung koridor....

... Dengan sisa-sisa tenaga yang ada, Rania mengetuk pintu dengan siku tangannya yang bebas, lalu mendorong pintu itu terbuka perlahan setelah mendengar gumaman bariton yang familier dari dalam....

...Di dalam ruang kerja CEO yang luas dan ber-AC dingin, Arkananta Narendra sudah duduk di balik meja kerja mahoganinya yang megah. ...

...Pria itu tampak segar dan sempurna seperti biasa, mengenakan kemeja abu-abu gelap dengan dasi sutra hitam, berbeda seratus delapan puluh derajat dari Rania yang tampak seperti mayat hidup berjalan....

...Namun, jika diperhatikan lebih dekat, sepasang mata elang Arkan memiliki kilat keletihan yang samar. ...

...Pria itu tidak bisa tidur nyenyak semalam. ...

...Bayangan pelayan berambut cokelat madu dengan jepit rambut kupu-kupu kristal ungu yang tersenyum manis padanya terus menghantui pikirannya, membuatnya merasa sangat jengkel sekaligus merana secara bersamaan karena rindu....

..."Ini dokumen analisis pasar final yang Bapak minta kemarin sore," ucap Rania lirih, melangkah mendekati meja besar itu dan meletakkan tumpukan berkas tebal di atasnya....

...Arkan tidak langsung menyentuh berkas itu....

... Ia mendongak, menatap Rania dari balik kacamatanya dengan pandangan dingin dan memindai....

... "Wajah Anda terlihat mengerikan, Rania. Apakah begini standar kualitas sekretaris saya saat menyambut investor penting?"...

..."Gara-gara siapa, hah?! Gara-gara Anda yang minta dilayani sampai larut malam di kafe dan minta laporan setebal ini selesai dalam semalam!" Rania menjerit frustrasi dalam batinnya. ...

...Namun, rasa kantuk yang teramat sangat membuat otaknya lambat merespons....

... Ia hanya menunduk dalam-dalam. ...

..."Maaf, Pak. Saya akan memperbaiki penampilan saya di toilet setelah ini."...

...Arkan mendengus, lalu meraih berkas itu untuk mulai membacanya. "Anda boleh ke luar—"...

...Sret. Gubrak!...

...Karena posisi berdirinya yang terlalu lunglai akibat pusing yang mendadak menyerang kepalanya, tali tas kain lusuh di bahu Rania merosot jatuh. ...

...Tas kain yang tidak tertutup ritsleting itu menghantam lantai marmer tepat di samping meja kerja Arkan dengan keras, membuat seluruh isinya berhamburan keluar tanpa ampun....

...Jantung Rania rasanya melompat keluar dari dadanya....

... Rasa kantuk yang menggelayuti otaknya seketika menguap, digantikan oleh panik yang dingin mematikan....

..."A-ah! Maaf, Pak! Maaf, saya sangat ceroboh!" Rania langsung berjongkok dengan panik, jemarinya yang gemetar bergerak dengan kecepatan kilat memunguti barang-barangnya yang berserakan....

... Dompet usang, botol minum plastik, beberapa lembar tisu, dan sisir saku....

...Namun, gerakan tangan Rania mendadak membeku di udara....

... Seluruh pasokan udara di paru-parunya seolah tersedot habis, meninggalkan rasa tercekat yang luar biasa mengerikan di tenggorokannya....

...Di dekat ujung sepatu pantofel kulit hitam mengkilap milik Arkan, sebuah benda berguling keluar dari balik lipatan tas kainnya....

...Sebuah kotak beledu hitam kecil yang tutupnya terbuka akibat benturan. ...

...Dan di dalamnya, beralaskan satin putih, sebuah jepit rambut berbentuk kupu-kupu dari platinum yang bertahtakan ratusan butir kristal Swarovski ungu muda berkilau dengan sangat mencolok, menangkap pendar lampu neon ruangan dengan begitu sempurna....

...Benda itu bergulir tepat di depan mata sang pemilik aslinya....

...Ruangan mewah itu mendadak sunyi senyap, menyisakan suara deru AC yang terasa kian menusuk tulang. ...

...Jantung Rania berhenti berdetak selama beberapa detik. ...

...Seluruh tubuhnya mendadak kaku bak patung es, matanya melotot menatap jepit rambut itu dengan ketakutan yang belum pernah ia rasakan seumur hidupnya....

..."Mampus. ...

...Aku benar-benar mati kali ini," jerit Rania dalam hati, jiwanya serasa ditarik paksa ke liang lahat....

...Di atas sana, Arkananta Narendra menghentikan aktivitas membaca berkasnya....

... Sepasang mata elangnya perlahan bergerak turun, menatap ke arah lantai tempat barang-barang sekretaris magangnya berserakan. ...

...Begitu netra hitamnya menangkap kilau kristal ungu muda berbentuk kupu-kupu yang sangat ia kenali, tubuh Arkan ikut menegang sejenak....

...Arkan meletakkan dokumennya kembali ke meja. ...

...Dengan gerakan yang lambat, penuh wibawa, dan penuh rasa tegang yang mengintimidasi, sang CEO merundukkan tubuh tegapnya....

... Tangan panjangnya bergerak maju, memungut kotak beledu hitam beserta jepit rambut kristal mahal itu dari lantai marmer....

...Rania perlahan mendongak, masih dalam posisi berlutut, menatap Arkan dengan wajah seputih kertas....

... Keringat dingin mengucur deras di pelipisnya di balik kacamata bulat tebalnya....

... Tangannya meremas tali tas kainnya begitu kuat hingga buku-buku jarinya memutih....

...Arkan kembali menegakkan duduknya, memutar-mutar jepit rambut kupu-kupu itu di antara jemarinya yang bersih. ...

...Mata elangnya menyipit dengan sangat tajam, memancarkan kilat kecurigaan yang amat pekat. ...

...Ia menatap jepit rambut kristal edisi terbatas dari Prancis yang hanya diproduksi beberapa buah di dunia itu, lalu mengalihkan pandangannya lurus-lurus ke wajah Rania yang tampak ketakutan setengah mati di bawahnya....

..."Jepit rambut ini..." suara bariton Arkan memecah keheningan koridor, terdengar sangat rendah, berbahaya, dan penuh akan selidik yang menekan....

... "Seingat saya, merek perhiasan ini tidak mengeluarkan barang tiruan yang murah, Rania Adisti. Harganya setara dengan gaji beberapa bulan Anda bekerja di sini."...

...Arkan mencondongkan tubuhnya ke depan meja, menatap mata hitam Rania yang tersembunyi di balik lensa kacamata tebal dengan tatapan yang seolah bisa menembus tengkorak kepalanya....

..."Pertanyaan saya... dari mana seorang sekretaris magang dengan penampilan seadanya seperti Anda, bisa memiliki perhiasan kristal mahal yang baru saya beli kemarin malam untuk orang lain?"...

...Rania terpaku. ...

...Bibirnya bergetar tanpa bisa mengeluarkan satu patah kata pun....

... Di bawah tatapan mengintimidasi dari sang tiran yang mulai mencium bau kebohongan besar ini, Rania tahu, selangkah lagi saja ia salah bicara, seluruh dunia ganda yang ia bangun dengan darah dan air mata akan hancur lebur berkeping-keping detik ini juga....

1
Watini Salma
kalau sekarang MLM Minggu berarti besok kantor libur dong
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!