NovelToon NovelToon
Terpaksa Kawin Muda

Terpaksa Kawin Muda

Status: tamat
Genre:Romantis / Nikahmuda / Balas Dendam / Nikahkontrak / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 4.8
Nama Author: Rani

Dijebak oleh kakak tiri dengan seorang pemuda pada malam ulang tahun teman. Siapa sangka, orang yang satu kamar dengan dia ternyata seorang tuan muda yang paling berpengaruh di kota itu.

Bagaimana kelanjutan kisahnya? Ikuti terus kelanjutan kisah mereka di sini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#29

Merlin menundukkan kepalanya saat mengingat semua itu. Dia yang terlalu berharap untuk Dicky tetap berada di sampingnya. Menemani dia di sini untuk tinggal pertama kali di rumah baru yang terbilang sangat besar.

"Nona ... tuan muda sudah pergi. Dia baru saja berangkat beberapa menit yang lalu."

"Oh, aku tahu. Dia sudah pamit padaku sebelum berangkat. Mm ... kamu gak ikut?" tanya Merlin berusaha terlihat baik-baik saja. Padahal, dalam hati dia sangat kecewa.

"Tidak, nona. Saya ditugaskan untuk menjaga nona di sini. Memenuhi semua kebutuhan nona selama tuan muda pergi."

"Kamu akan tinggal di sini? Di rumah ini bersamaku, malam ini?" tanya Merlin dengan raut yang sangat tidak nyaman dengan kata-kata yang Hero ucapkan barusan.

Bagaimana tidak? Hero tinggal satu rumah dengannya yang bukan siapa-siapa. Mungkin tidak akan terjadi apa-apa karena Hero pasti punya pikiran yang waras dan masih ingat kalau dia adalah majikan. Namun, rasanya akan aneh dan sangat tidak enak jika tinggal satu rumah dengan laki-laki yang bukan siapa-siapa.

Melihat wajah takut sekaligus cemas yang Merlin tunjukkan padanya. Hati Hero mendadak merasa geli. Dia tersenyum dihadapan Merlin. Senyum itu tidak bisa ia tahan lagi.

"Tidak, Nona. Saya tidak akan tinggal di sini bersama nona. Saya akan tinggal di dalam mobil malam ini. Oh ya, tuan muda minta saya jemput asisten rumah tangga itu sekarang juga. Bisa saya tahu di mana alamat orang yang ingin nona pekerjakan di rumah ini sekarang?"

"Sekarang? Tapi hari sudah semakin sore, Hero. Jalan juga akan semakin macet. Bagaimana bisa kamu pergi sekarang?"

"Tidak masalah, nona. Yang penting, saya tahu alamatnya. Saya akan laksanakan perintah tuan muda dengan sebaik mungkin, nona."

"Oh, baiklah."

Merlin langsung mengatakan di mana alamat orang yang harus Hero jemput. Untuk sesaat, Hero memikirkan alamat itu. Karena alamat itu sepertinya tidak asing lagi buat dia.

"Kenapa, Hero?"

"Tidak ada, nona. Alamat ini .... "

"Itu alamat rumah lamaku. Aku ingin kamu jemput bi Imah di sana. Karena bi Imah adalah pembantu mamaku, bukan pembantu mereka."

"Baiklah, nona. Akan saya laksanakan perintah nona. Saya permisi dulu," ucap Hero sambil bersiap untuk beranjak.

Namun, ketika Hero sedang membalikkan tubuh dan bersiap-siap melangkah, Merlin dengan cepat menahan tangannya.

"Tunggu, Hero."

"Ada apa, nona? Apakah ada perintah yang lain?"

"Tidak ada. Hanya saja ... bolehkah aku ikut pergi denganmu? Aku takut jika tinggal di rumah sendirian."

Hero melihat wajah Merlin untuk sesat.

Lalu kemudian, dia menganggukkan kepalanya tanda setuju.

Mereka akhirnya beranjak meninggalkan rumah itu. Hero mengemudi mobil dengan pelan. Karena memang, jalan yang mereka lewati sekarang sedang sangat ramai di jam seperti ini. Jam sore menjelang senja.

Tidak ada percakapan yang terjadi di dalam mobil itu selama hampir dua puluh menit berjalan. Sampai akhirnya, kemacetan melanda membuat Merlin merasa sangat bosan.

"Mm ... Hero. Boleh aku tahu ke mana Dicky pergi sebenarnya? Dia bilang ... dia gak pulang ke rumah orang tuanya malam ini."

Hero menoleh ke samping untuk melihat Merlin. "Apa ... apa tuan muda tidak mengatakan ke mana dia pergi, nona muda?"

Merlin tersenyum. "Karena dia gak bilang, makanya aku bertanya, Hero. Kalo dia bilang, kan aku gak perlu nanya."

"Eh ... he ... iya. Nona benar. Mm .... "

Hero terlihat memikirkan apa yang harus dia katakan pada Merlin sekarang. Karena saat ini, dia sedang berada dalam situasi yang serba salah. Mau jujur, takut melukai hati Merlin. Gak jujur, juga merasa bersalah karena berbohong pada majikan.

Entah karena rasa takut berbohong atau kasihan, yang jelas, dia tidak ingin menyembunyikan segalanya dari Merlin. Karena menurut Hero, tidak ada hal yang bisa disembunyikan dari perempuan. Dan juga, perempuan itu menurutnya sangat suka dengan kejujuran. Walaupun kejujuran itu sangat menyakitkan.

"Hero. Jika kamu tidak ingin menjawab, juga tidak apa-apa. Karena aku tidak sedang memaksa kamu untuk menjawab. Lagian, aku hanya bertanya saja. Sekedar bertanya, gak punya maksud apa-apa."

"Karena sebagai sahabat, tidak salah jika aku menaruh sedikit rasa kepedulian untuk Dicky, bukan?"

"Sahabat?" tanya Hero sambil menatap Merlin dengan wajah yang sulit Merlin artikan maksud dari tatapan itu.

"Ee ... itu .... Ah, lupakan saja. Jangan dibahas lagi."

"Tidak perlu merasa cemas begitu, nona. Aku tahu hubungan kalian seperti apa. Aku tahu apapun yang tuan muda rahasiakan. Jika tidak, bagaimana aku bisa berada di sisi tuan muda selama bertahun-tahun? Bagaimana pula aku bisa jadi asisten pribadinya selama ini."

"Mm ... untuk pertanyaan nona sebelumnya, aku akan jawab. Aku jawab dengan jawaban yang jujur. Tuan muda pergi ke desa. Namanya, desa Mekarsari. Dia ke sana untuk merayakan ulang tahun ke delapan belas pacarnya."

Merlin terdiam. Kata pacar membuat hatinya merasa sedikit ... yah, seperti rasa sakit, yang entah mengapa bisa dia rasakan saat mendengar kata pacar yang Hero ucapkan. Dia sendiri juga tidak memahami hal itu.

Merlin langsung mengubah pandangannya dari Hero. Sejujurnya, dia tidak ingin memperlihatkan ekspresi konyol itu. Namun, hatinya memang sedang tidak bisa dia ajak bekerja sama. Hatinya mendadak membuat dia kehilangan semangat begitu saja.

Hero mengerti apa yang Merlin rasakan saat ini. Karena dia sering membaca artikel tentang perempuan. Dia jadi tahu, kalau perempuan itu mahkluk spesial. Selalu bicara dengan makna dan kata yang berbeda. Contohnya saja sekarang.

Awalnya sangat antusias, mana bilang sahabat segala. Tapi setelah tahu alasan sesungguhnya, eh, malah diam tanpa kata. Benar-benar lain di mulut, lain di hati.

Setelah membiarkan Merlin diam untuk beberapa saat, Hero akhirnya angkat bicara.

"Nona."

"Hm .... " Merlin menjawab, namun tetap diam dengan posisi sebelumnya.

"Kita sudah sampai. Apa nona mau menunggu di mobil saja?"

"Apa? Kita susah sampai?" tanya Merlin balik dengan wajah sedikit kaget.

'Ternyata benar dugaan ku. Nona melamun. Tidak mungkin dia lupa dengan suasana lingkungan tempat di mana dia di besarkan. Jika tidak melamun, maka dia pasti tidak akan diam saja.' Hero bicara dalam hati sambil terus memperhatikan Merlin dengan seksama.

Hal itu membuat Merlin salah tingkah dan merasa sangat grogi. Dia memilih segera turun dari mobil secepat yang ia bisa tanpa bicara dengan Hero terlebih dahulu.

1
Santi
Luar biasa
Rani: makasih buanya💕💕💕🥰🥰🥰
total 1 replies
Uwie Yanti
cerita yg bagus buat remaja, Sama sekali tidak ada adegan fulgarnya.... cocok buat remaja. sesuai umur ceritanya....
Rani: uhuk.... makasih banyak yah
total 1 replies
Uwie Yanti
cih.... pengen ku bejek2 si Tora...😤😤😤😤😤
Uwie Yanti
jangan2 itu intan lagi si Mak mertuanya si Merlin...
Uwie Yanti
teman tidur Merlin.....
Uwie Yanti
😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
Qorie Izraini
roman2 ny kang Tio bakslan jd nech
nikah muda ny
dpt jodoh putri cengeng lagi 😁😁😁
Qorie Izraini
o..oo..
siapa dia...
Qorie Izraini
ingat batasan mu Inta..
wlu pun kau serang nyonya,
tapi kau terlalu Egois, ingin ter lalu mengatur hidup nak mu
Qorie Izraini
owalah Tora...
picik sekali pemikiran mu
toh yg buat kepurltusan dan bunuh diri kan adek mu sendiri.
tich dicky blom nogmong ke adk mu.
kenapa hrs dicky yg di salah kan atas kematian ny .
Qorie Izraini
holang kaya klu ngomong suka benar y..
uang 20 M, gak ada apa2 ny buat mereka...
ah..awaq wong misqin iki 100 rebu sdh sangat berarti 😁😁😁
Qorie Izraini
ngarep banget y ..
klu hdp Meelyn bakal sengsara
dasar emak sana anak sama aja.
sama2 gak tau diri
ini lg papa Merlyn kok bisa nuta y mata hati ny, pada anak kandung Sendiri
Qorie Izraini
kacian y...siluman eubah.
target ny salah sasaran ..😀😀😀
Dewi Ruli
baguuus...👍👍👍 bikin penasaran...semoga happy ending yaaa..😘🥰❤🌷
Ida Yato
ceritanya g monoton
pipi gemoy
waduh anak SMP Lo ini
malah bunuh diri 😱
Qaisaa Nazarudin
Kamu gak perlu merasa berdosa seperti itu Merlin,Orang seperti mereka itu mmg harus kamu lawan,Jangan jadi lemah..Ayo Merlin kamu pasti bisa..
Qaisaa Nazarudin
Kenapa harus menyalahkan orang lain atas kekonyolan dan kebegoan adek kamu sendiri..!!🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️😡😡😡
Qaisaa Nazarudin
Astaga hanya karena cinta ditolak dan hanya karena lelaki sampai segitunya,Kamu itu masih kecil dek,harusnya kamu itu mengejar impian dan cita2 kamu,Bukan malah mengejar cinta 🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️
Qaisaa Nazarudin
Noh ternyata bukan salah Dicky nih,udah ditolak secara halus,Tora dan adeknya yg ngenyel dan maksa..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!