NovelToon NovelToon
SECOND LOVE

SECOND LOVE

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Patahhati / Duda / Konflik Rumah Tangga-Pernikahan Angst / Tamat
Popularitas:360.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: poppy susan

Gibran Tanuwijaya Gilbert, duda anak satu yang harus merelakan kepergian istrinya disaat lagi sayang-sayangnya, cinta Gibran sangat besar terhadap almarhum istrinya sehingga membuat Gibran menutup hatinya rapat-rapat untuk wanita manapun.

Kehadiran Livia yang merupakan guru sang anak mampu memporak-porandakan hatinya. Livia yang merupakan seorang janda tanpa anak itu sangat menyayangi anak Gibran begitu pun sebaliknya.

Akankah Gibran tetap menutup rapat hatinya atau akan menuruti keinginan anaknya yang sangat menginginkan seorang Ibu?

Supaya nyambung dan kalian tahu siapa Gibran, kalian baca dulu CINTA DOSEN GENIUS...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon poppy susan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 29

💔

💔

💔

💔

💔

Sesampainya di rumah, Gilsya semakin murung dia tidak banyak bicara membuat Gibran merasa sedih.

"Sayang, kamu kenapa?" seru Gibran dengan mengusap kepala puterinya itu.

"Gilsya ingin punya Mami, Gilsya ingin Bu Livia yang menjadi Mami Gilsya tapi sepertinya Bu Livia lebih menyayangi Demir dibandingkan sama Gilsya," sahut Gilsya dengan deraian airmata.

"Sayang dengarkan Papi, tidak semua yang kita inginkan bisa menjadi milik kita jadi Gilsya jangan memaksa Bu Livia untuk menjadi Mami Gilsya karena bisa saja Bu Livia sudah punya calon suami."

"Gilsya ingin Bu Livia menjadi Mami Gilsya, Pi."

Gibran memeluk puterinya itu, Gilsya hanya bisa menangis sesegukan di dalam dekapan Papinya. Hati Gibran merasa sangat sakit melihat puterinya menangis seperti itu, hingga tanpa sadar Gibran pun meneteskan airmatanya.

Sementara itu...

Perlahan Livia melepaskan pelukkan Demir dan berjongkok di hadapan Demir.

"Demir sayang, dengarkan Ibu. Wanita yang tadi itu memang Mama Demir mungkin dulu Mama Demir punya alasan kenapa dia harus meninggalkan Demir dan Papa Demir, maaf Ibu tidak bisa menjadi Mama Demir karena Ibu tidak mau merebut yang bukan menjadi hak Ibu. Jadi Ibu mohon Demir mengerti, maafkan Ibu Demir."

Livia pun kembali berdiri dan langsung meninggalkan Damar dan Demir. Demir langsung memeluk Damar dan menangis sesegukkan, sungguh Damar sangat menyesal dulu sudah melukai hati Livia.

Keesokan harinya....

Gibran seperti biasa mengantar Gilsya ke sekolah, mobil Gibran sampai bersamaan dengan Livia yang baru saja turun dari taksi.

"Pagi Gilsya sayang!" sapa Livia.

Gilsya awalnya menatap Livia tapi sedetik kemudian Gilsya membuang pandangannya dan mengacuhkan Livia.

"Pi, Gilsya masuk dulu."

"Iya sayang, nanti Papi akan sedikit telat menjemputmu jadi kamu jangan kemana-mana ya tunggu di sekolah."

"Iya Pi."

Gilsya pun langsung berlari tanpa menghiraukan Livia yang saat ini hanya bisa terdiam mematung. Gibran pun melakukan hal yang sama dengan Gilsya, dia segera masuk ke dalam mobilnya dan langsung pergi meninggalkan sekolah itu.

Livia merasa bingung dengan sikap keduanya, tapi entah kenapa kok Livia merasa sakit di acuhkan oleh Gilsya dan Gibran. Livia pun segera masuk ke dalam kelas, Livia melihat Gilsya duduk dengan menundukan kepalanya.

Livia merasa bersalah kepada Gilsya, hari ini Livia berniat ingin meminta maaf kepada Gilsya hingga akhirnya Livia pun menghampiri Gilsya dan duduk di samping.

"Hai Gilsya!" sapa Livia.

Gilsya sama sekali tidak menghiraukan Livia, dia hanya sibuk mewarnai gambarnya.

"Gilsya marah ya sama Ibu?" tanya Livia.

Lagi-lagi Gilsya tidak menghiraukan Livia. "Hai sayang, kok Gilsya tidak menjawab pertanyaan Ibu? seharusnya kan kalau ada yang bertanya itu, Gilsya harus menjawabnya kalau tidak dijawab itu namanya tidak sopan," seru Livia dengan lembut sembari mengusap kepala Gilsya.

Tiba-tiba Livia terkejut saat melihat airmata Gilsya jatuh ke atas buku gambarnya.

"Ya Allah Gilsya."

Livia mendekap tubuh mungil itu ke dalam dekapannya. "Maafkan Ibu sayang, Ibu sudah bersalah sama kamu. Kemarin Ibu sudah mengacuhkanmu tapi serius Ibu tidak bermaksud seperti itu, ada alasan kenapa Ibu harus melakukan itu," seru Livia dengan perasaan bersalahnya.

"Hiks..hiks..hiks..."

"Sudah, cup..cup..cup..jangan nangis lagi Ibu minta maaf ya sudah membuat Gilsya sedih."

Gilsya menganggukkan kepalanya di dalam dekapan Livia, sementara itu Demir yang kesal melihat Livia memeluk Gilsya mencorat-coret buku gambarnya.

Livia pun melepaskan pelukkannya dan mengusap airmata Gilsya.

"Sudah jangan nangis lagi ya, kalau Gilsya nangis terus nanti cantiknya hilang."

Gilsya pun tersenyum dan kembali memeluk Livia. "Ibu jangan acuhkan Gilsya lagi, Gilsya sedih kalau Ibu mengacuhkan Gilsya."

"Iya Ibu janji, mulai sekarang Ibu tidak akan mengacuhkan Gilsya lagi."

Gilsya melepaskan pelukannya dan kembalu menggambar, hari Gilsya sangat bahagia karena Livia kembali seperti biasanya.

***

Waktu pulang pun tiba.....

Gilsya seperti biasa menunggu kedatangan Papinya di depan kantor satpam. Tiba-tiba sebuah mobil berhenti di halaman sekolah, Monica sangat bahagia saat melihat Gilsya masih ada di sekolah dan belum pulang.

"Hallo Gilsya!" sapa Monica dengan suara yang dia buat lembut.

Gilsya melihat Monica dari ujung kaki sampau ujung kepala dengan tatapan bingung.

"Tante siapa? kenapa Tante bisa tahu namaku?" tanya Gilsya.

"Tante ini teman baiknya Papi kamu, ah lebih tepatnya pacar Papi kamu, bahkan Papi kamu sudah meminta Tante untuk menjadi Mami sambung kamu."

Gilsya membelalakan matanya, Gilsya yakin kalau wanita yang ada di hadapannya ini sedang berbohong karena Gilsya tahu bagaimana Papinya tidak mungkin Papinya suka kepada wanita yang penampilannya sangat seksi dengan make up yang sangat tebal.

"Papi kamu meminta Tante untuk menjemput kamu, ayo kita pulang!" ajak Monica.

"Tidak, aku tidak mau pulang dengan Tante aku akan tetap menunggu Papi," sahut Gilsya.

"Tapi kan Papi kamu belum datang, itu artinya Papi kamu sedang sibuk. Ayo Tante anterin kamu pulang, atau kamu mau jalan-jalan dulu," bujuk Monica.

Monica berusaha meraih tangan Gilsya tapi dengan cepat Gilsya menghindar. "Jangan menyentuhku," ketus Gilsya.

Monica menarik napasnya dan menghembuskannya secara perlahan. "Astaga anak sama Bapak sama-sama dingin, butuh kesabaran ekstra buat dapatkan hati Gilsya," batin Monica.

"Ayo sayang, pulang bareng Tante," bujuk Monica.

Gilsya melihat Livia keluar dari ruang Guru dan dengan cepat Gilsya berlari dan memeluk Livia.

"Ya ampun sayang, kamu kenapa?"

"Tante itu memaksa Gilsya untuk pulang dengannya," tunjuk Gilsya.

Livia pun melihat ke arah yang ditunjukan oleh Gilsya dan betapa terkejutnya Livia saat melihat Monica sudah ada disana.

"Apa yang sedang kamu lakukan disini, Monica?" seru Livia.

"Aku hanya ingin menjemput calon anakku saja," sahut Monica dengan percaya dirinya.

"Apa? calon anak? maksud kamu siapa?" tanya Livia bingung.

"Siapa lagi kalau bukan Gilsya, asal kamu tahu aku ini calon Ibu sambungnya Gilsya dan karena Mas Gibran sedang sibuk, jadi aku disuruh jemput Gilsya," dusta Monica.

"Bohong Bu, Papi tadi tidak bilang apa-apa kok sama Gilsya. Papi cuma bilang akan telat menjemput Gilsya dan tidak bilang kalau Tante ini akan jemput Gilsya," sahut Gilsya.

"Gilsya sayang, Papi kamu bilangnya barusan sama Tante soalnya Papi kamu sibuk katanya tidak sempat jemput kamu," seru Monica tidak mau menyerah.

"Aku tidak pernah menyuruh kamu untuk menjemput anakku!"

Seketika tubuh Monica menegang saat mendengar suara yang sangat dia kenal itu.

"Papi...."

Gilsya berlari menghampiri Gibran dan langsung memeluk Papinya itu. "Papi, tadi Tante itu maksa Gilsya untuk ikut sama dia dan Tante itu juga bilang kalau dia calon Ibu Gilsya, apa itu benar Pi?" seru Gilsya.

Tubuh Monica semakin menegang, sudah dipastikan Gibran akan marah besar kepadanya bahkan saat ini Monica tidak berani untuk membalikan tubuhnya menatap Gibran. Sedangkan Livia hanya bisa diam tanpa berniat ikut campur dalam urusan mereka.

"Monica, kamu sudah keterlaluan ternyata kamu belum menyerah juga. Aku peringatkan untuk yang terakhir kalinya, kalau kamu berani datang kesini untuk menjemput Gilsya apalagi sampai mengaku-ngaku calon Ibunya, aku pastikan perusahaan Papa kamu akan hancur."

Monica langsung membalikan tubuhnya. "Jangan Pak, aku mohon. Aku minta maaf, aku mengaku salah," rengek Monica.

Livia yang dari tadi berdiam diri, memutuskan melangkahkan kakinya meninggalkan perseteruan antara Gibran dan Monica karena Livia tidak mau ikut campur urusan mereka.

Tapi disaat Livia melewati Gibran, tanpa diduga Gibran menarik tangan Livia membuat Livia menghentikan langkahnya.

"Jangan pernah mengusik hidupku, dan jangan pernah mengaku-ngaku kamu sebagai calon Ibu Gilsya karena calon Ibu Gilsya adalah Bu Livia," seru Gibran.

"Hah... "

Livia langsung menatap wajah Gibran, dia sangat terkejut dengan ucapan Gibran begitu pun dengan Monica yang lagi-lagi harus kalah oleh Livia.

💔

💔

💔

💔

💔

Jangan lupa

like

gift

vote n

komen

TERIMA KASIH

LOVE YOU

1
Milk banana
wahai damar Dajjal. mending Lo Ama Monica aja, soalnya sama ( sama-sama Dajjal!!! )
Patrick Khan
.monica buang kelaut aja
Milk banana: ya setuju, jika anda bosan dengan kelakuan Monica, lemparkan saja ke laut~
total 1 replies
Patrick Khan
.monica gk berubah blas ya😠
Patrick Khan
.anak kecil selalu jujur😁
Patrick Khan
wah gk bener ini damar nie😡😡
Lila Susanti: apakah yg namanya sugiona suka selingkuh ??/Silent/
total 1 replies
Patrick Khan
.pindah siniiii😊
we
alur cerita menarik seru semangat kakak
we
jailnya gilsya
Maria Magdalena Indarti
tengkyuu thor.
𝙿𝙾𝙿𝙿𝚈 𝚂𝚄𝚂𝙰𝙽: Cerita Gilsya di judul "THE BEST COUPLE"
total 1 replies
Maria Magdalena Indarti
conggrat Livia & Gibran. rukun, setia, bahagia
Maria Magdalena Indarti
Gibran was was nih saingan sm anaknya
Lila Susanti: suka ma karakter bee , ceria bw energi postif
total 1 replies
Maria Magdalena Indarti
syukurlah Livia ktm ortu yg kaya raya
Maria Magdalena Indarti
jadi deh Livia n Gibran.
Monica emang ga waras mau membunuh bapak angkat nya.
ga waras, Gila
Lila Susanti: pantes neneknya demir benci bgt sama demir. anknya di bunuh monica, ud dr awal abis lahiran di tinggal , jd makin tambah benci ke monica. pelampiasannya ke demir
total 1 replies
Maria Magdalena Indarti
Monica sdh gila
Maria Magdalena Indarti
kenapa ada orang jahat spt Monica. apa ga punya hati
Maria Magdalena Indarti
Livia sgt tulus
Maria Magdalena Indarti
semoga Livia n Gibran jodoh
Maria Magdalena Indarti
nasib Livia malang
Maria Magdalena Indarti
Livia termakan omongan monica. bodoh
Maria Magdalena Indarti
gilsya jail
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!