Menikah dengan wanita yang jelek membuat Gilang enggan untuk menyentuh istrinya, sikap Gilang yang keterlaluan membuat Nindi istrinya merubah penampilannya dan bekerja sebagai sekertaris Gilang sendiri.
Apakah Gilang nanti akan tau penyamaran sang istri? ikuti terus ceritanya yuk.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon el Putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ketika orang jahat mulai terpapar Virus cinta
Nita mematung, jika bisa dia ingin memberontak melawan Alex tapi jika menolak Alex mengancam dengan menggunakan nama anaknya.
Seperti rumahnya, Alex menyeret tangan Nita dan membawanya masuk ke dalam kamar.
Alex menciumi leher Nita dengan agresif,
"Pak please, di luar sana banyak wanita yang lebih baik dari saya. Anda tampan, kaya pasti banyak yang suka," ucap Nita memohon pada Alex
"Tapi aku menginginkanmu Nita," kata Alex lalu melanjutkan aksinya kembali.
Nita sedikit mendorong tubuh Alex hingga pautan mereka terlepas.
"Tapi ini hubungan terlarang pak," ucap Nita
Alex tertawa mendengar ucapan Nita, terlarang atau tidak yang terpenting sama-sama puas, toh mereka juga tidak memiliki pasangan jadi sah sah saja bila mereka berhubungan.
"Sudah lah Nita, jangan sok suci." Setelahnya Alex mendorong tubuh Nita ke tempat tidur.
Kini tubuh Alex mengungkung Nita di bawahnya, sama seperti permainan kemarin, Alex bermain cukup lembut hingga tubuh Nita merespon segala sentuhan Alex.
Mereka menikmati malam panjang mereka dengan panas.
**********
Begitulah setiap harinya hingga suatu hari Nita sudah tidak sanggup lagi menjadi budak Naf su Alex. Setiap wanita tentu menginginkan sebuah hubungan yang jelas, bukan seperti Alex yang selalu datang mengantar benihnya dan pergi setelah puas.
Hari ini seperti biasa Nindi mengawal Gilang ke kantor, memang sih sikap Nita telah berubah namun dia masih harus tetap waspada karena bisa saja ini adalah rencana licik Nita dengan Kakak iparnya.
Seperti biasa, Gilang keluar dengan Veri dan Nita masuk ke dalam ruangan Gilang untuk bicara dengan Nindi.
"Bu Nindi, bisa kita bicara," kata Nita
"Iya Nit," sahut Nindi lalu mempersilahkan Nita untuk duduk.
Nindi dan Nita saling menatap, Nita menghela nafas lalu mulai mengeluarkan suaranya.
"Begini Bu, sebelumnya saya minta maaf karena sikap saya yang berlebihan dan mungkin menurut Bu Nindi caper pada Pak Gilang," kata Nita
Nita yang belum tau kalau Nindi sebenarnya sudah tau pasal rencananya dengan Alex dan juga Celo tentu tidak bilang jika memang dia mendekati Gilang.
Rencananya Nita mau resign dari kantor Gilang dia ingin hidup tenang bersama anaknya tanpa ada Alex yang menjadikannya budak Naf su,"
"Iya, Nita" sahut Nindi
Nindi dan Nita akhirnya mengobrol, karena mengikuti keinginan Alex dan Celo serta obsesinya pada Gilang dia hampir saja menyakiti seorang istri, untung Tuhan mengingatkan Nita sebelum dia menjebak dan menyakiti Gilang dan Nindi.
"Kamu mau resign?" tanya Nindi
"Iya Bu Nindi, saya ingin hidup tenang di kota almarhum orang tua saya," jawab Nita.
"Apapun itu Nita, semoga kamu bahagia," ucap Nindi dengan tulus.
Nita memeluk Nindi dengan menangis, betapa jahatnya dia pada Nindi, karena ingin menikam Nindi dari belakang.
Di sisi lain Alex dan Celo bersiap ke kantor Gilang, mereka ingin mendukung Gilang dengan Nindi daripada Gilang dengan wanita pilihan papanya, karena kalau Gilang menuruti papanya otomatis mereka berdua tidak akan menjabat posisi tertinggi di perusahaan Admadja yang ada mereka ditendang oleh Gilang.
Setibanya di kantor Gilang Alex nampak gugup saat melihat Nita.
"Ada apa denganku?" batin Alex dengan memegangi jantungnya.
Saat melewati meja Nita degup jantung Alex semakin kencang.
Matanya tak luput dari Nita, dia tak sabar ingin segera pulang dan pergi ke rumah Nita lalu meminta jatahnya.
Meskipun merasakan gugup namun Alex bersikap wajar hingga mereka berdua masuk dan menghadap Gilang adik mereka.
Gilang menatap kedua Kakak tirinya tersebut, "Ada urusan apa kak Alex dan Celo kemari?" tanya Gilang
"Kami ingin minta maaf Gilang, kami ingin mengakhiri permusuhan dengan kamu," jawab Celo
Gilang mengerutkan alisnya, dia sungguh heran dengan sikap kedua kakaknya, Gilang tidak begitu mempercayai kedua Kakak tirinya.
Alex dan Celo memeluk Gilang secara bersamaan, Gilang nampak terharu saat kedua kakaknya memeluk dirinya.
"Terima kasih kak," bisik Gilang dengan menepuk pundak Celo dan Alex.
"Sama-sama Gilang, teriak kasih kamu telah memaafkan kami," ucap Alex.
Mereka mengutarakan maksud dan tujuan dari Alex dan Celo datang kantornya kemudian mereka bercanda bersama.
Jika dilihat sekilas mereka nampak sangat rukun dan saling menyayangi tapi semua hanya kelihatannya saja bagai oasis di gurun pasir yang merupakan ilusi optik.
Banyak yang mereka ceritakan sehingga tanpa di sadari waktu matahari sudah condong ke barat, bahkan sebentar lagi akan terbenam.
Alex dan Celo pamit untuk pulang begitu pula Gilang dan Nindi yang juga mau pulang.
Alex sudah tidak sabar pergi ke rumah Nita.
**********
Hari ini adalah hari terakhir Nita bekerja di kantor Gilang, pagi sekali dia sudah bersiap namun saat hendak berangkat Nita merasakan pusing.
"Tiba-tiba kok pusing ya," batin Nita lalu masuk kembali ke kamarnya.
Kepalanya semakin berputar hingga Nita tak kuat untuk berangkat ke kantor.
Di sisi lain Alex juga merasakan hal yang aneh, pagi-pagi dia merasa mual dan ingin muntah.
"Ada apa denganku ya?" batin Alex dengan memijat kepalanya yang sedikit pening.
Dia tidak begitu menggubris gejala aneh yang tengah menyerangnya, seusai membersihkan diri dia pergi ke meja makan untuk sarapan, di bawah sudah ada Celo, mama serta papanya.
"Pagi semua," sapa Alex lalu menarik kursi lalu meletakkan bokongnya ke kursi.
"Pagi," sahut semuanya
Saat mencium aroma makanan yang tersaji di depannya Alex menjadi mual dan ingin muntah.
"Kamu kenapa kak?" tanya Celo