Athanasia, gadis yang akrab disapa Athi, adalah murid Sekolah Menengah Atas di salah satu sekolah yang cukup mumpuni di kotanya. Ia adalah gadis dari keluarga sederhana, yang sangat tangguh. Karena ia tidak pernah memperhatikan penampilannya, ia sampai terkena bullying pada masa itu. Semua permasalahan yang melandanya, tidak sampai membuat Azekeil dan Lucas, yang merupakan sahabatnya, berpaling darinya. Karena kebaikan Azekeil, Athi baru menyadari kalau dirinya ternyata menyukai Azekeil, lebih dari yang ia bayangkan. Ia sama sekali tidak mempunyai kesempatan untuk mengungkapkan isi hatinya, karena ia sangat malu dengan kondisi dirinya yang jauh dari kata sempurna, berbanding terbalik dengan Azekiel yang sangat sempurna di matanya. Hingga akhirnya hari perpisahan itu tiba, sehingga membuat Athi harus merelakan kepergian Azekeil untuk kembali ke Negara asalnya, karena sesuatu yang tidak bisa Azekeil jelaskan. Apakah Athi bisa menjalani kehidupannya, setelah Azekeil meninggalkannya jauh di sana?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EsKobok, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Teguran
Karena kejadian di mall tadi, Athi sampai khawatir dengan keadaan Belle.
"Apa sih yang mereka pikirin tentang Belle? Apa yang sebenarnya terjadi di antara mereka?" gumam Athi yang penasaran dengan masa lalu antara Belle dan teman-temannya itu.
Athi memandangi langit-langit ruangan kamarnya, karena merasa sangat kasihan dengan Belle, karena ia tak sengaja mendengar perkataan teman-teman Belle tadi, ketika di toilet.
...-Flashback on-...
Setelah Belle meninggalkannya, Athi pun segera menuju ke toilet, untuk sekadar merapikan penampilannya. Ia duduk dengan sendu di dalam toilet, karena bingung dengan gelagat Belle yang tiba-tiba saja aneh tadi.
'Apa yang terjadi sama Belle, ya? Kok dia sampai segitunya ngeliat anak-anak itu?' batin Athi yang tidak tenang memikirkannya.
"Eh itu tadi beneran si Belle bukan, sih?" ucap seseorang dari arah luar toilet, membuat Athi mendelik mendengarnya.
Di luar toilet, terlihat dua orang yang tadi tak sengaja melihat ke arah Belle. Mereka berdandan sangat cantik, sampai menggunakan barang-barang branded.
"Iya, aku yakin kalau dia itu Belle! Kamu lihat deh, gak tahu malu banget ya dia berpakaian begitu ke mall begini? Dia kan masih SMA, kok bisa berdandan seperti janda anak 3," jawab gadis kedua, membuat gadis pertama memandangnya dengan sengit.
"Ih gila ... bener. Kok dia masih belum berubah ya? Lihat deh kalungnya itu, masih suka pamer aja seperti dulu," ujar gadis pertama.
"Ah, paling beli kalung imitasi dia," bantah gadis kedua.
"Hahah, rendahan!"
Athi mendengarnya dengan sendu, karena bagi Athi, ucapan mereka sangatlah keterlaluan.
'Kenapa mereka bicara gitu, ya? Kok jahat banget sama Belle,' batin Athi yang kasihan dengan Belle.
...-Flashback off-...
"Apa Belle gak apa-apa?" gumam Athi yang menghawatirkan keadaan Belle.
Athi segera membuka handphone-nya, dan melihat unggahan yang diunggah Belle.
Terlihat foto mereka yang diambil saat mereka sedang bersama tadi. Melihat foto itu, membuat Athi menjadi tersenyum melihatnya.
..."Bersama Athanasia."...
Captions yang tertulis pada keterangan foto yang ia unggah.
Melihat Belle yang baik-baik saja, membuat Athi agak tenang melihatnya.
"Syukurlah dia baik-baik aja. Ya sudah kalau gitu, aku jadi tenang," gumam Athi, yang sangat senang melihatnya.
Athi pun kembali melihat-lihat unggahan teman-temannya di Ensta, membuatnya merasa sangat mengantuk, dan perlahan memejamkan matanya karena sudah terlalu lelah beraktivitas selama seharian ini.
...***...
Imel mendelik, "Wah ... hebat! Jadi kalian udah jadian?" tanya Imel dengan sangat bersemangat, membuat Sua dan Keil yang sedang belajar menjadi terganggu.
Saat itu di hari Senin sore, Keil memang biasa belajar bersama dengan anggota klub, walaupun tidak ada jadwal untuk mengisi kegiatan klub. Mereka menjadi lebih dekat, ketika sering menghabiskan waktu bersama, yang tentu saja untuk belajar.
Mendengar Imel mengatakan hal demikian, Keil yang sedang menulis jawaban dari soal yang sedang mereka kerjakan, menjadi seketika buyar. Pandangannya jadi bertumpu pada Imel dan Athi yang sedang memperhatikan layar handphone masing-masing.
"Iya, kemarin kita jadian!" jawan Athi, dengan sangat senang memberitahukannya pada mereka.
Seperti biasa, Sua yang memang tidak tertarik dengan dunia percintaan, tidak begitu memedulikan yang teman-temannya katakan. Namun, sedikit banyaknya Sua senang, jika ada temannya yang merasa bahagia. Namun, jika mereka terpuruk karena hal yang sama, dia juga berperan ganda sebagai orang yang paling jahat, yang pernah ada.
Layaknya ibu tiri menyiksa anak tirinya dengan kata-kata pamungkasnya.
"Selamat, deh!" gumam malas Sua, sembari membalikkan buku yang sedang ia baca.
Athi menyeringai ke arah Sua, "Makasih," gumam Athi dengan sangat lembut.
Terlihat sekali kalau Athi sangatlah berbahagia dengan ucapan yang Sua ucapkan. Athi juga paham dengan sikap dan sifat Sua, setelah selama ini dekat dengannya.
"Kalau kamu sedih, aku gak bisa tanggung, lho! Aku orang pertama yang akan ngatain kamu!" ujar Sua dengan nada menggoda, membuat Athi menyeringai.
Sua kembali membaca buku yang sedang ia pegang, dan Imel pun kembali melihat-lihat foto yang Athi unggah di media sosialnya.
"Wah ... udah foto bareng juga! Diunggah di Ensta pula!" ujar Imel dengan semangat yang membara, membuat Keil menatapnya dengan sinis.
"Jangan gitu, aku jadi malu," bantah Athi, yang terlihat malu-malu dengan ucapan Imel.
"Ih gak apa-apa!" bantah Imel, "Keil, coba lihat ini!" ujar Imel, sembari memperlihatkan handphone ke arah Keil.
Keil yang sedikit penasaran dengan kekasih baru Athi, segera melihat ke layar yang ditunjukkan Imel.
Sorot matanya terlihat jelas sangat tidak menyukai foto itu. Keil pun hanya diam, tak bergeming. Ia kembali melanjutkan pekerjaannya menulis jawaban yang sudah buyar di pikirannya.
"Aduh ... kalian berdua terlihat manis," gumam Imel, membuat Athi merasa malu dibuatnya.
Keil mendengarnya dengan sangat kesal, karena mereka datang bukan untuk belajar.
"Heh, kalian ke sini untuk belajar, atau menggosip?" tanya Keil dengan sinis, membuat Imel dan Athi terdiam mendengar pertanyaan Keil.
Sua hanya bisa menahan tawanya, mendengar ucapan sinis Keil pada Imel dan juga Athi.
"Sirik aja!" umpat Imel, sembari memandang sinis ke arah Keil.
Pelajaran dilanjutkan seperti sedia kala, membuat suasana menjadi kembali tegang.
...***...
Malam itu, Keil sedang berjalan-jalan menghirup udara segar, saking suntuknya ia di apartemennya.
"Brukk ...."
Seseorang menyenggol pelan bahu Keil, membuat Keil menjadi terkejut mengetahuinya.
"Sorry," ujar seorang gadis yang berada di sebelah seorang pria yang sangat tampan.
Di hadapannya saat ini, Keil tak sengaja melihat seseorang yang sepertinya tidak asing baginya. Keil memandangnya dengan sinis, membuatnya teringat dengan seseorang yang sepertinya ada sangkut-pautnya dengan orang yang ia kenal.
"Kamu gak apa-apa?" tanya laki-laki itu, membuat gadis yang sedang ia rangkul, menggeleng kecil padanya.
"Gak apa-apa, kok," jawab gadis itu, yang langsung berbalik untuk melanjutkan perjalanan mereka.
Keil masih terdiam, sembari berusaha mengingat laki-laki yang ada di sebelah gadis yang tak sengaja ia tabrak tadi.
Mata Keil mendelik, karena ia sudah tahu sosok laki-laki tampan yang merangkul gadis itu.
'Dia ... pacarnya Athi, bukan?' batin Keil, yang terkejut dengan pemandangan yang ia lihat ini.
Keil masih berpikir, khawatir bertindak gegabah atau salah melihat orang. Dengan sedikit waktu yang ia miliki, Keil pun akhirnya meyakini laki-laki yang ia lihat itu adalah kekasih baru Athi, yang ditunjukkan olehnya tadi.
Dengan sangat cepat, Keil meletakkan tangannya pada bahu laki-laki itu, sehingga langkahnya menjadi terhenti karena Keil.
"Aku mau bicara sama kamu!" ucap Keil dengan nada yang sangat serius, membuat laki-laki bernama Agha itu mendelik mendengarnya.
...***...
maaf ya saya mau komplen nih..pas baca bab pertama okelah.. kedua.. koq banyak banget kata"mendelik"nya..trs pas baca athi menahan sakit knpa "brrr"🤭🤭..
maaf ya saya mah hnya penikmat cerita saja 😁😁
klo disuruh bikin cerita mah kaga bisa ..
lanjut baca marathon nih..
😘😘😘😘😘Saya sdh habis membaca nya.....GOOD LUCK....untuk cerita yg lain lg....hppy 4u...