NovelToon NovelToon
Takdir Hidup Cinta

Takdir Hidup Cinta

Status: tamat
Genre:Romantis / Perjodohan / Action / Cintapertama / Tamat
Popularitas:118k
Nilai: 5
Nama Author: aulia rysa

Namaku Cinta Permata Kusuma, aku anak pertama dari dua bersaudara.
Aku dilahirkan dari keluarga yang berada dan berkecukupan, tapi tidak dengan kasih sayang kedua orang tua.

23Tahun mengalami keterpurukan, akhirnya kebahagiaanku kini telah datang.
Iqbal Radit Adijaya, dia pria yang memberi kebahagiaan yang tidak pernah aku dapati sejak dulu. Cintanya sangat besar hingga dia rela memberi hidupnya untukku.

Apa kebagian ini akan selamanya? atau Cinta harus kembali di kehidupan semulanya?

Semua jawabannya ada disini
"TAKDIR HIDUP CINTA".

Setiap episode terdapat kata-kata motivasi di akhir cerita. Dan jadikan itu sebagai inspirasi hidup yang lebih baik untukmu di kedepan nanti.

Selamat membaca, jangan lupa like,comment, vote dan tambahkan ke Favorite di Hpmu untuk mendapatkan up terbaru dari author.❤️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aulia rysa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29. Jatuh cinta atau hanya menganggumi

Selamat membaca!📖

Iqbal terus memandang Cinta, tanpa sadar bibirnya membentuk senyuman. Melihat tawa lepasnya membuat dia bahagia. Dia sendiri binggung apa saat ini dia sedang jatuh cinta sama Cinta.

Iqbal berusaha meyakinkan perasaannya, apa benar hatinya telah berpaling ke Cinta. Tanpa Iqbal sadari Laura sejak tadi sudah memperhatikannya yang terus memandang Cinta.

"Kenapa Abang Iqbal terus menatap kak Cinta? apa dia sudah jatuh cinta dengan kakak. Kalau benar begitu aku akan menyatukan mereka berdua." Batin Laura.

"Maaf yah Ken, bukannya mau kerjain kamu, aku tadi lagi cobain naskah drama yang akan aku peranin, tapi gak sengaja aku coba aktingnya sama kamu dan ternyata akting aku dibawah serius sama kalian semua." jelas Cinta tersenyum.

"Bagaimana gak dibawah serius, kamu artis papan atas jadi segala hal yang kamu lakukan untuk membohongi kita, pasti kita percaya secara gak langsung itu adalah pekerjaan kamu." Balas Radit.

"Benar itu. Wajah kamu terlihat sangat menyakinkan, bagaimana kita mau tahu kalau saat itu kamu sedang berakting atau tidak?" Sambung Dimas menatap Cinta.

"Iya, iya maaf, sebagai gantinya bagaimana Minggu depan kita liburan?" tawar Cinta pada mereka.

"Gak buruk juga, hitung-hitung refreshing otak sebelum menghadapi ujian." ucap Dimas tersenyum.

"Aku setuju, kapan lagi aku bisa liburan bersama kakak." Semangat Laura.

"Kita juga." Timpah Inces pada ucapan Laura.

"Kalian bertiga bagaimana?" Tatap Radit pada Iqbal, Kenan dan Rafa.

"Kita ikut." jawab Rafa.

"Cinta bukannya jadwal kamu selalu padat? kamu kan bekerja di dua bidang sekaligus, pasti berat mengatur waktu buat istirahat atau liburan kayak gini." ucap Melati yang paham dengan kesibukan Cinta.

"Benar Cinta, apa itu tidak menjadi kendala kalau kamu liburan?" sambung Bunga.

"Kalian gak usah khawatir. Saya bisa mengatur semua, yang penting kita bisa liburan bersama hitung-hitung hadiah buat kalian karena sudah selalu ada buat Laura." Balas Cinta.

"Yah sudah kalau begitu ayo kita pulang kak. Semuanya sudah menunggu kita dirumah." ucap Laura mengingat keluarganya yang sedang menunggu mereka.

"Orang tua kamu jadi datang Iqbal?" tanya Kenan.

"Iya, mungkin sekarang mereka sudah berada dikediaman Kusuma." jawab Iqbal melihat jam ponselnya.

"Kalau begitu tunggu apalagi ayo berangkat." ucap Dimas.

***

"Dek ini rumah siapa? bukannya kamu bilang mau kerumah? kenapa kita jadi kesini? apa kalian pindah rumah?" tanya Cinta yang binggung.

Saat ini Cinta dkk telah tiba di kediaman utama Kusuma. Cinta tampak binggung melihat rumah yang 5X lebih besar dari rumah lamanya.

"Ini kediaman utama Kusuma, setelah kakak memutuskan pergi dari rumah, besoknya Kakek dan Nenek memutuskan kami untuk pindah kesini." jelas Laura mengingat kejadian 5Tahun yang lalu.

"Kalau begitu kita langsung masuk saja. Ayo." ucap Kenan melangkah masuk.

Cinta mengikuti Kenan dari belakang, perasaannya sedikit deg-degan, dia tak pernah berpikir semua ini akan terjadi.

"Kakak kenapa?" tanya Laura yang melihat kakaknya berubah.

"Kakak gak apa-apa, kakak gak sabar saja ketemu sama mereka." Bohong Cinta.

***

Diruang keluarga semuanya sudah berkumpul menunggu kedatangan Cinta, disana juga ada orang tua Iqbal.

Mereka semua sedang bersiap untuk mengejutkan Cinta yang sedang menuju kesini.

Satu... dua... tiga...

Dor... dor... dor... dor... dor...

Ledakan balon pecah ketika Cinta masuk. Kakinya bergemetaran saking kagetnya, dia tak menyangkah keluarganya akan menyiapkan kejutan untuk dirinya.

"Selamat datang sayang." ucap Lestari memeluk Cinta.

"Maafkan Mama selama ini telah jahat sama kamu, maafkan Mama yang telah menyakiti kamu, maafkan Mama yang tidak pernah tahu sama penyakit kamu selama ini." Menangis Lestari dipelukan anaknya.

"Mama tahu dari mana aku ada penyakit?" kaget Cinta dengan perkataan ibunya.

"Tidak penting Mama tahu dari mana, yang lebih penting sekarang kamu telah kembali, apa kamu mau memaafkan Mama? Mama tahu sangat sulit bagi kamu memaafkan Mama yang telah jahat sama kamu selama belasan tahun." Lirih Lestari melespaskan pelukan dari sang anak.

"Mama tidak usah bersedih, aku tidak pernah marah dengan perlakuan Mama yang dulu, jadi Mama tidak perlu meminta maaf atau merasa bersalah. Seharusnya aku yang minta maaf sama Mama, karena aku lahir hidup Mama dan Papa sempat sial karena aku." ucap Cinta dengan mata berkaca-kaca.

"Tidak sayang, semuanya bukan karena kamu, semua yang menimpah Mama dan Papa itu sudah takdir, Mama saja yang bodoh percaya sama ucapan teman Mama." Bantah Lestari.

"Iya sayang yang dikatakan Mama kamu benar, semua ini bukan karena kamu, tapi karena Papa bukan karena kamu atau Mama kamu." Sambung Aditya menghapus air mata yang menetes dipipi Cinta.

"Papa." Menangis Cinta dipelukannya, sudah lama Cinta ingin merasakan seperti ini.

"Papa, gak usah salahin diri Papa sendiri, yang berlalu biarlah berlalu, aku gak pernah permasalahkan itu. Jadi aku minta Papa dan Mama stop salahin diri sendiri, kalau tidak itu akan buat aku merasa bersalah." ucap Cinta menatap kedua orang tua yang melahirkannya.

"Makasih sayang kamu anak yang baik, Mama bangga punya anak kayak kamu, maaf Mama baru sadar sekarang." ucap Lestari mengelus rambut Cinta.

"Cucu Nenek sangat baik, gak salah nenek menamai kamu Cinta, anak yang dicintai dan disayangi semua orang." Kata Sari yang berdiri disamping Aditya.

"Makasih Nek, maaf aku baru bisa ketemu kalian sekarang." ucap Cinta sedih.

"Gak apa-apa sayang ini sudah takdir, jadi kamu gak usah bersedih." kata Sari lembut.

"Benar kata Nenekmu, jika takdir telah berkehendak kita tidak bisa berbuat apa-apa." Sambung Anita.

Cinta tak menjawab perkataan Anita, dia binggung wanita ini siapa, banyak pertanyaan yang muncul dibenah Cinta. Apakah anggota keluarga Kusuma sangat banyak, hingga rumah ini sangat rame.

Paham dengan perubahan Cinta, Laura mengajak semuanya untuk duduk agar dia bisa menjelaskan pada Cinta yang kebingungan.

Setelah mendengar penjelasan Laura, Cinta menjadi paham dengan silsilah keluarga Kusuma.

Cinta anaknya gampang akrab dengan siapapun, jadi bukan sulit bagi Cinta untuk dekat dengan mereka.

Mereka semua saling bertukar cerita satu sama lain dengan penuh kebahagian. Tanpa sadar mata Cinta menatap wanita yang tak asing menurutnya.

"Ibu ini siapa yah? kenapa aku merasa pernah ketemu dengannya? tapi dimana?" Batin Cinta.

"Kamu kenapa sayang? apa kamu mengenal Mamanya Iqbal?" tanya Lestari yang melihat anaknya terus binggung menatap sahabatnya.

"Tidak Ma. Aku merasa pernah ketemu sama Mamanya Iqbal, tapi aku gak tahu dimana?" Cinta terus berpikir.

Mamanya Iqbal hanya tersenyum mendengar perkataan Cinta, dia senang ternyata orang yang menolongnya adalah anak dari sahabatnya.

"Mommy kenapa tersenyum? apa benar Mommy pernah ketemu Cinta?" tanya Iqbal melihat ibunya.

"Iya Mommy pernah ketemu Cinta, Cinta bilang mommy ini calon ibu mertuanya dan kamu adalah pacarnya." ucap ibunya Iqbal tersenyum mengingat kejadian tadi pagi.

"Maksud Mommy bagaimana?" Binggung Iqbal, bagaimana bisa Cinta berkata seperti itu.

Cinta yang mendengar perkataan Ibunya Iqbal menjadi ingat, bahwa ibu ini adalah wanita yang dia tolong tadi pagi dan ternyata dia adalah ibunya Iqbal.

Cinta sangat malu dengan perkataannya tadi pagi, bagaimana bisa dia berkata seperti itu.

"Maksud kamu bagaimana Nay? apa Cinta pacaran sama Iqbal?" tanya Lestari menatap Nayla.

"Maksud aku begini...." Cerita Nayla kejadian yang menimpahnya tadi pagi.

×

×

×

×

BERSAMBUNG...

1
Nur rahmayana
mampir thor
Nurliana Saragih
Gimana mau kasih jempol Thor,,,,?!
Katanya novel ini dah End, nyatanya masih On going!!!
Menyebalkan!!!
Kalo End ya End,kalo On going ya On going,apa susahnya sih ?!
😡😡😡
Akun ini lg hiatus
maaf br bc thor sibuk nulis diakunku yg lain
Avrillia
tu mharnya g' salah t thoor pa asal"an ngetik.....
🌹🪴eiv🪴🌹
jir..akeh e mahar e.....
🌹🪴eiv🪴🌹
kenapa sih otor bikin nangeeesss terus 🥺🥺
🌹🪴eiv🪴🌹
nangeeesss lagi 😭😭😭😭😭
🌹🪴eiv🪴🌹
nangeeesss 😭😭😭😭😭😭😭😭😭
🌹🪴eiv🪴🌹
hih... dasar Mak kampret 😡😡😡😡😡



eh...🤭🤭🤭🤭
🌹🪴eiv🪴🌹
pasukan baca end 🖕
Alya Yuni
Si Lestri trllu lbih msa prca hal bodoh kya mcm it
🐝⃞⃟𝕾𝕳 TerlenARayuAn
sumpah dimas kepo bgt
🐝⃞⃟𝕾𝕳 TerlenARayuAn
slmt menunggu iqbal
🐝⃞⃟𝕾𝕳 TerlenARayuAn
tuh mulut mnt djht y
🐝⃞⃟𝕾𝕳 TerlenARayuAn
pgn w cincang u
🐝⃞⃟𝕾𝕳 TerlenARayuAn
yah gagal deh
🐝⃞⃟𝕾𝕳 TerlenARayuAn
anjirrr g kuat bcny
🐝⃞⃟𝕾𝕳 TerlenARayuAn
dsr cowok
🐝⃞⃟𝕾𝕳 TerlenARayuAn
bicarany santai j
🐝⃞⃟𝕾𝕳 TerlenARayuAn
jujur j sh bgs
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!