Hai readers aku lagi nyoba nulis nih, kalo ada kesamaan tolong dimaklumi ya🤗
Menceritakan seorang wanita bernama Linlin yang memiliki sifat dingin, kejam dan cerdas. Ia sering membantu berbagai organisasi untuk menyelesaikan masalah mereka. Namun suatu pengkhianatan membuatnya kehilangan nyawanya.
Tapi LinLin tak meninggal malah masuk ke dalam tubuh seseorang yang terkenal lemah bernama Mei Lin, seorang putri kekaisaran Ming. Kehiduapan disana sangat menyebalkan bagi Linlin karena harus bertemu orang-orang yang tamak, sombong dan penuh kelicikan.
Yang semakin membuatnya bingung adalah saat Linlin mendapati kebenaran bahwa dirinya adalah reinkarnasi dari seorang dewi penguasa.
Namun sebelum kembali ke dunia atas Linlin harus menemukan spirit beast yinyang nya untuk membuka segel ilahinya dan juga ia harus membalaskan dendam Mei Lin.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon melyns, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
29
"Bagaimana apa putri sialan itu menerima makanan yang ku kirimkan" tanya selir Guan Xi.
"Menjawab selir agung, makanan yang dikirim sudah diterima oleh pelayan putri pertama,,tapi tidak lama berselang hamba melihat pelayan itu keluar dari kediaman dan membuang makanannya" jawab pelayan itu yang sudah ketakutan.
Mendengar jawaban dari pelayannya membuat selir Guan Xi dan Sian Xi geram.
"Apaaaa,,, dia membuang makanan yang kuberikan" teriak selir Guan Xi.
"Sepertinya putri sialan itu sudah tidak dapat kita bodohi lagi dan dia sudah mengetahui kalau di makanan yang kita kirimkan beracun ibu" ucap Sian Xi.
"Sialan, bagaiman bisa dia mengetahuinya" heran selir Guan Xi.
"Karena Mei Lin yang sekarang telah berubah ibu, kita sudah semakin sulit untuk menyingkirkannya" ucap Bian Xi yang baru saja tiba di kediaman ibunya.
"Tidak ini tidak bisa dibiarkan, kita harus menyingkirkannya juga kakak bodohnya itu" ucap selir Guan Xi.
"Tapi harus dengan cara apa lagi kita menghabisinya ibu" ucap Sian Xi kesal.
"Jika dia tak bisa kita sentuh, kita bisa menghabisi kakak kesayangannya terlebih dahulu" ucap selir Guan Xi dengan senyum penuh arti.
"Sudah sekarang kalian bersiaplah untuk acara malam ini, besok kita bicarakan ini lagi" perintah selir Guan Xi.
"Baiklah ibu" ucap keduanya kemudian meninggalkan kediaman ibunya.
Siang sudah berganti malam dan aula istana kerajaan sudah dipenuhi orang-orang dari berbagai kalangan atas maupun bawah.
Sedang Mei Lin sudah diperjalanan menuju aula kerajaan bersama Xu Lanling, Feng dan Yue Lan. Mei Lin nampak begitu anggun dan cantik namun tak meninggalkan sisi dinginnya.
a
n
Sesampainya di aula kerajaan, semua mata tertuju pada seorang gadis yang cantiknya bak seorang dewi, bahkan semua rakyat sudah membicarakannya bahwa rumor yang beredar tentang putri pertama kekaisaran Ming itu tidak benar adanya karena yang mereka lihat adalah putri yang begitu sempurna dimata mereka. Tak ada satupun orang yang tak terpukau akan kecantikan dan keanggunannya, namun tidak dengan Selir Guan Xi dan Sian Xi, mereka berdua sudah mengepalkan tangannya melihat kehadiran Mei Lin apalagi saat melihat semua orang bahkan Bian Xi terpesona akan kecantikan yang dimiliki Mei Lin, sedang yang menjadi pusat perhatian hanya acuh.
"Apa kau ingin aku mencongkel bola matamu gege" kesal Sian Xi.
"Ehem,, tak perlu sekesal itu adik, aku hanya heran mengapa wanita sialan itu bisa berubah menjadi seperti itu padahal dulu ibu selalu memberinya racun agar wajahnya menjadi buruk dan tak dapat berkultivasi" elak Bian Xi.
Sian Xi hanya melirik kakaknya..
Mei Lin beserta Xu Lanling langsung menuju tempat duduknya dan tak berselang acara telah dimulai. Banyak pertunjukan yang ditampilkan dalam acara puncak malam ini, semua orang nampak menikmatinya namun tidak dengan Mei Lin, ia sudah merasa sangat bosan.
"Apa kau mulai bosan meimei" tanya Xu Lanling yang sedari tadi memperhatikan Mei Lin yang sudah mulai merasa bosan.
Mei Lin melirik Xu Lanling "Hm, ini sangat membosankan" jawab Mei Lin.
"Pergilah jika kau merasa bosan, biar aku yang tetap berada disini" ucap Xu Lanling sambil mengelus rambut adiknya.
Semua gadis terpesona melihat perlakuan Xu Lanling terhadap Mei Lin yang begitu lembut sedangkan para pria merasa iri melihatnya.
Mei Lin yang merasakan ketulusan Xu Lanling membuat hatinya menghangat.
"Terima kasih gege, kau memang yang terbaik" ucap Mei Lin sembari berdiri dan akan meninggalkan aula.
Namun baru satu langkah Mei Lin berhenti, ia merasakan aura jahat berada di dalam aula. Mei Lin langsung melihat Feng dan mendapat anggukan dari Feng tanda bahwa apa yang dirasakannya benar, sedang Xu Lanling terheran kenapa Mei Lin tiba-tiba berhenti dan menoleh ke arah Feng.
"Lin'er ada apa, kenapa berhenti" tanya Xu Lanling.
"Waspadalah gege, aku merasakan aura jahat sedang mengintai kita" ucap Mei Lin yang telah kembali duduk di tempatnya.
"Ini pasti ulah mereka lagi !!!" geram Xu Lanling.
Ternyata bukan hanya Mei Lin dan Feng yang merasakan kehadiran aura jahat namun kaisar Huan Zi juga merasakan hal yang sama.