Di buang oleh orang tua kandungnya,
dijebak oleh sahabatnya hingga melahirkan anak haram,
dikhianati oleh cinta pertamanya, akhirnya ia memiliki kesempatan untuk kembali membalaskan dendam nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon To Raja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 29. Pria impoten
"Ahhw!!" Jerit Laila meringis.
Jeritan kesakitan Laila membuat Andra menjadi sangat panik hingga pria kecil itu terlihat seperti mayat berdiri.
"Ya ampun!!! Cepat siram air dingin!" Ucap Weleni hendak memegang tangan Laila, tapi dia berhenti saat melihat tatapan ketidaksukaan dari Andra.
Bahkan Selin yang ada di belakang ketiga orang itu tidak luput mendapat tatapan pengeringatan dari Andra.
"Aku akan mengatasinya. Tolong tinggalkan kami." Ucap Laila yang jelas tahu kalau Andra merasa terancam hingga membuat pria kecil itu sangat takut meski ia berada di dekatnya.
Dengan patuh, Weleni meninggalkan dua orang itu sembari menanti menarik Selin keluar dari dapur.
Tapi Laila, tangannya yang semula putih mulus langsung memerah karena terkena air panas.
Laila langsung berjalan dan menyiram tangannya dengan air mengalir.
Andra berdiri di samping Laila sambil menatap cemas ke arah tangan Laila yang masih terguyur air keran.
"Ini tidak sakit kok, kau tidak perlu kuwatir." Ucap Laila mengulurkan satu tangannya yang bebas dan mengacak rambut Andra.
Setelah tangannya terasa lebih baik, Laila kemudian mematikan kran air dan mengelap tangannya.
"Pakaikan ini pada tanganmu." Ucap Weleni yang kembali ke dapur meletakkan sebuah salep di atas meja.
Setelahnya, Weleni langsung meninggalkan dapur.
Tidak mau mengganggu cucunya yang masih menampakan wajah tidak sukanya.
Andra dengan cepat meraih salep yang dibawa oleh neneknya lalu mengoleskannya pada tangan Laila.
"Terima kasih sayang, tanganku tidak sakit lagi." Ucap Laila tersenyum puas dan memberi kecupan di pipi imut Andra.
Setelah mengusapkan salep, Laila melanjutkan acara masaknya dengan Andra yang dengan patuh duduk menunggu.
Dia tidak mau kalau sampai karena kecerobohannya Laila mungkin terluka lagi.
Sementara di ruang tamu, Weleni duduk bersama Selin.
"Bukankah kau bilang akan datang di tengah pesta ulang tahun Ibu dan hanya datang 2 jam?
Mengapa sekarang kamu datang lebih awal?" Weleni menunjukkan raut tidak sukanya karena Selin sudah membuat cucunya yang semula merasa baik-baik saja berada satu ruangan dengannya, kini terlihat seperti anak singa yang tidak mau berbagi susu.
"Ibu, aku minta maaf karena sudah membuat Andra terkejut di dapur.
Tapi aku pulang lebih awal karena mendengar kalau Andra akan datang ke rumah ini juga.
Jadi aku harus menemani Andra di acara ulang tahun Ibu." Ucap Selin.
"Menemani Andra? Bahkan melihatmu saja, Andra tidak mau!
Bagaimana bisa kau menemaninya?" Tanya Weleni yang kini sangat sensitif jika membahas mengenai cucu kesayangannya.
"Sayang, jangan memojokkan Selin seperti itu.
Dia sudah berusaha keras membuat Andra menyukainya, mungkin saj-"
"Membuat Andra menyukainya? Sebenarnya kalau aku mengingatnya lagi, saat pertama kali Selin datang ke rumah kita, dia memang sangat dekat dengan Andra.
Tapi ketika mereka pindah rumah, cucuku semakin hari semakin berubah sikapnya, bahkan jadi membenci Selin.
Kalau aku memikirkannya, mungkinkah-"
"Ibu,, tidak seperti itu. Dia hanya berubah karena terus merindukan Kakek dan neneknya, tapi-"
"Jadi aku menyalahkan kami?" Tanya Silas kini menatap menantunya.
"Tidak,, bukan begitu."
"Sudahlah Selin, sebaiknya kau pergi ke kamarmu dan beristirahatlah.
Ingat untuk bangun lebih awal nanti malam." Ucap Weleni yang sudah tidak mau lagi bertengkar dengan menantunya, lalu perempuan itu pergi bersama suaminya.
Selin yang ditinggalkan sendirian menatapi kepergian dua orang itu dan menggertakan giginya sambil mengepal tangan.
'Sial! Jika saja keluargaku tidak bergantung pada keluarga mereka, sudah lama aku meninggalkan keluarga ini!
Percuma menikah dengan orang paling kaya kalau tidak bisa menikmati hidup sebagai istri.
Dasar mereka!
Kalian akan gila kalau tahu Putra kalian adalah pria impoten!
Bahkan aku ragu kalau Andra benar-benar anak kandung Samudra!" Gumam Selin merasa sangat kesal.
@Interaksi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
keliatan dari.., dari apa,y ya...❓❓