Area 18+
Gadis cantik berumur 20 tahun rela merelakan kesuciannya demi membalas dendam atas hinaan pedih sang suami yang telah tega menjualnya, Claudia meminta bantuan kepada Lorenzo untuk membantunya agar bisa mengandung seorang anak.
Seharusnya ini tak terjadi tetapi keputusan Claudia telah bulat, ia benar-benar sudah tak tentu arah dengan hidupnya yang sangat tragis penuh pengkhianatan.
Bagaimana kisah selanjutnya?
Simak cerita lengkapnya!!!!...🤗>>>>>>>>>>>>>>
Ig: By_Aryany10
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dilla_Nurpasya_Aryany, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 29
Claudia ingin melanjutkan ucapan tetapi tatapan mata Lorenzo membuatnya tak dapat bicara. "Tante Ranti terisak aku merasa tak tega bagaimanapun dia orang baik..."
"Andrean sudah dewasa dia memiliki istri dan anak tidak mungkin akan melakukan lebih, jika dia masih mencintaimu dia begitu wajar. Tapi tidak mungkin selamanya seperti itu!!.." Timpal Lorenzo dengan wajah yang tak bisa diartikan.
"Jangan menemuinya aku tak suka, lebih baik kau banyak istirahat demi kesehatan juga anak kita!.." Lirih Lorenzo dengan tatapan sayu juga wajah cemberut ia tidak bisa menyembunyikan rasa cemburunya sama sekali.
"Baiklah kalau begitu aku akan ikut denganmu ke perusahaan.." Lantang Claudia.
"Apa kau yakin sayang? aku takut nanti kamu kecapean..."
"Ayolah usia kandunganku belum empat bulan, jika kau tak setuju aku akan pergi menemui Andrean sekarang juga!.." Sengaja Claudia.
Tentunya Lorenzo melotot. "Tidak!! ikut saja denganku jangan salahkan aku jika nanti terjadi sesuatu padamu di sana..."
"Memang apa yang akan terjadi?.." Tanya Claudia sedikit ketakutan.
"Mungkin aku akan memakanmu..." Bisik Lorenzo pelan di telinga wanitanya.
Seketika wajah Claudia merah ia sontak mendorong pelan tubuh kekar Lorenzo. "Jangan menggodaku sekarang berpakaian lah setelah itu sarapan aku akan mandi dulu..."
Belum sempat Lorenzo menjawab, Claudia bergegas sontak ke kamar mandi, Lorenzo hanya menggigit bibir bawahnya ia merasa gemas dengan wajah malu Claudia.
Setelah berpakaian jas serba hitam Lorenzo turun duluan ke bawah ia menunggu Claudia di sana untuk sarapan bersama.
Tidak lama Claudia keluar kamar menuruni anak tangga, para bibi pembantu di sana melongo dengan penampilan Claudia. Tubuh propesional dibaluti dress maroon membuat kecantikan Claudia semakin terpancar.
"Oh ****!! kenapa dia membuatku semakin terpesona.." Lirih Lorenzo mengalihkan pandangan saat tatapan matanya tak berkedip sama sekali.
Claudia duduk di meja makan berhadapan dengan Lorenzo.
"Apa kau yakin akan berpenampilan seperti ini?.." Tanya Lorenzo yang diangguki Claudia.
"Iya apa ini terlihat buruk?.."
"Tidak, tapi nanti di sana tutupi dengan jas hanya aku yang bisa melihatnya tidak dengan lelaki lain!.." Tegas Lorenzo.
Claudia tersenyum. "Baiklah ayo kita sarapan..."
"Iya..."
Setelah selesai sarapan mereka berdua memasuki mobil berangkat menuju perusahaan, Claudia menarik nafas panjang ia akan memulai kehidupan barunya sekarang untuk memantaskan diri dengan Lorenzo sesuai apa yang tuan Abraham inginkan.
Setengah jam di perjalanan akhirnya mereka sampai di perusahaan besar milik Lorenzo company yang hampir mencakar langit.
Setelah mengenakan Claudia jasnya, Lorenzo dan Claudia keluar dari mobil itu dikawal beberapa bodyguard untuk menuju lift.
Semua karyawan di sana terkagum-kagum melihat istri dari atasan mereka, Claudia saat di televisi dulu sudah begitu amat cantik tetapi bagi mereka dia lebih cantik secara langsung.
Bahkan ada yang iri dengan kecantikan Claudia, para karyawan wanita saja seperti itu mengagumi istri sang atasan apalagi kaum lelaki. "Sebenarnya tuan Lorenzo menemukan wanita itu dulu dimana??..."
"Shuut jangan banyak bicara cepat beri hormat sebentar lagi dia melewati kita, atau kau tahu sendiri akibatnya!..." Timpal karyawan yang lain.
"Iya-iya, kalau tuan Lorenzo setiap hari membawa istrinya mungkin aku akan betah lama-lama di perusahaan..." Timpal yang lain lagi.
"Ingat istrimu di rumah!!..." Jawab salah seorang.
Suasana perusahaan menjadi riuh dengan kehadiran Claudia, wanita itu hanya tersenyum ramah ke semua orang tapi tidak dengan Lorenzo yang wajahnya datar mencekam.
Mereka berdua memasuki lift tidak begitu lama sampailah di lantai 105 tempat ruang CEO utama berada..
Raymond sendiri terkejut dengan kehadiran Claudia.
"Berhenti menatap wanitaku seperti itu!.." Sinis Lorenzo.
"Aku hanya menatapnya tuan Lorenzo Scottbryan!, bukankah Claudia akan menemui Andrean?.." Ujar Raymond lagi.
"Tidak, aku melarangnya..." Jawab Lorenzo dingin.
Raymond sudah memaklumi itu. "Baiklah Claudia sekarang kamu ikuti aku.."
"Iya...."
Lorenzo terkejut tidak mengerti. "Tunggu kalian mau kemana? ada urusan apa!.."
"Sepertinya tuan Abraham belum memberi tahu dirimu tuan...." Jawab Raymond.
Bersambung...
Jejaknya!..🤗
👇
👇
👇